"Kau!" ibu Ida marah menunjuk wajah Adam yang sudah keterlaluan.
"Ok, bagaimana kalau satu miliar saja," nimbrung Ririn yang sebenarnya sedari tadi berdiri di ambang pintu kamarnya, sambil menguping pembicaraan ibu dan laki-laki yang sudah menghamili adiknya.
"Kak," tegur Dara menggeleng pada kakaknya.
"Kamu diam!'' Katanya pada adiknya, kemudian kembali melihat pada laki-laki tampan itu. "Satu miliar, apa kau setuju?" Tanya Ririn mengulangi ucapannya pada Adam.
"Ririn!" Sahut ibu Ida memarahi Ririn yang sangat lancang seperti sedang menjual adiknya sendiri.
"Dua Miliar, aku tidak masalah dengan jumlah uang, aku hanya ingin jika di antara kalian, tidak ada yang membuka rahasia ini," jawab Adam malah menambah satu miliar rupiah lagi.
"Tidak! Aku tidak setuju, jangan sembarangan kamu Ririn!! Apa kau pikir adikmu ini barang yang ingin kamu perjual belikan!" ibu Ida bertambah marah pada anak tertuanya.
"Ayolah Bu ... Dari pada semangkin banyak masalah kedepanya, mending cari amannya sajakan, dan bagaimana jika kedua orang tua laki-laki ini tau dan tidak mengizinkannya untuk menikahi Dara? Apa ibu punya kuasa? Ibu harus ingat, kita itu tidak bisa melawan mereka, masih syukur-syukur dia mau bertanggungjawab dan menikahi Dara," ujar Ririn panjang lebar tanpa rasa bersalah pada adiknya.
Ibu Ida terdiam mendengar ucapan Ririn, karena berpikir benar juga, mereka itu orang yang berkuasa, bisa-bisa Dara tidak di nikahi sama pria itu, berpikir itu lebih merugikan lagi, karena putrinya akan melahirkan anak tanpa Ayah.
Dengan perasaan yang sangat berat, ibu Ida terpaksa menyetujuinya. "Baiklah, kau bisa menikah putriku, seperti yang kau inginkan" Ibu Ida hanya bisa pasrah mengiyakan.
Adam tersenyum senang saat ibu Ida menyetujui sarannya. Uang dua miliar tidak ada apa-apanya bagi pria itu.
Dara mengepalkan kedua tangannya saat ia di jadikan seperti barang yang di perjual belikan.
,,,
"Ku terima nikah dan khawinnya Dara binti Rahmat, dengan mas kahwin seperangkat alat sholat, di bayar tunai," ucap Adam dengan satu tarikan nafas.
"Bagaiaman para saksi, sah?"
"Sah''
''Sah''
Adam dan Dara saling bertukar cincin, Adam menikahi gadis itu di sebuah masjid yang masih berada di kawasan kampung itu juga.
Adam juga membeli cincin pernikahan untuk dia dan Dara, sesuai perjanjian, Adam juga sudah memberikan keluarga Dara uang sebesar dua miliar.
Selesai pernikahan mereka berdua, Adam membuka cincinnya dan memasukkan ke dalam saku celana yang ia pakai, tentu saja ia tak mungkin memakai cincin tersebut, bagaimana jika di lihat oleh kekasihnya, bisa berabe hidupnya. Pikir Adam.
Selesai upacara pernikahan mereka di masjid itu, Adam mengantar Dara yakin istri sirihnya bersama ibu dan kakaknya pulang ke rumah mereka.
Tiba di rumah, Ririrn langsung turun dari mobil dengan wajah cerianya, karena ia memiliki uang yang sangat banyak, untuk mempercantik dirinya.
Berbeda dengan ibu Ida, ia hanya berwajah sedih, tidak ada kebahagian dari wajahnya dengan uang yang ia dapatkan itu, ia masih kecewa dan marah pada putrinya karena berpikir, jika Dara menyerahkan tubuhnya pada anak tuan Angkasa dengan suka rela, ia tak tau jika sebenarnya pria itulah yang telah memperkosa putrinya.
Saat Dara ingin turun dari mobil. Lengannya di cegah oleh Adam.
Gadis itu melihat ke lengannya yang di pegang oleh Adam, alias suami sahnya. "Ada apa?" Tanya Dara berwajah datar.
"Kau akan tetap tinggal di sini, dan aku tidak akan tinggal bersamamu" Adam mengambil sesuatu yang sudah ia siapkan.
"Baca ini, dan tandatangani," ujar Adam memberikan gadis itu sebuah amplop yang berisikan kontrak pernikahan
Mutiara mulai membuka amplop tersebut yang bertuliskan.
KONTRAK PERNIKAHAN.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Gamar Abdul Aziz
Ririn KK serakah
2024-08-25
0
Topemaliya
km kudu jaga bayi dlm kandungan krn dia anak yg tdk bersalah dia ada krn kesalahan adam krn adam udh memperkosa km, yuh kuat dara km bs🥰🥰🥰
2023-06-18
0
Mbak Rin
aq akan tetap berdoa kau bucin sebucin"nya ke dara dam
2023-06-18
1