BAB 18 - Duda Gila

Persis anak kecil yang menunggu kakaknya ikut webinar, Mikhayla menguping dan menatap laptop Keyvan dari jarak yang cukup jauh. Menyedihkan sekali nasibnya, tanpa ponsel dan tidak ada kesibukan yang dia lakukan sementara Keyvan sibuk dengan pekerjaan.

Pembahasan tentang duda tidak berhenti sampai di situ saja, Mikhayla risih tapi dia penasaran. Gelak tawa kedua teman Keyvan terdengar renyah di sana, jiwa Mikhayla yang ramah luar biasa rasanya tidak tahan ingin ikut bicara.

"Van, kalau cari istri sesekali daun muda ... jangan yang dewasa terus, perempuan kalau terlalu dewasa biasanya susah diatur, pembangkang dan mau menang sendiri," tutur Keny kemudian, dia dengan percaya diri mengatakan hal itu lantaran istrinya juga wanita yang terpaut 10 tahun dengannya.

"Fakta, Van!! Istriku contohnya, terlalu dewasa sampai-sampai dia sudah tidak butuh sosok suami lagi, merasa tidak berguna rasanya."

Keyvan tidak menjawab, dia melirik istrinya yang masih mendengarkan begitu seksama. Pandangan mereka bertemu sesaat, Keyvan mengalihkan pandanganya cepat-cepat.

Apa yang Keny ucapkan benar adanya, tidak perlu jauh melihat ke luaran. Faktanya, Liora memang seperti itu. Walau memang cintanya pada Liora tidak terbantahkan, tapi memang mendiang istrinya adalah sosok wanita yang tidak dapat diatur ini dan itu.

"Itu karena memang kau yang tidak berguna, Justin ... salah sendiri selingkuh sampai dua kali, dasar gila."

Keny meyemprot Justin hingga pria itu bungkam seketika. Niat hati ingin terlihat bijaksana di mata Keyvan malah sebaliknya.

"Hei Anda!! Jangan asal bicara ya, kau juga sama!! Awal kau menikah dengan istrimu juga sama gilanya denganku, jangan lupakan Agnes yang kau bawa ke hotel tiga hari tiga malam waktu itu."

Sama-sama gila, Keyvan hanya menggeleng dengan tingkah kedua sahabatnya. Sementara Mikhayla masih berusaha mendengar bahkan tanpa sadar dia kini sudah mendekat persis di sebelah sang suami.

"Ays ... astaga."

Keyvan segera menggeser laptopnya, hampir saja istrinya tertangkap kamera. Bukan maksud dia menutupi fakta ini dari sahabatnya, akan tetapi alangkah tidak etisnya di mata mereka baru beberapa hari ditinggal pergi Keyvan sudah tidur bersama wanita lain.

"Kenapa, Van?"

"Tidak, ada kucing di kamarku," jawab Keyvan mengada-ada dan membuat Mikhayla berdecak kesal, pria itu menyamakannya dengan pengganggu, memang dasar tidak sopan, pikirnya.

"Kasihan sekali sahabatku, hidupnya kesepian sampai tidur bersama kucing. Sabar ya, Bro ... untuk kali ini kita solo dulu, iya kan, Ken?" Lagi-lagi Justin bicara ke arah sana, pria itu hanya menggigit bibirnya karena khawatir otak istrinya berusaha mencerna.

"Hah kita? Kalian saja, kau lupa aku punya Mona?" Keny menggerakkan alisnya, sebagai bukti jika saat ini kedua duda gila itu sungguh menyedihkan.

"Ah iya lupa, tapi bukankah istrimu saat ini hamil tua? Apa boleh dihajar hampir tiap malam? Aku khawatir, Ken."

"Tenang saja, aku main halus, Justin ... pelan saja, seperti yang pernah kau katakan yang penting itu adalah hentakan, bukan kecepatan," sahut Keny kian menjadi dan pembicaraan pria dewasa ini semakin tidak terselamatkan lagi.

"Tapi Keyvan mampu dua-duanya, benarkan, Van?" tanya Justin kemudian disertai gelak tawa bahkan terdengar susah bernapas, mereka tengah meledek duda menyedihkan itu.

Keyvan mendadak resah, dia mengecilkan volume lantaran sadar Mikhayla kian dekat saja. Sahabatnya yang gila ini masih saja terus membahas hal unfaedah yang Keyvan khawatirkan akan membuat istrinya terkontaminasi.

"Ck, bisakah kalian berhenti membahas hal semacam ini? Menyebalkan sekali," ketus Keyvan berusaha serius, namun karena mereka tidak sedang membahas pekerjaan rasanya sulit sekali untuk tidak bercanda.

"Ups sorry, Bro ... kita hanya ingin menghiburmu, jangan terlalu bersedih dengan perginya Liora, secepatnya aku doakan kau dapat ganti yang bisa memahami sikap pemarahmu itu."

Justin terdengar kembali serius, hanya beberapa saat karena setelahnya dia kembali kumat. "Ah satu lagi, dan bisa mengimbangi nafssumu yang kadang menggebu itu," lanjutnya kemudian sebelum pamit undur diri, saat ini Keyvan malu sekali di hadpaan istrinya.

"Aku pamit juga, Van ... istriku mulai merengek, semangat, Bro! Kalau tidak tahan, selesaikan di kamar mandi saja, kasihan ART di rumahmu kalau sampai menyisakan noda di sprei."

Usai Justin, kini Keny juga ikutan tengil. Menyisakan Keyvan yang terpaku beberapa saat setelah kedua sahabatnya itu menghilang. Mikhayla segera kembali ke posisi semula, setelah menguping hampir keseluruhan percakapan suaminya wanita itu hanya menampilkan senyum lebar dengan gigi rapihnya yang membuat Keyvan ingin sekali menggigitnya.

"Kenapa?" Keyvan menangkap hal aneh ketika istrinya tersenyum begitu,

"Temennya duda juga?" tanya Mikhayla basa-basi dan ternyata benar-benar basi di telinga Keyvan.

"Berbobot sekali pertanyaanmu," sarkas Keyvan sembari mengembalikan laptopnya ke atas nakas, dia malas untuk bergerak ke ruang kerja malam ini.

"Aku kan cuma tanya, begitu saja marah," gumam Mikhayla pelan-pelan sekali, kenapa suaminya belum juga bisa ditebak, emosinya benar-benar tidak stabil, pikir Mikhayla.

.

.

.

Hampir tiga puluh menit, keduanya masih berdampingan sembari menatap langit-langit kamar, Keyvan tidak bisa tidur dan rasanya dia gelisah sekali malam ini. Begitupun dengan Mikhayla, sejak tadi dia menoleh berkali-kali. Mungkin bingung kenapa sudah selarut ini lampunya belum juga dimatikan seperti kemarin.

"Ikut aku," titah Keyvan tiba-tiba terbangun, dia mengitari tempat tidur dan menarik tangan Mikhayla tiba-tiba menuju ke kamar mandi.

Pikiran Mikhayla sudah macam-macam, apalagi ketika dia mengingat percakapan sang suami bersama sahabatnya itu. Dia khawatir? Jelas saja, apalagi jika sudah bicara masalah hubungan lawan jenis.

"Ma-mau apa? Jangan sakiti aku," pinta Mikhayla takut, malam-malam begini Keyvan membawanya ke kamar mandi, hal ini terlalu aneh menurut Mikhayla.

"Menunduk," titahnya kemudian, perintah kedua yang semakin membuat jantung Mikhayla berdetak kencang. Pikirannya sudah tidak jernih lagi, ingin dia berteriak dan memberontak malam ini.

Dalam keadaan ini, hanya satu yang terpikir dalam otak Mikhayla, oraal Seeks. Sungguh sama sekali dia tidak siap jika harus diminta melakukannya dengan mulut, membayangkan hal itu saja dia geli.

"Mau apa?! Aku tidak mau," tolak Khayla tidak terima, namun tatapan tajam Keyvan membuatnya menyerah dan kini wanita itu mengikuti kemauan suaminya.

Tanpa terduga, Keyvan justru menghidupkan kran air dan menengadahkan sebelah tangannya di sana. Keyvan memasuh telinga Mikhayla dengan air dingin itu masing-masing tiga kali.

"Untuk apa begini?"

"Membersihkan telingamu, percakapan yang kamu dengar tadi terlalu dewasa ... tidak seharusnya didengar," tutur Keyvan kemudian, padahal tanpa mendengar dari mereka Mikhayla juga paham. Lingkungan mendewasakannya secara alami, baik itu karena tuntutan pengetahuan dan juga teman-temannya.

