...~Happy Reading~...
Chyra langsung menghela napas nya dengan cukup berat ketika mulai memasuki sekolahan.
Dari sebelum ia melewati gerbang, ia sudah merasakan sebuah firasat yang tidak akan beres untuk hari ini. Entah mengapa, setiap beberapa orang yang melihat ke arah nya pasti akan melirik nya dengan begitu sinis.
“Ada masalah apa sih kalian hah?” seru Chyra langsun gmneghentikan langkah nya ketika sudah tidak sanggup mendapatkan tatapan sinis dari beberapa murid di sana, “Kalau emang ada masalah, ngomong sama gue, jangan—“
Byurrr!
“Bangsattt!” pekik Chyra langsung mengepalkan kedua tangan nya ketika dengan tiba tiba ada yang menyiram nya dengan air bekas pel pelan.
Chyra tahu bahwa itu air bekas pel karena ia masih bisa mencium aroma karbol di dalam air tersebut.
“Oh jadi ini cewek yang udah ngerebut Boy dari Amanda?” tanya seorang cewek bernama Sisaka yang langsung menatap sinis pada Chyra dengan bersedekap tangan di dada.
“Yups, gue lihat sendiri kemarin. Gimana dia ciuman sama Boy,” saut salah seorang cewek lain nya bernama Dona yang juga menatap sinis pada Chyra.
“Sok cantik banget sih lo hah! Udah ngerasa paling cantik disini, iya?” seru Siska langsung mendorong tubuh Chyra hingga tersungkur ke belakang.
“Seumur umur gue sekolah disini, baru kali ini ada junior yang belagu dan kegatelan kaya elo!” ucap Dona dengan sinis.
“Gue gak ngerti sama maksud kalian. Dan juga, jangan karena gue adik kelas, gue takut aaahhhh!” Pekik Cyra ketika rambut nya kini sudah di jambak oleh Dona.
Sakit, tentu saja. Ia tidak menyangka bahwa niat nya untuk mengerjai kakak nya, justru menjadi boomerang untuk nya.
Dan yang lebih menyakitkan lagi, tidak ada satu pun orang yang mau menolong nya. Padahal di sana, ada begitu banyak murid yang melihat ke arah nya yang sedang di bully oleh kakak kelas.
“Mau jadi jagoan lo disini hah!” bentak Dona dan semakin mencengkram kuat rambut Chyra, hingga membuat gadis itu sampai meneteskan air mata.
“Yang ada masalah sama gue kak Amanda, kenapa kalian yang bully gue? Mau bersembunyi dia, gak mau mengotori tangan jadinya menyruuh dua kacung nya buat bully gue? Iya!” kata Chyra dengan begitu sinis menatap Dona dan Siska.
“Heh, apa lo bilang tadi? Kacung, sialan juga mulut lo. Pantes aja lo bisa ngerebut Boy dari Amanda, ternyata mulut lo sangat pintar!” bisik Siska di telinga Chyra.
Sementara Chyra, gadis itu hanya bisa memejamkan matanya dan menggigit bibir bawah untuk meredam rasa sakit nya.
Bukan hanya rambut nya yang di jambak oleh Dona, namun tangan nya kini juga tengah di injak dengan sepatu oleh Siska.
“Tapi, kayaknya kepintaran lo ini harus di sudahi deh. Asal lo tahu, gue bukan kacung, apalagi kacung cewek kaya dia. Dan yang kedua, gue gak akan biarin lo bisa bertahan lama dengan Boy, karena apa?” tanya Dona dengan senyum menyeringai menatap Chyra.
“Karena Boy Cuma milik gue,” imbuh nya semakin lirih dan berbisik, “Ah satu lagi, tadinya gue mau berterimakasih sama lo, karena lo udha buat merek putus. Tapi karena mulut lo terlalu manis, gue jadi gemes deh.”
“Anggep ini adalah ucapan terimakasih dari gue, bye bye bicth,” ucap Dona lalu segera mengajak Siska untuk beranjak dan pergi meninggalkan Chyra dengan keadaan yang sangat berantakan.
...~To be continue ......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Yulie
seneng naget si mom bikin cerita bully bulyyan
2023-11-07
0
Yani Cuhayanih
kasihan chyra di bully harusnya boy juga ikut tanggung jawab...heeeey dimana kamu boy....
2023-09-12
0
🍁𝐂lif❣️💋🄽🄸🄻🄰-🄰🅁🄰👻ᴸᴷ
ternyata ada saingannya
2023-08-12
2