Kebonkota, kota yang selalu dipenuhi dengan cerita-cerita lucu dan petualangan seru, kali ini harus menghadapi misteri yang sangat aneh. Suara di seluruh kota tiba-tiba menghilang, meninggalkan penduduk Kebonkota dalam keheningan yang mencekam.
Budi-Man dan Jenglot duduk di teras rumah mereka, memikirkan misteri ini yang sedang melanda kota. Mereka bisa merasakan ketidaknyamanan di udara yang biasanya disebabkan oleh berbagai suara kota.
Budi berkata, "Jenglot, ini sangat aneh. Kita harus mencari tahu apa yang terjadi pada suara di kota ini."
Jenglot mengangguk, "Saya setuju, Budi. Suara adalah bagian penting dari kehidupan kita, dan kita harus mencari cara untuk mengembalikannya."
Mereka memutuskan untuk memulai penyelidikan mereka dengan mencari tahu dari penduduk kota tentang kapan dan bagaimana suara mulai menghilang. Mereka berjalan melalui jalan-jalan yang sepi di kota ini, mencoba mencari petunjuk yang membawa mereka ke misteri ini.
Ketika mereka tiba di salah satu taman kota, mereka bertemu dengan seorang gadis kecil yang sedang menangis. Gadis tersebut mencoba berbicara, tetapi suaranya tidak terdengar sama sekali.
Budi bertanya, "Apa yang terjadi, Nak? Mengapa kamu menangis?"
Gadis kecil itu menunjuk ke mulutnya dan mencoba menjelaskan dengan gerakan tangannya sehingga suaranya hilang.
Jenglot berkata, "Ini benar-benar serius, Budi. Suara gadis ini menghilang sepenuhnya."
Budi mencoba menghibur gadis kecil tersebut dan mengajaknya ke rumahnya. Mereka berdua ingin mencari tahu apa yang terjadi pada suara gadis tersebut dan apakah ini terkait dengan hilangnya suara di seluruh kota.
Ketika mereka tiba di rumah gadis kecil tersebut, mereka berbicara dengan orang tuanya. Orang tua gadis itu menjelaskan bahwa suara gadis mereka tiba-tiba menghilang ketika dia bermain di taman kota beberapa hari yang lalu.
Budi bertanya, "Apakah ada yang aneh atau tidak biasa yang kamu lihat ketika suara gadismu menghilang?"
Orang tua tersebut berpikir sejenak, kemudian mengatakan bahwa mereka melihat sekelompok makhluk kecil yang sangat aneh di taman kota pada hari itu. Makhluk-makhluk tersebut memiliki penampilan yang sangat unik dan tidak seperti makhluk apa pun yang pernah mereka lihat sebelumnya.
Jenglot bertanya, “Dapatkah kamu menggambarkan makhluk-makhluk tersebut dengan lebih rinci?”
Orang tua tersebut mencoba menggambarkan makhluk-makhluk tersebut, tetapi penjelasan mereka tidak begitu jelas. Mereka hanya bisa menggambarkan makhluk-makhluk tersebut sebagai makhluk kecil yang bercahaya dan memiliki mata yang berkilauan.
Budi-Man dan Jenglot merasa bahwa makhluk-makhluk tersebut mungkin memiliki kaitan dengan hilangnya suara gadis kecil itu dan mungkin juga dengan hilangnya suara di seluruh kota.
Mereka memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang makhluk-makhluk tersebut dan apakah mereka memiliki kemampuan untuk mengembalikan suara. Mereka kembali ke taman kota dan mencari petunjuk yang mungkin membawa mereka kepada makhluk-makhluk tersebut.
Saat mereka berjalan-jalan di taman kota, Jenglot tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang aneh di udara. Dia merasakan getaran energi yang tidak biasa dan mencoba mengikuti getaran tersebut.
Budi bertanya, "Ada apa, Jenglot? Apa yang kamu rasakan?"
Jenglot menjawab, "Saya merasa ada sesuatu di udara, Budi. Ada energi yang sangat kuat dan aneh di sini."
Mereka mengikuti getaran energi tersebut dan akhirnya menemukan pintu tersembunyi yang membawa mereka ke dalam terowongan bawah tanah. Terowongan tersebut gelap dan misterius, tetapi mereka tidak ragu untuk menjelajahinya.
Mereka mencapai sebuah gua yang tersembunyi di dalam terowongan tersebut, dan di sana mereka melihat sesuatu yang sangat mengejutkan. Ada sekelompok makhluk kecil yang sedang berkumpul di dalam gua tersebut.
Makhluk-makhluk tersebut adalah para peri kecil yang bercahaya dan memiliki mata yang berkilauan. Mereka terlihat sangat ceria dan bahagia, namun juga terlihat sedikit bingung saat melihat Budi-Man dan Jenglot.
Budi bertanya, "Siapa kalian, dan apa yang sedang kalian lakukan di sini?"
Salah seorang dari peri tersebut menjawab, "Kami adalah para peri penjaga suara. Kami memiliki kekuatan untuk mengendalikan suara di dunia ini. Namun, suara-suara kami telah diambil oleh makhluk yang jahat, dan kami tidak bisa lagi mengembalikan suara kepada orang-orang. "
Jenglot bertanya, "Makhluk yang jahat tersebut adalah makhluk yang kalian gambarkan sebagai makhluk kecil dengan mata berkilauan?"
Para peri tersebut mengangguk dan menjelaskan bahwa makhluk tersebut telah datang ke taman kota beberapa hari yang lalu dan mengambil kekuatan suara dari mereka.
Budi-Man dan Jenglot merasa bahwa makhluk tersebut adalah penyebab hilangnya suara di seluruh kota dan suara gadis kecil tadi. Mereka bertanya kepada para peri tentang bagaimana cara mengembalikan suara kepada orang-orang.
Para peri tersebut menjelaskan bahwa mereka memerlukan bantuan Budi-Man dan Jenglot untuk mengalahkan makhluk jahat tersebut dan mengambil kembali kekuatan suara mereka.
Budi berkata, "Kami akan membantu kalian mengalahkan makhluk tersebut dan mengembalikan suara kepada orang-orang. Suara adalah bagian penting dari kehidupan kita, dan kami tidak akan membiarkan makhluk jahat merampasnya."
Para peri tersebut sangat berterima kasih atas bantuan Budi-Man dan Jenglot. Mereka memberikan petunjuk tentang bagaimana menemukan makhluk tersebut dan menghadapinya.
Budi-Man dan Jenglot segera pergi mencari makhluk jahat tersebut, dengan harapan bisa mengembalikan suara kepada penduduk Kebonkota. Mereka mengikuti petunjuk yang diberikan oleh para peri dan tiba di tempat yang sangat gelap dan menyeramkan.
Di tempat tersebut, mereka menemukan makhluk tersebut yang sedang bersembunyi di balik batu besar. Makhluk tersebut adalah makhluk kecil yang bersinar dan memiliki mata berkilauan, seperti yang telah digambarkan oleh orang tua gadis kecil tadi.
Budi bertanya, “Mengapa kamu merampas suara dari penduduk Kebonkota?”
Makhluk tersebut menjawab dengan suara yang berderak, "Saya adalah makhluk yang kesepian dan haus akan perhatian. Suara adalah cara satu-satunya yang bisa saya gunakan untuk mendapatkan perhatian, dan itulah mengapa saya merampas suara orang-orang."
Jenglot berkata, "Tidak ada yang harus dirampas, kamu bisa mendapatkan perhatian dengan cara yang baik dan positif. Mengambil suara dari orang-orang adalah tindakan yang jahat."
Makhluk tersebut merasa menyesal atas perbuatannya dan setuju untuk mengembalikan suara kepada orang-orang. Budi-Man dan Jenglot membantu makhluk tersebut mengembalikan suara kepada para peri penjaga suara.
Ketika suara kembali kepada penduduk Kebonkota, mereka merasa sangat bahagia dan bersyukur. Gadis kecil yang telah kehilangan suaranya tadi juga mendapatkan suaranya kembali, dan dia tersenyum bahagia.
Malam itu, Budi-Man dan Jenglot duduk di teras rumah mereka, memikirkan petualangan mereka yang luar biasa dalam mengembalikan suara kepada penduduk Kebonkota.
Budi berkata, "Suara adalah sesuatu yang sangat berharga, Jenglot. Kita harus selalu menghargainya dan tidak pernah menggunakan kekuatan kita untuk merampasnya dari orang lain."
Jenglot menambahkan, “Dan yang terpenting, kita harus selalu berusaha untuk hidup damai dan harmonis dengan makhluk-makhluk di sekitar kita, bahkan jika mereka terlihat berbeda.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments