Qing Ruo dan Qing Ling saling berpandangan. Mereka berdua semakin penasaran dengan kisah tersebut.
" Tetua, jika boleh kami tahu, siapa pembunuh bayaran pisau perak tersebut?"
" Anak muda, ini merupakan sesuatu yang sangat berbahaya!"
" Tetua, mengapa demikian. Aku rasa percakapan kita tidak akan diketahui banyak orang karena saat ini kita melakukannya melalui telepati."
Qing Ruo menatap kedua tua tersebut dengan penasaran.
" Apakah ini cukup?" Sambil menyerahkan cincin penyimpanan tingkat raja yang berisi ribuan kristal jiwa.
Kedua tetua tersebut menggelengkan kepala.
" Anak muda, Ini bukan tentang uang tetapi tentang keselamatan anda sendiri."
" Tetua, tolong bicara yang jelas!" ucap Qing Ruo semakin bingung.
Kedua tetua tersebut terdiam beberapa saat.
" Anak muda, pembunuh bayaran pisau perak saat ini merupakan tangan kanan Kaisar Dong Xianzai. Pemimpin kelompok tersebut adalah adik ke tiga kaisar, Dong Lian. Kami harap kalian berdua tidak menyinggung kelompok tersebut," ucap tetua tersebut dengan serius.
Qing Ruo dan Qing Ling menganggukkan kepalanya.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, mereka lalu melakukan berbincangan ringan yang terkait dengan suasana yang terjadi di ibukota kekaisaran sambil menikmati makanan yang telah mereka pesan.
Setelah selesai menikmati makanan dan minuman yang telah mereka pesan, Qing Ruo dan Qing Ling lalu undur diri dari hadapan kedua tetua tersebut.
" Tetua, kami berdua ingin beristirahat. Terima kasih atas semua informasinya. Silakan tetua lanjutkan perbincangannya. Tetua, sekali lagi maaf sebelumnya, karena telah mengganggu anda berdua." Sambil menangkupkan tangan dengan hormat.
" Anak muda, terima kasih. Kami juga senang bertemu dengan kalian," ucap salah satu tetua dengan senyum sumringah.
Kedua tetua tersebut begitu senang, karena hanya dengan menjual informasi yang menurut mereka tidak penting itu, mereka berdua telah mendapat ratusan ribu kristal jiwa.
Qing Ruo dan Qing Ling yang telah memesan kamar pada pela…
Penguasa Benua Teratai Biru
268. Infomasi Dari Dua Tetua.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 488 Episodes
Comments
Arwin Atune
hawatir
2024-03-17
2
Anonim
🤑😚😚😚😚
2024-01-25
1
Albertus Sinaga
tidur aja selagi ngantuk
2023-01-11
1