.

Ibu Ida melangkah masuk ke dalam rumahnya sambil menjatuhkan air matanya, bagaimana tidak, siapa yang tak sakit hati jika di sindir terang-terangan seperti itu.

Lain halnya di kamar. Dara sedang bersiap-siap untuk pergi bekerja.

Ia melihat Adam yang masih tertidur pulas di ranjang kecilnya.

Apa laki-laki ini tidak bekerja?. Batin Dara, karena ia memang tak tau jika Adam tak mempunyai pekerjaan.

Selesai bersiap-siap, ia melangkah keluar kamar menuju dapur untuk sarapan.

Tapi ia malah melihat ibunya yang sedang menangis di dapur.

"I-ibu ... Ibu kenapa?" Tanya Dara terbata-bata, karena semenjak ia menikah dengan Adam, dan mengatahui jika ia sedang hamil, hubungannya dengan ibunya tak begitu baik, karena ibunya masih mendiaminya hingga kini.

"Untuk apa kau bertanya!! Ini semua karena perbuatanmu yang menjijikkan itu, sehingga kami harus menanggung semua gunjingan tetangga karenamu, Dara!!" Ucap ibunya memarahinya, kemudian melangkah masuk ke dalam kamar.

Mendengar ucapan ibunya, Dara menjatuhkan air matanya, ia juga tak jadi sarapan karena sudah kenyang sebelum makan, mendengar ucapan ibunya sendiri.

Ia mengusap air matanya dan langsung melangkah keluar rumah untuk berangkat ke tempat kerjanya.

Saat melewati ibu-ibu, mereka semua memangnya dengan pandangan merendahkan.

"Eh, Dara, kenapa kau masih bekerja, suamimu-kan kaya, minta aja uang sama suamimu," kata ibu-ibu dari salah satu yang berada di situ.

"Iya benar, kalo kamu tidak di kasih uang sama suamimu, cari aja lagi orang kaya baru hahaha" mereka tertawa bersama menghina Dara.

"Eh lupa, kamukan hamil, bagaimana mau cari yang baru lagi, nanti cacat tu anak dalam perut, hahahaha" mereka kembali tertawa bersama.

Dara mengepalkan kedua tangannya lalu melihat ke arah ibu-ibu itu. "Mending kalian semua pulang dan masak untuk suami kalian saja! daripada nanti, suami kalian akan aku goda, kalau kalian tidak bisa mengurus mereka," geram Dara mengatupkan giginya.

"KAU!!!" Serentak ibu-ibu itu menunjuk Dara yang berhasil membungkam mulut pedas mereka semua.

Setelah itu, Dara kembali melangkah pergi dari hadapan mereka.

,,,

Di butik Anim. Ia sedang menghayal memikirkan tentang rumah tangganya yang semangkin rapuh. Ada penyesalan terbesar dari dasar hatinya karena menikah dengan Adam, meski ia sangat mencintai pria itu, tapi tetap saja, walau bagaimana pun, ia juga ingin memiliki anak, tapi jika suaminya seperti itu, bagaimana dia bisa hamil.

Wanita itu hanya bisa menarik nafas berat.

"Kau terlihat begitu banyak pikiran?" Tanya Rendi sahabat Anim, Rendi sudah lama menyukai wanita itu.

Lamunan Anim buyar saat mendengar suara laki-laki yang mengajaknya berbicara.

"Ah, Rendi, sejak kapan kau berada di situ?" Tanya Anim tersenyum.

"Baru saja, apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Rendi.

Menggeleng. "Aku tidak memikirkan apapun,"

"Kau sudah makan siang?" Tanya Rendi.

Anim menggeleng. "Belum,"

"Bagaimana jika kita keluar makan siang?"

"Boleh,"

Rendi dan Anim keluar makan siang bersama.

Di rumah ibu Ida. Adam baru saja terbangun dari tidurnya. Ia mendudukkan dirinya dan mengedar padangannya mencari keberasaan Dara. Tapi ia tak melihat siapapun dalam kamar tersebut.

Berdiri dari duduknya mencari kamar mandi ingin membasuh wajahnya, tapi ia tak menemukan kamar mandi dalam kamar istrinya, karena kamar mandi dalam rumah itu berada di dapur.

Ia keluar dari kamar, menuju ke sebuah ruangan yang ia perkirakan pasti dapur.

