Sesampainya di sana, pemilik lelang membuka lemarinya yang penuh dengan tungku pembuat pil.
"Silakan di lihat," ucap pemilik lelang. "Menurut ku karena Tuan sebagai pemula tungku mawar putih ini mungkin cocok dengan Anda," saran sang pemilik lelang.
"Yang ini berapa?" tanya Feng Lias menunjukkan sebuah tungku yang berwarna coklat ada gambar pedang di bawahnya.
"Ini… termasuk yang sudah tingkat ll mengunakannya," ucap pemilik lelang.
"Aku mau yang ini," ucap Feng Lias.
"Apa Anda serius? Jika Anda tidak mempunyai kekuatan khusus untuk menstabilkan apinya kemungkinan tungku ini akan pecah," ucap pemilik lelang khawatir.
"Tidak apa-apa, bisa mengendalikannya," ucap Feng Lias.
"Haish…baiklah, untuk kali ini aku gratiskan, tapi jika menginginkan lagi, Anda harus membayarnya," ucap pemilik lelang itu mengambil tungku bermata pedang itu lalu menyerahkannya kepada Feng Lias.
"Terima kasih banyak Tuan, sebisa mungkin aku akan menjaganya," ujar Feng Lias senang.
Setelah mendapatkan tungku itu, mereka pun pergi meninggalkan tempat lelang tersebut.
"Ini Feng Lias punyamu," ucap Xier Ming menyerahkan cincin penyimpanan kepada Feng Lias.
"Eh kenapa guru memberikan kepadaku?" tanya Feng Lias.
"Karena ini adalah punyamu," jawab Xier Ming.
"Ya sudah kalau begitu kita bagi dua saja," ucap Feng Lias.
"Tidak, inti sari darimu masih banyak sama guru, uang ini ambillah semua untukmu," ucap Xier Ming.
"Terima kasih guru, aku akan mencari inti sari itu lagi untuk guru dan akan belajar membuat pil siang malam itu," ucap Feng Lias.
"Terima kasih Feng Lias, mari kita pulang," ajak Xier Ming.
Mereka pun berangkat menuju kembali ke akademi. Sesampainya di sana.
"Ayo makan makanan enak, hari ini aku yang traktir," ucap Feng Lias.
"Kalian duluan saja, guru ada yang ingin di kerjakan," ucap Xier Ming.
"Baik guru," ucap Feng Lias memberi hormat.
"Selamat beristirahat guru Xier Ming," ucap Shi Ling dan yang lain juga memberi hormat.
Xier Ming mengangguk dan kemudian meninggalkan mereka berempat.
"Mari kita rayakan atas kemenangan Feng Lias dan atas terpilihnya masuk ke dalam hutan fuyuga besok, kamu harus mentraktir kami sampai bangkrut," ucap Song Chen.
"Benar, aku sangat berterima kasih banyak padamu Feng Lias, jika bukan karena kamu, kami tidak akan di pandang oleh kepala akademi, bahkan kami bisa belajar di tempat murid elit satu Minggu sekali, maka dari itu kita akan jarang bertemu, maka kamu harus mentraktir kami," ucap Shi Ling merangkul pundak Feng Lias.
"Iya, aku juga sangat berterima kasih kepadamu Feng Lias," ucap Jin Chan.
"Baiklah, mari kita pergi ke warung makan," ajak Feng Lias.
Mereka pun pergi ke warung makan, lalu duduk di tempat yang kosong.
"Tuan kami ingin pesan makanan yang terenak di warung makan ini pesan masing-masing 2 dan juga minuman yang paling enak," ucap Song Chen tak tanggung-tanggung.
"Wah… sepertinya kalian ada korban besar, makanan akan segera siap," ucap penjual makanan itu mengacungkan jempol.
"Oh iya, batu permata ini cukup banyak untukku, jadi aku akan memberi kalian masing-masing 500 batu permata level 9," ucap Feng Lias.
"Kamu benar-benar baik sekali," ucap Song Chen memeluk Feng Lias dengan erat.
"Hey! Lepaskan! Apa kau ingin membunuh ku," ucap Feng Lias sesak nafas.
"Eh iya maaf, maaf," ucap Song Chen melepaskan pelukannya.
Feng Lias mengeluarkan 500 batu permata level 9 dari cincin penyimpanannya. "Ini untuk kalian," ucap Feng Lias.
"Terima kasih banyak Feng Lias," ucap mereka memasukkan batu permatanya ke dalam cincin penyimpanan mereka masing-masing.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
On fire
🙏💪🏼🙏😀
2024-09-08
0
On fire
👍👍👍👍
2024-09-08
0
Harman LokeST
dermawan
2024-03-14
0