Gelapnya malam kini sudah di gantikan dengan sinar matahari yang menyelusup masuk ke dalam kamar.
" Akhhh Kenapa sih dia ini selalu saja menempel apa dia tidak tau aturan atau Tak tau malu " Ucap cey nyerocos, pasalnya Kenzo tidur masih dalam memeluk cey.
Jam menunjukkan pukul 05:30
" Lebih baik aku kabur daripada harus menikah dengan lelaki seperti dia " Ucapnya bergumam.
Cey menarik lengan Kenzo yang berat tengah menimpa pinggang ramping cey dengan sangat hati-hati agar pria tersebut tak terbangun.
Namun nihil Kenzo adalah mahluk yang paling sensitif tentu saja dia sadar apa yang di lakukan oleh gadisnya, namun masih ia biarkan.
* fiuhh akhirnya bisa terlepas * cey membatin.
Tap tap tap cey berjalan menuju pintu kamar inggin membukanya namu di saat ingin memegang knop pintu ada tangan besar yang sedang mengurungnya. Dengan suara serak + berat khas Bangun tidur begitu terdengar sangat merdu Oleh kaum hawa namun tidak dengan cey , menurutnya suaranya biasa' saja.
" Mau Ke mana Hmm ~ " Ucap Kenzo yang masih mengurung cey.
Sontak cey berbalik. Dan alangkah kagetnya ia melihat Kenzo tanpa menggunakan baju dengan rambut yang masih acak-acakan dan hanya memakai celana panjang.
Terlihat jelas oleh mata cey Perut six pack milik Kenzo dan beberapa Jahitan yang masih baru serta tato yang berada di tubuh pria tersebut.
" Astagfirullah, pergi kauuu " Ucap cey mendorong tubuh Kenzo, agar menjauh.
" Hmm~ Tidaaaakkk " Ucapnya merengek pada cey.
" PAKAI BAJUMU SANAA!! " Ucap cey emosi. Masih setia menutup matanya menggunakan tangan.
" Kenapa?? Biarkan saja Baby~ " Ucap Kenzo manja. Dan langsung memeluk cey dengan sangat erat.
Cey terperanjat kaget karena Kenzo memeluknya erat.
" Jangan di lepas sayang~ biarkan untuk beberapa saat seperti iniii~ " Ucap Kenzo sembari mengeratkan pelukanya.
" LEPASKAN, KITA BUKAN MUHRIM " Ucap cey murka sembari memukul punggung dan kepala Kenzo namun itu tak berasa baginya.
" Pukulahhh~ tak apaa ~ tak akan aku lepas " Ucap Kenzo dengan watados.
" Kauuu " Ucap cey emosi langsung saja ia menendang titik vital Kenzo hingga berhasil membuat pria itu bersimpuh di hadapan cey.
" ARGHHH, Itu sakit Baby~ Jangan melakukannya Lagi. Kalu Kamu melakukannya lagi bagaimana kita bisa olahraga malam nanti~"
" Hoi mana ada olahraga malam yang ada olahraga tu pagiiii " Ucap cey polos.
Kenzo yang mendengarnya tertawa kencang.
" HAHAHAA HAHAHA AH HAHAA " Tawanya menggelegar bahkan sampai batuk'.
" Kau Ini kenapa Tidak Jelas " Ucap cey watados.
" Cepat bersiap ". Aku tunggu di bawah ucap kenzo.
" Hmm " Sembari berlalu menuju kamar mandi.
15 menit sudah berlalu cey sudah siap, cey yang melihat kenzo rapih sekali bingung tak biasa-biasanya.
" Cantikk~ " Ucap kenzo menghampiri cey.
" Baiklah ayo kita pergi~ " Ucap kenzo Menarik lengan cey, yang di tarik lengan nya langsung menghempaskan tangan kenzo kasar.
" Cukup, Tau lah batasanmu sendiri " Ucap cey lelah.
Skip di rumah cey, ada Ayah ibu cey dan Zela. Cey lebih dahulu turun dari mobil menghampiri mereka.
" Zelaaa " Ucap cey berlari berhamburan ke arah zela. Zela yang melihatnya pun sebaliknya.
" Ceyyy " Sembari memeluk temannya itu.
" Hiks aku kangen kalian " Ucap cey pada Zela dan Ayah Mamanya.
" Kau kemana saja kepar*t " Tanya Zela emosi.
Kenzo yang melihat calon istrinya di peluk' sangat kesal.
" Tuan Kenzo, Terimakasih sudah menghantarkan Putri kami pulang " Ucap Edwin ayah cey.
" Aku ke sini Ingin meminta restumu hari ini kami akan menikah " Ucap Kenzo tak mau di bantah.
" T- tapi tuan ka- " Ucap ayah Edwin terpotong oleh Kenzo yang tak ingin di bantah.
" Kau belum melunasi hutangmu. Maka serahkan anakmu aku anggap hutang mu lunas. " Ucap Kenzo
" Baiklah Tuan " Ucap Edwin pasrah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments