Bab 10. Menunggu

Entah apa yang laki-laki itu lakukan di dalam kamar mandi hingga begitu lama, karena Amanda sudah menunggunya selama hampir satu jam tapi belum juga ada tanda-tanda keluarnya Arthur dari dalam kamar mandi hingga akhirnya dia tertidur di sofa.

Tak lama setelah Amanda tergusur, Arthur baru saja keluar dari dalam kamar mandi setelah menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan dirinya dan membalut luka bekas tembakan di bahunya tadi.

"Sial! Aku harus merasakan hal ini." umpat Arthur yang baru saja selesai dengan kegiatannya.

Dia hendak naik ke atas tempat tidur, Namun, dia melihat jika anda tertidur di sofa dengan wajah yang sangat damai. Arthur mengabaikannya begitu saja karena dia tidak peduli sama sekali dengan wanita itu.

Menurutnya Amanda tidak penting sama sekali jadi dia langsung naik ke atas tempat tidur karena memang haru sudah sangat malam dan dia juga membutuhkan istirahat untuk semua yang telah dia lewati hari ini.

Arthur sudah naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya berharap dia bisa langsung memejamkan kedua matanya, Tapi apa yang dia inginkan tidak seperti itu.

"Astaga! Ada apa ini? Aku tidak bisa tidur!" Arthur mengumpat untuk dirinya sendiri karena dia tidak bisa tidur hanya karena melihat Amanda yang tertidur di atas sofa.

"Aku melakukan hal ini bukan karena aku peduli. Aku melakukan hal ini karena kasihan! Ya, rasa kasihan!"

Akhirnya Arthur memutuskan untuk memindahkan Amanda ke atas tempat tidur dan menggendongnya. Bahkan dia mengabaikan rasa sakit di bahunya karena bekas luka yang bahkan masih sangat baru itu. Dia mengabaikan semuanya dan memilih membawa Amanda ke tempat tidur.

Rasanya melihat wajah Amanda yang begitu damai membuat Arthur merasa seperti ada sesuatu yang menggelitik di hatinya. Sesuatu yang membuat Arthur tidak bisa mendefinisikan perasaan apa yang dia rasakan saat ini. Bahkan waktu berjalan begitu lambat ketika dia menggendong tubuh Amanda seperti itu.

"Eghhh..." Arthur mengetatkan rahangnya ketika merasakan bahunya yang berdenyut nyeri.

Benar-benar nyeri hingga membuatnya merasa bahunya kram dan lukanya kembali basah. Arthur yakin jika saat ini bahunya kembali berdarah karena dia menggendong tubuh Amanda ke atas tempat tidur ini. Untuk pertama kalinya Arthur memperlakukan wanita begitu baik dan itu Amanda.

Sedangkan Amanda merasa sangat nyaman saat tubuhnya menyentuh tempat tidur. Dia membuka matanya sebentar lalu kembali memejamkan matanya setelah melihat bahwa itu Arthur.

"Apa dia bermimpi?" tanya Arthur ketika melihat Amanda yang terbangun sebentar lalu kembali menutup matanya setelah tersenyum.

"Terserahlah!" ucapnya dengan ketus karena tubuhnya juga sudah lelah.

***

Pagi harinya, Amanda terbangun lebih dulu dan dia merasa bahwa tidurnya sangat nyaman sekali. Dia merasakan kehangatan yang luar biasa ketika dia bangun.

"Astaga," ucapnya kaget sambil menutup mulutnya ketika dia sadar bahwa saat ini dia tidur di pelukan Arthur.

Amanda berusaha untuk menyingkirkan tubuhnya dari Arthur agar tidak mendapatkan amukan dari pria itu. Lebih baik dia mencari aman saja dari pada harus mendapatkan amukan.

"Akhirnya," ucap Amanda setelah dia berhasil melepaskan diri dari Arthur.

Dia langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, Sedangkan Arthur yang sudah terbangun sejak pertama kali Amanda terbangun tadi.

"Sial! Tanganku kram karenanya!" Arthur memijat kecil tangannya yang di timpa Amanda semalaman karena wanita itu terus saja memeluknya semalaman.

Sedangkan Amanda sibuk di kamar mandi dan dia berpikir bahwa dia akan memasak untuk Arthur nanti. Dia akan memasak sup agar laki-laki itu lekas pulih.

