BAB 14 - Evan!!

Telinga Keyvan terusik kala alarm di sisi kanannya mulai menjerit, pria itu mematikannya dengan sekali tepukan tangan.Ya, sedikit memaksa karena tubuhnya terasa luar biasa lelah.

Sepanjang hidup Keyvan sepertinya baru kali ini dia merasa hampir tidak dapat melalui malamnya, pria itu merasakan sakit di kepala belakang. Butuh beberapa waktu untuk dia mengumpulkan nyawa, masih begitu pagi sebenarnya. Namun, jam tidur Keyvan sejak dahulu sudah teratur dan bangun sebelum matahari meninggi.

"Huft ya Tuhan, aku ada rapat hari ini."

Keyvan menggelengkan kepalanya cepat, pria itu menoleh ke sisi istrinya kemudian. Keyvan kira tidur Mikhayla akan terganggu, nyatanya wanita itu justru tampak baik-baik saja dan tidur luar biasa lelapnya.

"Bisa-bisanya dia sebetah itu setelah menyita seluruh malamku," ucap Keyvan berdecak kesal, Mikhayla benar-benar membuat tidurnya berantakan malam ini.

Jika biasanya pengantin baru akan begadang karena penyatuan dalam mencapai nikmat surga dunia, Keyvan justru berbeda. Ya, dia seolah tengah mengikuti pelatihan di medan perang, dan sakitnya siksa neraka. Anggap saja simulasi ditendang malaikat.

Dia pandangi, semakin lama semakin sadar jika istrinya memang cantik. Tanpa sadar sudah hampir sepuluh menit dia memandangi wajah mungil sang istri, sudut bibir yang terlihar basah kenapa justru lucu di mata Keyvan.

"Dasar jorok, wajar saja tempat tidur yang kemarin baunya tidak sedap semua."

Bukan marah, sama sekali tidak begitu. Mikhayla hanya membuat kepala Keyvan nyut-nyutan saja sebenarnya, hingga dia menyadari mata Mikhayla mulai mengerjap pelan. Tampaknya sadar jika tengah diperhatikan, dan baru bangun Keyvan dibuat terkejut dengan teriakan maut yang persis toa masjid itu.

"Woah!! Siapa kamu!! Kenapa ada di kamarku?!! Maling yaaa!! Papa!! Om Babas ada maling!!" teriak Mikhayla sembari berontak dan kaget kala merasaka kakinya tiba bisa bergerak begitu.

"Shutt!! Jangan berteriak," tutur Keyvan menempelkan jemari di bibirnya, namun secepat itu Mikhayla tepis dan kembali dia berteriak histeris seolah memang benar maling.

"Lancang!! Jangan sentuh aku!!"

Kesadarannya belum terkumpul semua, bahkan mungkin mimpinya belum selesai. Wajar saja jika dia terkejut luar biasa kala seseorang memandanginya begitu lekat sembari duduk di sampingnya.

"Huft, bisakah berhenti berteriak di depanku? Kepalaku sakit sekali sumpah!!" desis Keyvan memejamkankan matanya,

"Hah?"

Mikhayla sejenak bingung, dia memberanikan menatap Keyvan. Pria itu tampak menatapnya dengan wajah datar, kantung mata yang menghitam di sana jelas menunjukkan jika tidur Keyvan terganggu.

"Kakiku kenapa? Tanganku juga?"

Ingin rasanya Keyvan cekik wanita ini, suaranya yang melengking itu kian menjadi. Apalagi ketika dia mengetahui jika di pergelangan kaki dan tangannya terdapat ikat pinggang pria itu.

"Kenapa aku diikat begini? Om mau ngapain?"

Sabar, setelah tadi malam dibuat frustasi pagi-pagi begini Keyvan sudah sarapan hal yang luar biasa membuat jiwanya terguncang. Dari segitu banyak panggilan kenapa harus itu, dia memang sudah cukup matang. Akan tetapi bukankah 30 tahun itu masih dikatakan muda, pikir Keyvan.

"Tidurmu kacau, tidak bisa diam dan itu menyebalkan," jawab Keyvan kemudian, wanita itu mengerutkan dahi dan mulai berusaha melepaskan ikatan itu dengan berbagai cara yang dia mampu.

