Bab 4

...~Happy Reading~...

Makan malam semua keluarga berkumpul. Mereka makan dengan nikmat sambil sesekali mengobrol tentang sekolah mereka.

“Jadi daddy berapa hari ke Lombok nya?” tanya Chyra, mulai membuka suara.

“Satu minggu. Dan sepertinya Mommy kalian harus ikut,” jawab Aiden pelan, “Kalian gapapa kan di rumah bertiga? Jangan berantem. Terutama kamu Boy, jaga kedua adik kamu. Jangan keluyuran terus,” ujar Aiden menatap Boy.

Bila di lihat sekilas, Boy adalah anak paling tengil di antara ke empat anak nya. Boy adalah cerminan Aiden waktu masih menjelma menjadi anak tuyul.

“Iya Dad, gak akan.” Jawab Boy dengan malas, “Harus nya Daddy bilang begitu tuh ke Chyra noh. Kan dia biang rese nya dari dulu.”

“Enak aja! Kamu aja yang biang rese, kenapa malah jadi  Chyra yang di salahin!” Seru Chyra tak terima.

“Emang lo itu dari kecil biang rese. Tukang rebut mainan, maunya menang sendiri. Cengeng lagi!” saut Boy menatap Chyra, “Gak inget lo dulu gimana kalau ngerampas mainan gue hem?”

Chyra langsung terdiam dan menatap tajam ke arah Boy, napas nya sudah mulai memburu, hidung nya terlihat kembang kempis, dengan mata memerah.

Boy tau bahwa sebentar lagi lahar gunung merapi akan segera meledak, namun semakin membuatnya usil menambah panas.

“Dek, lihatin tuh kakak kamu. Bentar lagi bakal nangis tuh pasti. Seolah tersakiti ckck!” decak Boy mengejek Chyra.

“Chyra gak mau nangis!” jerit nya tiba-tiba dengan napas yang sudah tertahan.

“Tuh kan, kamu lihat.” Ujar nya kepada Els yang sedari tadi anteng dengan makan makanan nya, “Els, kamu jangan seperti itu yah. Adik kakak harus kalem dan GAK BOLEH CENGENG!” tekan Boy sukses membuat air mata Chyra lolos begitu saja.

“Boy, jangan seperti itu.” Kata Felly menggelengkan kepala nya menatap Boy.

“Boy kenapa Mom? I am not doing anything.” Jawab nya santai sambil menyeringai ke arah Chyra.

“Kalau mommy sama Daddy mau pergi silahkan. Tapi Chyra gak mau di tinggal sama dia!” seru nya menunjuk ke arah Boy, “Chyra mau ikut Oma!” imbuh nya lalu ia segera berlari meninggalkan meja makan.

“cih, dasar cucu kesayangan!” cibir Boy berdecak. Memang benar, sedari kecil Chyra lah yang paling dekat dengan Oma Chca dan oma Leona.  Maka dari situ Boy mulai merasa iri dan kesal lantaran semua apapun tentang Chyra.

Yah, bisa di katakan cemburu, namun oma Chaca dan oma Leona melakukan itu bukan tanpa alasan.

Yah, alasan utama nya karena Boy selalu menindas Chyra. Sejak kecil Boy selalu membanding kan Chyra dan Els. Hingga membuat Chyra selalu sendirian.

“Boy! Daddy gak suka kamu begitu. Kamu itu kakak, yang paling dewasa disini. Tidak boleh membedakan antara Els dan Chyra. Mereka sama-sama adik kamu! Kalau selama Daddy dan Mommy pergi kamu masih begitu kepada Chyra. Maka jangan salahkan daddy kalau Daddy mencabut semua fasilitas kamu!” kata Aiden dengan tegas, lalu ia beranjak menuju kamar Chyra.

“Nah kan, selalu berakhir begini!” umpat Boy marah. “Selalu Boy yang kena imbas. Kenapa sih jadi kakak itu begini!” seru nya lagi lalu ia beranjak dari duduk nya dan pergi ke kamar.

“Els,” panggil Felly menatap putri bungsu nya yang sangat kalem.

“Iya mom, Els tahu kok. Els temuin kakak dulu.” Ucap nya pelan lalu ia segera menyusul Boy ke kamar nya.

Memang di saat seperti ini, biasanya Arshen yang akan menghibur Chyra sedangkan Els akan menghibur Boy. Namun kini Arshen tidak ada, maka Aiden lah yang harus menghibur putrinya.

Tok .. tok . tok ..

Els mengetuk pintu kamar Boy sebelum masuk, walau sebenar nya pintu kamar Boy juga tidak di kunci.

Namun Els menghargai privasi kakak nya. Sangat berbeda memang dengan Chyra yang asal langsung masuk tanpa permisi.

Els lebih lembut dan penyabar. Bahkan jika di lihat dari segi kedewasaan, tentu terlihat dewasa Els di banding Chyra. Meskipun Els masih SD dan Chyra sudah SMP.

“Masuk Els!” teriak Boy dari dalam kamar membuat Els langsung masuk  karena sudah mendapatkan izin.

“Kakak tadi katanya mau kaish kado buat Els mana?” tanya Els menengadahkan kedua tangan nya sambil tersenyum lebar.

Els sengaja tidak mau membahas perdebatan Boy dengan Chyra tadi karena ia tahu itu akan menambah mood Boy menjadi buruk.

Makanya ia selalu bisa mencairkan suasana hati Boy saat sedang marah. Itu yang membuat Boy lebih dekat dengan Els di banding Chyra.

...~To be continue .......

Terpopuler

Comments

Nami chan

Nami chan

kangen tau ama aiden, walau anak tuyul tp penyayang keluarga dr dl 🤣

2024-05-06

2

Dwi apri

Dwi apri

baca cerita ini kok ingat jaman kecil dulu...
q dan kakak selalu bertengkar, kakakku jahil bgt...apa2 pasti jadi bahan pertengkaran dan berakhir q yg nangis
dulu pas kami masih 3 bersaudara..
kakakku selalu berdamai dg adikku..
tp seperti musuh klo dg ku
setelah dewasa, kadang saat2 pertengkaran masa kecil bikin q kangen
apalagi sekarang sdh nikah semua dan tinggal berjauhan

2023-10-17

1

Sunarti

Sunarti

emang Chyra apa anak yg cengeng

2023-08-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!