"Iya, kan sudah aku katakan, aku punya pertimbangan sendiri," ucap Feng Lias.
"Ini… ini tidak mungkin, kamu… kamu harus bayar lagi," ucap penjual itu tak terima.
"Hahaha, itulah nasib jika jadi seorang penipu, akhirnya kamu di tipu oleh dirimu sendiri," ucap gadis itu tertawa penuh dengan kemenangan.
Penjual itu langsung pingsan karena syok.
Feng Lias mengambil batu permata itu, lalu memberikan 2 buah batu permata level 9 itu kepada gadis tersebut.
"Ini untukmu," ucap Feng Lias mengulurkan tangannya.
"Untukku? Kenapa?" tanya gadis itu heran.
"Anggap saja ini sebagai terima kasih sudah peduli dengan sesama," ucap Feng Lias tersenyum.
Gadis itu menerimanya. "Terima kasih," ucap gadis itu.
"Ini untuk kalian juga," ucap Feng Lias memberikan kepada Shi Ling, Song Chen dan Jin Chan.
"Terima kasih Feng Lias, aku doakan semoga kamu dapet lagi seperti ini," ucap Shi Ling.
Feng Lias tersenyum sambil mengangguk.
"Jika tidak ada lagi, mari kita pulang, kalian harus istirahat dan besok mulai bertanding lagi," ucap Xier Ming.
"Baik Guru," angguk Feng Lias.
Mereka pun melangkahkan kaki untuk pulang ke kediamannya masing-masing.
"Tunggu!" panggil gadis itu.
"Ada apa?" tanya Xier Ming.
"I-itu… namaku Choi Mimi, semoga kita semua bisa bertemu lagi," ucap gadis itu.
"Tentu saja kita akan bertemu, karena kita masih dalam satu akademi," ucap Xier Ming tersenyum.
"Hm… baiklah, aku akan pulang," ucap gadis itu berlari menjauh.
Feng Lias dan yang lain pun pulang.
"Guru Xier Ming, kami pulang dulu," ucap Shi Ling memberi hormat kepada Xier Ming yang di ikuti Jin Chan.
"Iya, kalian hati-hati," pesan Xier Ming.
"Baik Guru Xier Ming, besok kita ketemu lagi Feng Lias dan Song Chen," ujar Shi Ling berpamitan.
"Iya," angguk Feng Lias.
Shi Ling dan Jin Chan pun pergi menuju tempat tinggalnya.
"Kalian berdua ikut guru ke tempat tinggal guru," ajak Xier Ming.
"Baik guru," angguk Feng Lias dan Song Chen.
Sesampainya di sana, Mereka pun menuju di belakang tempat tinggal Xier Ming, di sana ada sebuah tempat untuk bersantai dan juga danau indah yang di hiasi bunga lotus berwarna merah muda merona, dan juga di tangis oleh 1000 lilin.
"Tempat guru sangat bagus," ucap Song Chen terkagum.
Mereka duduk di dipan-dipan, Feng Lias mengeluarkan batu besi hitam tua tersebut.
"Guru, tolong siapkan wadah untuk menampung cairan inti sarinya," pinta Feng Lias.
"Oh ini sudah guru siapkan," ucap Xier Ming menyerahkan sebuah wadah.
Feng Lias memegang besi tua tersebut lalu mengeluarkan asap hitam dari keningnya, perlahan-lahan besi tua itu mencair dan berjatuhan cairan berwarna hitam ke dalam wadah.
"Wah… benar-benar menjadi inti sari," ucap Song Chen terkagum-kagum.
Besi itu mencair, hanya sebagian di bagian tepi yang masih utuh karena itu adalah asli besi yang tidak terkandung inti sari.
"Ini sangat banyak, terima kasih Feng Lias," ucap Xier Ming senang.
"Simpanlah guru, karena inti sari sangat berguna," ucap Feng Lias.
"Iya, kamu benar, di pasar paling hanya di jual setetes inti sari saja, jika ingin banyak, maka harus mencarinya di pelelangan dan itu paling banyak 5 tetes, sedangkan ini, setidaknya ada 50 tetes inti sari," ucap Xier Ming mengangguk.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
On fire
Qqs
2024-09-07
0
On fire
🫣🫣
2024-09-07
0
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuutttttt
2024-03-14
0