- To Be Continue -

Terpopuler

Comments

RossyNara

RossyNara

🤦‍♀🤦‍♀gak ngaruh mau di cuci pake air satu toren juga Keyvan kan udah masuk ke otak suci mikhayla...

2024-12-07

1

Halimah As Sa'diyah

Halimah As Sa'diyah

emang suruh wudhu' apa ya apa kok telinga doang key

2025-01-16

0

Herni Haryani

Herni Haryani

sampai segitu paniknya keyvan akibat obrolan keyvan sama temen2nya yg pada gesrek n omes takut mikayla terkontaminasi yg ngk2,mau z dibodohi sama mikayla,keyvan.tanpa diberitahu dia juga udah tahu x...

2024-10-16

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 - Petaka
2 BAB 2 - Pembunuh
3 BAB 3 - Kemarahan Dua Pria.
4 BAB 4 - Neraka Yang Sesungguhnya.
5 BAB 5 - Tanggung Jawab
6 BAB 6 - Pakai Bajumu.
7 BAB 7 - Siap Merasakan
8 BAB 8 - Menuai Hasil
9 BAB 9 - Bukan Pernikahan Biasa.
10 BAB 10 - Takdir
11 BAB 11 - Pria Dewasa
12 BAB 12 - Cenat-Cenut
13 BAB 13 - Bajak Laut
14 BAB 14 - Evan!!
15 BAB 15 - Tugas Pertama
16 BAB 16 - Marah?
17 BAB 17 - Makan Malam
18 BAB 18 - Duda Gila
19 BAB 19 - Tidak Ada Yang Gratis
20 BAB 20 - Bukan Bocil Biasa
21 BAB 21 - Kerinduan (Mikhayla)
22 BAB 22 - Bukan Aliran Sesat
23 BAB 23 - Khilaf Termanis
24 BAB 24 - Bukan Guling Biasa.
25 BAB 25 - Tanggung Jawab
26 BAB 26 - Mulai Was-Was (Evan)
27 BAB 27 - Jangan Mengadu
28 BAB 28 - Mulai Berani
29 BAB 29 - Permintaan Mikhail.
30 BAB 30 - Penyiksaan
31 BAB 31 - Fakta Tersakit
32 BAB 32 - Sama-Sama
33 BAB 33 - Angin Segar Mikhayla
34 BAB 34 - Kuasa Mikhayla.
35 BAB 35 - Bertemu Mertua
36 BAB 36 - Bukan Istri Pura-Pura.
37 BAB 37 - Mengenal Lebih Dekat
38 BAB 38 - Tetap sama
39 BAB 39 - Harap Berkaca
40 BAB 40 - Tutorial Hidup Ala Keyvan
41 BAB 41 - Keluarga BESAR
42 BAB 42 - Sama-Sama Pendendam
43 BAB 43 - Kembali (Dunia Mikhayla)
44 BAB 44 - Menjaga Dengan Caranya.
45 BAB 45 - Tidak Mau Berbagi
46 BAB 46 - Memang Sudah Wataknya.
47 BAB 47 - Tidak Ada Salahnya Mencoba
48 BAB 48 - Terbuka
49 BAB 49 - Ngebet (Hamil)
50 BAB 50 - Pembuktian
51 BAB 51 - Dendam Yang Sama
52 BAB 52 - Meminta Restu
53 BAB 53 - Puas!!
54 BAB 54 - Tidak Semudah Itu.
55 BAB 55 - Jodoh Dari Tuhan
56 BAB 56 - Pria Asing
57 BAB 57 - Ada Yang Salah
58 BAB 58 - Memastikan
59 BAB 59 - Mencurigakan.
60 BAB 60 - Pengkianat
61 BAB 61 - Kembali (Dunia Yang Sesungguhnya)
62 BAB 62 - Hidup Tapi Mati
63 BAB 63 - Belum Usai
64 BAB 64 - Sama-Sama Keras
65 BAB 65 - Izinkan Aku Pulang
66 BAB 66 - Melepas (Kerinduan)
67 BAB 67 - Demi Cinta
68 BAB 68 - Meredam Ego
69 BAB 69 - Istri Luar Biasa
70 BAB 70 - Sama Saja
71 BAB 71 - Bukan Mertua Biasa
72 BAB 72 - Belut Listrik
73 BAB 73 - Permintaan Mertua
74 BAB 74 - Otakmu tidak akan sampai - Keyvan
75 Promo - Wanita Milik CEO - Ranty Yoona
