Sedangkan Putry yang berada di kamarnya seketika saja merasakan hatinya degdekan, seperti jantungnya ingin copot.
"aku kenapa yaa, perasaan apa ini, tapi kok aku bahagia yaaa...akhhh.."batin putry dengan senyuman merah di wajahnya dan menutup wajahnya dengan selimut.
Ilham yang masih bersantai-santai di teras kamarnya, hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
[misi terpicu..]
[apa tuan ingin menerima misi ini... Iya/tidak...]
"iyaa..."kata Ilham yang kaget karena tiba-tiba mendapatkan misi di tengah malam begini.
"misi apa yang membuat system terpicuu..."batin Ilham.
[baiklah tuan, misi anda membantai penjahat yang ingin menyerang kediaman keluarga Devyl, penjahat itu berjumlah 200 orang, tuan akan menerima hadiah setelah misi ini selesai...]
"apaa... Penjahat yang mana yang berani menyerang kediaman keluarga Devyl..."kata Ilham kemudian bergegas memakai seragam tengkorak malamnya untuk menyamar.
Ilham kemudian memakai motor sportnya dan membalap motornya ke kediaman keluarga Devyl.
"aku harus bergegas untuk menyelamatkan Putry dan keluarganya..."batin Ilham yang sambil mengendarai motornya.
***
Kediaman keluarga Devyl...
Pengawal yang berjaga-jaga di daerah kediaman keluarga Devyl, tiba-tiba merasakan ngantuk berat dan serentak semua pengawal elit keluarga Devyl merasakannya.
Ternyata yang melakukan ini semua adalah mata-mata yang sudah lama berada di kediaman keluarga Devyl yang dikirim oleh keluarga Vedlos.
Para penjahat yang sudah bersiap beberapa jam yang lalu, kemudian tersenyum bahwa rencana mereka berhasil karena telah meracuni semua pengawal.
"ahahah...akhirnya kita akan membantai keluarga Devyl, tapi ingat kata tuan Brayen kita harus membawa hidup-hidup Putry..."kata ketua penjahat yang akan menyerang kediaman keluarga Devyl.
Sedangkan Ilham yang sudah sampai di dekat pinggiran kediaman keluarga Devyl, mengintai musuh dari atas pohon.
"dasar keparat, mereka telah meracuni semua para pengawal, jika aku terlambat mungkin malam ini keluarga Devyl akan di bantai..."kata Ilham sambil mengambil senjata api dan katana dari penyimpanan systemnya.
[tuan para penjahat itu mulai bergerak, saatnya anda bergerak...]
"baiklah..."kata Ilham sambil memegang senjata api di tangannya.
Para penjahat yang berjumlah 200 orang tiba-tiba menyerang kediaman keluarga Devyl, sedangkan ayah putry, ibu Putry, dan Putry lagi sedang beristirahat atau tidur nyenyak.
Ilham yang sudah bersiap, kemudian Ilham pun menghilang dan menembak para penjahat itu yang ingin masuk di kediaman keluarga Devyl.
"siapa yang menyerang kita..."
"kami juga tidak tau ketua, perasaan semua pengawal elit sudah terkena racun yang sudah di berikan oleh mata-mata kita..."
Para penjahat yang mendengar tembakan itu tiba berpencar dan bersembunyi lalu mengambil senjata mereka, sedangkan Ilham yang melihat para penjahat itu bersembunyi kemudian mengeluarkan katananya dan mengincar musuh terdekatnya.
[tuan terdeteksi lima orang, didekat pohon ketiga dari tempat anda...]
"baiklah..."kata Ilham dan kemudian menghilan dan muncul kerah mereka berlima.
Mereka berlima yang melihat seseorang dengan seragam hitam dan memakai tengkorak, mereka pun secara reflek ingin menembak Ilham yang berada di depan mereka.
Tapi Ilham yang sudah menghilang, kemudian menyabetkan katananya kearah mereka berlima, hingga mereka berlima pun mati karena katana Ilham.
"195 orang lagi..."kata Ilham.
[tuan peringatan, beberapa musuh sudah masuk kedalam kediaman keluarga Devyl...]
Ilham yang merasa kerepotan tiba-tiba saja memaksimalkan kecepatannya untuk mengejar penjahat itu.
Putry yang mendengar kekacauan di luar kemudian terbangun.
"apa yang terjadi di luar kok ada suara gaduh..."kata Putry yang ingin melihat kegaduhan itu.
Tapi pada saat Putry keluar dari kamarnya, tiba-tiba sekilat sangkur dari penjahat ingin melukainya, tetapi Ilham yang sudah di beritahu oleh system kemudian menolong Putry yang hampir terluka.
"cepat lari, aku akan menghalangi mereka semua..."kata Ilham yang menahan sabetan musuhnya.
"ba-baiklah..."kata Putry yang sangat kaget dan tidak mengetahui siapa yang menolongnya.
Putry pun bergegas lari ke kamar ayah dan ibunya.
"dasar keparat..."kata Ilham kemudian menembakkan senjata apinya kearah kepala musuhnya hingga tewas.
"aku harus pergi melindungi orang tua Putry dan Putry secepatnya, sehingga aku dapat membantai musuh secepatnya..."kata Ilham yang bergegas kearah kamar orang tua Putry.
Putry yang sudah sampai ke kamar orang tuanya, tiba-tiba membangunkan orang tuanya.
"apa yang terjadi nak..."kata ibu Putry yang khawatir melihat Putry yang sangat panik dan menangis begitupun dengan ayahnya yang juga khawatir melihat putrinya.
kemudian Putry menjelaskan kepada orang tuanya dengan sangat takut, dan juga Putry menceritakan bahwa ada seseorang yang berseragam serba hitam dan memakai topeng tengkorak yang menolongnya.
"dimana semua para pengawal kenapa kita bisa di serang..."kata ayah putry yang juga panik.
"sepertinya semua pengawal terkena racun ayah..."kata Putry yang menangis terisak-isak.
Tapi tiba-tiba datang salah satu penjahat masuk ke kamar mereka dan mengarahkan senjatanya kearah orang tua Putry.
Sehingga ayah putry dan ibu Putry memeluk Putry, supaya Putry tidak terkena tembakan itu.
"ahaha... Sudah cukup dramanya, kalian semua akan mati..."
Tiba-tiba suara tembakan beberapa kali terdengar di telinga Putry yang berpikir bahwa ayah dan ibunya di tembak oleh penjahat itu.
Tapi pada saat Putry melihat penjahat itu sudah mati, Putry merasa legah dan melihat sesosok pemuda yang gagah memanggil mereka bertiga untuk bersembunyi.
"ikuti aku, aku akan menyelamatkan kalian..."kata Ilham.
Orang tua Putry dan Putry saling memandang satu sama lain, dan berpikir bahwa ini jebakan.
"kalian jangan takut, aku bukan penjahat, cepaaat... Sebelum mereka semua datang mengemung kita...."kata Ilham.
Kemudian mereka bertiga mengikuti Ilham dan Ilham membawa orang tua Putry dan Putry kesuatu gudang yang gelap dan menyuruh mereka untuk menguncinya dari dalam.
"tuan, tunggu dulu siapa anda..."kata Ayah Putry yang sedikit panik dengan keselamatan anak dan istrinya.
"aku adalah il-...eee... Maksudnya salah satu fansnya Putry...panggil saja aku di tengkorak malam..."kata Ilham kemudian menghilang.
"apa kamu mengenal dia nak..."kata ibu Putry.
"a-aku tidak mengenalnya ibu... Tapi aku sangat familiar dengan suaranya..."kata Putry yang memeluk ibunya.
"sama ayah juga sangat familiar dengan suaranya, dan juga pemuda itu sempat menyebutkan dua huruf yaitu I dan L..."kata ayah putry.
"apa maksud ayah kak Ilham..."kata Putry yang juga mulai berpikir bahwa itu Ilham yang lagi menyamar.
"sepertinya dia memang Ilham, jika memang Ilham maka kita akan berhutang nyawa terhadapnya..."kata ayah putry.
"tapi aku sempat mendengar bahwa pemuda itu ngefans dengan Putry kita..."kata ibu Putry sambil memeluk tubuh Putry.
"ibuuu...apa ibu masih sempat-sempatnya menggombal ku di keadaan begini..."kata Putry sambil menahan rasa dag dig dugnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Don T
saran thoriiii... tolong cermati penempatan huruf H 🙏👍
2023-09-28
0
Edi Sudrajat
lanjut
2023-08-17
0