"Huwaaa.... gimana ini Rum, gimana nasib anak ku, aku mau kasih makan anak aku pake apa Yun?" tangis Yunda begitu Rio keluar dari kamar rawat.
Harum langsung memeluk Yunda.
"Tenang Yun, tenang, keputusan yang kamu ambil itu sudah bagus. Kalau soal anak, aku yakin pasti Tuhan kasih kamu rejeki. Kamu tuh lulusan S1 Yun, jadi gak usah takut soal masa depan kamu dan anak kamu." ucap Harum menguatkan Yunda.
"Tapi cari kerjaan tuh susah Rum, kamu kan tau sendiri, dulu setelah lulus kuliah aku banyak lempar lamaran kerja tapi gak ada satupun yang keterima." balas Yunda.
"Dulu kamu belum punya anak, aku yakin kali ini jalan mu untuk mendapat pekerjaan di permudah, karena kamu udah punya anak. Kamu percaya kan kalau anak itu membawa berkah." balas Harum.
"Udah jangan nangis lagi, laki-laki kayak Rio memang gak pantes buat kamu, gak pantes kamu pertahankan!" kata Harum lagi.
💋💋💋
Keesokan harinya.
Pukul 09.00
Hari ini Yunda sudah diizinkan pulang. Saat Yunda dan Harum sedang mengemasi barang-barang, tiba-tiba saja perawat ke kamar rawat kelas tiga itu.
"Ibu Ayunda." panggil perawat.
"Iya sus, saya." jawab Yunda.
"Ini Bu barang-barang Ibu, tadi diantar sama Bu Marni dan Pak Rio." ucap perawat sambil memberikan dua tas jinjing ukuran besar pada Yunda.
Yunda dan Harum saling pandang.
"Terus sekarang Pak Rionya mana sus?" tanya Harum.
"Sudah pergi Bu. Mereka cuma nitip tas itu saja." jawab perawat.
"OOOh..." Harum hanya membulatkan mulutnya.
"Terimakasih sus." ucap l Harum.
Perawat pun keluar. Setelah perawat keluar, cepat-cepat Yunda membuka tas itu. Yunda menghela nafasnya kasar. Isi tas itu adalah barang-barang Yunda yang masih tertinggal di rumah.
"Bener-bener suami bisa.dap! Padahal jarak dari pos perawat ke kamar ini cuma beberapa langkah, tapi dia malah nitipin ke pos perawat! Kan gak ada otaknya laki-laki kayak gitu!" geram Harum saat melihat isi tas yang di kirim Rio.
"Sudah lah, biar aja Rum." balas Yunda.
Mereka pun melanjutkan mengemasi barang.
Setelah selesai mengemasi barang dan semua administrasi sudah Harum urus, barulah mereka keluar dari rumah sakit. Dengan menggunakan mobil travel mereka pun pulang ke kampung, ke rumah orangtua Yunda.
💋💋💋
Rumah Orangtua Yunda.
Pukul 12.00
Setelah perjalanan yang memakan waktu kurang lebih tiga jam, akhirnya Yunda dan Harum sampai juga di rumah orangtua Yunda.
"Loh kok kamu balik ke rumah ini Yun? Kenapa gak pulang ke rumah suami mu?" tanya Bu Ambar.
Yunda hanya menghela nafasnya kasar lalu berlalu dari hadapan Bu Ambar.
"Harusnya kamu langsung pulang ke rumah suami kamu Yun, nanti kalau kondisi kamu udah fit banget, baru kamu balik kesini jemput anak kamu." ucap Bu Ambar sambil mengekori Yunda.
Yunda tak menjawab. Ia malah duduk di kursi ruang tamu sekaligus ruang keluarga.
"Biar Yunda-nya minum dulu, Bu." ucap Harum lalu cepat-cepat berjalan menuju dapur mengambil minum untuk Yunda.
Bu Ambar pun diam nyerocos lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Yunda. Tak lama Harum pun datang dengan segelas air hangat di tangannya lalu memberikan gelas itu pada Yunda.
Setelah menenggak air minumnya, Yunda menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan, ia mengumpulkan kekuatan untuk memberitahu Ibu-nya kalau dirinya dan Rio sudah bercerai.
"Bu, Yunda dan Mas Rio... kami... kami... kami sudah bercerai Bu." ucap Yunda.
💋💋💋
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Fawaz Al ashy
jadi perempuan kuat ya Yunda semngat tuk bangkit
2024-06-30
0
Bu ning Bengkel
hukum karma masih berlaku jangan takut yg penting sabar dan tawakalnanti ada yg membatu sendiri iya kah shooort...lanjut.....
2024-03-21
0
Lamsiah Lamsiah
biarin aja tar juga kena karmanya ada aja balesannya
2024-01-26
4