***

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

masih kugu kayaknya Amanda

2025-01-24

0

Wirda Lubis

Wirda Lubis

Arthur mulai perhatian

2023-12-06

0

Yunia Afida

Yunia Afida

arthur dari kasihan jadi terpesona, melindungi dan bucin

2023-11-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Penebus Hutang
2 Bab 2. Dendam
3 Bab 3. Kasar
4 Bab 4. Makan Malam
5 Bab 5. Informasi
6 Bab 6. Siksaan
7 Bab 7. Perkenalan Publik
8 Bab 8. Bencana
9 Bab 9. Khawatir
10 Bab 10. Menunggu
11 Bab 11. Sarapan
12 Bab 12. Tidak Percaya
13 Bab 13. Pertemuan
14 Bab 14. Salah Sasaran
15 Bab 15. Ancaman
16 Bab 16. Hancur
17 Bab 17. Panik
18 Bab 18. Pemulihan
19 Bab 19. Malu
20 Bab 20. Perang Dingin
21 Bab 21. Perang
22 Bab 22. Arinda
23 Bab 23. Pergilah
24 Bab 24. Kencan
25 Bab 25. Rumah Sakit
26 Bab 26. Rencana Jahat
27 Bab 27. Perhatian
28 Bab 28. Pulang
29 Bab 29. Cerewet
30 Bab 30. Ngidam
31 Bab 31. Marmer Cake
32 Bab 32. Gengsi
33 Bab 33. Bersama
34 Bab 34. Permintaan
35 Bab 35. Pernikahan
36 Bab 36. Istri
37 Bab 37. Ingin
38 Bab 38. Penasaran
39 Bab 39. Liburan
40 Bab 40. Makan Malam Bersama
41 Bab 41. Terluka
42 Bab 42. Menunggu
43 Bab 43. Amarah
44 Bab 44. Luapan Emosi
45 Bab 45. Luapan Emosi 2
46 Bab 46. Hancur
47 Bab 47. Kematian
48 Bab 48. Foto
49 Bab 49. Balasan
50 Bab 50. Rumah
51 Bab 51. Hari Melelahkan
52 Bab 52. Firasat
53 Bab 53. Sadar
54 Bab 54. Sakit
55 Bab 55. Terbangun
56 Bab 56. Versus
57 Bab 57. Rindu
58 Bab 58. Berusaha
59 Bab 59. Pulang
60 Bab 60. Tidak Sadar
61 Bab 61. Orang Sakit
62 Bab 62. Hidup Baru
63 Bab 63. Polisi
64 Bab 64. Khawatir
65 Bab 65. Sakit Kepala
66 Bab 66. USG
67 Bab 67. Lenco
68 Bab 68. Darah
69 Bab 69. Ulang Tahun
70 Bab 70. Bertemu
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91 Arsenio Bryce
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Terpaksa Menikahi Bos Yang Kejam
99 Hot Affair With Ipar
100 Scandal
101 Keluarga Gesrek
102 Oh My Baby
103 Baru
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Bab 1. Penebus Hutang
2
Bab 2. Dendam
3
Bab 3. Kasar
4
Bab 4. Makan Malam
5
Bab 5. Informasi
6
Bab 6. Siksaan
7
Bab 7. Perkenalan Publik
8
Bab 8. Bencana
9
Bab 9. Khawatir
10
Bab 10. Menunggu
11
Bab 11. Sarapan
12
Bab 12. Tidak Percaya
13
Bab 13. Pertemuan
14
Bab 14. Salah Sasaran
15
Bab 15. Ancaman
16
Bab 16. Hancur
17
Bab 17. Panik
18
Bab 18. Pemulihan
19
Bab 19. Malu
20
Bab 20. Perang Dingin
21
Bab 21. Perang
22
Bab 22. Arinda
23
Bab 23. Pergilah
24
Bab 24. Kencan
25
Bab 25. Rumah Sakit
26
Bab 26. Rencana Jahat
27
Bab 27. Perhatian
28
Bab 28. Pulang
29
Bab 29. Cerewet
30
Bab 30. Ngidam
31
Bab 31. Marmer Cake
32
Bab 32. Gengsi
33
Bab 33. Bersama
34
Bab 34. Permintaan
35
Bab 35. Pernikahan
36
Bab 36. Istri
37
Bab 37. Ingin
38
Bab 38. Penasaran
39
Bab 39. Liburan
40
Bab 40. Makan Malam Bersama
41
Bab 41. Terluka
42
Bab 42. Menunggu
43
Bab 43. Amarah
44
Bab 44. Luapan Emosi
45
Bab 45. Luapan Emosi 2
46
Bab 46. Hancur
47
Bab 47. Kematian
48
Bab 48. Foto
49
Bab 49. Balasan
50
Bab 50. Rumah
51
Bab 51. Hari Melelahkan
52
Bab 52. Firasat
53
Bab 53. Sadar
54
Bab 54. Sakit
55
Bab 55. Terbangun
56
Bab 56. Versus
57
Bab 57. Rindu
58
Bab 58. Berusaha
59
Bab 59. Pulang
60
Bab 60. Tidak Sadar
61
Bab 61. Orang Sakit
62
Bab 62. Hidup Baru
63
Bab 63. Polisi
64
Bab 64. Khawatir
65
Bab 65. Sakit Kepala
66
Bab 66. USG
67
Bab 67. Lenco
68
Bab 68. Darah
69
Bab 69. Ulang Tahun
70
Bab 70. Bertemu
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91 Arsenio Bryce
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Terpaksa Menikahi Bos Yang Kejam
99
Hot Affair With Ipar
100
Scandal
101
Keluarga Gesrek
102
Oh My Baby
103
Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!