Tiba di sana, ada ibu Ida yang sedang membuat kue untuk di jual sore nanti.

Adam menghampiri ibu Ida. "Di mana toilet anda," tanya Adam.

"Di belakang," singkat ibu Ida tanpa melihat ke arah menantunya.

Adam kebelakang dan melihat toilet yang sangat kecil di penglihatannya.

Rumah ini serba mungil. Batin Adam.

Beberapa menit ia sudah selesai, dan kembali ke dapur. Ibu ida menyodorkan nampan pada Adam. "Makanlah, jika kau mau," ujar wanita paruh baya itu memberikan Adam nampan berisikan beberapa jinis kue.

Ia mengambil nampan tersebut dan mulai memakannya. "Hm, enak," Kata Adam memakan kue tersebut.

Ibu Ida tak menanggapi ucapannya dan hanya diam fokus dengan membuat kue-kuenya.

,,,

Dara sudah pulang dari tempat kerja. Hari ini ia pulang lebih awal, karena di suruh sama nyonya Yunda.

Tiba di rumah, ternyata mobil Adam masih berada di pekarangan rumahnya.

Ia masuk ke dalam menuju kamar. Dan benar saja, Adam masih belum pulang, ia duduk di ranjang sambil bermain game, wanita itu menggeleng, karena melihat anak majikannya yang berkedok suaminya itu ternyata sangat-sangat pemalas.

"Kau sudah pulang?" Tanya Adam menyimpan ponselnya, kemudian melihat Dara.

"Hm, kenapa anda belum kembali ke rumah anda, bagaimana jika istri ada sedang mencari anda," kata Dara.

Terpopuler

Comments

Enung Samsiah

Enung Samsiah

ya usir aja suamimu itu dara, ngapain d baikin toh uangnya d pake Ririn kmu tetap cape kerja,,

2023-11-11

0

ani surani

ani surani

berani juga kamu Dara 👍🤣🤣🤣🤣

2023-06-30

0

Tiawa Mohamad

Tiawa Mohamad

lanjut thor ceritanya gantung loh sudah asyik nih

2023-06-21

1

lihat semua
Episodes
1 Kelam
2 Siapa gadis ini
3 Bertemu
4 4
5 Kau berani melawanku
6 Perkenalan Tokoh
7 Hamil
8 Tutupi pernikahan
9 H
10 KONTRAK PERNIKAHAN
11 Aneh
12 Karena Make-up
13 Frustasi
14 Bertengkar
15 Mulut pedas tetangga.
16 .
17 Hanya bertanya.
18 Takut
19 Hinaan
20 Aku lebih tau
21 Kemana dia?
22 Pertaruhan
23 Keputusan
24 Masa Lalu
25 Ke desa
26 Kau mengancamku
27 Panik
28 Tuduhan
29 Cemas
30 Apa yang terjadi.
31 Tenang dulu
32 Canggung
33 Menjenguk
34 Semua tak merestui.
35 Kenapa
36 Pulang
37 Jangan
38 Marah
39 Permintaan Yunda
40 Berlalu
41 Iseng Arkan
42 Tak pernah berubah
43 Gemes
44 Itu karena aku mencintaimu!
45 Frey sakit.
46 Apa
47 Bukan
48 Kakak?
49 Sangkar Mewah
50 Kerumah ibu.
51 Mengakui
52 Maaf
53 Lelah
54 Tak terduga
55 Kecelakaan
56 Berita buruk.
57 Mimpi terburuk
58 Sah
59 Yunda siuman
60 Pertanyaan Icha.
61 Bisa mencintai
62 Surat cerai.
63 Bertengkar
64 Bingung
65 Hanya ingin dicintai.
66 Bandara
67 Mengerjai
68 Milikku
69 Jujur
70 Ketakutan Dara
71 Buku diary.
72 1
73 Kepergok
74 Berkelahi
75 Kebencian Yunda
76 Heran
77 Sebenarnya yang terjadi
78 Permintaan terakhir
79 2
80 Kelicikan Yunda
81 Meja Makan
82 3
83 Flash Back
84 Flash Back Part 2
85 .
86 Sandiwara Yunda.
87 .
88 Menghentikan
89 Dia harus tahu
90 Buku Diary
91 PERGI
92 Penyesalan Tidak Berujung
93 Ucapan Adalah Doa.
94 Hati Yang Kau Koyakkan
95 Mutlak
96 Xz
97 Xz
98 Membalas Keangkuhan Yunda
99 Pertanyaan Yang Mendebarkan
100 Perlakukan Adam Yang Mengejutkan
101 Resign
102 Sedih
103 Mulai Akur
104 ???
105 Kehidupan Baru
106 Ngambek
107 DEG!
108 Tangkap Dia!
109 Kenangan Mengerikan
110 .
111 Ayya
112 Penyesalan Yunda
113 Kumohon
114 Nenek!!!
115 Pemeras Ayya
116 Dampak dari sebuah kesalahan fatal.
117 Lamaran
118 lamaran Part 2
119 Gelisah
120 Ikatan Batin.
121 Tragis
122 Ketakutan
123 Melarikan Diri.
124 Kurang Ajar
125 Hati-hati
126 Hilang Kendali
127 Kekejaman Aldi.
128 Arkhhhhhhhhhhhhhh
129 SELESAI JANGAN MARAH
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Kelam
2
Siapa gadis ini
3
Bertemu
4
4
5
Kau berani melawanku
6
Perkenalan Tokoh
7
Hamil
8
Tutupi pernikahan
9
H
10
KONTRAK PERNIKAHAN
11
Aneh
12
Karena Make-up
13
Frustasi
14
Bertengkar
15
Mulut pedas tetangga.
16
.
17
Hanya bertanya.
18
Takut
19
Hinaan
20
Aku lebih tau
21
Kemana dia?
22
Pertaruhan
23
Keputusan
24
Masa Lalu
25
Ke desa
26
Kau mengancamku
27
Panik
28
Tuduhan
29
Cemas
30
Apa yang terjadi.
31
Tenang dulu
32
Canggung
33
Menjenguk
34
Semua tak merestui.
35
Kenapa
36
Pulang
37
Jangan
38
Marah
39
Permintaan Yunda
40
Berlalu
41
Iseng Arkan
42
Tak pernah berubah
43
Gemes
44
Itu karena aku mencintaimu!
45
Frey sakit.
46
Apa
47
Bukan
48
Kakak?
49
Sangkar Mewah
50
Kerumah ibu.
51
Mengakui
52
Maaf
53
Lelah
54
Tak terduga
55
Kecelakaan
56
Berita buruk.
57
Mimpi terburuk
58
Sah
59
Yunda siuman
60
Pertanyaan Icha.
61
Bisa mencintai
62
Surat cerai.
63
Bertengkar
64
Bingung
65
Hanya ingin dicintai.
66
Bandara
67
Mengerjai
68
Milikku
69
Jujur
70
Ketakutan Dara
71
Buku diary.
72
1
73
Kepergok
74
Berkelahi
75
Kebencian Yunda
76
Heran
77
Sebenarnya yang terjadi
78
Permintaan terakhir
79
2
80
Kelicikan Yunda
81
Meja Makan
82
3
83
Flash Back
84
Flash Back Part 2
85
.
86
Sandiwara Yunda.
87
.
88
Menghentikan
89
Dia harus tahu
90
Buku Diary
91
PERGI
92
Penyesalan Tidak Berujung
93
Ucapan Adalah Doa.
94
Hati Yang Kau Koyakkan
95
Mutlak
96
Xz
97
Xz
98
Membalas Keangkuhan Yunda
99
Pertanyaan Yang Mendebarkan
100
Perlakukan Adam Yang Mengejutkan
101
Resign
102
Sedih
103
Mulai Akur
104
???
105
Kehidupan Baru
106
Ngambek
107
DEG!
108
Tangkap Dia!
109
Kenangan Mengerikan
110
.
111
Ayya
112
Penyesalan Yunda
113
Kumohon
114
Nenek!!!
115
Pemeras Ayya
116
Dampak dari sebuah kesalahan fatal.
117
Lamaran
118
lamaran Part 2
119
Gelisah
120
Ikatan Batin.
121
Tragis
122
Ketakutan
123
Melarikan Diri.
124
Kurang Ajar
125
Hati-hati
126
Hilang Kendali
127
Kekejaman Aldi.
128
Arkhhhhhhhhhhhhhh
129
SELESAI JANGAN MARAH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!