...~Happy Reading~...
Beberapa hari berlalu, dan Chira sudah pulang dari rumah sakit. Namun, sejak kejadian beberapa waktu yang lalu, kini Chyra semakin banyak diam dan mengurung diri. Ia sangat jarang berbicara, bahkan terkesan menutup diri.
Tak hanya di rumah, di sekolah pun Chyra pun banyak diam. Hingga membuat kedua sahabat nya bingung dan frustasi.
“Ra, kita ke kantin yuk? Gue deh yang traktir,” ujar Nina mencoba mengajak sahabat nya bicara.
Chyra langsung menggelengkan kepalanya, “Kalian saja,” katanya lalu ia segera merebahkan kepala nya di atas meja dan memejamkan matanya.
Ia merasa begitu lelah. Beberapa hari ini, ia selalu berfikir dan memikirkan siapa orang tua kandung nya. Ia harus kemana? Siapa yang bisa membantu nya?
Ia tidak bisa terlalu lama tinggal di rumah orang tua Boy, karena ia cukup sadar diri, laki laki itu membenci nya. Ia juga sudah tidak nyaman berada di sana, harus bertemu dengan Boy dan orang tuanya yang semakin membuat hati nya kian terasa sakit.
Baru saja Nina dan Lea hendak mengeluarkan kata kata lagi, namun tiba tiba urung karena melihat kedatangan Boy yang terlihat begitu marah dan menuju bangku Chyra.
“Bangun!” ucap nya dengan raut wajah datar.
Chyra mendongakkan kepala nya sebentar, “Pergi.” Usir nya pelan, lalu ia kembali merebahkan kepala nya di meja.
“Bangun!” sentak Boy dengan kesal lantaran perkataan nya tidak di anggap oleh Chyra.
“Auuwwhh! Sakit begok!” umpat Chyra saat tangan nya di tarik paksa oleh Boy.
“Lepasin! Lo pikir gue kambing! Lepasin gue. Boy sialan! Lepasin!” jerit Chyra di sepanjang jalan, saat Boy menari nya dengan cukup kasar.
Boy tidak memperdulikan teriakan Chyra, ia hanya ingin membawa gadis tiu ke roof top untuk di perlihatkan sesuatu.
“Boy sakittt!” teriak Chyra saat menaiki tangga dan langsung menghempaskan tangan Boy dengan cukup kasar.
Terlihat jelas bagaimana pergelangan tangan nya yang memerah akibat cengkraman tangan Boy.
Sementara itu, Boy juga semakin kesal dan tidak sabar, ia pun langsung mengangkat tubuh Chyra dan menggendong nya ala bridal dengan menaiki tangga dan membawa nya ke rooftop.
Beruntung, rok yang di kenakan Chyra tidak seperti rok yang di kenakan mantan kekasih nya.
Bila anak anak lain selalu menggunakan rok di atas lutut. Maka berbeda dengan Chyra, ia selalu memakai rok di bawah lutut, karena rok nya yang seperti yang lain, sudah di gunting oleh Boy.
Beberapa kali Chyra membeli rok pendek, namun selalu di gunting oleh Boy. Hingga pada akhirnya Chyra membeli yang sedikit panjang, dan barulah rok itu aman.
Brukk!
“Bangsattt!” umpat Chyra begitu kasar saat tubuh nya di hempas kan begitu saja leh Boy di atas sofa.
“Woahhh! Pedes juga mulut nya, ku kira cupu, ternyata suhu,” celetuk Dewa sedikit berdecak menatap Chyra.
“Diem lo!” seru Boy menatap tak suka pada Dewa.
“Lo kenal sama mereka?” tanya Boy langsung menunjuk ke arah dua gadis yang sudah di ikat di atas kursi yang tak jauh dari sofa tempat Chyra duduk.
“Enggak!” jawab Chyra acuh.
“Jawab gue!” sentak Boy semakin marah saat Chyra berbohong.
“Gue gak kenal! Dan gue gak mau kenal!” jawab Chyra langsung memalingkan wajah nya ke samping.
“Mereka yang udah buly elo? Katakan? Apa yang udah mereka lakukan!” ucap Boy dengan wajah datar nya, “Jawab Chyraa!”
“Lo kenapa sih Boy! Yang di buly itu gue, kenapa lo yang harus sibuk balas dendam kaya gini! Lo mikir gak sih, dengan cara lo yang kaya gini, justru malah buat gue akan semakin di buly. Lo bego apa tolol sih hah! Maksud lo apa kaya gini? LO o kalau benci saja gue, ya udah benci aja, gak cukup lo di rumah nindas gue, selalu banding bandingin gue. Dan sekarang di sekolah gue Cuma pengen tenang, kenapa gue gak bisa. Harus banget apa lo giniin ke gue hah!”
Chyra berteriak sekuat mungkin untuk meluapkan segala emosi yang selama ini terpendam di benak nya.
Air matanya sudah luruh, napas nya memburu, ia menatap tajam ke arah Boy yang masih menatap nya datar.
“Lo gak ngerti sama sekali,” gumam Boy menatap Chyra tak percaya, “Lo masih gak ngerti kenapa gue kaya gini?”
“Gue tau lo benci sama gue. Emang dari dulu Cuma Els yang lo sayangi. Gue gapapa, gue selalu terima nasib gue, dan gue cukup sadar diri siapa gue. Gue—emmtmtt ...”
Seketika itu juga, Chyra langsung menghentikan ucapan nya saat Boy kembali membungkam bibir nya.
...~To be continue ......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nami chan
brati emg aslinya boy udh posesif drdl ma chyra 🤭 cm marah ama keadaan krn harus jd adiknya
2024-05-06
2
Nami chan
nasib dinasaurus gmn tuh yg udh bully chyra
2024-05-06
1
Ratna Sumaroh
karna sebenarnya boy itu sayang sama chira. dan sayang itu bukan bentuk kakak ke adiknya. melainkan sayang yg berubah cinta.
2023-12-04
2