"ahahah... Baiklah, udah kamu bersih-bersih Sono, kamu sangat keringetan, setelah itu turun kesini kita minum.... Heheh..."kata Jay sambil membawakan minuman dua botol.
Kemudian Ilham Wiliam pun mandi, karena memang tubuhnya terasa lengket karena pertarungannya tadi.
setelah Ilham Wiliam mandi, dia pun menuju keteras dan menemui Jay yang sudah stay dengan minumannya malam ini.
"Hay broo..."kata Ilham Wiliam kemudian duduk didekat Jay.
"aku menanyakan sesuatu yang penting kepada mu..."kata Jay.
"what..."kata Ilham Wiliam.
"sebenarnya pekerjaan apa yang kau berikan kepada ku..."kata Jay.
"ahaha... Untuk saat ini belum ada tapi aku berikan kamu suatu pekerjaan yang penting..."kata Ilham Wiliam.
kemudian Ilham Wiliam memperlihatkan sesuatu kepada Jay, dan memberikan sebuah buku yang bertuliskan tehnik beladiri untuk Jay pelajari.
"buat apa buku tehnik ini..."kata Jay yang membolak balikan buku beladiri itu.
"itu tugas yang ku berikan untukmu, pelajari buku tehnik itu, karena tehnik itu akan membantu mu dikemudian hari..."kata Ilham.
"baiklah...."kata Jay.
"dan selama kau mempelajari tehnik ini aku akan memberikan mu gaji perminggu sebesar Rp 10 juta..."kata Ilham yang memegang pundak sahabatnya itu.
"jika itu keinginan mu, aku akan mempelajarinya, karena memang tubuh ku sangat lemah sehingga para bajingan itu sering saja membully ku...hehehe..."kata Jay sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"baiklah, mari kita menjadikan malam ini malam yang penuh dengan kemeriahan..."kata Ilham sambil menuangkan minum kegekas dan memberikannya kepada Jay.
Mereka pun minum dan berbincang-bincang tentang masa lalu mereka, hingga perasaan Ilham yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul.
Yaitu perasaan kekeluargaan, apa lagi nasib Ilham dan Jay sama-sama sebatang kara.
Jadi mereka bersumpah dimalam ini untuk menjadi saudara semati, walaupun mereka berdua tidak memiliki hubungan darah.
Beberapa menit kemudian Jay pun tumbang deluan karena sudah mabuk, hingga Ilham hanya menggeleng kan kepalanya.
"hmm...dasar, katanya kuat minum, ternyata baru sepuluh gelas sudah pingsan karena mabuk..."kata Ilham kemudian memapah Jay kekamarnya.
Lalu Ilham kembali kekamarnya, dan tiba-tiba mendengar pesan dari system.
[tuan, anda mendapatkan pengaturan baru..]
"pengaturan apa..."kata Ilham.
[anda dapat merekrut team anda, dan menyambungkan kesystem dan berbagi satu sama lain dengan team yang anda rekrut..]
"apa kegunaannya, jika aku dapat merekrut mereka..."kata Ilham.
[tuan dapat mengetahui apa yang akan terjadi kepada team anda, dan juga anda dapat mentransfer kekuatan system Kediri team anda plus kesetiaan mereka...]
"sepertinya bagus juga...."kata Ilham.
"aku harus merekrut Jay...."batin Ilham.
Setelah pemberitahuan dari system Ilham pun beristirahat, karena merasa sangat kecapean sebab pertarungannya melawan organisasi harimau tengkorak.
Keesokan harinya...
Jay yang sudah bangun lebih pagi dan sudah bersiap-siap kekampus, lalu Jay pun pergi ke kamar Ilham untuk membangunkan nya.
Tapi pada saat Jay ingin membuka pintu Ilham, tiba-tiba saja Ilham muncul dan membuat Jay kaget.
"wahh... Sebenarnya aku heran kepadamu, setiap aku melihat mu kenapa kamu semakin good looking..."kata Jay yang memegang dagunya.
"yahh... Harus lah, jika kamu ingin jadi raja maka perbanyak uang dan rawat fisikmu..."kata Ilham yang sedikit sombong.
"dasar, mentang-mentang sudah kaya dan good looking, tunggu saja aku akan bisa lebih tampan dari mu... Ahahahah..."kata Jay yang memasang gaya lebih sombong.
"sudah-sudah, apa kamu ingin tinggal terus di depan kamar ku untuk menghayal di pagi hari..."kata Ilham yang berjalan ke parkiran, lalu diikuti oleh Jay dibelakangnya.
Kemudian mereka berdua pun berangkat menaiki mobil sport mewah milik Ilham kekampus.
Kampus elit Indonesia....
"wahhh... Sang pangeran sudah datang tuhh..."
"syutt... Jangan ribut-ribut, apa kau tidak tahu masalah kemarin, Ilham akan dikeluarkan dari kampus ini karena berurusan dengan Brayen Vedlos...."
"semoga aja kak Ilham tidak di keluarkan, sayang loh kalau salah satu pangeran kita di keluarkan..."
"iya guys, aku juga tidak mau jika sang pangeran kita dikeluarkan... Huhuhu..."
Setelah Ilham memarkir mobilnya, Ilham dan Jay pun turun dan berpisah karena memang mereka berbeda kelas.
Ilham yang baru saja sampai di kampus, tiba-tiba di panggil ke kantor kemahasiswaan untuk masalah yang kemarin.
"kenapa sih, setiap hari selalu aja ada masalah..."kata Ilham yang lelah dengan masalah di kampusnya.
Setelah berjalan beberapa menit ke kantor kemahasiswaan, Ilham melihat beberapa pengawal yang bertubuh kekar dan satu orang yang Ilham sangat kenal yang tak lain Brayen bersama orang yang lumayan tua disampingnya yang tak lain ayah dari Brayen.
"ahaha... kamu sudah bermasalah dengan orang dalah keparat..."batin Brayen yang melihat Ilham dengan sinis.
Ilham yang dengan santainya berjalan ke dalam kantor kemahasiswaan, kemudian Ilham bertanya kenapa dia di panggil.
"Ilham Wiliam, apa kau tau kesalahanmu..."kata kepala kantor kemahasiswaan.
"aku punya salah apa pak, apa jangan-jangan karena bocah ini..."kata Ilham yang menunjuk wajah Brayen.
"hai bocah jaga perilakumu..."kata ayah Brayen.
"cihh... Kau pikir aku takut dengan kalian..."kata Ilham.
sedangkan kepala kantor kemahasiswaan merasa gugup karena perilaku Ilham, sehingga kepala kemahasiswaan berdiri dan ingin menampar wajah Ilham.
Tapi dengan refleks Ilham menangkis pukulan kepala kantor kemahasiswaan, kepala kantor kemahasiswaan merasa sangat emosi karena perilaku Ilham.
"pak kemahasiswaan, jangan macam-macam kau ingin berani menyentuh wajah ku dengan tangan kotor mu ini..."kata Ilham yang melihat dengan sinis kepala kantor kemahasiswaan.
Sedangkan kepala kantor kemahasiswaan tiba-tiba merasa tekanan yang menakutkan terhadap tatapan Ilham.
"kamu cukup berani juga yaaa.. bocah, ingat kamu berurusan dengan siapa..."kata kepala kantor kemahasiswaan dengan senyum sinis walaupun jantungnya ingin copot.
"cihh... Dasar anak bawahan, apa kamu tidak takut dengan kekuasaan ku..."kata ayah Brayen.
"ahahah... Buat apa aku takut dengan statusmu pak tua..."kata Ilham dengan tertawa yang mengejek ayah Brayen.
"pengawal tangkap si anak tak tahu batas ini..."kata Brayen sudah muak dengan tingkah Ilham.
Tiba-tiba saja datang seorang wanita dan lelaki tua dengan wibawa yang membuat orang memandangnya merasa hormat dan sopan.
Mereka berdua adalah Putry dan tuan Devyl yang tak lain ayah putry Devyl.
"owh, maafkan aku Briptu Vedlos, sepertinya aku akan ikut campur dalam urusan ini..."kata ayah putry.
"ternyata teman lama datang untuk berkunjung, silahkan masuk..."kata ayah Brayen sambil tersenyum.
"tuan Devyl, selamat datang silahkan masuk.."kata kepala kantor kemahasiswaan dengan hormat.
Ilham hanya memandang Putry dan ayah Putry berjalan kearahnya, lalu ayah putry menepuk pundak Ilham dengan berkata.
"nak Ilham, Putry sudah memberitahuku, aku akan membantu mengurus masa seprle ini..."kata ayah putry dengan senyumnya.
*********
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAAA...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
fryclreen
*teknik
2023-08-17
0
Syarif Dalimunthe
updatenya di tambah dong 2 bab perhari biar puas bacanya
2023-08-15
1
Zoelf 212 🛡⚡🔱
mampoes kowe
2023-08-15
0