Entah apa yang laki-laki itu lakukan di dalam kamar mandi hingga begitu lama, karena Amanda sudah menunggunya selama hampir satu jam tapi belum juga ada tanda-tanda keluarnya Arthur dari dalam kamar mandi hingga akhirnya dia tertidur di sofa.
Tak lama setelah Amanda tergusur, Arthur baru saja keluar dari dalam kamar mandi setelah menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan dirinya dan membalut luka bekas tembakan di bahunya tadi.
"Sial! Aku harus merasakan hal ini." umpat Arthur yang baru saja selesai dengan kegiatannya.
Dia hendak naik ke atas tempat tidur, Namun, dia melihat jika anda tertidur di sofa dengan wajah yang sangat damai. Arthur mengabaikannya begitu saja karena dia tidak peduli sama sekali dengan wanita itu.
Menurutnya Amanda tidak penting sama sekali jadi dia langsung naik ke atas tempat tidur karena memang haru sudah sangat malam dan dia juga membutuhkan istirahat untuk semua yang telah dia lewati hari ini.
Arthur sudah naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya berharap dia bisa langsung memejamkan kedua matanya, Tapi apa yang dia inginkan tidak seperti itu.
"Astaga! Ada apa ini? Aku tidak bisa tidur!" Arthur mengumpat untuk dirinya sendiri karena dia tidak bisa tidur hanya karena melihat Amanda yang tertidur di atas sofa.
"Aku melakukan hal ini bukan karena aku peduli. Aku melakukan hal ini karena kasihan! Ya, rasa kasihan!"
Akhirnya Arthur memutuskan untuk memindahkan Amanda ke atas tempat tidur dan menggendongnya. Bahkan dia mengabaikan rasa sakit di bahunya karena bekas luka yang bahkan masih sangat baru itu. Dia mengabaikan semuanya dan memilih membawa Amanda ke tempat tidur.
Rasanya melihat wajah Amanda yang begitu damai membuat Arthur merasa seperti ada sesuatu yang menggelitik di hatinya. Sesuatu yang membuat Arthur tidak bisa mendefinisikan perasaan apa yang dia rasakan saat ini. Bahkan waktu berjalan begitu lambat ketika dia menggendong tubuh Amanda seperti itu.
"Eghhh..." Arthur mengetatkan rahangnya ketika merasakan bahunya yang berdenyut nyeri.
Benar-benar nyeri hingga membuatnya merasa bahunya kram dan lukanya kembali basah. Arthur yakin jika saat ini bahunya kembali berdarah karena dia menggendong tubuh Amanda ke atas tempat tidur ini. Untuk pertama kalinya Arthur memperlakukan wanita begitu baik dan itu Amanda.
Sedangkan Amanda merasa sangat nyaman saat tubuhnya menyentuh tempat tidur. Dia membuka matanya sebentar lalu kembali memejamkan matanya setelah melihat bahwa itu Arthur.
"Apa dia bermimpi?" tanya Arthur ketika melihat Amanda yang terbangun sebentar lalu kembali menutup matanya setelah tersenyum.
"Terserahlah!" ucapnya dengan ketus karena tubuhnya juga sudah lelah.
***
Pagi harinya, Amanda terbangun lebih dulu dan dia merasa bahwa tidurnya sangat nyaman sekali. Dia merasakan kehangatan yang luar biasa ketika dia bangun.
"Astaga," ucapnya kaget sambil menutup mulutnya ketika dia sadar bahwa saat ini dia tidur di pelukan Arthur.
Amanda berusaha untuk menyingkirkan tubuhnya dari Arthur agar tidak mendapatkan amukan dari pria itu. Lebih baik dia mencari aman saja dari pada harus mendapatkan amukan.
"Akhirnya," ucap Amanda setelah dia berhasil melepaskan diri dari Arthur.
Dia langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, Sedangkan Arthur yang sudah terbangun sejak pertama kali Amanda terbangun tadi.
"Sial! Tanganku kram karenanya!" Arthur memijat kecil tangannya yang di timpa Amanda semalaman karena wanita itu terus saja memeluknya semalaman.
Sedangkan Amanda sibuk di kamar mandi dan dia berpikir bahwa dia akan memasak untuk Arthur nanti. Dia akan memasak sup agar laki-laki itu lekas pulih.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Rusmini Rusmini
masih kugu kayaknya Amanda
2025-01-24
0
Wirda Lubis
Arthur mulai perhatian
2023-12-06
0
Yunia Afida
arthur dari kasihan jadi terpesona, melindungi dan bucin
2023-11-06
0