Ridho yang mendengar itu sedikit Berkeringat dingin padahal Jam tengah malam angin telah bersepoi-sepoi
Ridho: Baik Tuan. Saya akan segera kesna!
Rizky: sebaiknya cepat karena Anakmu Tampaknya ingin mematahkan Tangan & Kaki saya
Ridho yang mendengar itu langsung berteriak kepada Asistennya untuk menyiapkan mobil atau taksi apapun yang membuat dirinya sampai kepada Bos Barunya
Ridho: baik Tuan Mohon tunggu saya 5 menit eh tidak 2 menit saya segera
Ridho Turun dari Kantornya dan menuju Mobil yang telah disediakan
"Cepat bawakan aku ke Tengah Kota. Hotel Pratama" Titah Ridho
'Dasar Anak Sialan. Apalgi yang dia lakukan!. Awas Aja dia berani-berani mematahkan orang yang tidak harua dia patahkan!' Gumam Ridho marah terhadap anaknya.
-Hotel
"Oh ya? Apakah kamu meminta bantuan teman mu untuk menolong mu? duh aku tidak tega dengan teman mu mau berteman dengan orang miskin" kata Aldo mengejek
Rizky terus beristigfar agar emosi tidak mengendalikan dirinya
"Lebih Baik pergi atau" ingin aldo menyelesaikan perkataannya tapi terdengar Teriakan Tua yang Lantang
"Atau Apa?" Teriak Ridho yang mendengar itu
"A--Ayah. Mengapa kamu disini?" Tanya Aldo Yang gugup melihat Ayahnya
Ridho menghampir bersama Anak buahnya
BRAK
Ridho menendang anaknya hingga tersungkur kesakitan
"A---Ayah kenapa kamu melakukan ini kepada anakmu!" kata Aldo kesakitan
"Aku bukan Ayahmu. Bajingan! Berani-berani sekali kamu menyinggung pemilik Baru Bank BCA! Jika kamu anggap dia miskin. Lalu aku apa? Dasar anak tidak tahu diri! kalian Pukul dia agar sadar!" Titah Ridho pada pengawalnya.
Ridho pun menghampir rizky lalu menunduk hormat
"Tuan Rizky. Maaf atas Ketololan Anak saya yang buta melihat Anda yang begitu tinggi" kata Ridho menunduk menyesal
"Tak Apa. sudahi siksaan anak mu. Bagaimana pun Itu Anakmu. Lain kali Didik agar dapat tetap ramah & selalu rendah hati. Jika anak mu bertemu orang lain. Mungkin anak mu hanya tinggal nama" kata Rizky
Ridho pun bersyukur jika Rizky mengampuni Anaknya walaupun ridho sendiri masih ingin menyiksa anak semata wayangnya karena menyebabkan masalah apalgi di tengah malam
"Tuan Rizky. Besok Apakah Anda punya Waktu? Perusahaan perlu arahan & saran dari Anda" kata Ridho
Rizky mendengar itu lalu perpikir sejenak
'Apa ku harus datang ya?' rizky bimbang
[Tuan. Anda Tidak Perlu Datang. Biarkan Semua urusan Perusahaan anda bisa wakilkan dengan sektetaris] kata Balqis
'Tunggu. Apakah aku punya sektetaris?' Tanya Rizky kepada balqis
[tepatnya anda belum memiliki sektetaris. Tapi anda bisa membeli sektetaris dengan Nilai Harga 10 Juta] kata Balqis
'10 Juta untuk seorang sektetaris? Apakah sektetaris itu terbuat dari emas? Yang benar saja' kata Rizky terkejut
[Tuan. Jangan Marah atau kesal. Tapi ketahuilah. Tuan. Sektetaris yang anda beli itu memiliki 5 kemampuan dari pada Sektetaris pada umumnya] kata Balqis
'katakan Kepadaku tentang maksud sektetaris yang kamu katakan' kata Rizky
[Sektetaris anda setidaknya memiliki 5 kemampua. 1. menganalisa keuangan & pasar. 2. Di bidang pretesan setara dengan Agensi Mata-mata dunia seperti BIN & FBI. 3. Cakap mengenani perusahaan baik kecil dan besar. 4. Ahli nembak dengan segala senjata baik besar dan kecil. 5. Memiliki KeAhlian dalam membaca Pergerakkan Harga Saham Internasional] kata Balqis
Rizky sedikit terkejut tapi dia perpikir bahwa harga 10 juta adalah hal worth it terlebih kemampuan nya dibutuhkan
'Baiklah Saya akan membelinya' kata Rizky
[Terimakasih Telah berbelanja di Shop Saya. Tuan!] kata Balqis
'lalu bagaimana saya dapat bertemu dengan Sektetaris saya?' Tanya Rizky
[Sektetaris akan muncul dari toilet untuk mengurangi kecurigaan] kata balqis.
