...~Happy Reading~...
Jam istirahat telah tiba, seperti biasa, Boy akan menghabiskan waktu nya di roof top bersama dua sahabat nya yang tak lain adalah Arkan dan Dewa.
“Eh Boy, sebenernya siapa sih cewek yang lo bonceng waktu itu?” tanya Dewa membuka suara sambil menyesap sebatang rokok di tangan nya.
Yups, mereka merokok, dan itu bukanlah sebuah rahasia lagi. Bahkan, hampir seluruh anak di sekolah itu tahu bahwa di roof top selalu di jadikan asbak oleh genk Dewa.
“Bukan siapa siapa,” jawab Boy nampak malas, “Udah deh, mending lo lanjutin proyek lo aja. Gak usah ngusik anak itu lagi, atau lo bakal nyesel nanti nya.” Imbuh Boy berdecak.
“Justru kalau lo larang gue dan sembunyiin dia, gue bakal semakin penasaran. Makanya kasih tahu gue, dia siapa lo?” tanya Dewa dengan senyum smirk di wajah nya.
“Kalian dari tadi bahas apaan sih?” tanya Arkan yang sejak tadi diam kini ikut membuka suara, karena tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh dua sahabat nya.
“Beberapa minggu yang lalu, si Boy bonceng cewek bawa motor. Sementara lo tahu sendiri Khan, kalau dia begitu anti ngebonceng cewek pake motor dia. Kalau pun dia mau nganterin Amanda aja, pasti bakal tuker kendaraan sama kita. Menurut lo gimana?” ucap Dewa menjelaskan dengan nada yang tak biasa.
“Lo gak selingkuh dari Amanda kan?” tanya Arkan yang langsung menatap tajam pada Boy.
“Gila, ya enggak lah!” saut Boy dengan cepat, “Jangan pada ngawur deh. Dan jangan pernah ungkit ini lagi. Apalagi di depan Amanda,” imbuh nya dengan tegas, lalu Boy segera pergi meninggalkan rooftop.
“Sejak kita masuk sekolah lagi, itu anak otak nya agak geser, gue kira. Aneh banget gak sih,” ucap Dewa berdecak dan menggelengkan kepala nya, melihat kepergian Boy.
“Entah!” jawab Arkhan yang ikut bangkit dan pergi menyusul Boy.
“Ini setan berdua ya. Selalu aja kebiasaan ujung nya gue yang di tinggal!” sungut Dewa dengan kesal, lalu ia ikut berlari mengejar Arkhan.
Sementara itu, di kantin nampak begitu ricuh karena ramai yang hendak makan siang. Tak terkecuali di meja yang ujung yang berada di pojok dekat jendela kantin. Tiga gadis tengah berbincang heboh membicarakan tentang pelajaran sebelumnya.
“Gue yakin banget kalau nilai gue bakal paling tinggi,” keluh Lea seraya menjambak rambut nya frustasi.
(Tinggi yang di maksud, tinggi dari belakang, ujung belakang)
“Kalau lo aja paling tinggi apalagi gue. Sumpah gue benci matematika!” jerit Nina ikut frustasi dan meletakkan kepala nya di atas meja.
“Kenapa sih? Padahal matematika seru loh,” saut Chyra dengan santai nya menyeruput es kelapa nya.
Seketika itu juga, kedua gadis di depan nya langsung terangkat dan menatap aneh pada Chyra.
“Lo serius Ra? Matematika lo bilang seru? Lo manusia bukan sih?” tanya Lea mengerutkan dahi nya.
“Kalian pikir yang suka sama matematika cuma setan gitu!” seru Chyra langsung memanyunkan bibir nya dengan kesal, “Lagian mana ada setan suka sama Matematika. Yang ada dia gak ada waktu buat ngehantui orang kaya kalian kalau dia belajar MTK.” Cetus Chyra berdecak.
“Iya juga sih bener. Tapi lo kenapa bisa suka sama itu pelajaran, padahal itu pelajaran paling di benci sama anak anak. Dan nih ya, kami semua berhadapan dan berdoa semoga tu pelajaran di binasakan, biar otak kita gak ngelek lagi!” imbuh Nina yang langsung di angguk i kepala oleh Lea.
“Ini itu yang salah otak kalian, bukan pelajaran nya. Makanya kalian belajar!” sungut Chyra mendengus dan menggelengkan kepala nya, dan saat ketiganya sedang berbincang serius, tiba tiba mata Chyra menangkap sebuah pemandangan yang mampu membuat matanya membola dengan sempurna.
...~To be continue .......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Sunarti
woooy ada apa kok Chyra jadi bengi
2023-08-22
1
🍁𝐂lif❣️💋🄽🄸🄻🄰-🄰🅁🄰👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣
2023-08-12
1
🍁𝐂lif❣️💋🄽🄸🄻🄰-🄰🅁🄰👻ᴸᴷ
1 sekolah g tau boy py adik🤔
2023-08-12
2