Toko Rio.
Sementara di toko, setelah menutup telepon Yunda, Rio langsung memijat kepalanya karena pusing. Bukan pusing memikirkan Yunda tapi pusing karena memikirkan omset toko-tokonya yang turun.
"Kenapa kamu?" tanya Bu Marni yang sempat melihat Rio marah-marah.
Kedatangan Bu Marni ke toko Rio untuk apalagi kalau bukan untuk minta uang.
"Lagi kesel." jawab Rio.
"Sama Yunda?" tanya Bu Marni dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Rio.
"Kenapa lagi dia? Minta uang lagi?" tanya Bu Marni.
"Minta berobat ke rumah sakit. Katanya dia baru periksa ke puskesmas dan dokter puskesmas nyuruh dia ke rumah sakit, jahitannya infeksi katanya." jawab Yunda.
"Enak banget perempuan itu! Maksud dia uang kamu cuma buat biaya berobatnya dia aja apa! Udah ngabisin dua puluh juta juga! Gak sadar diri perempuan itu!" ucap Bu Marni memprovokasi Rio.
"Oh iya Ibu kesini mau ngapain?" tanya Rio.
"Ibu mau minta uang, mau pergi sama temen-temen arisan Ibu." jawab Bu Marni.
"Berapa?" tanya Rio.
Kalau Bu Marni yang minta uang, Rio langsung menanyakan jumlah uang yang di butuhkan Bu Marni, padahal uang yang diminta Bu Marni untuk hogah-hogah. Tapi giliran Yunda yang minta, Rio main kalkulator dulu padahal uang yang Yunda minta untuk anak mereka dan untuk kesehatan Yunda.
"Lima juta." jawab Bu Marni.
"Banyak banget Bu." tanya Rio.
"Ya banyak lah kan mau ke salon, terus belanja-belanja. Masa temen-temen Ibu ke salon, Ibu cuma nungguin mereka doang, terus kalau temen-temen Ibu belanja masa Ibu cuma bisa liat-liat doang, kan malu Ibu, Yo." jawab Bu Marni.
Rio menghela nafasnya kasar.
"Ya udah Rio kirim, tapi Ibu jangan minta uang lagi yah, soalnya bulan ini pengeluaran Rio udah banyak banget, belum lagi omset semua toko Rio turun drastis. Jadi harus hemat-hemat lah sampe dua-tiga bulan kedepan." jawab Rio lalu mengambil ponselnya hendak mentransfer uang pada Bu Marni.
"Pendapatan toko kamu menurun Yo?" tanya Bu Marni dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Rio.
TRING. Notifikasi m-banking di ponsel Bu Marni.
"Udah yah Bu." ucap Rio sambil menunjukkan bukti transfer pada Bu Marni.
Bu Marni hanya menganggukkan kepalanya.
"Masa sih pendapatan kamu menurun Yo, perasaan Ibu liat toko kamu rame-rame aja." tanya Bu Marni.
"Sejak Yunda melahirkan pendapatan udah mulai turun Bu dan dua hari ini pendapatan toko ini aja cuma lima ratus ribu, dan ada dua toko Rio sama sekali gak ada pemasukkan. Ngeri kan Bu." jawab Rio.
"Kamu ngerasa gak sih Yo, kalau istri dan anak kamu itu pembawa sial? Rejeki kamu seret sejak nikah sama Yunda." ucap Bu Marni memprovokasi.
Rio terdiam dan merenungi kata-kata Bu Marni.
"Iya juga yah Bu." balas Rio.
"Kan Ibu udah pernah bilang sama kamu, aura si Yunda itu gak bagus, tapi kamunya aja tetap ngotot mau nikahin dia." provokasi Bu Marni lagi.
Rio terdiam.
"Udah lah Yo, cerein aja perempuan itu, gak ada untungnya. Udah manja, males, taunya ngabisin uang suami, gak ada bagus-bagusnya pokoknya tuh si Yunda. Udah cerein aja daripada nanti hidup kamu makin sengsara." kata Bu Marni lagi.
Rio masih diam.
Melihat Rio diam, Bu Marni yakin kalau saat ini pasti Rio sedang memikirkan sarannya.
Semoga aja Rio dengerin omongan ku buat cerein Yunda. Gumam Bu Marni dalam hati.
💋💋💋
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Fawaz Al ashy
mertua jahat😈
2024-06-30
0
Azkya Nadhira
Nah... tanda2 kena karma tuh
tunggu aja Rio...
2024-02-11
5
Hera Puspita Sari
rejeki suami tergantung bagaimana dia nya ke istri 😠😠
2024-01-30
0