Meliuk-liuk adalah cara kedua yang dia coba setelah berusaha membuka ikat pinggang di tangan itu dengan giginya. Keyvan yang memang sakit kepala semakin dibuat resah, dia biarkan beberapa saat namun tubuh istrinya semakin brutal hingga Mikhayla baru berhenti ketika Keyvan kembali mengunci tangannya di atas kepala.

Dengan jarak yang begitu dekat, Keyvan menatap mata Mikhayla begitu tajamnya. Wanita itu hanya terdiam dan susah payah menelan salivanya, sungguh kali ini dia seakan gila rasanya.

"Bisa diam?"

"Lepaskan dulu," pinta Mikhayla singkat, tatapan pria itu membuatnya berdegup tak karuan. Wajah Keyvan semakin terlihat tampan dengan di pagi hari begini, gurat tegas wajahnya benar-benar melambangkan sebuah kesempurnaan.

"Memohon padaku," titah Keyvan kemudian, dia menarik sudut bibir tipis nyaris tidak terlihat.

"Memohon bagaimana?"

Dia bingung, wajar saja sebenarnya. Wajah Mikhayla terlibat panik kala Keyvan memintanya melakukan hal semacam itu. Dan seperti biasa Keyvan dibuat harus mengulang kedua kali ucapannya.

"Memohon dengan selemah mungkin, ikatan ini tidak akan bisa terbuka jika bukan aku yang membukanya."

Keyvan suka melihat Mikhayla terlihat lemah, bahkan jika bisa merengek seperti wanita tidak berdaya. Ya, begitulah yang Keyvan inginkan. Akan tetapi, tampaknya Mikhayla memilih diam dan fokus menatapnya saja.

"Aku salah apa? Kenapa harus diikat begini?" tanya Mikhayla tersedu dan sungguh dia merasa bingung kenapa bisa begini.

"Salahmu? Dengarkan aku ... kakimu ini luar biasa aktif malam hari, berapa kali pindah posisi dan aku sendiri bingung. Kamu terbiasa atau memang sengaja tadi malam? Hm?"

Keyvan bertanya dengan sorot tajam seolah hendak menerkamnya, Mikhayla yang berada di bawah kekuasaan Keyvan hanya mendongak dan merasa bingung dengan situasinya.

"Tidak sengaja, mana mungkin aku sengaja."

Dia menjawab dengan wajah tanpa dosa, seakan manusia paling suci di dunia. Manik polos Mikhayla membuat batin Keyvan benar-benar ingin menerkamnya.

"Lepaskan aku, kebelet ... mau pipis," rengek Mikhayla dengan suara yang membuat batin Keyvan resah seketika.

"Memohon, kamu tuli ya?" Dia paling tidak suka jika seseorang tidak mengikuti kemauannya, demi apapun Keyvan tidak terima.

"Ayolah!! Sudah diujung Evan!!" sentak Mikhayla kini mengigit bibir bawahnya, miliknya terasa hampir basah. Keyvan memang menyebalkan sekali hingga dia berani menyebut suaminya tanpa embel-embel.

"Evan? Apa katamu?" Keyvan mengerutkan dahi, berani sekali berteriak di hadapannya dengan panggilan itu.

Mereka belum berkenalan sebenarnya, hanya saja Mikhayla mengetahui nama sang suami usai penghulu menyebutkan nama itu.

"Maaf, Abang, Kakak, Mas, Om, paduka atau apalah tolong lepaskan aku ... jangan salahkan aku kalau sampai kasur ini basah!!" Sungguh dia benar-benar tidak kuat lagi menahannya, sementara Keyvan masih terus menikmati penderitaannya.

.

.

.

Suasana di kantor tampak berbeda, pria itu datang ke kantor dengan kacamata hitam. Ya, mungkin mereka akan menganggap Keyvan tengah menutupi kesedihan pasca ditinggal istrinya. Akan tetapi, fakta yang sesungguhnya ialah karena kurang tidur tadi malam, itu saja.

"Anda baik-baik saja?" tanya Wibowo khawatir ketika Keyvan kembali duduk di ruangannya, sejak rapat tadi tampak jelas jika bosnya tidak fokus.

"Hm, kepalaku hanya sedikit sakit saja ... aku ingin tidur sebentar, tolong bangunkan jam 14:30," tuturnya kemudian bersandar di kursi kebesarannya itu, rasa kantuk yang menyerang tidak lagi bisa dia selamatkan.

Keyvan terlelap, tubuhnya sedikit tidak nyaman bahkan rasanya panas dingin. Bukan masuk angin, apalagi kurang gizi. Hanya saja dia kurang tidur dan obatnya terlelap walau sesaat.

- To Be Continue -

Terpopuler

Comments

Halimah As Sa'diyah

Halimah As Sa'diyah

malah kena getah nya, bukan balas dendam namanya

2025-01-16

0

Alan Banghadi

Alan Banghadi

Evan tidak bisa tidur karena mikayla🤣🤣🤣🤣🤣

2024-12-21

0

rinny

rinny

ini mah bukannya balas dendam malah dirinya sendiri yg tersiksa

2024-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 - Petaka
2 BAB 2 - Pembunuh
3 BAB 3 - Kemarahan Dua Pria.
4 BAB 4 - Neraka Yang Sesungguhnya.
5 BAB 5 - Tanggung Jawab
6 BAB 6 - Pakai Bajumu.
7 BAB 7 - Siap Merasakan
8 BAB 8 - Menuai Hasil
9 BAB 9 - Bukan Pernikahan Biasa.
10 BAB 10 - Takdir
11 BAB 11 - Pria Dewasa
12 BAB 12 - Cenat-Cenut
13 BAB 13 - Bajak Laut
14 BAB 14 - Evan!!
15 BAB 15 - Tugas Pertama
16 BAB 16 - Marah?
17 BAB 17 - Makan Malam
18 BAB 18 - Duda Gila
19 BAB 19 - Tidak Ada Yang Gratis
20 BAB 20 - Bukan Bocil Biasa
21 BAB 21 - Kerinduan (Mikhayla)
22 BAB 22 - Bukan Aliran Sesat
23 BAB 23 - Khilaf Termanis
24 BAB 24 - Bukan Guling Biasa.
25 BAB 25 - Tanggung Jawab
26 BAB 26 - Mulai Was-Was (Evan)
27 BAB 27 - Jangan Mengadu
28 BAB 28 - Mulai Berani
29 BAB 29 - Permintaan Mikhail.
30 BAB 30 - Penyiksaan
31 BAB 31 - Fakta Tersakit
32 BAB 32 - Sama-Sama
33 BAB 33 - Angin Segar Mikhayla
34 BAB 34 - Kuasa Mikhayla.
35 BAB 35 - Bertemu Mertua
36 BAB 36 - Bukan Istri Pura-Pura.
37 BAB 37 - Mengenal Lebih Dekat
38 BAB 38 - Tetap sama
39 BAB 39 - Harap Berkaca
40 BAB 40 - Tutorial Hidup Ala Keyvan
41 BAB 41 - Keluarga BESAR
42 BAB 42 - Sama-Sama Pendendam
43 BAB 43 - Kembali (Dunia Mikhayla)
44 BAB 44 - Menjaga Dengan Caranya.
45 BAB 45 - Tidak Mau Berbagi
46 BAB 46 - Memang Sudah Wataknya.
47 BAB 47 - Tidak Ada Salahnya Mencoba
48 BAB 48 - Terbuka
49 BAB 49 - Ngebet (Hamil)
50 BAB 50 - Pembuktian
51 BAB 51 - Dendam Yang Sama
52 BAB 52 - Meminta Restu
53 BAB 53 - Puas!!
54 BAB 54 - Tidak Semudah Itu.
55 BAB 55 - Jodoh Dari Tuhan
56 BAB 56 - Pria Asing
57 BAB 57 - Ada Yang Salah
58 BAB 58 - Memastikan
59 BAB 59 - Mencurigakan.
60 BAB 60 - Pengkianat
61 BAB 61 - Kembali (Dunia Yang Sesungguhnya)
62 BAB 62 - Hidup Tapi Mati
63 BAB 63 - Belum Usai
64 BAB 64 - Sama-Sama Keras
65 BAB 65 - Izinkan Aku Pulang
66 BAB 66 - Melepas (Kerinduan)
67 BAB 67 - Demi Cinta
68 BAB 68 - Meredam Ego
69 BAB 69 - Istri Luar Biasa
70 BAB 70 - Sama Saja
71 BAB 71 - Bukan Mertua Biasa
72 BAB 72 - Belut Listrik
73 BAB 73 - Permintaan Mertua
74 BAB 74 - Otakmu tidak akan sampai - Keyvan
75 Promo - Wanita Milik CEO - Ranty Yoona
76 BAB 75 - Aku Bukan Penggoda (Mikhayla)
77 BAB 76 - Jodoh Cerminan Diri
78 BAB 77 - Lampu Hijau Dari Mama
79 BAB 78 - Diam-Diam
80 BAB 79 - Kejutan Sang Istri
81 BAB 80 - Jalan Paling Benar
82 BAB 81 - Keputusan Final
83 BAB 82 - Resiko
84 BAB 83 - Aku Mencintaimu!!
85 BAB 84 - Pengkhianat Sesungguhnya
86 HASRAT KAKAK TIRI - Desy Puspita
87 BAB 85 - Aku Bukan Liora (Mikhayla)
88 BAB 86 - Tidak Terduga
89 BAB 87 - Ketakutan Masa Depan
90 BAB 88 - Seutuhnya
91 BAB 89 - Kejutan Tak Terduga
92 BAB 90 - Bukan Anak Kecil
93 BAB 91 - Jangan Dipikirkan.
94 BAB 92 - Jangan Bermain-Main
95 BAB 93 - Memastikan (Mikhayla)
96 BAB 94 - Rahasia Mikhayla
97 BAB 95 - Seperti Mimpi
98 BAB 96 - Rahasia Kita
99 BAB 97 - Makan Malam
100 BAB 98 - Aneh
101 BAB 99 - Cita-Cita Sederhana
102 BAB 100 - Dramatis
103 BAB 101 - Rumitnya Hati Pria
104 BAB 102 - Ilustrasi Masa Depan
105 BAB 103 - Pantang Dipuji
106 BAB 104 - SKS
107 BAB 105 - Didikan Keyvan
108 BAB 106 - Salah Menduga
109 BAB 107 - Wanita Yang Terpilih
110 BAB 108 - Baby K
111 BAB 109 - Hadiah
112 BAB 110 - Ikatan Batin
113 BAB 111 - Sejatinya Seorang Papa
114 BAB 112 - Wanita Terakhir
115 BAB 113 - Pemaksa/Penyiksa.
116 BAB 114 - Kencan
117 BAB 115 - Bukan Istri Biasa
118 BAB 116 - Perintah Paling Sulit
119 BAB 117 - Di Luar Dugaan
120 BAB 118 - Kekhawatiran Keyvan
121 BAB 119 - Jawab!!!!
122 BAB 120 - Menantu Durjana
123 BAB 121 - Balas Dendam
124 BAB 122 - Pembuktian.
125 BAB 123 - Pantang Ditantang.
126 BAB 124 - Senam Hamil.
127 BAB 125 - Tidak Sadar Diri
128 BAB 126 - (Bukan) Suami Takut Istri
129 BAB 127 - Senam Hamil (Sungguhan)
130 BAB 128 - The Best Papa
131 BAB 129 - Berisik
132 BAB 130 - Berjuang (Semuanya)
133 BAB 131 - Bayangan Masa Depan
134 BAB 132 - Bahagia (Semua)
135 BAB 133 - Jangan Percaya Mikhail
136 BAB 134 - Milik Bersama
137 BAB 135 - Our Baby Girl
138 BAB 136 - Anggap Saja Kembar
139 BAB 137 - Tidak Berubah
140 BAB 138 - Unboxing
141 BAB 139 - Sangat Dewasa
142 BAB 140 - Mandiri Sejak Bayi
143 BAB 141 - Sangat Sempurna
144 BAB 142 - Perebutan Tahta
145 BAB 143 - Sang Pengasuh
146 BAB 144 - Kali Terakhir
147 BAB 145 - Toxic
148 BAB 146 - Bukan Sugar Baby
149 BAB 147 - Godaan Akhir Pekan
150 BAB 148 - Jebakan
151 BAB 149 - Jangan Sia-Siakan.
152 BAB 150 - Penyesalan Keyvan
153 BAB 151 - Sesuai Mood
154 BAB 152 - Keluarga Sempurna - End
155 Promo Karya Baru - Sugar Baby Sang Cassanova - Desy Puspita
156 BONUS CHAPTER 01
157 BONUS CHAPTER 02
158 BONUS CHAPTER 03
159 BONUS CHAPTER 04
160 BONUS CHAPTER 05
161 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Sang Presdir
162 Promo Karya Baru Mahligai Impian (Zavia - Renaga - Giska)
163 BONUS CHAPTER 06
Episodes

