part 8

Gelapnya malam kini sudah di gantikan dengan sinar matahari yang menyelusup masuk ke dalam kamar.

" Akhhh Kenapa sih dia ini selalu saja menempel apa dia tidak tau aturan atau Tak tau malu " Ucap cey nyerocos, pasalnya Kenzo tidur masih dalam memeluk cey.

Jam menunjukkan pukul 05:30

" Lebih baik aku kabur daripada harus menikah dengan lelaki seperti dia " Ucapnya bergumam.

Cey menarik lengan Kenzo yang berat tengah menimpa pinggang ramping cey dengan sangat hati-hati agar pria tersebut tak terbangun.

Namun nihil Kenzo adalah mahluk yang paling sensitif tentu saja dia sadar apa yang di lakukan oleh gadisnya, namun masih ia biarkan.

* fiuhh akhirnya bisa terlepas * cey membatin.

Tap tap tap cey berjalan menuju pintu kamar inggin membukanya namu di saat ingin memegang knop pintu ada tangan besar yang sedang mengurungnya. Dengan suara serak + berat khas Bangun tidur begitu terdengar sangat merdu Oleh kaum hawa namun tidak dengan cey , menurutnya suaranya biasa' saja.

" Mau Ke mana Hmm ~ " Ucap Kenzo yang masih mengurung cey.

Sontak cey berbalik. Dan alangkah kagetnya ia melihat Kenzo tanpa menggunakan baju dengan rambut yang masih acak-acakan dan hanya memakai celana panjang.

Terlihat jelas oleh mata cey Perut six pack milik Kenzo dan beberapa Jahitan yang masih baru serta tato yang berada di tubuh pria tersebut.

" Astagfirullah, pergi kauuu " Ucap cey mendorong tubuh Kenzo, agar menjauh.

" Hmm~ Tidaaaakkk " Ucapnya merengek pada cey.

" PAKAI BAJUMU SANAA!! " Ucap cey emosi. Masih setia menutup matanya menggunakan tangan.

" Kenapa?? Biarkan saja Baby~ " Ucap Kenzo manja. Dan langsung memeluk cey dengan sangat erat.

Cey terperanjat kaget karena Kenzo memeluknya erat.

" Jangan di lepas sayang~ biarkan untuk beberapa saat seperti iniii~ " Ucap Kenzo sembari mengeratkan pelukanya.

" LEPASKAN, KITA BUKAN MUHRIM " Ucap cey murka sembari memukul punggung dan kepala Kenzo namun itu tak berasa baginya.

" Pukulahhh~ tak apaa ~ tak akan aku lepas " Ucap Kenzo dengan watados.

" Kauuu " Ucap cey emosi langsung saja ia menendang titik vital Kenzo hingga berhasil membuat pria itu bersimpuh di hadapan cey.

" ARGHHH, Itu sakit Baby~ Jangan melakukannya Lagi. Kalu Kamu melakukannya lagi bagaimana kita bisa olahraga malam nanti~"

" Hoi mana ada olahraga malam yang ada olahraga tu pagiiii " Ucap cey polos.

Kenzo yang mendengarnya tertawa kencang.

" HAHAHAA HAHAHA AH HAHAA " Tawanya menggelegar bahkan sampai batuk'.

" Kau Ini kenapa Tidak Jelas " Ucap cey watados.

" Cepat bersiap ". Aku tunggu di bawah ucap kenzo.

" Hmm " Sembari berlalu menuju kamar mandi.

15 menit sudah berlalu cey sudah siap, cey yang melihat kenzo rapih sekali bingung tak biasa-biasanya.

" Cantikk~ " Ucap kenzo menghampiri cey.

" Baiklah ayo kita pergi~ " Ucap kenzo Menarik lengan cey, yang di tarik lengan nya langsung menghempaskan tangan kenzo kasar.

" Cukup, Tau lah batasanmu sendiri " Ucap cey lelah.

Skip di rumah cey, ada Ayah ibu cey dan Zela. Cey lebih dahulu turun dari mobil menghampiri mereka.

" Zelaaa " Ucap cey berlari berhamburan ke arah zela. Zela yang melihatnya pun sebaliknya.

" Ceyyy " Sembari memeluk temannya itu.

" Hiks aku kangen kalian " Ucap cey pada Zela dan Ayah Mamanya.

" Kau kemana saja kepar*t " Tanya Zela emosi.

Kenzo yang melihat calon istrinya di peluk' sangat kesal.

" Tuan Kenzo, Terimakasih sudah menghantarkan Putri kami pulang " Ucap Edwin ayah cey.

" Aku ke sini Ingin meminta restumu hari ini kami akan menikah " Ucap Kenzo tak mau di bantah.

" T- tapi tuan ka- " Ucap ayah Edwin terpotong oleh Kenzo yang tak ingin di bantah.

" Kau belum melunasi hutangmu. Maka serahkan anakmu aku anggap hutang mu lunas. " Ucap Kenzo

" Baiklah Tuan " Ucap Edwin pasrah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!