Ruang tamu.
Bu Marni menunggu Rio di ruang tamu.
Tak sampai lima belas menit, Rio pun datang dengan satu kantong plastik yang berisi obat untuk Yunda.
"Yunda mana Bu?" tanya Rio begitu masuk di ruang tamu.
"Ya di kamar lah." jawab Bu Marni sambil memainkan ponselnya.
Rio pun meneruskan langkahnya ke kamar utama.
Sesampainya di dalam kamar Rio memberikan obat itu pada Yunda.
"Tuh minum." ucap Rio.
"Tapi aku belum makan, Mas." jawab Yunda.
Rio menghela nafasnya kasar lalu keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju dapur.
Bu Marni hanya melirik Rio yang berjalan menuju dapur.
Sesampainya di dapur, ternyata tidak ada nasi dan lauk pauk apapun.
"Ngapain aja sih dari tadi tuh orang, sampe nasi pun gak di masak! Padahal masaknya di rice cooker bukan di kompor kayu bakar!" geram Rio.
Karena tidak ada nasi dan lauk pauk di dapur, mau tidak mau Rio hanya membuatkan mie instan untuk Yunda.
Melihat Rio sedang membuatkan mie instan, Bu Marni beranjak dari duduknya dan menghampiri Rio di dapur.
"Laper kamu?" tanya Bu Marni.
"Bukan buat Rio, tapi buat Yunda." jawab Rio dengan ekspresi wajah kesal.
Bu Marni membuka rice cooker, tidak ada nasi lalu membuka tudung saji di meja makan, juga tidak ada apa-apa disana.
"Bener-bener tuh orang yah, gimana gak sakit coba kalau kerjanya tidur-tidur doang. Udah sakit gini ngerepotin suami! Gak mikir apa tuh orang kalau suaminya harus cari uang bukan cuma mau ngurusin dia doang!" dumel Bu Marni dan di dengar Rio.
Tapi Rio diam saja sambil menunggu mie yang sedang di rebus.
"Yo..."
"Hemh..."
"Mending kamu anter aja istri kamu pulang ke rumah orangtuanya, biar orangtuanya yang ngurus daripada kamu repot-repot ngurus anak-istri kamu. Nanti kalau udah sehat baru jemput mereka." ucap Bu Marni.
Rio mengernyitkan keningnya menimbang-nimbang saran dari Ibunya.
"Daripada dia disini, memangnya kamu mau ngurus anak-istri kamu? Kalau kamu ngurus mereka terus toko gimana?" kata Bu Marni lagi.
"Ibu gak mau bantu Rio ngurus mereka?" tanya Rio.
"Ya gak lah! Masa mertua ngurus menantu! Harusnya menantu ngurus mertua!" jawab Bu Marni.
"Ya udah deh, nanti habis Yunda makan, Rio anter Yunda sama anaknya ke rumah orangtua Yunda." ucap Rio.
Bu Marni tersenyum senang karena Rio menuruti kata-katanya.
Mie instan rebus pun masak. Cepat-cepat Rio menuangkan mie rebus itu ke mangkok lalu membawanya ke dalam kamar.
"Enak aja perempuan itu mau leha-leha ngerasain duit anak aku!" gumam Bu Marni setelah Rio pergi dari dapur.
Semenjak Rio menikah dengan Yunda, jatah bulanan Bu Marni dari Rio berkurang, itu makanya Bu Marni makin tidak suka dengan Yunda. Menurut Bu Marni, anaknya itu sedang kena pelet Yunda karena harusnya anaknya bisa mendapat perempuan yang lebih dari pada Yunda, yang lebih cantik, kaya, pintar dan pastinya kerja kantoran, tidak seperti Yunda yang saat itu bekerja sebagai kasir.
Kamar.
"Ini makan. Gak ada nasi sama lauk pauk, jadi aku bikinin mie instan aja." ucap Rio sambil meletakkan mangkok mie itu di meja kecil sebelah tempat tidur.
"Makasih Mas." balas Yunda walau sebenarnya hatinya sedikit kecewa karena bisa saja Rio membelikan nasi bungkus di rumah makan Padang, tapi ini Rio malah memasakkan mie instan untuknya padahal Rio tau kalau Yunda sedang sakit.
Sambil menggendong anaknya, Yunda pun memakan mie instan buatan Rio.
"Nanti habis makan, aku anter kamu kerumah orangtua kamu." ucap Rio.
Sontak Yunda menghentikan makannya lalu menoleh ke arah Rio.
"Kok gitu Mas?" tanya Yunda.
"Kalau kamu disini siapa yang ngurus? Aku? Ya gak mungkin lah! Kalau aku ngurus kamu siapa yang jaga toko? Kalau aku gak jaga toko, nanti karyawan bisa leluasa korupsi di toko-toko aku!" jawab Rio.
Yunda diam lalu melanjutkan makannya.
"Saya juga gak mau ngurus kamu! Memangnya kamu siapa harus saya urus! Anak saya bukan, ponakan saya bukan, keluarga saya juga bukan! Jadi mending orangtua kamu yang urus kamu." tiba-tiba Bu Marni masuk dan menimpal kata-kata Rio.
Yunda hanya bisa diam dan menahan rasa sakit di hatinya atas ucapan ibu mertuanya. Padahal waktu Bu Marni terkena diare, dengan telaten dan ikhlasnya Yunda mengurus Ibu mertuanya itu, membuatkan bubur, memapah ke kamar mandi, bahkan mencuci pakaian dalam Bu Marni yang terkena kotoran usus, semua itu Yunda lakukan tanpa mengoceh.
Sedangkan anak-anak Bu Marni, Rio (anak kedua), Ratna (anak pertama) dan Rosa (anak bontot), tidak ada satupun yang mau mengurus Ibu mereka.
💋💋💋
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
saiLor_moon
mertua macam apa ini??
2024-11-25
0
Monica
masih sehat ya bu..makanya ngomongnya kyk boncab level 1000...gk inget ya kalau makin tua daya thn tubuh juga menurun...besok² kalau pas sakit dibentak² abak gimana rasanya...baca karyamu kyk bercermin thor...walau gk separah Yunda
2024-03-19
0
Ochyie Aguztina
mertua geloo dan suaminya pun sama gilanya
2024-03-14
0