Yue Bing mendaftar di asosiasi untuk menjadi Hunter resmi. Sekarang dia akan menghadapi ujian untuk mendapatkan gelar hunternya setelah menunggu satu hari.
Seperti biasa, Yue Bing bangun dari tempat tidur, mandi dan sebagainya, lalu berangkat menuju pusat para Hunter berkumpul, yaitu Asosiasi Hunter.
Sesampainya Yue Bing disana, dia disambut oleh resepsionis yang kemarin mengurus berkas-berkas miliknya untuk bergabung di asosiasi.
"Tuan Yue, silahkan ikuti aku untuk mengikuti ujian anda. Instruktur Bae telah menunggu diruang latihan." Ucap resepsionis itu dengan menuntun arah ke pusat pelatihan Hunter.
"Baiklah." Balas Yue Bing singkat.
Saat ini Yue Bing sedikit gelisah tentang orang yang bernama instruktur Bae ini. Itu mirip sekali dengan seseorang yang Yue Bing temui di kehidupan sebelumnya.
Saat itu Yue Bing dalam perjalan menuju portal tingkat merah untuk membersihkannya. Dia tidak sengaja bertemu seseorang yang bernama Bae Junyi, dia mengaku sebagai petani di desa dekat portal itu.
Tapi melihat monster berserakan dengan tubuh mereka yang terpotong-potong di dekatnya, membuat party Yue Bing tidak percaya jika dia seorang petani biasa.
Yue Bing lalu membuat hubungan pertemanan dengannya, karena dia yakin sifat dan kepribadian Bae Junyi sangat mirip dengannya yang serius saat ada masalah, dan bercanda pada waktu yang tepat.
Yue Bing mengingat wajah Bae Junyi itu di kepalanya sembari terus mengikuti resepsionis yang berjalan di depannya.
Tak selang beberapa menit berjalan, resepsionis itu berkata, "Silahkan masuk tuan Yue. Instruktur Bae menunggu di dalam."
"Baiklah." Menelan ludah, Yue Bing membuka pintu yang terbuat dari besi itu. Di dalam, Yue Bing melihat seorang pria kekar berambut putih dengan banyak luka goresan di tangannya.
"Kau ..." Yue Bing menyadari jika itu adalah teman yang dia punya saat di masa lalu. Dia sangat ingat dengan tato naga di dadanya saat dia berbalik menoleh ke arah Yue Bing.
"Ada apa? Apa kau mengenalku?" Tanya Bae Junyi sembari meletakkan tombak yang dia pegang di tangannya.
Tidak berkata-kata, Yue Bing masih melihat Bae Junyi sambil mengingat masa lalu di saat mereka mengobrol dengan meminum alkohol di kedai dekat rumahnya.
Bae Junyi menatap Yue Bing dengan perasan yang rumit, dia merasakan jika dia pernah bertemu dengan Yue Bing dan menghabiskan waktu yang cukup lama dengannya.
Kembali sadar, Yue Bing membalas, "Maaf instruktur Bae, wajah anda sangat mirip dengan teman lama saya."
"Siapa temanmu itu?" Bae Junyi bertanya lagi setelah Yue Bing membalas pertanyaannya tadi.
"Saat ini dia mungkin melupakan saya, karena saya sudah pindah ke sini." Balas Yue Bing dengan nada sedih dan rindu akan sesuatu.
Yue Bing tidak sepenuhnya salah, Bae Junyi pasti melupakannya karena Yue Bing berpindah ke tubuh Ren Ashfall, jadi dia tidak akan mungkin mengingatnya.
"Kalau begitu, baiklah."
"Mari kita mulai ujian Hunter resminya." Ucap instruktur itu dengan menepuk pundak Yue Bing.
Mereka berdua lalu mengambil jarak dan dengan sikap tubuh yang bersiap-siap untuk menyerang. Resepsionis yang tadi menjadi juri mereka karena permintaannya sendiri.
Dengan mengangkat tangan, resepsionis itu berteriak, "Mulai."
Orang yang menyerang duluan adalah Yue Bing. Dia menarik pedang mawar kristal dan menebaskannya ke arah instruktur itu. Mengangkat tangannya ke depan, instruktur itu menahan pedang Yue Bing dengan kedua tangannya.
"Lion Heart."
Instruktur itu menggunakan skill yang dapat meningkatkan ketahanan dari tubuh dan jiwanya. Itu mampu mendorong Yue Bing ke belakang dengan kuat.
