Rinantha Di Pondok Pesantren Klaten

Bab : Rinantha Di Pondok Pesantren Klaten

Angger Melangkah Agak Sedikit Ragu. Namun Karena Rasa Penasarannya

Ia Tetap Melangkah Dan Betapa Terkejutnya Ia Ketika Menyaksikan Pemandangan

Yang Benar Benar Mengagetkan. Subhanallah. Ia Mendengar, Melihat Rinantha

Sedang Mengaji Dibimbing Salah Seorang Ustadzah.

Habis Semua Kata Kata Yang Telah Ia Persiapkan Sebelumnya Yang

Rencananya Hendak Disampaikan Untuk Kekasihnya Itu. Angger Hanya Mampu Berkata

Dalam Hati “ Iki Ngimpi Opo Piye Gusti??”.

Sepintas Kemudian Ia Teringat Kembali Kata Kata Yang Pernah

Rinantha Sampaikan.” Mas, Kuasa Tuhan Itu

Kekal Abadi. Tak Akan Ada Yang Mampu Merubah Apapun Yang Sudah Menjadi

Ketetapan Tuhan”.

“Opo Iki Sing

Dimaksudke De Rina Waktu Iku Yoh? Opo Keputusan Iki Maksud E?”.Angger Hanya Bisa Bertanya Tanya Dalam Hati. Masih Saja Belum

Percaya Atas Apa Yang Telah Disaksikannya. Sebab Ia Tahu Betapa Aktifnya

Rinantha Dalam Setiap Kegiatan Gereja. Betapa Rajinnya Ia Untuk Beribadah Ke

Gereja. Dan Tiba Tiba, Ia Mengaji. Wajar Jika Saja Angger Masih Belum Percaya.

Belum Usai Ia Berbicara Sendiri Dengan Hatinya, Tiba Tiba

Dikagetkan Oleh Tepukan Dibahu Kanannya. Winda Bersama Salah Seorang Ustadzah

Pondok.

“Ngopo Mas. Kaget??’. Ujar Winda.

“Iki Tenan Ora Tho Win Jane ?. Jawab Angger Agak Kaget

“Tenan Tho Mas. Mosok Yo Ngapusi. Wis Krungu Dewe Khan Suarane

Rina.? Oh Yo Mas, Iki Tak Kenalne Ustadzahe Rina, Jenenge Mba Menik”.

“Assalamualaikum Mas” Sambil Senyum

“Waalaikumsalam Ustadzah” Jawab Angger.

“Ndak Usah Pake Ustadzah Mas, Panggil Menik Aja Ben Ndak Kaku”.

“Ooh Ngaten Ust..Eeeh Mba Menik”.

“Ayo Ngobrole Diteras Mawon Mas Ben Sekeco”. Ajak Ustadzah Cantik

Tersebut Kemudian Melangkah Di Ikuti Angger Dan Winda.

“Kok Saget Moro Moro Kados Niku Jane Pripun Mba Menik?” Tanya

Angger

“Yo Ndak Moro Moro Mas. Nda Ujug Ujug Mak Bedundugh Gitu. Rina

Berjuang Tenanan Mas. Sebab, Pengakuane Rina, Ndeknen Memang Pingin Belajar

Islam Wis Suwe”.

“Kok Ndak Pernah Crito Crito Opo Tekok Tekok Aku Yoh. Tapi Ndeknen

Jek Aktif Kok Mba Ibadah Ning Gerejane”. Angger Bingung Sendiri.

“Jarene Sich Belum Siap Mas. Belum Siap Jujur. Kuatir Nek Mas

Angger Ndak Percoyo. Mulane Mba Rina Ndelik Ndelik Seg Mas”. Jelas Mba Menik.

“Perjuangan Mas!!. Perjuangan!. Iku Sing Tak Maksudke Ket Bien

Mas. Memperjuangkan Keyakinan Kalian Berdua Tapi Mas Anggere Sing Ndak Peka

Peka”. Sahut Winda Agak Sebel.

“Dudu Nda Peka Win. Tapi....”

“Eeeeeeh... Uwis Uwis. Kok Malah Podo Tukaran. Kae Lho Mba Rina

Wis Rampung”.

Rinantha Kemudian Bergabung Dengan Mereka Setelah Selesai Mengaji.

“Dek. Mas Minta Maaf Nggeh Dek”. Ucap Angger Tiba Tiba

“Ampun Kados Niku Mas, Dek Rina Sing Kudune Minta Maaf. Dek Rina

Justru Bersyukur, Maturnuwun Kalih Mas Sbab Mas Angger Mpun Mbukake Hidayah”

Jelas Rinantha.

Mereka Kemudian Berbincang Bincang Layaknya Keluarga Yang Begitu

Hangat. Ada Binar Binar Kebahagiaan Dari Sorot Mata Angger Dan Juga Rinantha.

Ternyata, Sgala Kemungkinan Itu Pasti Ada. Sgala Sesuatu Yang Kecil Sekali

Kemungkinannya Atau Bahkan Mustahil Masih Bisa Berubah Jika Tuhan Berkehendak.

Sebab Tidak Ada Yang Mustahil Di Dunia Ini Jika Sudaj Menjadi Ketetapan Tuhan.

Manusia Hanyalah Buih Dilautan Lepas Yang Tak Punya Daya Kuasa Apa

Apa Tanpa Campur Tangan Tuhan. Semua Yang Terjadi Sedang Terjadi Atau Bahkan

Yang Akan Terjadi, Semuanya Adalah Ketetapan Dan Ketentuan Tuhan. Maka

Janganlah Senantiasa Menghakimi Diri Sendiri Menghakimi Orang Lain.

^^^^^^^^^^^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!