Adita langsung pergi tanpa menghiraukan sapaan dari pelayan di rumah itu.
Karena menurut nya itu tidak ada kaitan nya dengan nya.
Jika mereka menerima nya dengan tangan terbuka maka Adita juga akan menyambut nya tapi, tidak ada yang menginginkan keberadaan nya.
Hanya kepala pelayan dan juga satu pelayan yang menerima nya dengan tangan terbuka.
Adita pergi menggunakan mobil pemberian dari orang tua angkat nya.
Setelah kepergian Adita merasa yang ad di rumah itu hanya saling tatap.
''Gini amat punya bos, lebih baik tuan tidak memiliki pendamping, percuma memiliki pendamping kelakuannya minus,'' ucap salah satu dari mereka.
''Kamu benar, cantik juga gak cantik amat sok nya minta ampun,'' ucap salah satu nya.
Mereka bertiga sangat tidak menyukai kehadiran Adita.
''Kalau aku perawatan aku akan jauh lebih cantik dari nya,'' jelas yang satu.
Dan semua itu didengar oleh kepala pelayan, sesuai permintaan dari Arion kepala pelayan itu harus memiliki bukti tentang keburukan mereka bertiga.
Arion juga merasa jengah dengan mereka tapi, karena orang tua mereka sangat berjasa Arion tidak melakukan apa-apa.
Karena semua yang bekerja di rumah itu adalah generasi kedua dari pembantu sebelum nya.
Adita sampai di kantor nya dengan keadaan yang jengkel.
Karena Adita sudah menyadap semua CCTV yang ada di rumah itu jadi, Adita dapat memantau nya sesuai keinginan nya.
Hanya di ruang kerja Arion yang ia biar kan, karena Adita tidak ingin mengetahui tentang pekerjaan nya.
Adita dan Arion seakan-akan sama-sama menjalankan misi mereka.
Adita dapat mengetahui semua gerak-gerik yang Arion lakukan di rumah meskipun, tidak ada diri nya.
Begitu pun juga dengan Arion.
Arion menempatkan se se orang di sisi Adita saat di kantor.
Dia adalah Hendra, orang kepercayaan David.
Mereka se akan tidak ingin melewat kan apapun tentang pasangan nya.
Saat Adita sibuk dengan pemikiran nya sendiri ia harus bersikap profesional saat jam kerja.
Saat ini mereka akan mengadakan rapat akhir bulan, di mana mereka akan di kumpul kan menjadi satu, karyawan yang memiliki nilai bagus, dan juga kinerja kerja yang lebih baik dari pada sebelum nya akan mendapat kan bonus.
Dan Adita yang akan memimpin rapat di ronde pertama ini.
Setelah semua nya beres, maka semua data karyawan yang lama mendapapat kan bonus akan di serahkan pada pemimpin perusahaan yaitu, Tuan Adam Fanghoten.
Adita sangat serius mungkin rapat tersebut.
Setelah hampir satu jam Adita keluar, dan Ia mendapat beberapa karyawan yang menurutnya patut untuk mendapatkan bonus bulanan.
Bonus bulanan ini berbeda dengan bonus harian yang mereka lakukan.
Bonus bulanan itu akan di adakan lima bulan sekali.
Saat Adita akan memasuki ruangan nya ada yang memanggil nya dan itu adalah mama nya.
''Untuk apa Mama ke sini,'' batin Adita.
Karena tidak biasa nya mama nya itu akan ikut sang papa ke perusahaan.
''Sayang bisa kita bicara sebentar?'' tanya sang mama.
''Boleh, di ruangan ku aja,'' jawab Adita.
''Bagaimana kalau kita keluar sebentar, tidak masalah bukan karena hari ini kamu hanya akan memimpin rapat,'' jelas sang Mama.
''Baik lah, aku akan mengambil tas ku dulu,'' jelas Adita.
Dan sang mama hanya mengaguk.
Mama Adita melihat ada jarak yang di bangun oleh Adita terhadap diri nya.
