Ilham Wiliam yang sudah sampai di kelas IT tiba-tiba di sambut oleh teman kelasnya, karena seluruh teman wanitanya di kelas IT sangat menyukainya malah ada yang rela ingin melahirkan anak untuk Ilham Wiliam yang membuat Ilham Wiliam hanya memukul jidatnya.
"kak Ilham apa kamu kecapean jni minumannya..."
"kak Ilham apa kamu lapar ini makanan buatmu...ini buatanku loo"
"kak Ilham kamu capek yaa... Sini di pijitin..."
"kak Ilham mau punya keturunan, aku siap kok lahirin keturunanmu..."
Ilham Wiliam yang mendengar mereka semua hanya bisa menghindarinya, dan para teman cowoknya di kelas IT hanya memberikannya jempol karena bisa menaklukkan banyak sekali wanita di kampus ini, termasuk wanita terpopuler yaitu Putry Devyl.
"aduh... Kalau begini bisa jadi aku gila.."batin Ilham Wiliam yang depresi.
Dan tiba-tiba kelas menjadi heboh setelah kedatangan Putry Devyl datang ke kelas nya dan memberinya makanan kepada Ilham Wiliam, yang membuat para teman cowok di kelas Ilham Wiliam merasa sakit hati, karena mereka semua sangat mengagumi kecantikan Putry Devyl selama ini.
"aku juga ingin seperti Ilham Wiliam, tapi aku bisa berbuat apa huhu..."
"sabar ya, ini ujian jika kau tidak sanggup loncat aja di atas gedung ini..."
"ngeekkk...."
"ahahah...."
"kak Wiliam besok malam apa kamu sibuk.."kata Putry Devyl sambil memasang wajah memohon yang membuat para pengagumnya semakin tergila-gila padanya.
"wahh...fotoin cepat, ini akan jadi sejarah dan viral di kampus kita, jangan lupa berikan caption detik-detik wajah imut Putry Devyl..."
Cowok-cowok yang mengagumi kecantikan Putry Devyl dengan serentak memfoto wajah imut Putry Devyl.
"kak Wiliam jawab dong..."kata Putry Devyl yang memanyunkan bibirnya yang imut.
"ahaha... Baiklah aku tidak sibuk.."kata Ilham Wiliam tertawa melihat tingkah teman-temannya yang saling berebutan mengambil gambar Putry Devyl.
"baiklah besok malam yaa kak Wiliam.."kata Putry Devyl yang kembali kelasnya.
Setelah kepergian Putry Devyl, tiba-tiba saja dosen mereka datang dan bertanya-tanya kenapa tingkah mahasiswa kelas IT hancur begitu.
Tapi dosen mereka pun masa bodoh, lalu melanjutkan pelajarannya di pagi hari ini.
dua jam kemudian, setelah pembelajarnya di kelas Ilham Wiliam pergi ketaman kampus untuk bertemu dengan Jay.
Sedangkan Jay sudah ada di sana terlebih dahulu dan masih penasaran siapa yang menolongnya.
"hai Jay sudah lama ya kita tidak ketemu, terakhir kita ketemu pada saat aku pindah bersama kakek..."kata Ilham Wiliam.
"what ternyata kamu adalah Ilham Wiliam di gendut itu....ahahah...."kata Jay yang baru sadar kalau Ilham Wiliam yang trend di kampusnya adalah sahabat kecilnya.
"iya aku Ilham Wiliam yang kau maksud itu..."kata Ilham Wiliam.
"kenapa bisa kamu bisa berubah drastis begini, jangan-jangan kamu operasi plastik yaaa..."kata Jay yang membolak balikan wajah Ilham Wiliam.
"heheh... Aku diet selama dua bulan, eee ternyata jadi begini dehh..."kata Ilham Wiliam.
"arghhh.... Kamu sudah berubah jadi lebih tampan dan juga jadi pria terpopuler lagi di kampus...."kata Jay yang merasah sial dan senang kalau dia bertemu dengan sahabatnya.
Mereka pun saling berbincang-bincang dan Ilham Wiliam menanyakan bagaimana keadaannya dan keadaan keluarganya yang dulu pernah dia anggap orang tuanya sendiri, dari situlah Ilham Wiliam merasakan kasih kedua orang tua.
