Khan menatap berlian yang kini telah berpindah ke tangannya tersebut untuk beberapa waktu.
bola matanya kini menelisik berlian tersebut dengan seksama kemudian dia membiarkan seorang laki-laki di hadapannya mendapatkan berlian tersebut kemudian kembali memeriksanya.
cukup lama waktu berlalu terjadi ketika laki-laki hampir paruh baya tersebut memeriksa berlian itu, hingga pada akhirnya laki-laki paruh baya tersebut berkata.
"mereka benar-benar cincin berlian The Oppenheimer Blue, Sir" laki-laki itu bicara sambil menundukkan kepalanya dia menyerahkan kembali cincin tersebut secara perlahan di mana Yang jelas kedua tangannya telah dilengkapi oleh sarung tangan mendominasi berwarna putih.
cincin tersebut kembali ke dalam kotak beludru nya di mana pada akhirnya kan kembali mendapatkan cincin tersebut sembari laki-laki itu menaikkan ujung bibirnya.
"jadi dia benar-benar memberitahukan ku soal barang aslinya" Khan bicara dengan rasa tidak percayanya, cukup terkejut jika dalam beberapa hari ini dia mendapatkan apapun yang dia inginkan melalui gadis tersebut.
"itu benar, sir" laki-laki paruh baya tersebut kembali menjawab pertanyaan dari kamu.
mendengar jawaban laki-laki itu kan terlihat dia untuk beberapa waktu kemudian dia menaikkan jari telunjuknya dan meminta laki-laki paruh baya tersebut segera pergi dari sana. begitu mendapatkan perintah seperti itu dia langsung menundukkan kepalanya dan pamit pergi dari hadapan Khan juga Nick.
"dia benar-benar gadis luar biasa dan penuh dengan rahasia, tidak menyangka jika bertemu dengan dia aku bisa mendapatkan keuntungan yang cukup luar biasa" Khan bicara kemudian dia berdiri dari posisi duduknya, memilih untuk memasukkan berlian yang ada di dalam kotak Belitung itu ke dalam kantong celananya.
"jadi apa yang akan kau rencanakan berikutnya pada gadis tersebut?" cukup penasaran, bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
"aku sedang memikirkannya dengan baik, mungkin aku akan memutuskannya setelah hari esok' laki-laki itu bicara kemudian dia bergerak keluar dari ruangan tersebut secara perlahan.
"kau akan kembali menuju ke arah restoran?" Nick berusaha untuk bisa diajarkan langkah bertanya pada laki-laki tersebut di mana dia pikir Khan pasti berniat untuk pergi dari sana.
"Yeah tentu saja aku ingin pergi kesana" Khan menjawab cepat.
"kau tahu apa yang harus kau lakukan, Nick?" Khan bertanya sembari melirik ke arah sepupunya tersebut.
mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika membuat Nick menaikkan kedua belah bahu nya.
"jangan khawatir soal apapun, aku akan menyelesaikan semuanya dan membuatnya menjadi seperti apa yang kau harapkan" Jawab Nick cepat. setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut langsung memisah arah dari Khan.
dan Khan bergerak perlahan meninggalkan tempat tersebut sambil melangkah dengan gerakan yang begitu tenang juga penuh dalam wajah kelicikan.
Dia melirik kearah jam di tangannya, menatap tiap detik jarum jam yang bergerak memecah keadaan, laki-laki tersebut melirik kearah bagian sisi kanan bangunan kaca di mana dia berada saat ini, dimana. bisa dia lihat ribuan lautan manusia di bagian bawah dan jalanan memenuhi kota cinta.
yeah, orang menyebut Paris sebagai 'Kota Cinta' karena suasana romantis yang terpancar di kota ini. Faktanya, julukan City of Love ini bukan hanya sebutan biasa, julukan ini diberikan karena getaran romantis yang bisa setiap orang rasakan ketika berada di sana.
Salah satu bagian paling menarik dari Paris adalah Menara Eifelnya. Menara yang sudah berdiri sejak lama ini menyimpan daya tarik sendiri bagi para sangan yang saling mencintai. Namun daya tarik ini tak datang begitu saja di mana Menara Eifel bisa menjadi bagian yang disebut romantis dikarenakan sejak lama banyak orang yang melamar pasangannya di sini.
