Bertahan/melepaskan

Jagan lupa tinggal jejak ya bestie.

Dan mari lanjut ke cerita.

Saat ini Adita sudah mendarat kan pertolongan pertama, Adita harus melewati beberapa prosedur agar racun itu tidak ada lagi di dalam tubuh nya.

Dan saat ini Adita belum sadar kan diri.

Dan perkiraan dokter ia akan bangun dia jam dari sekarang.

Sedang kan Arion jangan di tanya lagi.

Ia sudah beberapa Ki mengumpat pada dokter yang menangani Adita.

Ia merasa rumah nya itu tidak cukup aman untuk nya mulai sekarang.

Ada banyak yang ingin mencelakai nya.

Dan siapa orang nya Arion masih belum tahu.

Karena David masih mencari tahu nya, dan sampai sekarang masih belum ada kabar.

Sedang kan Kevin tentu saja ia harus mengurusi perusahaan Arion.

Dan Kevin baru sadar jika perusahaan yang dimiliki Arion sedang berkembang pesat.

''Dalam keadaan seperti itu aja bos bisa membuat perusahaan ini menyayangi keluarga Fanghoten, apalagi, jika ia sudah terjun langsung,'' ucap Kevin merasa kagum dengan kepintaran Arion.

''Dan buk bos juga seperti nya membawa nampak yang sangat baik untuk bos, semoga saja pernikahan itu langgeng, sudah cukup selama ini bos menderita karena saudara nya sendiri,'' ucap Kevin eneg tulus.

''Aku hanya ingin yang terbaik untuk mereka, tapi sekarang aku jadi penasaran siapa yang ingin mencelakai buk bos,'' Kevin menduga duga sendiri.

''Apakah Iin,'' gumam nya.

''Jika sampai benar maka lenyap sudah kesempatan nya untuk i bisa menghirup udara segar, karena memang setelah ia menegur buk bos hidup nya sudah tidak aman,'' ucap nya sendiri.

''Aku ingin membantu David, tapi aku harus memimpin rapat setengah ini,'' ucap nya dengan bingung.

David dan Kevin akan melakukan apa saja untuk Arion.

Karena bagi mereka Arion adalah ke penyelamat hidup mereka.

Dia dan Kevin sama hal nya dengan Iin yaitu generasi ke dua dari pelayan, Kevin dan juga David sama sama anak sopir dari keluarga Abbas.

Sedang kan David mencari pelaku nya, tapi tidak seperti detektif.

Sebisa mungkin David melakukan hal hal yang mencolok.

Dan ia menemukan kertas kecil seperti bungkus obat.

''Sangat ceroboh.'' Ucap nya

Setelah itu David akan mengecek CCTV.

Dan benar saja kecurigaan nya jika pelayan di rumah ini yang berulah.

''Akan aku pasti kan jika kalian akan mendapat kan balasan yang setimpal.''Ucap nya dengan penuh dendam.

Setelah menyelesaikan tugas nya David akan pergi, tapi tertahan karena ia mendengar suara seseorang yang meringis.

Dan tentu saja itu adalah ke tiga pelayan yang sudah memakan apa yang mereka tabur, dan itu akan lebih menyakit kan pada pada apa yang di rasa kan oleh Adita.

Tidak ada yang membantu Dini, dan kepala pelayan itu juga bungkam di kamar nya.

David pun juga melakukan hal yang sama.

Sedang kan di rumah sakit Adita sudah membuka mata nya.

Ia enggan untuk makan karena perut nya terasa di aduk aduk sejak ia bangun.

Tapi Adita tidak menyesali nya, karena sejauh ini rencana nya berhasil.

Dan Adita yakin pelayan itu pun sudah mendapat kan balasan dari apa yang mereka perbuat.

''Mau minum?'' tawar Arion.

Adita menggeleng.

''Apa masih sakit?'' tanya Arion.

Adita juga menggeleng.

''Apa mau mu?'' tanya Arion pada akhir nya.

Mendengar itu Adita langsung tersenyum.

''Peluk aku,'' pinta Adita

''Kamu gila,'' jawab Arion.

''Ya, aku gila karena, kamu sudah berhasil masuk ke dalam hati ku tanpa permisi,'' jawab Adita.

''Jangan ngelantur Adita,'' jawab Arion serius.

''Ya udah kalau gitu, aku yang akan turun jika, kamu tidak ingin ke sini,'' jawab Adita.

Arion tidak mendengar kan apa yang Adita ucap kan, melihat itu Adita langsung bergerak.

Dan itu membuat Arion hanya membuang nafasnya dengan kasar.

''Jangan gila Adita,'' ucap Arion dengan tegas.

Adita masa bodoh dengan itu.

Karena ia ingat apa yang di kata kan oleh kakek nya, jika ada se se orang yang sulit untuk di dekati maka, kita yang harus mendekati nya dengan beberapa trik.

Dan Atika menggunakan trik Arion yang terkesan sangat tidak ingin di bantah.

Adita sudah menurun kan kaki nya, tapi langsung di henti kan oleh Arion.

''Baik lah baik lah tetep di posisi mu, aku yang akan ke sana,'' ucap nya.

Adita tersenyum mendengar itu, entah kenapa Adita merasa sangat bahagia mendengar i

kata kata itu' baik lah baik lah ' Adita merasa tidak asing dengan kata kata itu, tapi Adita lupa siapa orang yang sering mengatakan itu kepada nya.

Adita membantu kaki Adita untuk kembali ke posisi semula.

''Tidurlah bersama ku,'' punya Adita.

''Tambah hari, kamu tambah ngelunjak ya,'' geram Arion.

''Emangnya kenapa, kamu kan suami ku.'' Jawab Adita.

''Pernikahan kita tidak akan lama ingat itu,'' jelas Arion.

''Kita lihat saja nanti siapa yang akan menang, aku ,atau kamu,'' tantang Adita.

Mendengar itu Arion menatap Adita dengan garang.

Dan itu tidak berpengaruh untuk nya.

Mereka berdua terus berdebat iya dan tidak.

Sampai akhir nya dokter datang untuk memeriksa keadaan Adita.

Dan seperti biasa Adita memiliki ide gila hanya untuk membuat Arion mengikuti keinginan nya.

Niat nya sudah bulat, ingin mempertahankan rumah tangga nya tersebut.

Dan Adita akan berjuang mati-matian untuk itu.

Dokter mengatakan jika kondisi Adita sudah baik baik saja.

''Dokter kenapa perut, saya di aduk aduk?'' tanya Adita apa ada nya, tapi percaya lah ada udang di balik itu semua.

''Coba dokter lihat apakah perut ku mengalami masalah yang lain,'' pinta Adita dengan menarik tangan dokter itu untuk mendekati area perut nya, tapi tidak sedikit pun Adita akan membiar kan dokter itu menyentuh perut nya.

Begitu pun juga dengan Arion.

''Hentikan tangan itu!" ucap nya dengan tegas.

Dengan segera dokter itu menarik tangan nya, sedangkan Adita juga melepaskan tangan dokter itu, karena tujuan nya sudah tercapai.

''Kena,'' batin Adita.

Jika ingin mempelajari trik licik belajarlah pada Adita, karena dialah jago nya.

Kadang trik licik memang di butuhkan untuk kita mencapai tujuan kita, tapi harus di batas yang wajar.

Setelah dokter itu keluar, Arion naik ke bankar, karena Adita merengek-rengek seperti anak kecil sedari tadi.

''Elus lah perut ku,'' linta Adita lemes.

Adita sudah tidak memiliki tenaga lagi, karena drama yang ia main kan.

Arion mengelus perut rata itu dengan lembut, dan Arion dapat mendengar dengan jelas ringisan dari Adita.

''Apakah sakit banget?'' tanya Arion.

Adita menggeleng.

''Jangan bohong Adita,'' jawab Arion dengan tegas.

''Hem,'' hanya itu yang keluar dari mulut Adita.

Dan entah berapa lama Arion mengelus perut itu sampai akhir nya Adita tertidur, sedangkan Adita sendiri memeluk Arion dengan sayang.

Bagaimana menurut kalian apakah pernikahan itu akan berjalan sesuai keinginan Adita?.

Koment di bawah ya

Terpopuler

Comments

Dani Setiawan

Dani Setiawan

sesuai apa yg di inginkan Aditi , semangat

2023-06-21

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!