76 BAB 75 - Aku Bukan Penggoda (Mikhayla)
77 BAB 76 - Jodoh Cerminan Diri
78 BAB 77 - Lampu Hijau Dari Mama
79 BAB 78 - Diam-Diam
80 BAB 79 - Kejutan Sang Istri
81 BAB 80 - Jalan Paling Benar
82 BAB 81 - Keputusan Final
83 BAB 82 - Resiko
84 BAB 83 - Aku Mencintaimu!!
85 BAB 84 - Pengkhianat Sesungguhnya
86 HASRAT KAKAK TIRI - Desy Puspita
87 BAB 85 - Aku Bukan Liora (Mikhayla)
88 BAB 86 - Tidak Terduga
89 BAB 87 - Ketakutan Masa Depan
90 BAB 88 - Seutuhnya
91 BAB 89 - Kejutan Tak Terduga
92 BAB 90 - Bukan Anak Kecil
93 BAB 91 - Jangan Dipikirkan.
94 BAB 92 - Jangan Bermain-Main
95 BAB 93 - Memastikan (Mikhayla)
96 BAB 94 - Rahasia Mikhayla
97 BAB 95 - Seperti Mimpi
98 BAB 96 - Rahasia Kita
99 BAB 97 - Makan Malam
100 BAB 98 - Aneh
101 BAB 99 - Cita-Cita Sederhana
102 BAB 100 - Dramatis
103 BAB 101 - Rumitnya Hati Pria
104 BAB 102 - Ilustrasi Masa Depan
105 BAB 103 - Pantang Dipuji
106 BAB 104 - SKS
107 BAB 105 - Didikan Keyvan
108 BAB 106 - Salah Menduga
109 BAB 107 - Wanita Yang Terpilih
110 BAB 108 - Baby K
111 BAB 109 - Hadiah
112 BAB 110 - Ikatan Batin
113 BAB 111 - Sejatinya Seorang Papa
114 BAB 112 - Wanita Terakhir
115 BAB 113 - Pemaksa/Penyiksa.
116 BAB 114 - Kencan
117 BAB 115 - Bukan Istri Biasa
118 BAB 116 - Perintah Paling Sulit
119 BAB 117 - Di Luar Dugaan
120 BAB 118 - Kekhawatiran Keyvan
121 BAB 119 - Jawab!!!!
122 BAB 120 - Menantu Durjana
123 BAB 121 - Balas Dendam
124 BAB 122 - Pembuktian.
125 BAB 123 - Pantang Ditantang.
126 BAB 124 - Senam Hamil.
127 BAB 125 - Tidak Sadar Diri
128 BAB 126 - (Bukan) Suami Takut Istri
129 BAB 127 - Senam Hamil (Sungguhan)
130 BAB 128 - The Best Papa
131 BAB 129 - Berisik
132 BAB 130 - Berjuang (Semuanya)
133 BAB 131 - Bayangan Masa Depan
134 BAB 132 - Bahagia (Semua)
135 BAB 133 - Jangan Percaya Mikhail
136 BAB 134 - Milik Bersama
137 BAB 135 - Our Baby Girl
138 BAB 136 - Anggap Saja Kembar
139 BAB 137 - Tidak Berubah
140 BAB 138 - Unboxing
141 BAB 139 - Sangat Dewasa
142 BAB 140 - Mandiri Sejak Bayi
143 BAB 141 - Sangat Sempurna
144 BAB 142 - Perebutan Tahta
145 BAB 143 - Sang Pengasuh
146 BAB 144 - Kali Terakhir
147 BAB 145 - Toxic
148 BAB 146 - Bukan Sugar Baby
149 BAB 147 - Godaan Akhir Pekan
150 BAB 148 - Jebakan
151 BAB 149 - Jangan Sia-Siakan.
152 BAB 150 - Penyesalan Keyvan
153 BAB 151 - Sesuai Mood
154 BAB 152 - Keluarga Sempurna - End
155 Promo Karya Baru - Sugar Baby Sang Cassanova - Desy Puspita
156 BONUS CHAPTER 01
157 BONUS CHAPTER 02
158 BONUS CHAPTER 03
159 BONUS CHAPTER 04
160 BONUS CHAPTER 05
161 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Sang Presdir
162 Promo Karya Baru Mahligai Impian (Zavia - Renaga - Giska)
163 BONUS CHAPTER 06
Episodes

