Duchess Utara

Duchess Utara

Bab 1 Melody Van BlueMoon

Di sebuah kamar yang mewah layaknya Putri Bangsawan seperti kamar putri-putri barat di dalam novel dengan dekorasi yang indah dan elegan.

Kini sosok gadis dengan baju pengantin putihnya yang indah duduk di depan meja rias nya.

Wajah nya yang cantik bisa memikat siapa saja yang melihat nya, mata nya yang seperti permata berwarna biru, emas, dan perak kini bersinar terang jika saja saat ini dalam kegelapan pasti mata nya akan bersinar dengan cahaya biru, perak dan emas, namun sayang nya mata nya yang indah kini berkaca-kaca dengan air mata yang mengalir ke pipinya.

Rambutnya yang berwarna emas kini tergerai dengan indah nya di balik tudung pengantin, rambut emas yang berkilau khas rambut dari anggota keluarga Kekaisaran BlueMoon.

Ya, gadis itu tak lain adalah putri bungsu dari Kekaisaran BlueMoon.

Melody Van BlueMoon, putri yang baru saja satu tahun lalu itu memulai debut nya harus pergi ke Kekaisaran BlackVall, demi sebuah kesepakatan dalam sebuah kerja sama.

Awalnya yang akan di kirim adalah putri ke 2, atau ke 3 namun karena ibu ke dua putri itu berkuasa maka mereka dapat lolos dari pernikahan ini, Janda Permaisuri l adalah ibu mereka berdua.

Sedangkan Melody yang hanya anak dari seorang Ratu yang sudah mati tidak memiliki kekuatan apa-apa, apa lagi asal usul keluarga ibu nya yang merupakan seorang pengusahan terbesar di lima Kekaisaran di Dunia ini, yang dengan kata lain tak memiliki hak politik sama sekali tak bisa menolongnya walaupun mereka mau.

"Aku tidak mau menikah"sebuah suara kini terdengar, kedua tangan gadis itu mengepal dengan air mata yang masih mengalir, sambil menatap diri nya sendiri dalam cermin yang kini di balut gaun pengantin.

"Aku tak mau menderita seperti kak Linda"ucap Melody lagi.

Dia ingat beberapa tahun yang lalu saat dia berumur 14 tahun tapat nya 4 tahun yang lalu.

Pada saat itu Kekaisaran sedang tak stabil, apa lagi dengan banyak nya pemberontakan yang terjadi, di tambah perang di perbatasan dengan Kekaisaran Silver mambuat Kekaisaran BlueMoon tidak stabil.

Untuk menghentikan peperangan di perbatasan Kaisar BlueMoon yang tak lain adalah Kakak pertama nya, Damian Van BlueMoon, atau Kaisar BlueMoon ke 223, mengirim sebuah pernyataan untuk berdamai, dan perundingan pun di  lakukan.

Hingga akhirnya Kekaisaran Silver mau berdamai dengan syarat bahwa Kekaisaran BlueMoon harus menikahkan salah satu putri nya kepada Pangeran Al, Pengeran ke 2 di Kekaisaran Silver.

Kaisar BlueMoon yang menyanggupinya pun akhirnya mengirim Putri Linda dengan alasan bahwa Putri Linda adalah yang tertua.

Malam nya sebelum pernikahan tangisan terdengar dari kamar Putri Linda bahkan saat hendak di kirim ke Kekaisaran Silver pun Putri Linda memiliki mata sembam akibat menangis sepanjang malam.

Melody yang saat itu melihat Putri Linda sangat sedih, sedih karena kakak nya itu akan pergi namun juga sedih bahwa suatu saat mungkin saja dia akan berakhir seperti kakak nya itu.

Dan kini adalah waktu nya, dia berfikir bahwa dia akan pergi terakhir karena dia putri bungsu tapi siapa sangka dia akan pergi secepat ini?.

