The Hillatop company group
Cabang ke 2
Pusat kota
Paris.
Ketika sebuah mobil Lamborghini mendominasi berwarna silver berbelok dari bagian sisi kiri gedung megah perusahaan Hillatop group, seketika seluruh karyawan perusahaan Hillatop group berhamburan mempersiapkan diri mereka pada posisi masing-masing mereka.
Para pegawai langsung berbaris dengan cepat merapikan diri disepanjang pintu masuk, sedangkan didalam sana beberapa orang terlihat ikut gelagapan mempersiapkan diri karena juga terkejut jika laki-laki itu berkunjung ke perusahaan cabang pada sore hari secara mendadak.
Begitu mobil Khan berhenti tepat di depan bagian halaman pintu gedung utama perusahaan, semua orang menundukkan kepala mereka dengan cepat dan menunggu laki-laki tersebut turun dari mobil nya.
laki-laki putra satu-satunya penerus sah Hillatop Group tersebut kini bergerak turun dari mobilnya gimana bisa dilihat sepatu mendominasi mengkilat berwarna hitam itu secara perlahan menampilkan sosoknya ketika menerima mobil Lamborghini berwarna silver mendominasi.
dengan gaya yang begitu penuh kewibawaan dan kharismatik, Khan langsung bergerak keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ke arah perusahaan cabang kedua Hillatop tersebut.
begitu dia berjalan masuk ke dalam perusahaan itu jelas saja dia melihat semua orang menundukkan kepalanya kepada dirinya, di mana di sisi kanannya sang sekretaris terus mengikuti langkahnya.
"Kau yakin tidak akan datang malam ini,khan?"
Seorang laki-laki bertanya dengan cepat, mengikuti langkah Khan sambil beberapa kali berusaha untuk memastikan keputusan dari Khan. dia tahu Khan sepertinya masih ragu untuk bergerak menemui gadis yang datang pagi ini.
"aku sedang tidak tertarik untuk membuat kesepakatan pernikahan dengan seseorang, aku pikir aku masih terlalu muda"
Khan menjawab dengan cepat ucapan dari laki-laki yang ada di sampingnya, dia terus berjalan melangkah menuju ke arah pintu elevator dengan cepat untuk naik menuju ke arah lantai atas.
Tringgggg.
Begitu mereka masuk ke dalam elevator, pintu tertutup secara otomatis.
"Kau tidak lagi muda aku harap kau ingat itu Khan, lebih tepatnya kau hampir lapukan, maksud ku yeah kau sebentar lagi lumutan"
Kata-kata laki-laki disamping Khan dengan cepat.
Dan percaya lah ucapan laki-laki tersebut sungguh terdengar menyakitkan, membuat khan langsung melirik ke arahnya dengan tatapan yang begitu tajam.
"Kau tidak bisa mengerem sedikit cara bicara mu pada atasan mu?"
Khan langsung protes, Bertanya pada laki-laki berwajah cukup tampan disamping nya tersebut.
"Aku hampir lupa jika kamu atasan ku, sebenarnya aku bicara sebagai seorang teman yang baik Khan"
Laki-laki tersebut menepuk-nepuk bahu Khan dengan gerakan perlahan dan penuh iba.
"sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya, tapi apa kau tahu seluruh perusahaan Hillatop bahkan orang-orang yang bekerjasama dengan perusahaan Hillatop baik dari karyawan hingga bagian paling atas sekalipun sedang asyik memperbincangkan soal dirimu, maksud ku mereka benar-benar berpikir kau lebih menyukai kaum laki-laki ketimbang perempuan, maksud ku mereka sedang berpikir kau ini gay"
Sungguh terkutuk laki-laki yang ada di sampingnya itu, bicara tanpa bisa mengontrol setiap ucapan yang akan keluar dari mulutnya, membuat Khan sedikit kesal dibuatnya.
"orientasi seksual mu sungguh-sungguh sudah dipertanyakan, jadi aku pikir jika kau menolak kesempatan ini maka aku khawatir kamu benar-benar bakal jadi bujang tua"
Dan saat laki-laki tersebut berkata begitu, Khan jelas saja langsung merasa kesal.
"Oh brengsek, kenapa aku punya bawahan seperti kamu, Nick"
Umpat nya dongkol.
"Aku ini sahabat baik mu dan juga sepupu mu"
Dan laki-laki yang dipanggil Nick langsung menjawab dengan cepat.
"Oh sial kau..."
"Pikirkan dengan baik, Waktu nya semakin terjepit, peluang mu semakin menyempit kawan, sebelum Untie Ayana atau uncle Gao menikahkan mu dengan anak dari sahabat mereka"
Oh shi .t.
Khan pikir dia lupa soal apa yang dikatakan oleh Nickolas, orang tuanya sedang mengatur pertemuan kencan sejak beberapa Minggu kemarin.
Tringgggg.
Pintu elevator terbuka bertepatan disaat Khan ingin bicara.
"Anggap saja gadis itu jackpot mu khan, kalian berdua sedang berusaha untuk saling mengambil keuntungan"
Nickolas bicara sambil menunggu Khan keluar.
Sial, apakah para orang tua harus mengurus soal jodoh anak-anak mereka? tua sedikit menikah atau tidak laku sekalipun bukan masalah, kenapa semua orang harus stress memikirkan soal kehidupan seksual orang lain.
Khan pada akhirnya menarik kasar dasi nya dengan perasaan kesal, menatap kearah Nickolas yang terlihat mengedipkan sebelah matanya.
Seketika dia jijik melihat Nick melakukan hal tersebut kepada nya, perut nya menjadi mual dan dia rasanya ingin muntah.
"Ekspresi mu sangat menjijikkan, sialan"
Umpat Khan kemudian, dia merasa kehilangan kewibawaan dan kharismatik nya atas apa yang dilakukan Nickolas saat ini.
"Sebentar lagi kamu bisa berkencan dengan kaum seperti itu jika menolak kesempatan"
Dan Nick terkekeh, dia melirik ke kiri dan ke kanan, mencoba melangkah, menundukkan kepalanya pada Khan dan kembali bersikap formal sebagai bawahan.
Kau.. benar-benar.
Khan mengeram, bergerak keluar dari elevator dengan perasaan dongkol.
"Seharusnya aku memecatmu sejak dulu"
Oceh Khan dengan suara tertahan.
"Kau tidak akan mampu, karena kau mencintaiku"
Nick kembali bicara, dengan suara yang begitu pelan sambil menahan tawa nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Bundanya Pandu Pharamadina
Khan ternyata dari Hillatop (Gao Ayana)
2024-10-03
0
H A R U K A ~C H A N
emang bner2 asisten sekaligus sepupu durjana... ngomonh ga pake rahang.. asal nyablak.. kesian khan kena skak mat terus sm nick😆😆😆
2023-07-26
0
H A R U K A ~C H A N
akhirnyaaaaa.... yaaa tuhannn.... ternyata anaknya Gou dan ayana🤣🤣 udah asal nebak aja nih🤭
2023-07-26
0