"jadi ayah dan ibu mu sekarang bagaimana..."kata Ilham Wiliam yang penasaran.
"ayah dan ibu sudah lama meninggal karena kecelakaan, dan juga aku dapat kuliah di kampus ini karena aku mendapatkan beasiswa...."kata Jay yang tunduk merasakan hatinya sesak ingin menangis.
"jadi kamu sekarang tinggal di mana Jay..."kata Ilham Wiliam yang menyemangati Jay yang sedih.
"aku hanya tinggal di apartemen kecil di dekat sini dan aku juga bekerja paruh waktu..."kata Jay sambil tertawa bodoh.
"hmm...bagaimana kalau kamu tinggal dengan ku..."kata Ilham Wiliam.
"tidak usah Ilham aku tidak ingin menyusahkan mu..."kata Jay yang menolak keinginan Ilham Wiliam.
"ok kalau kamu merasa keberatan, bagaimana kalau kamu kerja dengan ku..."kata Ilham Wiliam yang masih menawarkan untuk Jay.
"kerjaan apaan Ilham..."kata Jay.
"rencana aku akan membuat sebuah organisasi mafia, dan aku kekurangan orang untuk menjadi pemimpinnya dan untuk gaji mu aku akan memberikanmu uang sebesar Rp 5.000.000/hari...."kata Ilham Wiliam.
Sedangkan Jay mendengarkan itu syok, dengan gaji yang Ilham Wiliam tawarkan kepadanya.
Dan akhirnya Jay pun menerimanya.
Setelah mereka berbincang-bincang, mereka berdua berjalan ke kantin untuk makan sepuasnya karena pertemuan kembali.
Tapi pasti saja masalah Ilham Wiliam selalu datang, yang tak lain adalah Brayen Vedlos yang terkenal dengan kekuasaan ayahnya dan menjadi partner bisnis keluarga DEVYL.
"hmm... Aku mendengar bahwa kau mendekati calon istriku..."kata Brayen Vedlos dengan duduk santai di meja tempat Ilham Wiliam dan Jay makan.
"Ilham gimana ni, dia adalah Brayen Vedlos salah satu cowok terpopuler di kampus ini dan memiliki kekuasaan di kampus ini..."bisik Jay ke telinga Ilham Wiliam.
"jangan panik, walaupun dia anak pengusaha, aku tidak takut sama sekali..."kata iii lham Wiliam.
"memangnya calon istri mu siapa..."kata Ilham Wiliam membalas perkataan Brayen Vedlos.
"kamu ini pura bodoh atau memang bodoh..."kata Brayen Vedlos.
sedangkan Ilham Wiliam yang mendengar perkataan Brayen Vedlos tiba-tiba berdiri, yang membuat Jay semakin panik.
"maaf tuan Vedlos, jika kau ingin bermasalah dengan ku hari ini, maka aku akan meninggalkan mu karena aku sedang sibuk jadi tolong pergi dari sini...."kata Ilham Wiliam yang menyuruh Brayen Vedlos untuk pergi.
Para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kantin, yang mendengar perkataan Ilham Wiliam merasa tertegun.
Karena mereka semua mengetahui siapa Brayen Vedlos itu, di tambah Brayen Vedlos jika bermasalah dengan seseorang maka pasti orang itu mati atau hidupnya sengsara.
Bisikan penuh bisikan tertuju kepada Ilham Wiliam dan Brayen Vedlos, lalu muncullah Putry Devyl yang tiba-tiba ada di depan Ilham Wiliam.
"apa yang kau ingin lakukan Brayen...."kata Putry Devyl.
"owh Putry, apa kau lebih memilih si sampah ini dari pada calon suami mu..."kata Brayen Vedlos.
"perbaiki apa yang kau ucapkan Brayen, keluarga ku tidak pernah memaksa ku menjadi calon istri mu, malahan keluarga yang sangat mendesak keluarga ku untuk menjadikan ku istri mu..."kata Putry Devyl.
"Putry apa begini cara mu menghargai ku yang membantu keluarga mu pada saat keritis dulu, ingat aku yang dulu yang membantu keluarga mu..."kata Brayen Vedlos dengan berjalan perlahan kearah Putry Devyl.
Putry Devyl yang mengingat bantuan keluarga Vedlos hanya bisa menunduk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Abdul Muntholib Suwarto
lanjutkan
2023-08-12
1