"Dari pada aku harus menikah bukan kah, akan lebih mudah jika aku mati, biarkan saja Kekaisaran ini hancur lagi pula aku tak perduli dengan tepat yang sudah membuangku ini"ucap Melody sambil memotong lengan nya.

Darah kini mengalir dari pergelangan tangannya, darah yang merah segar itu menetes di lantai putih seperti bunga yang bermekaran dan itu sangat indah.

Di samping itu isakan tangis terus terdengar.

Itu adalah tangisan putus asa, lelah, dan ingin segera pergi, bahkan rasa sakit di tanganya tak bisa menutupi rasa sakit di dalam hati nya.

"Hiks, hiks, Ibu maaf kan aku~"ucap Putri Melody sebelum mata nya yang indah itu menutup mata nya dengan kepala yang bersandar di atas meja rias.

Derap kaki beberapa orang yang terburu-buru kini terdengar di lorong-lorong menuju sebuah kamar dengan cat putih.

Beberapa orang segera mendorong pintu itu terbuka memperlihatkan kamar yang mewah dan elegan di sudut ruangan tepat nya di tempat di mana meja rias berada seorang gadis dengan baju pengantin, dangan kepala yang bertumpu pada meja rias dan tak lupa juga tangan yang kini terluka terlihat dengan jelas.

Para Pelayan yang hadir memiliki wajah terkejut, sebelum akhirnya mereka menudukkan kepala, dan berpura-pura tak terjadi apa-apa atau bisa dikatakan mereka tak melihat hal yang terjadi di depan nya.

"Hah~, ini terjadi lagi"ucap seorang wanita tua yang berpakaian layaknya Kepala Pelayan, ucapan nya itu seakan mengatakan bahwa kejadian di depan nya sudah biasa dan bukan pertama kalinya terjadi.

"Kepala Pelayan, apa yang harus kita lakukan?"tanya seorang Pelayan di sampingnya.

"Cek apa kah dia masih hidup, jika masih hidup usahakan agar dia terbangun dalam 5 menit, dan kita tak memiliki waktu untuk mengobati luka nya, jadi tutup saja dengan pita bunga agar terlihat seperti sebuah hiasan"ucapan dengan nada datar itu kini terdengar suara sama sekali tak memiliki  emosi.

"Ah!, tapi_"Pelayan yang mendengar itu nampak kaget dan ingin melontarkan protes namun sebuah suara datar dan dingin kembali terdengar.

"Kamu tau bukan apa yang di perintahkan Janda Permaisuri l, beliau hanya meminta kita agar mempersiapkan Putri Melody untuk menikah bukan untuk ikut campur bila Putri Melody terluka"ucap Kepala Pelayan dengan mata yang melirik pelayan tersebut.

Mendengar ucapan itu, pelayan itu gemetar ketakutan dan hanya bisa dengan pasrah menjawab.

"Baiklah"

Dia sebenarkan cukup kasian kepada Putri Melody, apa lagi bila mengingat bahwa Putri Melody sangat ramah dan baik kepada dirinya termasuk semua orang yang ada di istana.

"Bagus, sakarang cepat lakukan persiapan"ucap Kepala Pelayan.

_________

"Yang Mulia"

"Yang Mulia"

Suara samar yang mengganggu kini mengusik sarah dari tidur nya.

Dia ingin membuka mata namun tubuhnya entah kenapa sangat lemas mata nya juga tak bisa di ajak kerja sama untuk membuka mata nya.

"Yang Mulia Putri Melody"

"Yang Mulia"

Namun suara itu terus bergema, membuat nya sangat kesal, baj1ngan mana yang berani membangunkannya!, dia yakin kalau saat ini dia sudah mati di lautan!, tapi kenapa di lautan masih ada yang bisa membangunkan nya?!, ini sangat menyebalkan!.

Karena kesal dia berniat bangun dan membentak mereka yang membangunkan nya lagi pula dia bukan di rumah.

Mengumpulkan kesadaran serta kekuatan nya dia segara bangun dari tidurnya.

"Si4lan!!!, kalian baj1ngan dari mana?!!!"ucapnya dengan marah.

Terpopuler

Comments

aina sufia

aina sufia

💜💜💜💜◣ ◢🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
💜💜💜💜█ █🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
💜💜💜💜█ █🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
💜💜💜💜◤ ◥🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

2023-04-27

1

AK_Wiedhiyaa16

AK_Wiedhiyaa16

Bahkan orang yg hanya berstatus kepala pelayan bisa sangat kejam, biar gimanapun di depannya merupakan seorang putri

2023-01-08

4

Dhina ♑

Dhina ♑

"Cek apa kah

"Cek apakah

2022-12-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Melody Van BlueMoon
2 Bab 2 Tak mau menikah
3 Bab 3 Melody vs Sir Alex
4 Bab 4 Jadi Duchess Utara Kamu Serius?
5 Bab 5 Kesetiaan dan Kesatria yang Aneh
6 Bab 6 Pergi dan Serangan Pembunuh
7 Bab 7 Ini Hanya Cara Melindungi Diri Sendiri
8 Bab 8 Kepergian yang tanpa pamit
9 Bab 9 Nanti saja lah
10 Bab 10 Rute Perjalanan
11 Bab 11 Amarah yang tak perlu
12 Bab 12 Penyesalan selalu datang terlambat
13 Bab 13 Kasus pembunuhan
14 Bab 14 Dikejar
15 Bab 15 Dikira apa?
16 Bab 16 Duchy Utara
17 Bab 17 Kondisi Duchy Utara
18 Bab 18 Obat bukan sembarangan
19 Bab 19 Yakin dek?
20 Bab 20 Pesta?, tentu saja aku harus datang!
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58 Melody lebih cocok jadi Kaisar?
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76 Bandit sudah biasa
77 Bab 77 Pertarungan di tengah lautan
78 Bab 78 Kejadian di Penginapan
79 Bab 79 Ada yang tidak beres
80 Bab 80 Ada apa dengan Kota ini?
81 Bab 81 Siapa yang terbaik?
82 Bab 82 Chu Niang Niang
83 Bab 83 Kota yang kacau!
84 Bab 84 pemandangan yang indah
85 Bab 85 Kapten yang marah itu merepotkan!~
86 Bab 86 Negari Gingseng?
87 Bab 87 Kasus Pembunuhan
88 Bab 88 Melody menghilang?
89 Bab 89 Sang Pembunuh?!
90 Bab 90 Melody mengamuk di Kota
91 Bab 91 Kasus beres
92 Bab 92 Perpustakaan Antar Dimensi
93 Bab 93 Gadis di hamparan Salju
94 Bab 94 Melody dan dirinya di masa lalu
95 Bab 95 Kembalinya Melody
96 Bab 96 Kekaisaran berhianat?!
97 Bab 97 Kabar tentang kedatangan Melody
98 Bab 98. Petir
99 Bab 99 Gerakan Pertama
100 Bab 100 Rencana Melody
101 Bab 101 Rencana yang di susun
102 Bab 102 Mulai (1)
103 Bab 103 Mulai (2) Kerja sama
104 Bab 104 Mulai (3) Delice kembali membuka mata
105 Bab 105 Mulai (4) Serangan malam
106 Bab 106 Mulai (5) Devian
107 Bab 107 Mulai (6) kecurigaan Duke Milian
108 Bab 108 Mulai (7) Ibu Kota Kekaisaran yang Makin Parah
109 Bab 109 Mulai (8) Rencana Kaisar
110 Bab 110 Mulai (9) Rencana Kaisar dan Duke yang berjalan
111 Bab 111 Mulai (10) .........
112 Bab 102 Mulai (11) Viscount, Marquess, dan Count
