"Baiklah, acara selesai sampai di sini, kita akan lanjutkan besok lagi, jadi untuk murid semua selamat beristirahat," ucap Shong Hun selaku pembawa acara.
Semua pun bubar pergi meninggalkan panggung pertandingan tersebut.
"Hey Feng Lias, selamat atas kemenangan mu ya," ucap Song Chen berlari ke arah Feng Lias.
"Ah, ini baru permulaan, kamu terlalu cepat memberiku selamat," ucap Feng Lias.
"Sampai akhir pun kamu tetaplah akan menjadi pemenangnya," sahut Xier Ming yang datang menyusul.
"Guru, Momo," sapa Feng Lias.
"Iya, bahkan cara bertarung mu pun kami tidak bisa melihatnya akibat dari asap kabut kawanmu yang menutupi pertandingannya," ucap Jin Chan bersuara.
"Iya, bahkan kami tidak bisa melihat pertarungan mu," sambung Shi Ling.
"Ya sudah ayo kita pergi, apa kalian ingin makan dulu, guru ingin membawa kalian ke pasar akademi, katanya hari ini ada barang baru, mungkin ada sesuatu yang ingin kalian mau," ucap Xier Ming.
"Maaf guru Xier Ming, apa boleh kami berdua ikut dengan kalian?" tanya Shi Ling.
"Ehem… lebih baik kalian izin dulu dengan guru kalian, takutnya ada salah paham," ucap Xier Ming.
"Baiklah jika begitu guru Xier Ming," angguk Shi Ling.
"Kami akan menunggu kalian di depan pasar ya," Xier Ming.
"Baik guru Xier Ming, jika selesai minta izin, kami akan langsung ke pasar, jika begitu kami permisi dulu," ucap Shi Ling berpamitan.
"Xier Ming dan yang lain mengangguk dan mereka pun saling berpisah.
Sesampainya di pasar.
"Ayo beli makanan dulu, kalian pasti lapar," ucap Xier Ming.
"I-iya guru," jawab Song Chen segan. Xier Ming terlebih dahulu berjalan menuju menuju tempat seorang bapak-bapak menjual daging panggang yang di tusukkan dengan kayu.
"Tuan, saya ingin 3 tusuk daging panggangnya," ucap Xier Ming.
"Baik Nona, tunggu sebentar," ucap bapak paruh baya itu segera memanggang kan dagingnya.
Mereka pun duduk di kursi yang sudah di sediakan sambil menunggu Shi Ling dan Jin Chan datang.
"Memangnya guru ingin membeli apa?" tanya Feng Lias.
"Hm… sebenarnya guru ingin mencari inti sari untuk pedang guru, apa kamu bisa membantu guru untuk mencarinya?" tanya Xier Ming.
"Tentu saja," angguk Feng Lias tersenyum senang.
"Soalnya guru mendengar jika ada inti sari yang di jual di pasar ini, tapi guru bingung mulai mencarinya dari mana, itu sangat sulit di temukan dan juga harganya sangat mahal," ucap Xier Ming.
"Guru tenang saja, aku pasti membantu guru sampai guru mendapatkannya," jawab Feng Lias.
"Ini daging panggangnya, silakan," ucap penjual tersebut meletakkan piring yang berisi daging di atas meja kayu.
"Terima kasih," ujar Xier Ming tersenyum.
Mereka pun menyantap makanannya dengan lahap, tak lama Shi Ling pun datang.
"Guru Xier Ming, kami sudah di beri izin untuk bergabung," ucap Shi Ling datang mendekat.
"Baiklah, kalian boleh bergabung dan ayo makan bersama," ajak Xier Ming.
"Tuan, pesan 2 daging panggangnya lagi," pesan Xier Ming.
"Baik Nona," jawab penjual itu mengangguk dan dengan segera memanggang dagingnya di bara api yang memanas.
Shi Ling dan Jin Chan ikut duduk di kursi.
"Guru mu bilang apa?" tanya Xier Ming.
"Dia mengizinkan dan juga guru menitip surat untuk guru Xier Ming, tapi katanya di buka saat guru sudah berada di tempat tinggal guru," ujar Shi Ling menyerahkan surat kepada Xier Ming dengan kedua tangannya.
Xier menerimanya meskipun ia sangat penasaran namun ia tidak bisa membukanya di tempat yang ramai, Xier Ming menyimpan di cincin penyimpanannya.
"Ini makanannya," ucap penjual itu meletakkan makanan itu di depan Shi Ling dan Jin Chan.
"Terima kasih," ucap Shi Ling dan Jin Chan bersamaan.
Mereka pun langsung menyantap makanannya dengan lahap.
Setelah makan, mereka pun masuk ke dalam pasar itu untuk memilih barang yang akan mereka beli.
"Feng Lias, aku mendengar jika guru mu sangat ingin mencari inti sari?" tanya Naga Emas.
"Benar, kau harus membantuku menunjukkan sesuatu benda yang berisi inti sarinya," ucap Feng Lias.
"Kau saja bisa mencarinya kenapa menyuruhku?" tanya Naga itu manyun.
"Hey! Jika kau tidak mau membantuku kenapa bertanya?" tanya Feng Lias kesal.
"Heheh… mungkin jika kamu memohon aku bisa membantumu," ucap Naga tersenyum licik.
"Eh benar juga," ucap Feng Lias tersenyum.
Gunakan poin untuk melihat tembus pandang
Memuat…
Loading…
Mulai
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai
Poin Anda di potong 40 poin.
Sisa poin Anda [3530]
Selamat Anda mendapat kekuatan tembus pandang.
Feng Lias membuka matanya, ia sangat terkejut.
"Astaga!" teriak Feng Lias.
"Ada apa Feng Lias?" tanya Song Chen di samping Feng Lias yang berjalan beriringan.
"Eh, bukan apa-apa, kakiku hanya kesandung sesuatu tadi," jawab Feng Lias menggelengkan kepalanya.
"Oh." Mereka pun kembali melanjutkan perjalanannya.
Yang di lihat oleh Feng Lias saat membuka matanya untuk pertama sekali adalah seorang anak gadis yang sedang jualan tapi kelihatan pakaian dalamnya, itu adalah akibat dari mata tembus pandang tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
On fire
😀😀😀
2024-09-07
0
On fire
😛😛😛
2024-09-07
0
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuutttttt
2024-03-14
0