One Night Only
Disarankan buat baca karya One Night Stand in Dubai dulu, ya, Besties!
🍰🍰🍰
Feng heran karena Kevin belum juga ke kantor. Tapi, dia senang karena hal itu bisa dijadikan kesempatan buatnya untuk keluar kantor. Jika nanti Kevin bertanya, dia bisa menjawab bahwa dia sedang mencari Astrid dan Hope sesuai perintah Kevin.
Feng keluar dari kantor dan menuju rumah Eleanor. Dia berencana memberitahu Eleanor bahwa Kevin sedang mencari Astrid dan Hope. Feng berpikir apakah Eleanor telah memberitahu Kevin, bahwa Hope adalah putranya?
Feng tidak menyadari kehadiran mobil Kevin, karena tertutupi mobil Eleanor. Setelah membunyikan bel, pelayan membukakan pintu dan mempersilahkan Feng untuk masuk.
"Apakah, nyonya Eleanor ada?" tanya Feng.
"Ada, Tuan, di ruang nonton, saya akan mengantarkan anda," ajak Pelayan kepada Feng.
Pelayan mengantar Feng menuju ruang keluarga.
"Apakah, Bibi juga ikut kita?" Feng mendengar suara Hope bertanya. Apakah Hope sedang bertanya dengan Eleanor.
"Nyonya, mr. Li datang," ucap Pelayan memberitahu kedatangan Feng. Membuat semua yang ada di ruangan itu melihat ke arah Feng dan melupakan perdebatan mereka.
"Feng!" seru Kevin berbarengan dengan Feng yang juga memanggilnya.
"Bos!" Feng baru menyadari akan kehadiran Kevin.
"Kenapa kau ke sini?" selidik Kevin, biasanya Feng di rumah Eleanor, hanya jika Kevin menyuruhnya. Hari ini dia tidak menyuruh Feng untuk ke sini?
"Oh, itu--" gugup Feng. Melihat Feng yang gugup akhirnya Eleanor membantunya.
"Mama yang menyuruhnya ke sini," potong Eleanor membantu Feng.
"Kenapa Mama memanggilnya?" selidik Kevin lagi. Aneh saja menurutnya.
"Mama, ingin menyelidiki tentang kehilangan Sea dan rencana Mama akan menyuruh Feng untuk mencari tahu," ungkap Eleanor. "Tapi, sepertinya tidak perlu lagi karena Sea telah ketemu," lanjut Eleanor.
Feng melihat sekeliling, dia baru menyadari jika ada Sea di antara mereka. Kenapa Sea ada di sini? Melihat Feng bingung, Eleanor memutuskan menjelaskan.
"Feng, ini adalah Selena atau Sea, ibunya Hope dan akan segera menjadi istri Bosmu," terang Eleanor.
Jadi benar Selena dan Sea orang yang sama. Apakah perintah Kevin menyuruhnya mencari Astrid dan Hope karena Kevin telah menemukan Selena atau Sea?
"Wah selamat, Bos, akhirnya anda menikah," ucap Feng, ikut senang dengan berita yang baru diterimanya.
"Terima kasih," balas Kevin.
"Kapan rencana pernikahannya?" tanya Feng.
"Secepatnya, dan Hope ayo kita mengemasi barang-barangmu," ajak Kevin.
"Tidak bisa, Hope tidak akan tinggal bersama kalian, dia akan tetap di sini," tolak Eleanor.
"Mama, kami harus membiasakan diri tinggal bersama." Kevin berusaha membujuk Eleanor.
"Kalau begitu kalian yang akan tinggal di sini," putus Eleanor.
"Asik!" teriak Hope mendengar keputusan Eleanor.
"Kenapa Hope senang?" tanya Kevin bingung.
"Itu artinya Hope akan memiliki keluarga lengkap seperti Ciao. Sekarang Hope punya Papa dan juga Nenek. Selama ini Hope cuma punya Mama, Bibi dan Nenek buyut," ungkap Hope.
Kevin mengerti karena biasanya dia hanya memiliki tiga wanita dihidupnya. Tanpa seorang ayah.
"Apa Hope suka tinggal di sini?" tanya Kevin.
"Tentu saja, jika tinggal bersama Papa, Bibi apakah di bawa juga?" tanya Hope polos. Kevin memang tidak mengikut sertakan Astrid dalam rencananya.
"Astrid, jika kau merasa tidak nyaman tinggal bersama Mamaku, aku bisa mencarikan Apartment untukmu?" tawar Kevin.
Astrid memang segan tinggal di rumah mewah Eleanor. Apalagi jika Selena dan Kevin membawa Hope, tentu saja dia akan merasa seperti benalu.
"Saya nyaman tinggal di sini, hanya saja saya merasa tidak enak jika harus menumpang lama--sebenarnya saya telah mencari beberapa kontrakan nyaman dengan harga terjangkau, hanya saja saya tidak bisa ke sana karena Hope harus bersama Neneknya. Jadi kalian tidak usah pedulikan saya, saya lega akhirnya Hope bisa bersama keluarganya," bohong Astrid. Sebenarnya dia belum mendapatkan kontrakan seperti yang diinformasikannya kepada mereka. Astrid melakukan itu agar tidak ingin merepotkan keluarga Eleanor.
"Baiklah, jika kau telah memutuskan, kami tidak bisa memaksakan kehendakmu," sahut Eleanor. "Bagaimana dengan kalian?" tanya Eleanor.
"Maaf saya tidak bisa untuk tinggal di sini dulu, saya harus memberitahu keluarga saya dulu," jelas Selena.
"Maaf, Nyonya, Bos, jika saya tidak dibutuhkan lagi, sebaiknya saya kembali ke kantor," izin Feng.
"Mr. Li, bisakah saya ikut bersama anda, kebetulan saya ada urusan, setidaknya saya bisa menumpang sampai depan," pinta Astrid.
Sebaiknya mereka pergi dan meninggalkan keluarga tersebut untuk membahas urusan mereka.
"Tidak, masalah, ayo," ajak Feng.
"Sea, nyonya Eleanor, mr. Kwok, saya pamit," ucap Astrid, dia jongkok dan menyamakan tinggi dengan Hipe. "Hope, karena Mama telah kembali, kau bersama Mama ya, Bibi, ada urusan sebentar," bujuk Astrid kepada Hope. Hope hanya mengangguk paham.
Feng dan Astrid keluar dari rumah Eleanor. Begitu sampai di dalam mobil, Astrid langsung berbicara kepada Feng.
"Mr. Li, maaf sebelumnya, bisakah kau membantuku?" tanya Astrid. Dia tidak punya pilihan, mungkin Feng bisa membantunya.
"Tentu saja, jika saya bisa pasti akan saya lakukan," jawab Feng. " Tapi, sebaiknya panggil saja aku Feng, aku tidak nyaman jika kau memanggilku mr. Li," ungkap Feng.
"Baiklah, Feng. Aku sebenarnya belum mendapatkan kontrakan seperti yang aku bicarakan di dalam, aku tidak nyaman menerima bantuan mereka. Nyonya Eleanor telah membayar biaya berobat Nenekku, tidak mungkin aku merepotkan mereka lagi," terang Astrid.
Menurut Feng wajar saja jika keluarga Bosnya membantu Astrid dan Su Yi karena jasa mereka juga tidak kalah terhadap Selena dan Hope.
"Kira-kira berapa uang yang kau miliki?" Feng bertanya seperti itu karena ingin tahu berapa budget yang dimiliki Astrid, agar dia bisa membantu Astrid mencarikan kontrakan maupun apartment.
"Hmm, itu sebenarnya aku tidak memiliki uang untuk menyewanya, aku berencana meminjam kepadamu dan setelah aku mendapatkan pekerjaan aku akan membayarnya kembali," sahut Astrid malu. Tapi, dia benar tidak tahu harus bagaimana, dia akan membayarnya kembali nanti.
"Bagaimana, jika kau tinggal sementara waktu di Apartmentku, kebetulan aku memiliki satu kamar kosong, jika kau telah memiliki uang kau bisa membayar sewanya atau jika kau ingin pindah, itu terserah padamu," saran Feng.
Astrid menimbang, mungkin sebaiknya dia terima daripada menyuruh Feng untuk membayarkan sewa kontrakan atau Apartment yang tentu tidak sedikit.
"Baiklah, tapi aku minta rahasiakan dari Sea dan keluarga Kwok," tawar Astrid. Jika mereka tahu Astrid ternyata tinggal bersama Feng, tentu itu akan sangat tidak baik.
"Tidak masalah," jawab Feng. Mereka telah meninggalkan rumah Eleanor cukup jauh. " jadi sekarang kau ingin ke mana?" tanya Feng. Dia berencana untuk mengantar Astrid.
"Aku juga tidak tahu sebenarnya mau ke mana?" cicit Astrid. Tidak mungkin dia ke rumah sakit lagi karena dia baru dari sana.
"Jika kau mau, bagaimana jika kau melihat apartmentku?"
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments