"Heh, ingin menggoda ku? Pergi mati saja kalian," ucap Momo melangkahi mayat tersebut lalu melanjutkan perjalanannya.
Beberapa kilo meter sebelum sampai di akademi, Momo kembali berubah menjadi kelinci marmut dan masuk ke dalam tempat tinggal Xier Ming.
"Eh Momo, kamu dari mana aja tadi?" tanya Xier Ming.
"Ak… aku… aku…"
"Ya sudah kamu tidur sini," ajak Xier Ming memegang tubuh Momo lalu me
bawa masuk ke dalam selimutnya.
xxx
Ke esokkan paginya mereka pun bangun seperti biasa, karena hari ini adalah hari terakhir pertandingan murid jalur biasa melawan murid jalur khusus.
"Ayo cari makan dulu," ajak Shong Chen.
"Iya, aku juga sudah lapar," ucap Feng Lias.
Mereka bergegas ke warung makan. "Feng Lias, Tunggu!" panggil Xier Ming.
"Eh guru," ucap Feng Lias menundukkan kepala memberi hormat begitu juga Song Chen.
"Apa kalian ingin ke warung makan?" tanya Xier Ming.
"Iya guru," angguk Feng Lias.
"Mari kita bersama pergi," ajak Xier Ming.
Feng Lias melihat ke arah Momo. "Eh guru ada apa dengan tubuh Momo?" tanya Feng Lias.
"Kenapa?" Xier Ming balik bertanya.
Feng Lias mengambil tubuh Momo dan melihatnya. "Ada darah di tubuhnya? Apa dia terluka?" tanya Feng Lias.
"Matamu sangat jeli Feng Lias, aku saja tidak mengetahui jika di tubuh Momo ada darah, sini biar guru lihat, dia akan malu jika di lihat oleh mu, karena dia perempuan," ucap Xier Ming tersenyum.
Xier Ming pun memeriksa tubuh Momo, ia meletakkannya di atas tanah.
"Hm… Ini tidak luka, tidak tahu Momo mendapatkan darah ini dari mana, nanti setelah makan guru akan membersihkan kotoran di tubuhnya," ucap Xier Ming.
"Ak… ak… ak…," celoteh Momo.
"Iya, kita makan dulu ya," ucap Xier Ming tersenyum.
"Pak ramen pedasnya pesan 4," ucap Xier Ming.
"Baik Nona Xier, mohon di tunggu," ucap penjual tersebut.
"Hari ini aku yang bayar makanan kita semua," ucap Feng Lias.
"Terima kasih Feng Lias, oh iya nanti setelah pertandingan murid jalur biasa, kita akan pergi ke pelelangan, guru ingin menjual inti sari ini," ucap Xier Ming.
"Wah… tempatnya pasti sangat seru," ucap Song Chen bersemangat.
"Tapi tetap saja, di sana ada peraturan yang harus kita patuhi, nanti kita mendaftar dulu jadi peserta, untuk Feng Lias karena kamu ada sesuatu untuk di lelang, maka kamu akan masuk tanpa mendaftar dan kamu langsung di beri lencana sebagai penjual," jelas Xier Ming.
"Tidak guru, biar aku dan Song Chen saja sebagai peserta, benda itu atas nama guru yang menjualnya," ucap Feng Lias.
"Hm… terima kasih ya Feng Lias," ucap Xier Ming.
"Iya guru, tidak tidak perlu segan denganku karena aku adalah murid guru," ucap Feng Lias.
"Wah-wah, sungguh murid berbakti," ucap penjual itu datang sambil membawa makanan di Napan.
"Iya, aku sangat bersyukur mempunyai murid seperti mereka, baik dan pengertian," ucap Xier Ming tersenyum.
"Benar, Anda sangat beruntung Nona Xier Ming, apa lagi sekarang nama Feng Lias sudah di sebut-sebut di mana pun, kamu bakal jadi bintang terkenal di akademi," ucap penjual itu.
"Benarkah? Tapi aku tidak merasa begitu," ucap Feng Lias tersenyum.
"Ah, kamu memang sangat rendah hati, tapi bagus juga begitu, kita jangan jadi sombong setelah terkenal," ucap penjual itu menyenggol Feng Lias.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
On fire
👍👍👍
2024-09-08
0
On fire
💪🏼💪🏼💪🏼
2024-09-08
0
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuutttttt
2024-03-14
0