[S3] Pembalasan Dendam Istri Lumpuh
P.D.I.L__11
___________________________
Analie Fransisca
Arghhh !!!!
Teriakan Ana menggema diruang kedap suara itu, sakitnya setengah mati walau tak sampai pingsan. Air matanya semakin deras mengalir diiringi dengan darah segar yang keluar dari leher jenjang milik Ana dan mengotori pakaiannya.
Kenzie Ariellio Kristian
Jangan berpikir aku tidak berani menyiksamu dengan benda tajam !!! 💢
Kenzie Ariellio Kristian
Lihat ini ! Jika gunting ini adalah pisau, mungkin kau sudah tiada sekarang !!! 💢
Kenzie Ariellio Kristian
[ Menarik gunting yang tertancap dileher Ana ]
Kenzie Ariellio Kristian
[ Hendak menusukkannya kembali ]
Boy
Ken meetingnya akan berlangsung 5 menit lagi, CEO Ivander dalam perja-
Boy
[ Terdiam melihat apa yang dilakukan Kenzie ]
Boy
Yakk apa yang kau lakukan hah !!! 💢
Boy
[ Berlari menghampiri Ana dan Kenzie ]
Boy
[ Merampas gunting yang ada digenggaman Kenzie ]
Kenzie Ariellio Kristian
Vino !!!
Kenzie Ariellio Kristian
Pergilah dari ruangan ku dan jangan mengangguku !!
Kenzie Ariellio Kristian
Cepat kebalikan guntingku
[ Hendak merebut kembali gunting nya ]
Vino
SADARLAH KENZIE !!! 💢
Vino
Kau hampir saja membunuhnya !!!! 💢
Vino
[ Mengambil alih tubuh Ana dari Kenzie ]
Vino
Ternyata beginilah caramu memperlakukan istrimu dibelakang semua orang ?! 💢
Vino
Apa kau mau orangtua dan keluarga mu yang lain melihat perlakuanmu ini hah !!! 💢
Vino
Bayangkan betapa bencinya mereka jika melihat semua ini !!
Vino
[ Membawa Ana yang sudah tak sadarkan diri ]
Lutut Kenzie melemas, tubuhnya ambruk terduduk di lantai. Mendengar perkataan Vino barusan membuatnya sadar akan apa yang ia lakukan.
Kenzie Ariellio Kristian
Arghhh !!!
Kenzie Ariellio Kristian
Maaf... maafkan aku...
[ Lirihnya ]
Kenzie Ariellio Kristian
Mommy pasti akan marah jika ia tau aku melakukan hal ini...
Detik berikutnya Kenzie bangkit lalu ia berlari menyusul Ana dan tidak mempedulikan meetingnya yang akan dimulai tinggal beberapa menit lagi.
Vino
Apakah ada luka yang serius ditubuh pasien ?
Girl
Dokter :
Ada luka ringan dikepalanya, mungkin kepalanya baru saja tertimpa sesuatu hingga kepala bagian belakangnya membengkak
Girl
Dokter :
Dan untuk luka bekas tusukannya, syukurlah lukanya tidak terlalu dalam
Girl
Dokter :
Jadi tidak sampai membahayakan nyawa pasien
Vino
Tapi... untuk kakinya, bagaimana ?
Girl
Dokter :
Untuk kakinya juga masih baik-baik saja
Girl
Dokter :
Tadi saya juga melihat ada sedikit luka memar pada bagian lututnya
Girl
Dokter :
Mungkin pasien terjatuh dan menggunakan lututnya untuk menahannya
Girl
Dokter :
Tapi untungnya itu tidak memutuskan kesempatan kedua pasien untuk melakukan terapi agar bisa berjalan lagi
Vino
Maksud dokter, Ana bisa berjalan kembali begitu ?
Girl
Dokter :
Iya tuan, dr. Oliv sudah membahas tentang hal ini sebelumnya dengan pasien
Girl
Dokter :
Tapi kata dr. Oliv pasien menolak untuk melakukan lebih cepat, pasien ingin menundanya terlebih dahulu.
Vino
Dr. Oliv ?
[ Gumamnya ]
Girl
Dokter :
Maaf tuan, saya tidak memiliki banyak waktu disini
Girl
Dokter :
Masih ada pasien lain yang harus saya tangani, kalau begitu saya permisi
Girl
Dokter :
[ Melangkah pergi ]
Vino
{ Jadi Ana bisa berjalan lagi dengan terapi ? }
Vino
{ Tapi dia ingin menundanya terlebih dahulu, tapi kenapa ? }
Vino
{ Bukankah dengan kesempatan ini seharusnya Ana bisa membalas Kenzie ? }
Boy
Yakk !! Apa yang terjadi dengannya ?!
Boy
[ Ucapnya tiba-tiba sembari berlari menghampiri Vino ]
Woy lah pembaca gelap Like napa astagfirullah ☺
Comments
Cewèx imoet🦋🌻🐇🐣
mungkin ana mazih suka dudk di kursi roda jdi menundanya
2023-05-23
0
Cewèx imoet🦋🌻🐇🐣
klo sampai part hbis aku baca dendam blasannya tdk lbih kejammm awassss yaaa 😂🤣😃
2023-05-23
0
mocha
Mending lo cerai sama Analie, biarin dia sama Nathan.
2023-03-22
2