CHAPTER 19 : ADOLF

2 Minggu kini berlalu, Ares dkk Clea Cia menghabiskan waktu bersama di sekolah seperti biasanya, Mereka kini semakin dekat, Terutama Ares dan Clea.

Disisi lain Jonas dkk semakin kesal dan membenci Ares.

" Tuan, saya sudah mendapatkannya informasi tentang dimana Ares Asterion tinggal " Ucap seorang dibalik telepon dari Jonas.

" Bagus, Katakan dimana dia tinggal " Jawab Jonas menyeringai.

" Dia tinggal di sebuah Villa yang memiliki harga setara dengan 899 Milyar tuan, Dan lokasinya tepat di Xxx Xx x " Ucap pria di balik telepon Jonas itu.

" Hah! Aku tak menyangka dia tinggal di sebuah villa yang begitu mahal, Lakukan sesuai rencana! Aku ingin dia mati! Sewa pembunuh dari Red Moon!, Gunakan apapun untuk bisa membunuh Ares! " Titah Jonas yang tak terima melihat kehidupan Ares berubah drastis, Semut yang dulu sering memohon minta ampun padanya kini hidupnya berubah dan mempermalukannya?!. Jonas tentu saja tak akan melepaskan Ares.

" Rencana sudah siap tuan, Kita bisa melancarkan ya kapanpun " Ucap pria di Balik telepon itu.

Jonas menyeringai " Mati kau Ares hahaha! " Suara tawa Jonas menggema di balik telepon.

»»»»

Disisi lain Ares, Dia sekarang masih di rumah sakit dan menemani Egan yang 2 Minggu lalu di serang oleh sekelompok orang tak dikenal, Egan berbeda dengan Ares, karena Ares memiliki tubuh yang kuat jadi lukanya sendiripun begitu cepat sembuh, Sedangkan Egan sendiri tak terlalu kuat, Membuat dia harus berada di rumah sakit untuk waktu yang sedikit lama.

" Baiklah Egan, Kalau begitu aku akan pergi sekarang oke?, Kau harus istirahat agar bisa kembali bersekolah, Tentang mereka yang menghajarmu aku akan coba mencari tau mereka hari ini " Ucap Ares.

" Ya, Terimakasih sudah mengunjungiku dan untuk kelompok tak di kenal itu sebaiknya tak perlu melacaknya cukup biarkan saja mereka, Lagipula ini urusanku " Ucap Egan yang tak ingin merepotkan Ares.

" Masalahmu adalah masalahku " Jawab Ares dan kini meninggalkan kamar pasien milik egan.

Ares berjalan menelusuri koridor dan menuju keluar rumah sakit.

Ares berjalan menuju area parkir dan mengendarai motornya dengan kecepatan rendah, Ares berniat menikmati waktunya saat ini.

" Kyaaahhh!!! Tolong aku!! " Kini suara wanita yang sepertinya dalam bahaya terdengar di telinga Ares.

Ares turun dari motornya dan menuju ke area tempat wanita itu berteriak, Dan setelah sampai di tujuan Ares kini melihat 80 Pria dan 1 Wanita yang baru saja teriak tadi.

Ares berkata " Sial, Ini terlihat seperti jebakan? " Ucap Ares dan yang benar saja, Wanita tadi hanya akting.

Posisi Ares sekarang sudah terkepung oleh para pria tak dikenal itu, Ares marah bukan karena tak bisa melawan mereka, Tapi dia marah karena harus membuang waktu di tempat ini lagi.

Tepat sebelum Ares ingin menghajar mereka..

BRUGKK!!

Datang seorang pria yang membantu Ares menghajar mereka.

Pria itu kini pergi di depan Ares dan berkata : Apakah kau baik baik saja? Wanita itu berbohong dia tidak dalam bahaya jadi tak perlu menyelamatkan nya " Ucap pria itu.

" Ya aku tau " Jawab Ares dan kemudian berpikir " Apakah dia kira aku ini tak akan selamat melawan mereka? Menarik mari kita liat bagaimana pria ini akan melindungiku " Batin Ares.

" Siapa namamu? " Tanya Ares kepada pria itu.

" Namaku Adolf Aku- Ah apa yang kau katakan di situasi begini, Kita dalam bahaya Sekarang!! " Ucap pria bernama Adolf itu.

" Kau punya tubuh yang bagus, Apa pekerjaanmu? " Tanya Ares kepada Adolf.

" Fufu, Aku memang paling membanggakan tubuhku, Dulu aku bekerja sebagai tentara selama 5 Tahun Dan- Ah apakah kau tidak dengar apa yang kukatakan? Kita dalam bahaya!!! Apakah kau tahu itu?! " Ucap Adolf memperingati Ares.

Ares mengangguk dan berkata " Bisakah kau mengalahkan mereka semua? " Ucap Ares.

" Aku cuma bisa mengalahkan 40-50 Dari mereka " Ucap Adolf kepada Ares.

" Baiklah lakukan, Jika keadaan darurat aku akan membantumu! " Ucap Ares dengan penuh percaya diri.

" Apakah kau bisa bertarung? " Tanya Adolf.

" Tentu saja bisa, Memangnya kau kira aku datang menyelamatkan wanita ini tanpa persiapan? Tapi mengetahui wanita itu ingin menjebakku membuatku jadi kesal huh " Jawan Ares kepada Adolf.

Adolf mengangguk dan merasa apa yang dikatakan Ares benar.

" Baiklah ayo kita lakukan! " Ucap Adolf kepada Ares.

Saat mereka mulai melihat sekitar, Seluruh pria yang mengepung mereka tadinya menggunakan tangan kosong tapi sekarang mereka mempunyai peralatan di tangan mereka.

Tapi begitulah Ares dan Adolf masih tetap tenang, Karena Adolf memiliki pengalaman hidup dan mati sedangkan Ares memiliki hati baja membantunya.

Kini Ares dan Adolf menerjang para preman di depan mereka.

" Serang!!! " Ucap pemimpin preman itu.

Brakk!! Bruakkk!! Srekk! KRAKK!!

15 Menit berlalu, Seluruh preman itu tumbang tanpa perlawanan, Yah Ares berkembang begitu cepat, Adapun Adolf dia benar benar berguna.

" Kau hebat Adolf " Ucap Ares Tersenyum.

" Kau lebih hebat ??? " Jawab Adolf kepada Ares sembari memberi kode untuk memberitahukan nama Ares.

" Ares asterion " Ucap Ares.

Adolf mengangguk.

" Jadi apa yang kau lakukan di sekitar sini? Kau tau jalanan di sekitar sini itu sepi " Ucap Ares.

" Yah, Aku hanya membutuhkan uang untuk perobatan orang tuaku, Jadi aku kesini untuk mencari buronan " Ucap Adolf.

" Begitu " Ares berpikir mungkin Adolf bisa berguna untuknya, Itulah yang dipikirkan Ares sembari menggeledah tubuh preman itu dan Ares menemukan sebuah tato yang mirip di tubuh mereka semua, Itu adalah BR atau bisa dibilang Blood Rain..,

Ares meraba sakunya dan mengambil telepon dan menelepon sekertaris nya yaitu Arthur.

" Halo tuan? " Tanya Arthur.

" Di lokasi Xx-Xxx tangkap preman preman ini dan masukkan mereka di ruang bawah tanah villaku " Titah Ares.

" Baik tuan " Jawab arthur dan kini Ares mematikan teleponnya.

Tuuttt..

" Adolf! " Panggil Ares.

" Ya? " Jawab Adolf..,

" Bagaimana jika kamu bekerja sebagai pengawal ku? Dan setelah itu aku akan memberimu gaji dan juga membayar perawatan orang tuamu! " Ucap Ares.

Itu sungguh tawaran yang menggoda " Apakah itu benar ?, Berapa gaji yang kudapatkan? " Tanya Adolf dia takut setelah Ares membayar biaya rumah sakit orang tuanya, Dia mendapatkan gaji tak sepadan.

" Mari kita lihat berapa gaji yang biasanya di pasang oleh keluarga lainnya saat menyewa bodyguard, " Ares mencari tahu di ponselnya dan menemukan kalau mereka di sewa 30 Juta perbulan.

" 30 Juta perbulan? Maka aku akan membayarmu 90 Juta perbulan, Bagaimana Adolf?! " Tanya Ares.

" Benarkah? Apakah anda berbohong? " Adolf membelalakkan matanya mendengar apa yang di ucapkan Ares.

" Aku tidak bercanda " Jawab Ares.

" Jika begini aku tak mungkin menolaknya!! Tuan Ares!! " Ucap Adolf dan kini membungkukkan kepalanya.

" Bagus.., " Jawab Ares.

~ BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

Nora Neko

Nora Neko

Adolf dan Ares sepertinya bisa jadi teman

2023-12-12

1

Nora Neko

Nora Neko

Aku kira Adolf hitler

2023-12-12

0

Halu

Halu

hilter ga tuh 🤭

2023-07-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!