113 Bab 113 Mulai (12) Pertambangan
114 Bab 114 Mulai (13)
115 Bab 115 Mulia (14)
116 Bab 116 Mulia (15) panah api
117 Bab 117 Mulai (16) detik-detik musnahnya pasukan Zero
118 Bab 118 Mulai (17) Kebenaran tentang Zero
119 Bab 119 Mulai (20)
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bsb 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Bab 1 Melody Van BlueMoon
2
Bab 2 Tak mau menikah
3
Bab 3 Melody vs Sir Alex
4
Bab 4 Jadi Duchess Utara Kamu Serius?
5
Bab 5 Kesetiaan dan Kesatria yang Aneh
6
Bab 6 Pergi dan Serangan Pembunuh
7
Bab 7 Ini Hanya Cara Melindungi Diri Sendiri
8
Bab 8 Kepergian yang tanpa pamit
9
Bab 9 Nanti saja lah
10
Bab 10 Rute Perjalanan
11
Bab 11 Amarah yang tak perlu
12
Bab 12 Penyesalan selalu datang terlambat
13
Bab 13 Kasus pembunuhan
14
Bab 14 Dikejar
15
Bab 15 Dikira apa?
16
Bab 16 Duchy Utara
17
Bab 17 Kondisi Duchy Utara
18
Bab 18 Obat bukan sembarangan
19
Bab 19 Yakin dek?
20
Bab 20 Pesta?, tentu saja aku harus datang!
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58 Melody lebih cocok jadi Kaisar?
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76 Bandit sudah biasa
77
Bab 77 Pertarungan di tengah lautan
78
Bab 78 Kejadian di Penginapan
79
Bab 79 Ada yang tidak beres
80
Bab 80 Ada apa dengan Kota ini?
81
Bab 81 Siapa yang terbaik?
82
Bab 82 Chu Niang Niang
83
Bab 83 Kota yang kacau!
84
Bab 84 pemandangan yang indah
85
Bab 85 Kapten yang marah itu merepotkan!~
86
Bab 86 Negari Gingseng?
87
Bab 87 Kasus Pembunuhan
88
Bab 88 Melody menghilang?
89
Bab 89 Sang Pembunuh?!
90
Bab 90 Melody mengamuk di Kota
91
Bab 91 Kasus beres
92
Bab 92 Perpustakaan Antar Dimensi
93
Bab 93 Gadis di hamparan Salju
94
Bab 94 Melody dan dirinya di masa lalu
95
Bab 95 Kembalinya Melody
96
Bab 96 Kekaisaran berhianat?!
97
Bab 97 Kabar tentang kedatangan Melody
98
Bab 98. Petir
99
Bab 99 Gerakan Pertama
100
Bab 100 Rencana Melody
101
Bab 101 Rencana yang di susun
102
Bab 102 Mulai (1)
103
Bab 103 Mulai (2) Kerja sama
104
Bab 104 Mulai (3) Delice kembali membuka mata
105
Bab 105 Mulai (4) Serangan malam
106
Bab 106 Mulai (5) Devian
107
Bab 107 Mulai (6) kecurigaan Duke Milian
108
Bab 108 Mulai (7) Ibu Kota Kekaisaran yang Makin Parah
109
Bab 109 Mulai (8) Rencana Kaisar
110
Bab 110 Mulai (9) Rencana Kaisar dan Duke yang berjalan
111
Bab 111 Mulai (10) .........
112
Bab 102 Mulai (11) Viscount, Marquess, dan Count
113
Bab 113 Mulai (12) Pertambangan
114
Bab 114 Mulai (13)
115
Bab 115 Mulia (14)
116
Bab 116 Mulia (15) panah api
117
Bab 117 Mulai (16) detik-detik musnahnya pasukan Zero
118
Bab 118 Mulai (17) Kebenaran tentang Zero
119
Bab 119 Mulai (20)
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bsb 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!