Tak terasa 6 bulan sudah aku masuk ke tubuh bayi ini. Dan asal kalian tahu sampai sekarang aku tak memilki nama. Para pelayan disini hanya memanggilku nona kecil. Bahkan aku tak mengetahui nama keluargaku, karena mereka tak pernah mengunjungiku. Tapi ada hal yang kuketahui nama ibuku adalah Helena, dia adalah wanita cantik yang ku lihat saat hari pertama aku disini, dan sudah pasti pria tampan yang hampir membunuhku saat itu adalah ayahku. Menurut cerita-cerita dari pelayan yang merawatku ayahku tak mau mengakui keberadaanku karena telah membuat ibuku meninggal saat melahirkanku. Ohya asal kalian tahu aku tak menguping pembicaraan pelayan, tapi para pelayan itu yang berbicara sendiri tepat di hadapanku. Mungkin mereka pikir aku tak akan mengerti apa yang mereka katakan.
Selain itu katanya aku juga memilki saudara lelaki yang umurnya 3 tahun lebih tua dariku, dan sampai sekarang aku tak tahu bagaimana wujud kakak laki-laki ku.
Ayah dan kakak ku mengabaikan ku bahkan untuk memberikan ku nama pun mereka tidak sempat. Untungnya para pelayan yang merawatku baik-baik semua, aku sudah membayangkan akan mendapatkan pelayan yang jahat karena aku diabaikan oleh ayahku, Ketika putri kecil yang tidak disayangi oleh orang tua nya dia akan di abaikan oleh orang-orang sekitarnya seperti di dalam novel dan komik yang pernah ku baca.
Untungnya para pelayan yang merawatku adalah mantan pelayan setia ibuku. Hari saat ibuku meninggal beberapa dari mereka mengajukan diri untuk merawat ku, dan aku sangat berterima kasih karena hal itu. Bayangkan saja jika mereka tak ada dan aku diabaikan oleh ayah dan kakak ku mungkin saja saat ini aku sudah mati kelaparan dan membusuk sendiri di dalam kamar.
"haahh.. mungkin begini yang dirasakan para artis dan pejabat kaya di kehidupanku sebelumnya. Bangun tidur dikasur yang empuk dengan bau harum bunga lavender yang menenangkan. Tidak seperti bau kamar kos an ku yang berbau asap obat nyamuk bakar" Pikirku sambil menikmati tempat tidur empukku.
"Nona kecil, ternyata anda sudah bangun, apakah anda lapar?" pelayan yang mengajakku berbicara bernama Yunyi, dia adalah pelayan yang menggendongku saat pertama kali aku masuk ketubuh ini. Yunyi ini sudah aku anggap seperti ibuku.
"Yunyi.. selamat datang kembali, aku lapar, berikan aku susu yang hangat" ucapku tapi hanya terdengar babababa bababa bababa layaknya ocehan bayi di telinga Yunyi.
Yunyi melihatku sambil tersenyum dan menggendongku untuk memberikanku susu. Aku meminum susu itu hingga habis, setelah itu Yunyi menepuk-nepuk pundakku dan tak lama terdengar suara sendawa. Sungguh ini hal yang memalukan menurutku, aku sudah berusaha menahannya tapi tubuh bayi ku ini tak dapat ku kendalikan. Setelah mendengarku bersendawa Yunyi kembali meletakkan ku ke box bayi dan memanggil 2 pelayan untuk mengambilkan mainan ku. Yunyi dan 2 pelayan itu mengajakku bermain. Meskipun aku tak tertarik dengan mainan itu karena umur asliku, aku tertawa bahagia saat mereka mengajakku bermain, anggap saja sebagai balas budi ku karena mereka telah merawatku dengan baik.
"Nona kecil sangat patuh, aku jarang melihatnya menangis"
"Iya, padahal diumur segini tuan muda banyak berteriak dan menangis, tapi Nona kecil lebih sering tertawa dan sangat mudah mengajaknya bermain"
"Aku harap nona kecil kita bisa tumbuh dengan terus senyuman diwajahnya seperti ini, walaupun nona kecil diabaikan oleh tuan Archduke dan tuan muda" aku melihat 3 pelayanku menatapku dengan ekspresi sedikit sedih
"kakak pelayan jangan sedih, aku tak peduli dengan kedua orang itu, aku akan tumbuh sesuai keinginan kalian dan membalas kebaikan kalian saat aku besar nanti" ucapku kepada pelayanku walaupun yang mereka dengar hanyalah ocehan bayi.
Aku menjalani hari-hariku didalam kamar hingga saat umurku 1 tahun, Yunyi menggendongku dan berjalan-jalan di taman. Aku sangat senang karena ini adalah pertama kalinya aku meninggalkan kamar itu, aku melihat langit yang cerah dan ada taman yang sangat cantik di hiasi dengan bunga beraneka warna. Aku juga melihat banyak kupu-kupu dan beberapa burung kecil yang seperti menari-nari di sekitar bunga-bunga itu.
Yunyi mengajakku ke sebuah gazebo ditengah-tengah taman bunga itu dan disana aku melihat kakak-kakak pelayan yang selama ini merawatku. Gazebo itu dihiasi dengan berbagai dekorasi dan ada tulisan "Selamat Ulang Tahun yang pertama Nona Kecil". Jangan heran kenapa aku bisa membaca tulisan itu, selama beberapa bulan ini Yunyi sering membacakanku buku cerita bergambar dan disana aku melihat huruf-huruf dunia ini dan akhirnya aku bisa memahami dan membacanya sendiri. Mungkin otak cerdasku di dunia sebelumnya ikut bereinkarnasi juga ke tubuh ini.
"Selamat ulang tahun nona kecil, semoga anda hidup bahagia" saat aku dan Yunyi sampai di gazebo aku menerima banyak ucapan selamat ulang tahun dari para pelayan yang ada disana. Aku tersentuh dengan perhatian mereka, bisa dikatakan ini pertama kalinya aku mendapatkan ucapan dan acara ulang tahun milikku sendiri.
Dikehidupan pertama ku, aku bahkan tak tahu kapan tanggal lahirku. Ibu panti asuhan membuat Akta Kelahiranku berdasarkan tanggal aku ditemukan di depan pintu asuhan mereka. Saat mengingat hal ini tanpa sadar aku menangis sangat keras dan membuat para pelayanku terkejut.
"Nona kecil, kenapa anda menangis"
"jangan menangis nona kecil, kami sedih melihat anda menangis"
"nona kecil cup,cup,cup, jangan menangis" pelayanku berusaha menghiburku dengan mainan tetapi ntah mengapa air mataku tak mau berhenti. Yunyi yang dari tadi menggendongku masih berusaha menenangkanku dan mengusap halus punggungku. Karena lelah menangis aku tak tak sadar kapan aku tertidur.
Dimalam hari aku terbangun dan mendapati diriku didalam kamarku
"hahhh.. malu-maluin aja pake acara nangis gitu. Padahal mereka udah capek-capek buat acara ultah kayak gitu tapi batalkan jadinya gara-gara aku nangis" aku sungguh merutuki kebodohanku. Sekarang aku tak merasa mengantuk dan merasa sangat bosan. Aku juga tak mau bersuara karena takut mengganggu istirahat kakak pelayan. Akhirnya aku mengingat ada hal yang ingin kulakukan. Aku mengangkat tangan dan kaki ku ke udara dan dengan mudah tanganku memegang kaki ku kemudian aku menjilati jempol kaki ku
"wahh ternyata benar tubuh bayi luar biasa lentur" setelah melakukan atraksi kelenturan tubuh aku menggigit-gigit mainan yang ada disampingku. Rahangku sudah agak gatal karena pertumbuhan gigi.
Tak lama aku melihat bahwa pintu kamarku terbuka, aku dengan cepat langsung berpura-pura tidur karena jika mereka mengetahui aku terbangun. Mereka akan menjagaku sampai tertidur dan mereka tidak akan beristirahat.
"Nona kecil, saya harap anda dapat tumbuh menjadi gadis seperti Ny. Helena, gadis yang kuat, cerdas, suka menolong dan selalu tersenyum. Saya yakin nona kecil suatu saat akan mendapatkan kasih sayang dari tuan Archduke. Saya berjanji akan selalu berada di dekat nona sampai nona mendapatkan kebahagiaan" Aku dapat mengetahui dari suaranya pelayan yang berbicara itu adalah Yunyi. Yunyi mengelus-elus kepalaku dengan lembut. Setelah beberapa saat Yunyi keluar dan menutup pintu. Setelah terdengar suara pintu tertutup, aku membuka mataku dan menahan tangisan ku agar tak terlalu keras.
"Terima Kasih Yunyi. Aku menyanyangimu"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Frando Kanan
syngny itu mustahil
2023-11-28
0
Frando Kanan
nah gw ykin....alasan di abaikn Dan jg pasti di sebutkn pembunuh atau apapun....pdahal itu keslhan ibu kandung sendiri krn tubuh lemah....Dan meninggal cih 🙄💢
2023-11-28
4
IndraAsya
👣👣👣
2023-10-21
0