Updated 163 Episodes

1
BAB 1 - Petaka
2
BAB 2 - Pembunuh
3
BAB 3 - Kemarahan Dua Pria.
4
BAB 4 - Neraka Yang Sesungguhnya.
5
BAB 5 - Tanggung Jawab
6
BAB 6 - Pakai Bajumu.
7
BAB 7 - Siap Merasakan
8
BAB 8 - Menuai Hasil
9
BAB 9 - Bukan Pernikahan Biasa.
10
BAB 10 - Takdir
11
BAB 11 - Pria Dewasa
12
BAB 12 - Cenat-Cenut
13
BAB 13 - Bajak Laut
14
BAB 14 - Evan!!
15
BAB 15 - Tugas Pertama
16
BAB 16 - Marah?
17
BAB 17 - Makan Malam
18
BAB 18 - Duda Gila
19
BAB 19 - Tidak Ada Yang Gratis
20
BAB 20 - Bukan Bocil Biasa
21
BAB 21 - Kerinduan (Mikhayla)
22
BAB 22 - Bukan Aliran Sesat
23
BAB 23 - Khilaf Termanis
24
BAB 24 - Bukan Guling Biasa.
25
BAB 25 - Tanggung Jawab
26
BAB 26 - Mulai Was-Was (Evan)
27
BAB 27 - Jangan Mengadu
28
BAB 28 - Mulai Berani
29
BAB 29 - Permintaan Mikhail.
30
BAB 30 - Penyiksaan
31
BAB 31 - Fakta Tersakit
32
BAB 32 - Sama-Sama
33
BAB 33 - Angin Segar Mikhayla
34
BAB 34 - Kuasa Mikhayla.
35
BAB 35 - Bertemu Mertua
36
BAB 36 - Bukan Istri Pura-Pura.
37
BAB 37 - Mengenal Lebih Dekat
38
BAB 38 - Tetap sama
39
BAB 39 - Harap Berkaca
40
BAB 40 - Tutorial Hidup Ala Keyvan
41
BAB 41 - Keluarga BESAR
42
BAB 42 - Sama-Sama Pendendam
43
BAB 43 - Kembali (Dunia Mikhayla)
44
BAB 44 - Menjaga Dengan Caranya.
45
BAB 45 - Tidak Mau Berbagi
46
BAB 46 - Memang Sudah Wataknya.
47
BAB 47 - Tidak Ada Salahnya Mencoba
48
BAB 48 - Terbuka
49
BAB 49 - Ngebet (Hamil)
50
BAB 50 - Pembuktian
51
BAB 51 - Dendam Yang Sama
52
BAB 52 - Meminta Restu
53
BAB 53 - Puas!!
54
BAB 54 - Tidak Semudah Itu.
55
BAB 55 - Jodoh Dari Tuhan
56
BAB 56 - Pria Asing
57
BAB 57 - Ada Yang Salah
58
BAB 58 - Memastikan
59
BAB 59 - Mencurigakan.
60
BAB 60 - Pengkianat
61
BAB 61 - Kembali (Dunia Yang Sesungguhnya)
62
BAB 62 - Hidup Tapi Mati
63
BAB 63 - Belum Usai
64
BAB 64 - Sama-Sama Keras
65
BAB 65 - Izinkan Aku Pulang
66
BAB 66 - Melepas (Kerinduan)
67
BAB 67 - Demi Cinta
68
BAB 68 - Meredam Ego
69
BAB 69 - Istri Luar Biasa
70
BAB 70 - Sama Saja
71
BAB 71 - Bukan Mertua Biasa
72
BAB 72 - Belut Listrik
73
BAB 73 - Permintaan Mertua
74
BAB 74 - Otakmu tidak akan sampai - Keyvan
75
Promo - Wanita Milik CEO - Ranty Yoona
76
BAB 75 - Aku Bukan Penggoda (Mikhayla)
77
BAB 76 - Jodoh Cerminan Diri
78
BAB 77 - Lampu Hijau Dari Mama
79
BAB 78 - Diam-Diam
80
BAB 79 - Kejutan Sang Istri
81
BAB 80 - Jalan Paling Benar
82
BAB 81 - Keputusan Final
83
BAB 82 - Resiko
84
BAB 83 - Aku Mencintaimu!!
85
BAB 84 - Pengkhianat Sesungguhnya
