Hari cerah di Kebonkota, dan Budi-Man serta Jenglot sedang duduk di teras rumah mereka, menikmati secangkir teh hangat. Mereka telah menjalani berbagai macam petualangan yang luar biasa di kota ini, tetapi mereka merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada hari ini.
Budi berkata, "Jenglot, apakah kamu merasa ada sesuatu yang aneh di udara hari ini?"
Jenglot mengangguk, "Ya, aku juga merasa begitu, Budi. Ada semacam getaran misterius yang aku rasakan. Apakah kamu membawa celana pengasuhanmu hari ini?"
Budi mengambil kantong ajaib yang berisi celana pengasuhan Jenglot. Celana itu telah menjadi sumber berbagai petualangan lucu dan keajaiban sejak pertama kali mereka ditemukan.
Ketika Budi membuka kantong tersebut, dia menemukan sesuatu yang tidak dia harapkan. Di dalam kantong itu ada sehelai kertas dengan tulisan misterius.
Jenglot meraih kertas tersebut dan membacanya dengan cermat. "Ini adalah pesan yang aneh, Budi. Tulisannya berbunyi, 'Seseorang telah mencuri keajaiban di Kebonkota. Kami membutuhkan bantuanmu untuk mengembalikannya.'"
Budi dan Jenglot terkejut mendengar berita tersebut. Mereka tidak pernah mendengar tentang keajaiban keajaiban di Kebonkota sebelumnya.
Budi berkata, "Kita harus segera mencari tahu siapa yang mencuri keajaiban tersebut dan bagaimana cara mengembalikannya. Kita tidak boleh membiarkan keajaiban Kebonkota hilang begitu saja."
Mereka memutuskan untuk pergi ke pusat kota dan mencari tahu lebih lanjut tentang ransomware. Mereka berjalan melewati jalan-jalan Kebonkota, mencari petunjuk atau informasi yang mungkin bisa membantu mereka.
Setelah beberapa waktu berjalan, mereka tiba di taman kota yang indah. Di sana, mereka melihat sekelompok orang yang berkumpul di sekitar patung besar yang menggambarkan dewa keberuntungan.
Mereka mendekati orang-orang tersebut dan bertanya, "Maaf, apakah kalian tahu tentang pencurian keajaiban di Kebonkota?"
Salah satu orang tua yang sedang berkumpul di taman tersebut mengangguk, "Iya, kami mendengar tentang hal itu. Keajaiban Kebonkota telah dicuri oleh seseorang yang sangat licik. Kami semua sangat khawatir."
Budi berkata, "Kami ingin membantu mengembalikan keajaiban tersebut. Bisakah kalian memberikan informasi apa pun yang kalian ketahui tentang pencuri itu?"
Orang-orang tersebut berbicara tentang pencurian yang terjadi dalam semalam. Mereka mengatakan bahwa seseorang yang mengenakan topeng misterius telah muncul di taman kota ini dan mencuri patung dewa kekayaan yang sangat berharga.
Jenglot bertanya, "Apakah ada petunjuk atau tanda-tanda yang ditinggalkan oleh pencuri?"
Orang-orang tersebut mengangguk dan menunjukkan ke arah sebuah panah besar yang terukir di tanah dekat patung. Panah tersebut memiliki simbol yang aneh di titik tersebut, yang tampaknya merupakan tanda dari pencuri tersebut.
Budi dan Jenglot mengamati panah tersebut dan mencatat simbolnya. Mereka tahu bahwa simbol tersebut bisa menjadi petunjuk dalam mencari pencuri.
Mereka juga berbicara dengan Saksi mata lainnya yang berada di taman pada malam pencurian. Beberapa Saksi memberikan deskripsi pencuri tersebut sebagai seseorang yang sangat cepat dan misterius.
Setelah mendapatkan informasi yang cukup, Budi dan Jenglot memutuskan untuk memulai penyelidikan mereka sendiri. Mereka mengikuti petunjuk dari panah tersebut dan mulai menjelajahi Kebonkota.
Mereka mengunjungi berbagai tempat yang dianggap sebagai tempat yang mungkin menjadi tujuan pencuri tersebut. Mereka pergi ke toko-toko antik, galeri seni, dan bahkan ke beberapa tempat yang tidak biasa.
Ketika matahari mulai terbenam, mereka tiba di taman bermain di pinggir kota. Taman bermain tersebut adalah salah satu tempat yang tampaknya tidak biasa untuk mencuri keajaiban, tetapi Budi dan Jenglot tidak ingin melewatkan apa pun.
Mereka mulai menyelidiki taman bermain tersebut dengan hati-hati. Mereka melihat seorang anak kecil yang sedang bermain di ayunan.