Updated 163 Episodes

1
BAB 1 - Petaka
2
BAB 2 - Pembunuh
3
BAB 3 - Kemarahan Dua Pria.
4
BAB 4 - Neraka Yang Sesungguhnya.
5
BAB 5 - Tanggung Jawab
6
BAB 6 - Pakai Bajumu.
7
BAB 7 - Siap Merasakan
8
BAB 8 - Menuai Hasil
9
BAB 9 - Bukan Pernikahan Biasa.
10
BAB 10 - Takdir
11
BAB 11 - Pria Dewasa
12
BAB 12 - Cenat-Cenut
13
BAB 13 - Bajak Laut
14
BAB 14 - Evan!!
15
BAB 15 - Tugas Pertama
16
BAB 16 - Marah?
17
BAB 17 - Makan Malam
18
BAB 18 - Duda Gila
19
BAB 19 - Tidak Ada Yang Gratis
20
BAB 20 - Bukan Bocil Biasa
21
BAB 21 - Kerinduan (Mikhayla)
22
BAB 22 - Bukan Aliran Sesat
23
BAB 23 - Khilaf Termanis
24
BAB 24 - Bukan Guling Biasa.
25
BAB 25 - Tanggung Jawab
26
BAB 26 - Mulai Was-Was (Evan)
27
BAB 27 - Jangan Mengadu
28
BAB 28 - Mulai Berani
29
BAB 29 - Permintaan Mikhail.
30
BAB 30 - Penyiksaan
31
BAB 31 - Fakta Tersakit
32
BAB 32 - Sama-Sama
33
BAB 33 - Angin Segar Mikhayla
34
BAB 34 - Kuasa Mikhayla.
35
BAB 35 - Bertemu Mertua
36
BAB 36 - Bukan Istri Pura-Pura.
37
BAB 37 - Mengenal Lebih Dekat
38
BAB 38 - Tetap sama
39
BAB 39 - Harap Berkaca
40
BAB 40 - Tutorial Hidup Ala Keyvan
41
BAB 41 - Keluarga BESAR
42
BAB 42 - Sama-Sama Pendendam
43
BAB 43 - Kembali (Dunia Mikhayla)
44
BAB 44 - Menjaga Dengan Caranya.
45
BAB 45 - Tidak Mau Berbagi
46
BAB 46 - Memang Sudah Wataknya.
47
BAB 47 - Tidak Ada Salahnya Mencoba
48
BAB 48 - Terbuka
49
BAB 49 - Ngebet (Hamil)
50
BAB 50 - Pembuktian
51
BAB 51 - Dendam Yang Sama
52
BAB 52 - Meminta Restu
53
BAB 53 - Puas!!
54
BAB 54 - Tidak Semudah Itu.
55
BAB 55 - Jodoh Dari Tuhan
56
BAB 56 - Pria Asing
57
BAB 57 - Ada Yang Salah
58
BAB 58 - Memastikan
59
BAB 59 - Mencurigakan.
60
BAB 60 - Pengkianat
61
BAB 61 - Kembali (Dunia Yang Sesungguhnya)
62
BAB 62 - Hidup Tapi Mati
63
BAB 63 - Belum Usai
64
BAB 64 - Sama-Sama Keras
65
BAB 65 - Izinkan Aku Pulang
66
BAB 66 - Melepas (Kerinduan)
67
BAB 67 - Demi Cinta
68
BAB 68 - Meredam Ego
69
BAB 69 - Istri Luar Biasa
70
BAB 70 - Sama Saja
71
BAB 71 - Bukan Mertua Biasa
72
BAB 72 - Belut Listrik
73
BAB 73 - Permintaan Mertua
74
BAB 74 - Otakmu tidak akan sampai - Keyvan
75
Promo - Wanita Milik CEO - Ranty Yoona
76
BAB 75 - Aku Bukan Penggoda (Mikhayla)
77
BAB 76 - Jodoh Cerminan Diri
78
BAB 77 - Lampu Hijau Dari Mama
79
BAB 78 - Diam-Diam
80
BAB 79 - Kejutan Sang Istri
81
BAB 80 - Jalan Paling Benar
82
BAB 81 - Keputusan Final
83
BAB 82 - Resiko
84
BAB 83 - Aku Mencintaimu!!
85
BAB 84 - Pengkhianat Sesungguhnya
86
HASRAT KAKAK TIRI - Desy Puspita
87
BAB 85 - Aku Bukan Liora (Mikhayla)
88
BAB 86 - Tidak Terduga
89
BAB 87 - Ketakutan Masa Depan
90
BAB 88 - Seutuhnya
91
BAB 89 - Kejutan Tak Terduga
92
BAB 90 - Bukan Anak Kecil
93
BAB 91 - Jangan Dipikirkan.
94
BAB 92 - Jangan Bermain-Main
95
BAB 93 - Memastikan (Mikhayla)
96
BAB 94 - Rahasia Mikhayla
97
BAB 95 - Seperti Mimpi
98
BAB 96 - Rahasia Kita
99
BAB 97 - Makan Malam
100
BAB 98 - Aneh
101
BAB 99 - Cita-Cita Sederhana
102
BAB 100 - Dramatis
103
BAB 101 - Rumitnya Hati Pria
104
BAB 102 - Ilustrasi Masa Depan
105
BAB 103 - Pantang Dipuji
106
BAB 104 - SKS
107
BAB 105 - Didikan Keyvan
108
BAB 106 - Salah Menduga
109
BAB 107 - Wanita Yang Terpilih
110
BAB 108 - Baby K
111
BAB 109 - Hadiah
112
BAB 110 - Ikatan Batin
113
BAB 111 - Sejatinya Seorang Papa
114
BAB 112 - Wanita Terakhir
115
BAB 113 - Pemaksa/Penyiksa.
116
BAB 114 - Kencan
117
BAB 115 - Bukan Istri Biasa
118
BAB 116 - Perintah Paling Sulit
119
BAB 117 - Di Luar Dugaan
120
BAB 118 - Kekhawatiran Keyvan
121
BAB 119 - Jawab!!!!
122
BAB 120 - Menantu Durjana
123
BAB 121 - Balas Dendam
124
BAB 122 - Pembuktian.
125
BAB 123 - Pantang Ditantang.
126
BAB 124 - Senam Hamil.
127
BAB 125 - Tidak Sadar Diri
128
BAB 126 - (Bukan) Suami Takut Istri
129
BAB 127 - Senam Hamil (Sungguhan)
130
BAB 128 - The Best Papa
131
BAB 129 - Berisik
132
BAB 130 - Berjuang (Semuanya)
133
BAB 131 - Bayangan Masa Depan
134
BAB 132 - Bahagia (Semua)
135
BAB 133 - Jangan Percaya Mikhail
136
BAB 134 - Milik Bersama
137
BAB 135 - Our Baby Girl
138
BAB 136 - Anggap Saja Kembar
139
BAB 137 - Tidak Berubah
140
BAB 138 - Unboxing
141
BAB 139 - Sangat Dewasa
142
BAB 140 - Mandiri Sejak Bayi
143
BAB 141 - Sangat Sempurna
144
BAB 142 - Perebutan Tahta
145
BAB 143 - Sang Pengasuh
146
BAB 144 - Kali Terakhir
147
BAB 145 - Toxic
148
BAB 146 - Bukan Sugar Baby
149
BAB 147 - Godaan Akhir Pekan
150
BAB 148 - Jebakan
151
BAB 149 - Jangan Sia-Siakan.
152
BAB 150 - Penyesalan Keyvan
153
BAB 151 - Sesuai Mood
154
BAB 152 - Keluarga Sempurna - End
155
Promo Karya Baru - Sugar Baby Sang Cassanova - Desy Puspita
156
BONUS CHAPTER 01
157
BONUS CHAPTER 02
158
BONUS CHAPTER 03
159
BONUS CHAPTER 04
160
BONUS CHAPTER 05
161
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Sang Presdir
162
Promo Karya Baru Mahligai Impian (Zavia - Renaga - Giska)
163
BONUS CHAPTER 06

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!