Sudah satu bulan usia pernikahan Anim dan Adam, hubungan mereka bukannya semangkin membaik, tapi rumah tangga mereka semangkin hari, semangkin renggang. Karena syarat utama dalam sebuah pernikahan tak terpenuhi, Adam tak mempu memberikan nafkan batin pada istrinya, karena juniornya benar-benar tak bisa bangun saat bersama dengan istri keduanya.
Anim bahkan sudah kepikiran jika Adam seorang laki-laki yang mati pucuk, tak tau saja si Anim, jika sebenarnya suaminya itu sebentar lagi akan memiliki buah hati dari istri pertamanya .
Di pagi hari.
"Mas, sampai kapan kau akan seperti itu? Kau tidak mau bekerja, dan hanya menghabiskan waktu bersama teman-temanmu!" Anim marah-marah karena Adam tak terlihat ingin bekerja di kantor Papinya, sedangkan mereka sudah menikah.
Adam yang mendengar ucapan Anim, menatap datar wanita itu. "Kenapa kau mempermasalahkan aku mau bekerja ataupun tidak, itu bukan urusanmu Anim, kau tidak kekurangan uang sedikitpun dariku," ujar Adam.
"Iya, itu aku tau! Tapi sampai kapan kamu mau seperti ini Mas! Kerja kek!" Anim mulai meninggikan nadanya.
"Jaga bicaramu Anim!! Kau yang ingin mempercepatkan pernikahan ini!! Padahal kau sangat tau jika aku tidak mempunyai pekerjaan!!" Sentak Adam, ia tak suka karena wanita itu mulai menuntut dan mengaturnya, sedangkan Adam sangat tidak suka di kekang.
"Lihatlah! Aku hanya bicara sedikit saja! Tapi kau sudah marah-marah!!" Suara Anim bergema di kamar itu.
"Dari awal kau tau!! Aku laki-laki yang tidak suka di atur!! Kenapa kau mau menikah denganku!!!" Mereka malah saling menyalahkan.
"Pecundang!! Kau itu laki-laki tidak berguna!! Entah itu di ranjang, mau pun yang lainnya!! Nilainya semua kosong!!!" Pekik Anim megeluarkan kata-kata yang melukai harga diri suaminya.
PLAKKK
Adam tanpa sadar menampar istrinya. Wajah wanita itu terlempar ke samping dengan nafas yang terasa sesak, karena ia tak menyangka jika Adam akan memberi kekerasan fisik padanya.
Adam yang tak terima karena Anim telah melukai harga dirinya. Ia mengambil kunci mobil dan pergi dari Villa.
"ARKHHHHHHHHHHH" Adam berteriak kencang di mobilnya, ia juga sudah bingung ingin melakukan apa lagi, karena ia sudah memeriksa ke dokter, tapi tanggapan dokter jika ia baik-baik saja, dan tak mempunyai penyakit sama sekali, ia bahkan di nyatakan normal luar dan dalam.
"Kenapa semua terjadi seperti ini? Semangkin hari, rumah tanggaku bersama Anim semangkin berantakan," ujar Adam berteriak sekencangnya di mobil dengan kemajuan penuh.
,,,
Malam hari sekitar pukul 10 malam. Terdengar suara ketukan di rumah kecil milik ibu Ida.
Tok Tok Tok
Dara yang belum tidur, menyerjit saat mendengar ketukan dari luar rumah.
"Siapa berkunjung malam-malam begini?" Gumam Dara tapi ia tetap melangkahkan kakinya keluar kamar untuk membuka pintu utama.
CKLEKKK
Dara Heran. Saat yang ia lihat adalah suaminya sedang berdiri di ambang pintu.
''Ada apa tuan datang kemari?" Tanya Dara. Ini pertama kali lagi mereka bedua bertemu setelah terakhir mereka bertemu sewaktu di acara pernikahan Adam satu bulan lalu.
Adam tak menjawab Dara, tapi ia membuka sepatunya dan melangkah masuk ke dalam rumah kecil itu.
"Mana kamarmu," tanya Adam pada Dara.
Dara menunjuk dan berjalan masuk kedalam kamarnya, Adam juga menyusul ke dalam.
Kenapa dengan pria ini?. Batin Dara melihat Adam berwajah datar, membuka jaketnya dan langsung berbaring di ranjang kecil istrinya tanpa meminta izin atau mengeluarkan suara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Gamar Abdul Aziz
Adam dah frustasi
2024-08-25
0
Enung Samsiah
junior adam pingin Dara,, 😂😂😂
2023-11-11
1
Ulfah Putri
yang duluan bucin si dragon nya bukan adam nya,,...sain adam🤣🤣🤣
2023-06-20
2