...~Happy Reading~...
“Chyra buruan!” teriak Boy seperti biasa memanggil adik nya dari lantai bawah.
Jam masih menunjuk angka enam pagi lewat sepuluh menit. Namun Boy sudah berteriak seperti orang yang sudah terlambat. Padahal, jarak antara rumah ke sekolah hanya setengah jam.
“Tumben banget sih jam segini udah manggil!” cetus Chyra dengan kesal, “ Gue belum sarapan!” imbuh nya, lalu bukan menghampiri Boy, justru Chyra berjalan menuju meja makan.
“Gue mau jemput Amanda, buruan dong. Atau gue tinggal lo ntar,” ucap Boy mengancam dan marah.
“Ya udah tinggal aja, gue bawa si merah nya kakak nanti,” kata Chyra dengan santai mengambil roti dan di olesi selai.
“Lo udah berani ngancem gue!” seru Boy mulai emosi.
“Terserah lo mau bilang gue ngancem atau apa. Lo selalu turunin gue di perempatan, dan jemput gue juga di sana. LO itu bukan seorang kakak, tapi lebih kayak seorang preman yang ingin terlihat seperti ustad! Udah ah, lo kalau mau jemput itu cewek, sono jemput. Gue bisa naik ojek nanti, dan kayaknya itu jauh lebih baik daripada gue berangkat sama lo yang berakhir harus jalan kaki!” cetus Chyra panjang lebar sambil menikmati sarapan nya.
Kalau sudah begini, Boy hanya bisa menghela napas nya berat. Mau tak mau, ia harus menunggu Chyra selesai sarapan. Ia yang awalnya sudah janjian dengan Amanda akan melakukan sarapan bareng di kantin, kini akhirnya ia urungkan dan ikut sarapan di rumah dengan Chyra.
“Katanya buru buru? Sono berangkat!” usir Chyra seraya tersenyum sinis.
“Bawel!” cetus Boy yang langsung merampas roti di tangan Chyra dan memakan nya dengan cukup kasar.
Chyra tak ingin ambil pusing. Ia sudah terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu dari Boy. Ia pun kembali membuat roti dan memakan nya sendiri dengan pelan dan santai.
Skip perempatan!
Seperti biasa, Chyra langsung turun dari motor dan melanjutkan nya dengan berjalan kaki. Ia mengambil ponsel nya untuk melihat isi chat dari grup nya yang ia namai dengan nama GAS yang berarti Genk anak sekolah.
^^^Nina^^^
^^^'Lapor, Nina si anak cantik dan baik hati tidak sombong juga tidak pandai menabung sudah duduk di kursi singgasana. Laporan selesai'^^^
Lea
'Lea yang manis masih terjebak macet'
Chyra hanya terkekeh setiap kali melihat tingkah aksi kedua sahabat barunya. Awalnya, Chyra selalu merasa sungkan dan jaim, namun lambat laun, semakin lama dirinya juga tertular oleh sikap aneh dua sahabat nya.
...Chyra...
...'Putri Chyra sedang otw, sudah sampai di pintu gerbang'...
Tulis Chyra sembari tersenyum geli, setiap kali menyebut dirinya tuan putri. Hingga beberapa detik, ia tiba tiba menghentikan senyum nya. Wajah nya kembali terlihat murung, kala mengingat kehidupan nya di rumah.
Tuan putri, ingin rasanya Chyra tersenyum getir, bila menyebut kata seperti itu. Tuan putri di rumah itu hanya untuk Els, adik bungsu nya.
Walaupun mereka adik kakak, perlakuan semua orang memang sangat berbeda. Walaupun Chyra juga tahu bahwa orang tuanya juga menyayangi nya dan tidak pernah membandingkan, namun entah mengapa Chyra merasa sedikit berbeda.
^^^Nina^^^
^^^"Baiklah tuan Putri Chyra, apakah perlu di jemput? Namun sepertinya, kereta kencana kehabisan bensin. Jadi mohon maaf, penawawan di batalkan."^^^
Lagi lagi Chyra langsung tergelak setelah membaca isi pesan chat dari Nina. Memang anak itu selalu saja bisa membuatnya terhibur. Sehingga ia bisa melupakan segala kesedihan nya.
...~To be continue .......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Rahmawati
tetep aja diturunkan di perempatan
2024-02-21
0
Nur Hayati
semangat chyra....
2024-01-19
0
Dwi apri
bahagia selalu cyra ...
walau bahagia mu bkn di rumah
tp masih ada teman2 yg bisa menghiburmu
2023-10-17
0