86
HASRAT KAKAK TIRI - Desy Puspita
87
BAB 85 - Aku Bukan Liora (Mikhayla)
88
BAB 86 - Tidak Terduga
89
BAB 87 - Ketakutan Masa Depan
90
BAB 88 - Seutuhnya
91
BAB 89 - Kejutan Tak Terduga
92
BAB 90 - Bukan Anak Kecil
93
BAB 91 - Jangan Dipikirkan.
94
BAB 92 - Jangan Bermain-Main
95
BAB 93 - Memastikan (Mikhayla)
96
BAB 94 - Rahasia Mikhayla
97
BAB 95 - Seperti Mimpi
98
BAB 96 - Rahasia Kita
99
BAB 97 - Makan Malam
100
BAB 98 - Aneh
101
BAB 99 - Cita-Cita Sederhana
102
BAB 100 - Dramatis
103
BAB 101 - Rumitnya Hati Pria
104
BAB 102 - Ilustrasi Masa Depan
105
BAB 103 - Pantang Dipuji
106
BAB 104 - SKS
107
BAB 105 - Didikan Keyvan
108
BAB 106 - Salah Menduga
109
BAB 107 - Wanita Yang Terpilih
110
BAB 108 - Baby K
111
BAB 109 - Hadiah
112
BAB 110 - Ikatan Batin
113
BAB 111 - Sejatinya Seorang Papa
114
BAB 112 - Wanita Terakhir
115
BAB 113 - Pemaksa/Penyiksa.
116
BAB 114 - Kencan
117
BAB 115 - Bukan Istri Biasa
118
BAB 116 - Perintah Paling Sulit
119
BAB 117 - Di Luar Dugaan
120
BAB 118 - Kekhawatiran Keyvan
121
BAB 119 - Jawab!!!!
122
BAB 120 - Menantu Durjana
123
BAB 121 - Balas Dendam
124
BAB 122 - Pembuktian.
125
BAB 123 - Pantang Ditantang.
126
BAB 124 - Senam Hamil.
127
BAB 125 - Tidak Sadar Diri
128
BAB 126 - (Bukan) Suami Takut Istri
129
BAB 127 - Senam Hamil (Sungguhan)
130
BAB 128 - The Best Papa
131
BAB 129 - Berisik
132
BAB 130 - Berjuang (Semuanya)
133
BAB 131 - Bayangan Masa Depan
134
BAB 132 - Bahagia (Semua)
135
BAB 133 - Jangan Percaya Mikhail
136
BAB 134 - Milik Bersama
137
BAB 135 - Our Baby Girl
138
BAB 136 - Anggap Saja Kembar
139
BAB 137 - Tidak Berubah
140
BAB 138 - Unboxing
141
BAB 139 - Sangat Dewasa
142
BAB 140 - Mandiri Sejak Bayi
143
BAB 141 - Sangat Sempurna
144
BAB 142 - Perebutan Tahta
145
BAB 143 - Sang Pengasuh
146
BAB 144 - Kali Terakhir
147
BAB 145 - Toxic
148
BAB 146 - Bukan Sugar Baby
149
BAB 147 - Godaan Akhir Pekan
150
BAB 148 - Jebakan
151
BAB 149 - Jangan Sia-Siakan.
152
BAB 150 - Penyesalan Keyvan
153
BAB 151 - Sesuai Mood
154
BAB 152 - Keluarga Sempurna - End
155
Promo Karya Baru - Sugar Baby Sang Cassanova - Desy Puspita
156
BONUS CHAPTER 01
157
BONUS CHAPTER 02
158
BONUS CHAPTER 03
159
BONUS CHAPTER 04
160
BONUS CHAPTER 05
161
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Sang Presdir
162
Promo Karya Baru Mahligai Impian (Zavia - Renaga - Giska)
163
BONUS CHAPTER 06

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!