Dan ia tidak tahu kenama itu bisa terjadi.
Setelah itu mereka keluar, dan pergi ke restoran yang berada di dekat perusahaan terus yang tak lain dan tak bukan adalah milik Adita sendiri.
Adita sengaja membuat restoran di sana agar ia juga bisa memantau nya dengan mudah.
''Restoran terkesan selera kamu banget ya, Nak,'' ucap sang mama.
''Benar kah?'' tanya Adita.
Mama Anita mengangguk.
''Selera ku apa selera Iris jangan sampai salah, Ma,'' jawab Adita.
Mendengar itu mama Anita langsung terdiam.
Sekarang setengah mereka ber dua seperti ini, kerenggangan itu sangat lah terlihat.
''Kamu menjaga jarak dengan mama mu sendiri?'' tanya mama Anita.
''Apakah mama merasa begitu?'' tanya Adita menjawab dengan pertanyaan.
''Bagaimana kabar kalian semua?'' tanya Adita untuk mengalih kan pembicaraan itu,
''Baik baik aja, bagaimana mana kabar pernikahan kalian?'' tanya sang Mama.
''Baik,'' jawab Adita seadanya.
''Apakah kamu bener bener menerima nya sebagai suami mu?'' tanya mam Anita yang sedikit menyinggung nya.
''Alasan apa yang membuat mu, untuk tidak menerima nya,'' jawab Adita.
''Setelah aku mengambil keputusan maka, aku akan menanggung semua konsekuensi nya, dan akan menjalaninya dengan sangat serius, apakah mama meragukan keputusan ku bukan nya Mama sangat mengetahui bagaimana sifat ku,'' lanjut Adita.
''Bukan begitu maksud Mama, hanya saja mam berpikir kamu akan kesulitan untuk beradaptasi dengan suami mu itu,'' jawab mama Ani.
''Aku bisa mengurus itu semua, Mama tidak perlu khawatir, aku bukan tuan putri yang hanya bisa memerintah tanpa bisa melakukan apapun,'' balas Adita.
''Aku memang terlahir dari keluarga Fanghoten tapi, perlu di ingat kakek yang mengurus ku, aku bukan Iris yang akan pecah saat di sentuh, aku bukan berlian dan sebagai nya aku hanya aku, dan nasib ku pun ada di tangan ku jadi, mama tidak perlu khawatir,'' jelas Adita yang sedikit sensi.
Tak lama kemudian papa Adam bergabung dengan mereka.
Mereka mengobrol seakan mereka keluarga yang harmonis, dan setelah beberapa saat Iris juga ikut bergabung, dan setelah nya lagi Irham datang.
Adita tahu maksud dari iris membawa Irham.
Tentu saja untuk memanas-manasi nya tapi, Adita tidak peduli dengan itu.
''Hai, Adita bagaimana kabar mu?'' tanya Irham basa basi.
''Seperti yang kamu lihat,'' jawab Adita seadanya.
''Sayang, aku lapar, aku belum makan siang,'' ucap Iris pada Irham.
Dan Adita mau muntah melihat itu semua.
''Biar aku yang pesan,'' jawab Irham.
''Kamu memang yang terbaik,'' jawab Iris dengan manja.
Saat mereka sedang berbincang ada se se orang yang membungkuk hormat pada Adita.
''Siang buk bos,'' ucap nya.
''Maaf untuk makan siang, buk bos mau makan di rumah atau di luar?'' tanya David.
''Suami ku ada di mana?'' tanya Adita.
''Tuan ada di ruang VVIP sebelah sana tapi, bos berpesan jika buk bos ingin makan di rumah maka bos akan pulang,'' jawab David.
''Perhatian sekali suami mu, Ta,'' ucap papa Adam.
''Ya aku bersyukur untuk itu,'' jawab Adita.
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...💞💞💞💞...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Supriadi Adi
tentu Thor AQ kasi like
2023-10-17
1
Pinky
Jangan lupa dukungan nya
2023-09-07
1