Adita langsung membereskan apa ya g perlu ia bawa, tanpa memedulikan kaki nya yang sudah mengeluar banyak darah tersebut.
Adita tidak peduli lagian ini bukan hal yang penting untuk nya, duku ketika kakek nya masih ada di sering mendapat kan luka seperti itu, buka tanpa alasan Adita di latih sangat keras, sedari masih berada di dalam kandungan Adita memang sudah di nobat kan sebagai ahli waris sang kakek, dan untuk papa nya dia hanya mengelola.
Tapi kenapa saham Adita sama dengan milik nya Iris?.
Itu di karena kan Adita masih belum memiliki keturunan.
Adita langsung mengganti pakaian nya dan juga memoles wajah nya sebentar, dan setelah itu ia membasuh kaki nya agar da*ah nya itu bisa di bersih kan tanpa membalut luka nya terlebih dahulu, karena ia sudah meminta tim nya untuk berkumpul di bandara lengkap dengan dokter nya.
Adita pergi dengan tergesa-gesa.
Arion yang melihat itu hanya diam entah, kenapa Arion tidak suka melihat Adita pergi dari rumah itu.
Tatapan nya mengarah pada kaki Adita yang masih mengeluarkan d*rah.
''Apakah sangat senang keluar dari rumah ini?'' tanya Arion setelah Adita ada di depan nya.
''Aku ada pekerjaan jadi aku harus keluar, lagian suami ku kan tidak melarang jadi aku bukan istri yang durhaka,'' jawab Adita.
''Kaki mu masih berda*ah Adita jadi, di tunggulah sebentar aku akan panggil ke dokter,'' ucap Arion.
''Aku tidak apa-apa suami ku, aku berjanji akan selalu baik-baik saja jadi, kamu tidak perlu khawatir, dan aku juga berjanji setelah ini aku akan membersihkan nya,'' jawab Adita, dan setelah nya ia berjongkok di depan Arion.
''Apakah kamu benar-benar mengizinkan ku pergi?'' tanya Adita serius.
''Apakah izin ku begitu penting?'' tanya Arion.
Adita mengaguk.
''Karena saat ini kamu adalah surga ku,'' jawab Adita serius.
''Terserah mau, kamu menganggap aku apa, entah kamu percaya atau tidak tapi, aku mengatakan yang sejujur nya,'' jelas Adita.
Arion yang mendengar ucapan Adita hanya menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
''Apakah kamu marah?'' tanya Arion.
''Menurut mu?'' tanya Adita balik.
''Aku akui jika aku memang orang asing di rumah ini tapi, bukan berarti se orang pelayan juga bisa menggertak dan juga melarang apa yang ingin aku lakukan, apakah aku terlihat najis sampai aku tidak boleh menyiap kan keperluan suami ku sendiri,'' u Al Adita dengan tersenyum tapi, dengan suara yang sedikit bergetar.
Lagi dan lagi Arion tertegun mendengar nya.
''Aku tidak makalah jika kamu yang melarang ku, kamu yang menggantikan ku, bahkan jika kamu marah pun di depan banyak orang, aku tidak akan masalah, karena aku sadar kamu yang harus aku hormati.''
''Aku tidak masalah tadi malam kamu menegur ku saat berbicara di meja makan.''
''Aku tahu batasan mana yang tidak boleh aku lewati, di rumah pun aturan nya sama saat makan dilarang mengobrol sama yang lain.''
''Aku dari kecil di didik untuk menjadi pemimpin, tadi malam aku berbicara sebelum kita makan malam.''
''Dan aku minta maaf jika, menurutmu itu salah.''
''Taoi dia…
''Ah sudah lah aku hampir terlambat,'' ucap Adita.
''Sekarang boleh kah, aku pergi?'' tanya Adita.
''Tapi, kaki mu,'' jawab Arion.
''Apakah aku terlihat orang yang tidak menepati janji?'' tanya Adita.
''Bukan begitu, hanya saja kaki mu selalu mengeluarkan da*ah,'' jawab Arion.
''Apakah aku boleh pergi?'' tanya Adita yang sekarang sedikit memaksa.
''Nyonya jangan mengulang perkataan yang sama Tuan, tidak akan suka,'' jawab pelayan itu.
Adita sudah mulai merasa jengah, kesabaran nya yang se tipis tisu tidak mampu membendung nya lagi.
Tanpa mendengar jawaban dari Arion Adita langsung mengambil tangan Arion untuk ia salim.
''Aku pergi mas,'' pamit Adita.
''David,'' panggil Adita.
''Iyw buk bos,'' jawab nya menunduk karena takut di marahi oleh Arion.
''Aju mungkin akan pergi beberapa hari, dan aku harap setelah aku kembali kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali, jika tidak aku akan memilih untuk pulang ke sebelah,'' ucap Adita penuh makna.
Setelah itu Adita pergi dengan kaki yang terlihat amat mengerikan.
Adita yakin setelah kepergiannya rumah itu akan terdengar sangat mengerikan.
Dan juga setelah ia pulang Adita berharap pelayan itu sudah tidak di sana lagi.
Adita tidak suka jika ada yang mengagumi suami nya, apalagi sampai berhalusinasi untuk berada di posisi nya saat ini.
Mengagumi boleh tapi tidak lebih dari itu.
luka Adita pun sudah di tangani.
Setelah mendapat Adita langsung membagi tugas untuk Tim nya.
Karena untuk butik ia yang mengambil alih sendiri.
Dan semua harus berada di dalam pantauan nya.
Hari terus berganti dan Adita masih dengan sejuta kesibukan nya.
Semua nya harus rampung dalam dua hari, karena ia hanya di beri izin keluar dus hari oleh Arion.
''Ini hari terakhir untuk kita, dan aku ingin semua nya harus rampung, ads yang mengecek, dan juga ada yang menata barang ke koper,'' jelas Adita.
''Kumpul kan semua nya menjadi satu dengan kategori masing-masing agar setelah barang ini sampai orang orang butik tidak bingung!'' perintah Adita tegas.
''Kenapa sangat susah mencari warna mint yang aku ingin kan,'' keluh Adita.
''Kain yang aku inginkan tidak ada, jadi terpaksa aku akan membeli beberapa kain agar bisa serasi dengan gaun nya,'' jelas Adita.
Adita tidak sempat hanya untuk membalas pesan dari yang di hand phone nya.
Dan tanpa Adita duga itu menjadi petaka di rumah yang ia tinggali.
''Ada masukan lain?'' tanya Adita.
''Kemarin aku melihat ada corak yang sangat langka tapi aku lupa di toko yang mana, corak nya sangat unik, simple tapi, terlihat mewah,'' jelas Lusi.
Lusi sengaja ikut untuk bisa memberi nya masukan.
''Kita sudah jauh-jauh ke sini, jadi kesempatan ini tidak boleh kita sia sia kan begitu saja,'' ucap Adita.
''Dapat kan nomor pemilik nya, aku ingin mengajak nya kerja sama jadi jika kita butuh mereka tinggal kirim aja, dan jika ada kain baru kita bisa mendapat kan nya lebih awal.'' Jelas Adita.
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...💞💞💞💞...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Pinky
Pergi
2023-09-07
2