Budi bertanya kepada anak itu, "Apakah kamu melihat sesuatu yang aneh di sini tadi malam?"
Anak tersebut mengangguk, "Ya, suatu malam saya melihat seseorang yang aneh. Dia mengenakan topeng dan berlari-lari di sini seperti orang gila."
Jenglot bertanya, "Apakah kamu melihat di mana dia pergi atau apa yang dia lakukan?"
Anak-anak tersebut berpikir, "Dia pergi ke arah hutan kecil di sana. Saya tidak tahu apa yang dia lakukan di sana."
Budi dan Jenglot segera menuju ke arah hutan kecil yang disebutkan oleh anak tersebut. Mereka berjalan melalui pepohonan dan daun-daunan yang rapat, mencari petunjuk tentang keberadaan pencuri.
Tiba-tiba, mereka mendengar suara aneh yang datang dari balik semak-semak. Mereka berdua bersembunyi dan memperhatikan dengan hati-hati.
Mereka melihat seseorang yang mengenakan topeng misterius sedang berjongkok di dekat sebuah pohon besar. Orang itu tampak sibuk menggali sesuatu di bawah tanah.
Budi berkata perlahan kepada Jenglot, "Itu dia, pencuri keajaiban! Mari kita dekati dia dengan hati-hati."
Mereka berdua mendekati pencuri tersebut dengan hati-hati. Saat mereka mendekat, mereka melihat bahwa pencuri itu sedang mencoba membuka peti yang tampaknya berisi keajaiban yang dicurinya.
Jenglot berkata, "Kita tidak boleh membiarkan peti itu terbuka. Kita harus bertindak cepat!"
Mereka berdua melompat keluar dari semak-semak dan menghadapi pencuri tersebut. Pencuri itu terkejut dan mencoba melarikan diri, tetapi Budi dan Jenglot berhenti.
Budi berkata dengan tegas, "Kami tahu bahwa kamu mencuri keajaiban Kebonkota. Kami datang untuk mengembalikannya."
Pencuri itu melepaskan topengnya dan memperlihatkan wajahnya. Dia adalah seorang pria yang terlihat sangat lelah dan tersiksa.
Pria tersebut berkata dengan suara serak, "Saya tidak punya pilihan. Saya mencuri keajaiban tersebut karena saya merasa itu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan seseorang yang saya cintai."
Budi bertanya, "Apa yang kamu maksud? Mengapa kamu mencuri keajaiban tersebut?"
Pria tersebut menceritakan kisahnya. Dia adalah seorang penyihir yang memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit dan melindungi orang yang dicintainya. Namun, orang yang dia cintai, seorang anak perempuan kecil, jatuh sakit parah dan tidak ada yang bisa menyembuhkannya.
Pria tersebut mencari berbagai cara untuk menyelamatkan anak perempuan tersebut, tetapi tidak berhasil. Akhirnya, dia mendengar tentang keajaiban Kebonkota yang dapat menyembuhkan penyakit apapun.
Dia mencuri keajaiban tersebut dengan harapan dapat menyembuhkan anak perempuan tersebut. Namun, setelah dia membawa keajaiban itu ke tempat penyembuhan, dia menyadari bahwa keajaiban tersebut tidak dapat digunakan oleh orang yang mencurinya.
Jenglot bertanya, "Apakah kamu bisa mengembalikan keajaiban itu sekarang?"
Pria tersebut mengangguk dan memberikan peti harta karun tersebut kepada Budi dan Jenglot. Mereka membuka peti tersebut dan melihat keajaiban Kebonkota yang telah dicuri.
Budi berkata, "Kami akan membantu kamu mengembalikan keajaiban ini ke tempat yang sebenarnya. Kami juga akan mencari cara untuk menyelamatkan anak perempuanmu."
Pria tersebut sangat berterima kasih atas bantuan Budi dan Jenglot. Mereka bertiga bekerja sama untuk mengembalikan keajaiban tersebut ke patung dewa keberuntungan di taman kota.
Setelah keajaiban itu kembali ke tempatnya yang sebenarnya, taman kota tersebut menjadi lebih hidup dan penuh kebahagiaan. Orang-orang di sekitar taman itu merasa sangat bersyukur karena keajaiban Kebonkota telah kembali.
Pria tersebut berkata kepada Budi-Man dan Jenglot, "Terima kasih atas kebaikan hati kalian. Saya berjanji akan mencoba mencari cara untuk menyelamatkan anak perempuan saya."
Budi berkata, "Kami harap anak perempuanmu bisa sembuh dengan cepat. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika kamu menelepon."
Mereka berpamitan kepada pria tersebut dan kembali ke rumah mereka. Mereka merasa senang bahwa mereka telah berhasil mengembalikan keajaiban Kebonkota dan membantu seseorang dalam kesulitan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments