Rasa bersalah itu semakin besar, Zara menjadi gelisah meskipun Logan sudah bersikap hangat padanya.
Di jadwalnya yang sibuk, Logan selalu menyempatkan diri untuk mengurusnya. Zara sudah berusaha menolak dengan perlakuan yang menurutnya berlebihan itu.
"Ayo kita berkencan!" Logan justru mengajak Zara keluar dari mansion dan menghabiskan waktu berdua.
"Tapi, biarkan aku berjalan sendiri dan melakukan sesuatu yang aku mau," ucap Zara memberi syarat.
Akhirnya Logan setuju dan membawa Zara ke pantai yang tampak sepi.
Memang benar Logan yang meminta untuk mengosongkan pantai itu.
"Apa ini ulahmu?" tanya Zara.
"Aku harus menyingkirkan sesuatu yang mengganggu termasuk keramaian," jawab Logan dengan santai.
Untuk kali ini Zara membiarkan saja, dia ingin menikmati ombak pantai dengan tenang. Perempuan itu membuka flat shoes yang dia kenakan kemudian berlari kecil ke arah pantai.
Logan hanya memperhatikan dari kejauhan sampai akhirnya dia juga membuka sepatunya untuk mendekati Zara.
Dia tidak pernah melakukan hal remeh temeh begini, Logan habiskan waktunya untuk belajar dan meneruskan perusahaan orang tuanya setelah mereka meninggal.
Dari kecil sudah menjadi yatim piatu dan diberi tanggung jawab yang besar.
"Hati-hati," Logan menangkap tubuh Zara yang terhuyung ke belakang karena deburan ombak yang besar.
Lalu keduanya bergandengan tangan dan berjalan bersama.
Tidak ada kalimat apapun, kadang diam lebih baik untuk menikmati suasana.
Namun, mulai hari itu hubungan Zara dan Logan mulai berkembang pesat, obrolan mereka tidak kaku dan mulai menunjukkan sifat asli mereka.
"Apa Nyonya sudah siap?" tanya asisten Logan yang menjemput Zara hari itu.
Tidak seperti biasanya, Logan meminta Zara untuk pergi ke perusahaan. Semenjak menikah, perempuan itu tidak pernah menginjakkan kaki di gedung itu.
Tentu saja karena Zara yang bekas cleaning service di sana. Tapi, kenapa hari ini suaminya itu ingin Zara pergi?
Ketika Zara sampai ternyata banyak orang yang menunggunya. Orang-orang itu adalah tim kuasa hukum dari Genoz Group.
"Kemarilah, Zara!" pinta Logan saat melihat istrinya datang.
Zara duduk di samping Logan kemudian dia diminta untuk menandatangani beberapa dokumen. Setelah Zara baca, dia merasa sangat terkejut.
"Ini?" tanya Zara seraya menatap suaminya.
"Sekarang kau resmi menjadi nyonya Genoz," jawab Logan.
Ya, Zara secara resmi telah dimasukkan ke dalam ahli waris keluarga Genoz dan diberi sejumlah saham.
Seharusnya Zara senang karena tujuannya sudah tercapai tapi kenapa dia justru merasa gelisah, mungkin karena rasa bersalahnya lebih mendominasi.
"Ayo, cepat tanda tangan!" pinta Logan.
Dengan tangan bergetar dan menguatkan hatinya, Zara menandatangani dokumen itu. Dalam hatinya, Zara berjanji akan berusaha mencinta Logan sebagai laki-laki.
Sebelum kembali ke mansion, Zara meminta singgah di sebuah taman bermain. Di sana Zara memakan gula kapas untuk mengurangi rasa mualnya.
"Apa seenak itu?" tanya Logan.
"Rasanya manis," jawab Zara. Dia mencoba menyuapi suaminya itu.
"Logan, bagaimana kalau aku membuat kesalahan besar untuk ke depannya?"
Logan membalasnya dengan menerima suapan Zara seraya mengusap pipi perempuan itu. "Apapun itu, aku akan berusaha memaafkanmu!"
"Tapi, ini kesalahan yang fatal," sambung Zara.
"Aku sudah berjanji akan selalu di sampingmu dan melindungimu jadi apapun kesalahanmu nanti, aku akan memperkecilnya," jawab Logan berusaha meyakinkan.
Zara hanya diam karena tidak yakin Logan akan memaafkannya begitu saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 14 Episodes
Comments
Ayuna
Jalanin aja dululah Zara pusing aku mikirnya.
2023-06-06
0
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
semua demi ahli waris... tapi ingat zara jngan kau sangka air ynk tenang itu tak berbuaya kadang ada biawak nya juga
2023-05-18
1
Rapa Rasha
lanjut es
2023-05-10
0