Kakek Cangkul
Pada suatu malam, seorang mahasiswa bernama Rian terpaksa harus lembur di kampus untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Karena sudah larut malam, Rian memutuskan untuk pulang dan memilih melewati jalan pintas melalui sebuah perkampungan yang cukup sepi.
Tiba-tiba, Rian melihat sosok kakek yang mengenakan baju dan celana yang sudah usang dan membawa sekop besar di tangan. Rian mengira kakek tersebut sedang menuju ke sawah untuk bekerja, sehingga ia tidak terlalu memperhatikan.
Namun, setelah beberapa langkah, Rian merasa aneh karena sosok kakek tersebut masih berdiri di tempat yang sama seperti saat ia pertama kali melihatnya. Rian semakin dekat dan ia bisa melihat dengan jelas wajah kakek tersebut yang sangat menyeramkan.
Tiba-tiba, kakek tersebut mengangkat sekopnya dan berlari menuju Rian dengan sangat cepat. Rian berusaha kabur namun ia merasa sosok kakek tersebut sangat cepat dan mengikuti setiap gerakannya. Rian akhirnya berhasil lolos setelah mencapai jalan raya dan berlari ke arah yang berlawanan.
Pada keesokan harinya, Rian bercerita pada teman-temannya tentang pengalamannya yang menyeramkan. Temannya yang berasal dari kampung tersebut mengatakan bahwa sosok kakek yang dilihat oleh Rian adalah kakek cangkul, seorang hantu penunggu desa yang dikenal karena sering mengganggu orang yang lewat di malam hari.
Tak lama kemudian, Rian mendengar kabar bahwa ada orang yang ditemukan tewas dengan luka-luka parah di perkampungan tersebut. Dikatakan bahwa korban tersebut ditemukan dengan bekas luka yang sama seperti luka bekas cangkul. Rian yakin bahwa hantu kakek cangkul-lah yang telah membunuh korban tersebut dan ia berterima kasih karena berhasil selamat dari pertemuannya dengan hantu tersebut.
Nenek Gayung
Pada suatu malam yang gelap dan hujan deras, seorang mahasiswa bernama Ryan memutuskan untuk pulang larut malam setelah selesai belajar di perpustakaan kampus. Ryan memutuskan untuk menyeberangi sungai yang tidak begitu jauh dari kampusnya, meskipun dia tahu bahwa daerah itu dihantui oleh cerita horor tentang nenek gayung.
Setelah menyeberangi sungai, Ryan merasa terdengar suara-suara aneh dan langkah kaki di belakangnya. Dia melihat ke belakang, tapi tidak ada yang terlihat. Ryan mempercepat langkahnya dan melanjutkan perjalanannya. Tapi suara-suara aneh itu semakin dekat dan dia merasa ada yang mengikuti di belakangnya.
Saat Ryan sampai di depan sebuah rumah tua, tiba-tiba sebuah tangan menarik tangannya dari belakang. Dia berusaha berlari, tetapi ia merasa tangan itu semakin kuat menahannya. Akhirnya, Ryan berbalik dan melihat sosok wanita tua yang menyeramkan dengan gayung di tangannya. Nenek itu meminta uang sebagai tebusan agar dia bisa dilepaskan.
Ryan merasa sangat takut dan memberikan semua uangnya pada nenek itu. Setelah menerima uang, nenek itu pergi begitu saja. Ryan merasa sangat lega dan segera berlari pulang. Namun, sebelum dia benar-benar meninggalkan tempat itu, ia mendengar suara nenek gayung itu berkata, "Jangan pernah lewat di sini lagi malam-malam tanpa membawa uang yang cukup. Karena saya akan selalu menunggumu di sini."
Kuntilanak Merah
Dulu, ada sebuah kampung yang dihuni oleh masyarakat yang hidup rukun dan damai. Namun, ada sebuah kejadian yang membuat suasana kampung tersebut menjadi menyeramkan.
Pada malam hari, seorang pemuda bernama Ali berjalan pulang sendirian dari kota. Rute pulangnya melewati sebuah pemakaman tua yang sudah tidak terpakai lagi. Ali merasa tidak nyaman saat melewati pemakaman tersebut, tapi dia terus melangkah.
Tiba-tiba, Ali mendengar suara tangisan dari arah dalam pemakaman. Dia berhenti sejenak dan mencoba mendengarkan dengan lebih jelas. Saat itulah dia melihat sosok wanita berpakaian merah dengan rambut panjang yang mengalir menyerupai kuntilanak.
Ali merasa ketakutan dan berlari secepat mungkin meninggalkan pemakaman tersebut. Dia terus berlari hingga tiba di rumahnya dan bergegas masuk ke kamarnya. Namun, kejadian menyeramkan tersebut terus menghantuinya hingga dia tidak bisa tidur semalaman.
Keesokan harinya, Ali bercerita kepada warga kampung tentang kejadian yang dialaminya. Warga kampung pun menjadi was-was dan mulai memperhatikan setiap gerak-gerik yang ada di sekitar pemakaman.
Beberapa hari kemudian, seorang wanita yang mengenakan pakaian merah ditemukan tewas di pemakaman tersebut. Warga kampung menjadi semakin yakin bahwa sosok yang dilihat Ali adalah kuntilanak merah yang sering muncul di sekitar pemakaman.
Sejak saat itu, warga kampung menghindari daerah sekitar pemakaman pada malam hari dan selalu berdoa agar terhindar dari kuntilanak merah yang misterius tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments