Persiapan Perayaan Natal

Bab : Persiapan Perayaan Natal

Dua Hari Menjelang Perayaan Natal Keluarga Rinantha Semakin Sibuk

Mempersiapkan Segala Sesuatunya Untuk Keperluan Natal. Papah Mamahnya Juga

Sibuk Karena Terlibat Di Kepanitiaan Natal Gereja.

Sebelum Berangkat Ke Gereja, Angger Terlebih Dahulu Mengerjakan

Dekorasi Natal Dirumah Rinantha Sesuai Dengan Rencana Yang Telah Disusun Dari

Kemarin Dulu Ketika Di Angkringan. Lalu Kemudian Setelah Selesai, Angger

Dibantu Sinyo Dan Beberapa Teman Lainnya Langsung Ke Gereja Untuk Mengerjakan

Tugasnya Membuat Dekorasi Pohon Natal.

Sudah Menjadi Adat Dan Kebiasaan Setiap Kali Natal Memang Keluarga

Rinantha Selalu Sibuk Dengan Berbagai Macam Kegiatan Digereja. Apalagi Orang

Tua Rinantha Masih Ada Hubungan Kerabat Dengan Pendeta Di Gerejanya Tentu Saja

Kegiatannya Jauh Lebih Banyak Di Banding Jemaat Yang Lain.

Rinantha Juga Sibuk Bersama Sepupunya Melatih Anak Anak Sekolah

Minggu Untuk Pementasan Operet Natal. Dibantu Dengan Kakak Kakak Pembina

Sekolah Minggu Lainnya, Mereka Lebih Giat Berlatih Karena Natal Tinggal Dua

Hari lagi.

Demikian Juga Dengan Angger. Sama – Sama Sibuk Di Dalam Gereja,

Menghias Ruangan Gereja Dengan Dekorasi Dan Menghias Pohon Natal. Angger Sudah

Dari Semenjak Esempe Selalu Dimintai Bantuan Untuk Mendekor Pohon Natal Dirumah

Rinantha Dan Gereja. Sehingga Kehadirannya Tidak Asing Bagi Warga Thionghoa

Jemaat Gereja.

Pohon Natal Telah Selesai Dihias Dengan Pernak Pernik Warna Warni

Khas Nuansa Natal. Lalu Kemudian Angger, Sinyo, Dan Winda Di Ajak Menuju Ke

Ruang Makan Di Pastori. Anger Sendiri Tidak Terlalu Canggung Karena Sudah

Terbiasa Dengan Suasana Di Dalam Gereja Karena Setiap Natal Selalu Membantu

Membuatkan Dekorasi Dan Menghias Pohon Natal.

Mereka Lantas Makan Bersama Sama Dengan Yang Lainnya. Bersenda

Gurau Tampak Bahagia Menyambut Perayaan Natal Kali Ini. Tak Terkecuali Dengan

Bapak Pendeta Robert Pun Ikut Bergabung Disitu. Suasana Yang Sungguh Indah.

 “Mas Angger Katanya Masuk

Di Teknik Sipil Tho Mas?. Tanya Pendeta Robert Disela Sela Makan.

“Punten Dalemsewu Njih Pak, Leres. Jawab Angger.

“Kapan Lulus Mas?”. Sambung Pak Pendeta Lagi.

“Baru Dua Semester Je Pak. Seg Dangu Luluse”. Jelas Angger.

“Soal Dangu Opo Cepet Jan Jane Ki Mung Kepiye Cara Menikmatine Lho

Mas. Nek Ikhlas Yo Cepet Nek Ora Ikhlas Yo Ketoke Sui. Rak Yo Ngono Tho Mas”.

Canda Pak Pendeta.

“Njih Pak. Tergantung Bagaimana Nglakonane Njeh Pak”. Jawab Angger

Mencair.

“Kuliah Sambil Usaha Apa Ga Repot Mas?”. Tanya Pak Pendeta.

“Jane Nggeh Rodo Repot Pak, Tapi Itung Itung Kalih anu Pak, Belajar

Tanggungjawab Sama Diri Sendiri”. Jawab Angger Kelihatan Bijak.

“Betul Niku Mas Angger. Apapun Bisa Dilakukan Sambil Kuliah Yang Penting

Ada Manfaatnya”.

“Enggeh Pak Pendeta. Selain Angkringan, Saya Juga Belajar Ngedit Film

Sama Shooting Video Manten Pak”.

“Waah Bagus Itu Mas, Masih Muda Sudah Banyak Usahanya. Ngomong

Ngomong Ini Langsung Pulang Apa Masih Ada Acara Lagi Mas?”. Tanya Pak Robert.

“Anu Pak, Ngapunten. Kami Langsung Pulang Mawon . Masih Ada

Pekerjaan Yang Harus Diselesaikan Soale Niki”.

“Ya Sudah. Nanti Pulangnya Biar Diantar Anak Anak Pake Mobil

Pastori Aja Mas”. Lanjut Pak Robert.

“Njeh Pak. Maturnembahnuwun. Kami Sekalian Pamit Njeh Pak Robert.

Sugeng Natal Njeh Pak Pendeta”.

“Ohhh Njeh Mas, Maturnuwun”. Jawab Bapak Pendeta Tersenyum Bahagia

Mendengar Salam Dari Angger.

Angger Kemudian Kembali Kedalam Gereja Untuk Mengemasi Barang Bawaannya

Bersama Teman Temannya Kemudian Berpamitan Untuk Pulang Di Antar Oleh Anak Anak

Yang Bertugas Di Pastori.

^^^^^^^^^^^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!