Dan Khan terus bergerak melangkah kan kaki nya menuju ke sisi kanan nya, dimana bisa dia lihat kembang api mulai pecah secara perlahan pada perayaan malam tahun baru tersebut di seluruh area menara Eiffel tower. Di sisi bagian depan dimana dia berada, Ashley terlihat berdiri menatap kearah bagian menara Eiffel dihadapan mereka dengan bola mata berbinar-binar.
Meksipun Khan tidak tahu apa yang dipikirkan Ashley sebenarnya, dia membiarkan gadis tersebut menikmati seluruh pemandangan kembang api yang terus pecah membela langit malam saat ini.
Hingga akhirnya satu hal luar bisa terjadi.
...(Hanya visual...
...sulit sekali cari visual yang pas Mak🤧)....
Ashley seketika membulatkan bola matanya, gadis tersebut menaikkan ujung alisnya dan dia menatap satu tulisan di bagian paling atas di menara Eiffel.
Khan ❤️ Ashley.
bayangkan bagaimana terkejutnya gadis tersebut saat dia melihat ada nama itu di sana.
"kau menyukai nya?" tiba-tiba saja Khan berdiri tepat di samping kanan gadis tersebut, dia menarik pinggang Ashley dengan tidak tahu malu, membiarkan semua mata tertuju kepada mereka ditengah keterkejutan banyak orang dan bisikan demi bisikan yang terjadi.
"aku harap kamu menyukainya, karena aku harus membuang harga diriku untuk membuat lamaran romantis seperti ini" tambah laki-laki tersebut lagi dan kali ini dia memeluk erat gadis tersebut tanpa ingin melepasnya.
"Cihhhh" Ashley terlihat berdecih, dia mengulum senyumannya dan tidak mau menampakkan rona bahagia nya.
"dua berlian jelas cukup setara dengan cara menyenangkan hatiku seperti ini" bisa-bisa nya gadis tersebut menjawab seperti itu dengan penuh percaya diri.
Khan membiarkan dirinya memeluk erat pinggang Ashley, mereka kini dalam posisi saling menatap antara satu dengan yang lainnya, laki-laki tersebut benar-benar memiliki kharismatik yang begitu membunuh, membuat perempuan manapun yang melihat nya pasti nyaris menggila.
"dan kamu juga mendapatkan apapun yang kamu mau bukan?'' laki-laki tersebut menaikkan ujung bibirnya.
"Yeah kita saling mendapatkan keuntungan yang cukup setara" jawab Ashley cepat.
"bagaimana jika ditambah dengan ciuman yang panas sebagai bonus yang cukup setara dengan semua keuntungan yang saling kita dapatkan?" Dan percayalah ucapan Khan benar-benar seperti sebuah tantangan besar untuk mereka berdua.
Ashley menaikkan ujung alisnya
"Kamu bener-bener tidak ingin rugi sedikit pun saat berbisnis?" gadis tersebut terlihat mengejek.
"Karena orang-orang seperti kami tidak suka kerugian dalam berbisnis" Setelah berkata begitu tanpa menunggu jawaban gadis di hadapannya laki-laki tersebut dengan tidak tahu malu langsung mencium bibir Ashley begitu saja.
hal tersebut sontak membuat gadis di hadapan Khan cukup terkejut.
laki-laki itu membiarkan bibir mereka bersatu antara satu dengan yang lainnya dan dia semakin mempererat pelukan mereka di barat pada akhirnya ciuman tersebut terlihat cukup berdominasi dan dia juga panas, membuat banyak pasang mata cukup terkejut dibuatnya.
dan dalam hitungan detik berbagi macam kamera langsung mengabadikan momen tersebut tanpa harus meminta izin dari kedua orang tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Terus apa kabar Alex dan Clara?? Kenapa aku merasa setiap bab ceritanya kegantung gitu ya?🤫🤫
2023-10-06
2
H A R U K A ~C H A N
bentar lagi kena amuk sama mommy ayana nih krn kelakuan khan. emaknya wanita yg soleha.. anaknya main sosor anak gadis orng aja dah mirip soang kau khan😆😆😆😆😆
tp sweet sih🤭🤭
2023-07-27
0
HNF G
alex dan clara kena mental nih😄😄😄😄😄
bisnis is bisnis, tak boleh ada kata rugi didalamnya😏
2023-06-19
0