Logan menyentuh pipinya yang baru dicium oleh Zara, padahal mereka sudah melakukan lebih dari itu. Namun, kali ini berbeda karena Zara melakukannya atas inisiatif sendiri bukan karena kewajiban yang harus mereka lakukan selama ini.
Lelaki itu gamang, tidak mungkin seumur hidup hubungannya dengan Zara akan seperti itu. Apa sekarang waktunya membuka hati untuk istrinya?
Bukan tanpa alasan, kenapa Logan masih sendirian dan menutup rapat hatinya karena ada seseorang yang selama ini dicarinya.
"Kau di mana, gadis kecil?" gumam Logan.
Sudah puluhan tahun lamanya bahkan uang dan kekuasaan yang dia miliki tidak mampu untuk menemukan gadis kecil yang dia cari.
Mungkin memang sudah waktunya menyerah.
Ketika Logan mempunyai niat seperti itu, sebulan kemudian lelaki itu mendengar tentang kehamilan Zara.
"Apa itu benar?" tanya Logan.
Pada saat itu, Logan masih berada di kantor dan lelaki itu membatalkan semua jadwalnya untuk melihat keadaan istrinya.
Sebenarnya sudah beberapa hari ini, Zara mengalami mual dan muntah. Hanya saja perempuan itu baru memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Sesuai harapan, Zara hamil.
"Aku harus menjaga kandungan ini," gumam Zara seraya mengelus perutnya. Bayi yang dikandungnya akan menyelamatkan dirinya dari kemalangan yang ada.
Niat awalnya memang seperti itu namun ketika melihat janin yang masih berbentuk embrio itu di layar USG, ada rasa cinta yang tumbuh.
Mungkin ini yang dinamakan kasih sayang seorang ibu.
"Zara..." panggil Logan.
Sangat jarang lelaki itu memanggil namanya, Zara sampai dibuat terkejut.
"Benarkah kau hamil?" Logan harus memastikan.
Zara menganggukkan kepalanya. "Ya, aku hamil!"
"Syukurlah," Logan memeluk istrinya penuh kasih.
Lagi-lagi Zara dibuat terkejut dengan sikap tak terduga yang ditujukan Logan padanya.
Bahkan saat Zara sakit pun, lelaki itu masih sibuk bekerja dan hanya mengirimkan dokter pribadi. Sikap ini sangat jauh berbeda dari biasanya.
Zara masih belum terbiasa, dia jadi was-was kalau saja dia akan dibuang setelah melahirkan anak.
"Logan, kau masih ingat perjanjian kita, bukan?" tanya Zara.
"Tentu saja, kau sudah mengandung anakku jadi kau resmi menjadi nyonya Genoz," jawab Logan.
"Kau tidak akan membuangku, 'kan?" tanya Zara lagi. Dia butuh kepastian.
Pertanyaan Zara itu membuat Logan tergelak, wajar saja perempuan itu berpikir demikian, selama ini dia terlalu bersikap dingin pada istrinya.
"Dengarkan aku, aku tidak akan membuangmu dan kita akan membesarkan anak kita bersama," ucap Logan.
Lelaki itu tidak pernah berbohong dan selalu bersikap tegas selama ini jadi Zara bisa bernafas lega.
Zara perlahan membalas pelukan Logan, akhirnya lelaki yang dingin seperti freezer itu telah mencair. Mungkin Zara mempunyai kesempatan untuk mengambil hati suaminya.
"Apa ada sesuatu yang ingin kau makan?" tanya Logan.
"Aku mau makan sushi," jawab Zara.
"Kalau begitu, ayo pergi ke resto Jepang," ajak Logan. Tanpa canggung, lelaki itu menggandeng tangan Zara untuk pergi.
Mereka jarang bepergian bersama kecuali ada acara resmi yang harus mereka datangi. Jadi, ini adalah pertama kalinya, mereka pergi dengan santai.
"Ada resto Jepang yang enak, kau pasti suka," ucap Logan. Bahkan lelaki itu memulai pembicaraan duluan.
Biasanya mereka akan saling bicara ketika ada hal yang penting saja.
"Ayo turun!" Logan membukakan pintu mobil saat sampai dan mengulurkan satu tangannya.
Zara merasa sikap suaminya berubah seratus delapan puluh derajat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 14 Episodes
Comments
Ayuna
Apa gadis kecil itu Zara sendiri?
2023-06-06
0
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
kutup es sudah cair... tapi jngan terbuai nty bisa tenggelam
2023-05-15
1
Rapa Rasha
itu gadis kecil yg di cari logan siapa ya kira2 🤔🤔
2023-05-10
0