"Kemampuan pedangmu lumayan, tapi... Apa?!" Instruktur terkejut karena Yue Bing merapal mantra saat dia melayang di udara karena dorongan dari tubuhnya.
"Ice Javelin."
Lima es dengan bentuk tombak setengah jadi, melesat menuju instruktur dengan kecepatan tinggi. Yue Bing mendarat di lantai dan melihat kondisi instruktur.
"Sepertinya kau pengguna dua kemampuan. Apa kau ingin menjadi magic swordsman?" Tanya instruktur itu dengan tubuh tanpa goresan sedikit pun.
Mengaliri mana ke pedangnya, Yue Bing berlari lagi menuju instruktur, tapi kali ini dia menggunakan dua pedang. Pedang hitam terakhir yang dia cabut, mengeluarkan aura dominasi yang besar.
Resepsionis yang melihat Yue Bing mencabut pedang hitam yang berada di punggungnya, gemetar ketakutan dan hampir pingsan. Untungnya instruktur Bae merapal mantra untuk melindungi resepsionis itu.
[Perilaku seorang Villain terdeteksi.]
[Mendapatkan +5 poin Villain.]
"Eh?" Yue Bing bingung karena dia tiba-tiba mendapatkan poin secara tiba-tiba. Dia tidak sadar jika resepsionis di dekat pintu masuk arena terkena efek dari pedangnya.
"Barrier."
Setelah mengucapkan itu, penghalang tembus pandang melingkar di sekitar resepsionis itu dan mengembalikan napas dan kesadaran ke kondisi semula.
Instruktur Bae, bisa menahan dominasi itu karena dia barusan merapal mantra "Lion Heart" pada dirinya. Tapi itu tidak menjamin masalah yang di depannya selesai.
Yue Bing masih berlari ke arahnya dan menebaskan kedua pedangnya ke arah instruktur. Karena merasa tidak sanggup menahannya, instruktur Bae melompat ke belakang dan membiarkan pedang Yue Bing mengenai lantai di bawahnya.
Seketika lantai yang terkena pedang mawar kristal menjadi es yang membekukan lantai hingga radius 2 meter dan hawa dingin yang menyebar membuat kulit menjadi sangat dingin.
Pedang hitam terakhir yang dia pegang di tangan kirinya, membuat lantai terkorosi dan membuat lubang yang dalamnya tidak bisa diukur jika seseorang tidak dijatuhkan kedalamnya untuk mengukur ketinggiannya.
"Darimana kau mendapatkan pedang hitam itu?" Tanya instruktur sembari menatap pedang itu dengan waspada.
"Aku hanya beruntung menemukannya di sebuah hutan." Jawab Yue Bing sambil menarik pedangnya yang menancap di lantai.
"Aku ragu jika itu kebenarannya." Balas instruktur Bae tidak percaya dengan jawaban Yue Bing yang samar-samar.
Karena arena latihan menjadi rusak parah, instruktur Bae menghentikan pertarungannya karena takut tempat latihan itu akan hancur dan berimbas ke luar dan mengenai warga sipil yang sedang berjalan.
Menghela napas lega, Yue Bing menyarungkan dua pedangnya dan berjalan ke arah instruktur Bae yang sedang berbicara dengan resepsionis selepas pertarungan mereka.
"Apa dia lolos pak instruktur Bae?" Tanya resepsionis itu dengan tubuh gemetar, tapi masih mewakili sikap profesionalnya, dia memaksakan tubuhnya untuk tetap berdiri.
"Jika kau tidak kuat, istirahat saja dulu, akan aku urus orang orang itu." Balas instruktur melihat jika kaki resepsionis sudah tidak kuat menahan beban tubuhnya.
"Baiklah pak instruktur Bae, kalau begitu, saya pamit dulu." Ucap resepsionis itu dengan jalan sempoyongan menuju pintu keluar arena tempat latihan.
Tanpa bersalah, Yue Bing bertanya, "Bagaimana hasil dari pertarungan itu? Apa aku lulus?"
Wajah instruktur Bae menjadi merah, itu bukan karena dia malu, tapi itu karena dia marah pada Yue Bing. Penyebabnya adalah dia tidak bisa membedakan mana lawan atau kawan yang berada di sekitarnya.
...
*Bersambung.....
*Note : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Queen Fujimiya
tadi ratusan tahun kok kakek ini masih hidup?
2022-11-15
2
YO NDAK TAU KOK TANYA SAYA
Masa malu sih, ya marahlah
2022-11-09
2
Rem
Agak lambat ya alurnya atau memang seperti ini?
2022-11-09
2