Perang Bathin, Rinantha Pindah Kerumah Winda

Bab : Perang Bathin, Rinantha Pindah Kerumah Winda

Semenjak Pertengkaran Malam Itu, Malam Dimana Angger Mengungkapkan

Semuanya, Semua Yang Ada Dihatinya Tentang Rinantha Dihadapan Orang Tuanya

Hubungan Antara Mamah Dan Anak Semakin Jauh.

Rinantha Bahkan Menjadi Tak Mau Lagi Bertegur Sapa Meski Tinggal

Satu Rumah. Keduanya Saling Menghindar Ketika Didalam Rumah. Ada Perang Bathin

Diantara Kedua Insan Ini. Perang Yang Tak Bisa Dihindarkan Oleh Siapapun,

Bahkan Papahnya. Keduanya Sama Sama Keras Kepala Dan Sama Sama Tidak Mau

Mengalah. Apalagi Rinantha, Justru Jauh Lebih Kuat Memegang Pendiriannya.

Pertikaian Bathin Itu Kemudian Membuat Rinantha Memutuskan Untuk

Tinggal Dirumah Winda. Teman Karibnya. Entah Sudah Berapa Hari Rinatha Tidak

Pulang Kerumah Sendiri Setelah Bertikai Dengan mamanya.

Sebagai Sahabat Yang Sudah Dari Kecil Selalu Bersama, Winda

Prihatin Atas Keadaan Rinantha, Ia Mencoba Menenangkan Hati Rinantha Dengan Berbagai

Macam Cara Untuk Mau Pulang Kerumah Barang Sebentar Akan Tetapi, Begitulah

Rinantha Selalu Teguh Dengan Pendiriannya.

“Mbok Muliho Tho Rin. Tilik Tilik Kamar Ngono Lho!” Kata Winda

Sambil Melempar Bantal Guling Kearah Rinantha Yang Sedang Sibuk Menulis Esemes.

“Ngusir Aku Tho Win??!”. Jawabnya Cuek Tanpa Menengok Sedikitpun.

“Yo Ora Ngono Lho Rin. Mesake Tante Kae Lho. Uwis Mbok Tinggal

Sampe Sesasi Punjul”. Sambil Menyisir Rambut Didepan Lemari Kaca.

“Yo Wes Ben Tho. Mesake Opone Wong Karo Aku Yo Ora Iso Melas Kok.

Egois. Senenge Memaksakan Kehendak”. Tangannya Yang Putih Dan Lentik Menaruh

Hape Diatas Nakas Jati Sebelah Tempat Tidur.

“Trus Kepiye Nek Jatah Sangune Distop Terus Rin. Gek Ngko Nek

Biaya Kuliahmu Ra Gelem Mbayari Trus Kepiye. Aku Ki Kuatir Lho Rin”. Lalu

Rebahan Disisi Sahabatnya.

“Halah Mbok Ben Win. Kui Wis Tak Pikir, Tenang Wae”. Ucapnya Cuek.

“Aku Lho Kuatir Ngene. Sing Dikuatirne Kok Malah Tenang Tenang

Wae. Bingung Aku Karo Cah Iki”. Tiduran Sambil Menyangga Kepala. Memperhatikan Wajah

Sahabat Karibnya.

“Win. Nek Mas Angger Tak Jak Minggat Wae Piye Yoh?”. Tanya Rinantha

Tiba Tiba. Winda Spontan Bangun. Kaget Mendengar Pertanyaan Rina.

“Heeeh? Opo? Gendhenk !”

“Yo Minggat, Win”. Menegaskan Kembali.

“Minggat Piye Maksudmu. Ojo Nekat Tho!!”.

“Pokoke Lungo Sing Adoh Sisan Ngono”. Masih Cuek.

“Ra Mudhenk Blass Aku Karo Polahmu Rin Rin. Dipikir Sing Tenanan

Tho Ojo Asal Mingat Minggat. Kuliahmu Piye?”.

“Gampanglah. Cuti Seg Yo Rapopo Kok”. Seperti Tanpa Beban.

“Edyaaan Tenan Ok Pikiranmu Rin. Tambah Nekat Pikiranmu. Nek

Dirimu Minggat Enak. Aku Sing Stress. Mesti Disidang Entek Entekan Karo Tante”.

Dengan Nada Cemas.

“Yo Nek Ditekoni Kari Njawab Tho Win. Mbuh Ra Reti. Khan Beres”.

“Beres Beres Gundhulmu Rin. Koyo Ora Ngerti Mamahmu Wae. Iso Iso

Disidang Sampe Rongdino Aku Ngko”.

“Yo Pokoke Aku Ra Bakalan Ngomong Arep Minggat Nyang Ngendi Ben

Awakmu Juga Ra Ngerti Tenan. Gampang Wis Pokoke Win”.

“Ojo Tho Yo. Ojo Minggat Yo Rin. Mesake Aku Lho. Ojo Nekat Tho”.

Bujuk Winda.

“Kadang Kadang Urip Iki Kudu Wani Nekat Kok Win. Kudu Wani Njalani

Kenyataan Urip Demi Cita Cita”. Masih Kukuh Dengan Pendiriannya.

“ Yo Tapi Khan Ora Kudu Minggat Tho Sayaaaang”. Rayu Winda Lagi.

“Yoh Yoh. Tenang Wae Rasah Panik Ngono Kui. Ndhang Gek Meremo Seg.

Aku Tak Ngrampungke Esemes Karo Kanca”.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!