"Hey! Aku belum mati, jangan tertawa seolah-olah aku sudah mati, kali ini aku tidak akan meremehkan mu," ucap Feng Lias.
"Apa! Bukankah yang di katakan bubuk racun ini bisa membunuh orang dalam sekejap? Kenapa dia baik-baik saja?" tanya wanita itu kaget dan heran.
"Itu tidak berlaku padaku, mari kita lanjutkan kembali pertandingan kita," ucap Feng Lias.
"Aku tidak akan berbaik hati," ucap wanita itu.
Mereka pun melanjutkan pertandingan, wanita itu kembali menaburkan bubuk racun, kali ini bukan berwarna hijau, namun berwarna pink, yaitu bubuk racun pemikat.
Feng Lias menghindar ke belakang lalu menarik tangan wanita itu lalu menjatuhkannya ke hadapannya.
Feng Lias memegang erat kedua tangan wanita itu. "Kau sudah tau jika aku tahu kau akan bermain dengan racun mu lagi dan kau malah melakukan hal yang sama," ucap Feng Lias memeriksa tubuh wanita itu untuk mengambil racun itu.
"Hey! Apa yang kamu lakukan!" teriak Wanita itu.
"Kau terus bermain racun seperti ini akan membahayakan banyak murid," ucap Feng Lias.
"Tolong, pelecehan!" teriak wanita itu.
Semua mata melihat ke arah Feng Lias dan Wanita itu, dengan terpaksa Feng Lias melepaskannya. Wanita itu tersenyum menyengir.
"Dasar licik," ucap Feng Lias membiarkan wanita itu pergi. "Hehehehe, tapi tidak mengapa, aku sudah mendapatkan bubuk racunnya," ucap Feng Lias tersenyum penuh kemenangan, ia pun menyimpan di dalam cincin penyimpanannya.
"Untuk murid jalur biasa, 1 orang menang, berarti yang masuk ke dalam murid jalur khusus ada 6 orang, dan murid jalur khusus masuk ke dalam murid elit itu ada 2 orang. Dan besok adalah hari yang di tunggu-tunggu, besok bagi murid yang terpilih akan memasuki hutan fuyuga, jadi hari ini kalian beristirahatlah karena besok akan ada hari yang berat menanti," ucap Shong Hun.
Mereka pun bubar, Shi Ling dan Jin Chan menghampiri mereka.
"Hormat kepada guru Xier Ming," ucap Shi Ling dan Jin Chan.
Xier menganggukkan kepalanya. "Ada apa?" tanya Xier Ming.
"Kalian hendak ke mana guru Xier Ming?" tanya Shi Ling.
"Hm… kami akan ke pelelangan, kalian mau ikut?" tanya Xier Ming.
"Apa boleh?" tanya Shi Ling.
"Tentu saja boleh," jawab Feng Lias.
"Terima kasih," ucap Shi Ling.
Mereka pun berangkat menuju tempat pelelangan yang cukup jauh dari akademi. Sesampainya di sana Xier Ming duluan masuk ke tempat penjual bahan yang akan di lelang kan.
"Maaf Nona, ada Anda datang ke sini?" tanya salah satu pengawal penjaga pintu.
"Aku ada barang yang ingin di lelang," ucap Xier Ming.
"Barang apakah itu?" tanya penjaga pintu itu lagi.
"Panggilkan saja penyelenggaraan pelelangan, ini bukan sembarangan orang yang boleh tau," ucap Xier Ming.
"Baik, tapi silakan Anda tunggu di sini," ucap penjaga pintu itu pergi sedangkan yang satunya masih berjaga di pintu.
"Hormat kepada kepala lelang, ada seorang wanita yang ingin melelangkan barangnya, namun ia ingin bertemu langsung dengan kepala lelang," ucap penjaga itu.
"Baiklah, aku akan menemuinya," ucap kepala pelelangan itu menuju di tempat barang pelelangan.
"Hormat kepada Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya kepala pelelangan itu sopan.
"Hormat juga kepada kepala lelang, iya saya ada barang yang ingin di lelang yaitu inti sari, cobalah kepala pelelang periksa dulu," ucap Xier Ming menyerahkan kepada kepala pelelangan itu.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
On fire
🙏🙏🙏🙏
2024-09-08
0
On fire
Aaqwer
2024-09-08
0
Harman LokeST
terlalu singkat ceritanya author
2024-03-14
0