"Ma--Maaf Tuan. Saya Terlambat. Saya baru saja Dari Toilet" kata Perempuan muda dengan pakaian ala kantoran
Ridho yang mendengar itu sedikit kebingungan
"Maaf Tuan. Siapa gerangan perempuan ini?" Tanya Ridho
"Oh ini sektetaris saya. Namanya Adalah Ava. Iya Ava. Ava Kenalkan Ini Ridho. CEO Dari PT Bank BCA. Perusahaan yang baru saja saya akusisi" kata Rizky dengan cepat
Ridho pun menjulurkan tangan perkenalkan begitu juga ava
"Maaf Tuan Rizky. Soal pertanyaan saya tadi. Apakah Anda besok kita dapat bertemu kembali untuk membahas Perusahaan?" Tanya Ridho
"Ava Adalah Sektetaris saya. Kemungkinan juga besok saya ada acara(padahal tidak). Jadi Ridho. Saya serahkan urusan perusahaan terhadap ava selaku sektetaris saya" kata rizky menolak halus
Penolakkan Halus membuat ridho kecewa tapi sadar tentang Bos Barunya itu langsung menampilkan senyuman
"Ava. Datang besok ke Kantor Pusat BCA dan aku mempercayaimu" kata Rizky sambil berusaha menjaga jarak
'Sial kamu balqis. Kenapa memberikan saya sektetaris yang perempuan?' Tanya Rizky
[Anda Tidak berkata kepada saya tentang sektetaris jenis kelamin dengan apa. Tapi saya kira menyukai perempuan berbody spanyol seperti Ava] kata Balqis
'Aku memang menyukai seorang perempuan tapi kamu ketahui aku tidak pandai berdekatan dengan perempuan apalagi itu bukan muhrimku! Balqis' kata Rizky menggila mengomeli Balqis
[Mohon untuk tidak mengomeli saya. Tuan. Itu semua salah anda karena tidak bilang] kata Balqis menolak disalahkan.
Rizky hanya berakhir dengan wajah cemberut diwajahnya.
"Baik Tuan Rizky. Terimakasih Atas kepercayaan anda terhadap saya. Sepenuhnya saya setia & bertanggung jawab untuk perusahaan anda" kata Ava menunduk hormat
"Baiklah. Saya ingin tidur. Kalian boleh Pulang masing-masing" kata Rizky
Ridho pun menunduk lalu pamit pergi bersama Anaknya yang sudah tidak sadar lagi karena jatuh pingsan.
"Kenapa? Kamu melihat ku terus" Rizky bertanya
"Maaf Tuan saya lancang. Tapi saya baru di dunia ini. Saya belum memiliki tempat tinggal!" Kata ava dengan nada kikuk.
"Apakah Hotel ini punya 2 kamar?" Tanya Rizky
"T--Tidak Tuan. Karena saat ini kamar yang tersisa hanya 1" kata resepsionis ketakutan
Resepsionis itu ketakutan setelah mengetahui Rizky memiliki latar belakang yang luar biasa dibanding Tuan Muda Aldo sebelumnya
"Ava. Kamu tinggal saja dikamar itu. Aku bisa mencari hotel lain" kata Rizky yang bersiap membayar
"Tun--tunggu Tuan! kenapa anda memilih keluar mencari hotel lain? Saya bisa berbagi kamar dengan anda. Sungguh saya tidak ingin Tuan saya Terkena menyakit ditengah malam ini" kata Ava
"Tapi saya Tidak bersedia bersama mu dalam 1 kamar" kata Rizky menolak
"Mengapa Tuan? Apakah anda tidak menyukai keberadaan saya?" Tanya Ava sedikit menunduk
"Tidak. Ava. Tapi kamu dan Aku adalah dua insan yang berbeda. Kamu adalah perempuan dan aku Adalah laki-laki normal. Aku tidak mau melewati batas apalgi kita bukan muhrim. Tidak baik jika kita bersama" kata Rizky menjelaskan
"S--Saya Rela jika anda menginginkan saya" kata Ava dengan malu-malu meong
Rizky hanya menggeleng kepala. Inilah yang ia khawatirkan jika sektetaris nya adalah perempuan
"Tinggal dan tidurlah!" titah Rizky dan itu membayar
TING - Transaction Succesfully
"Terimakasih Telah Mempercayai tempat istirahat anda kepada kami. Sisa Saldo Adalah 13.516.61.000.000.012.000,00 ( 13 Juta Triliun. 516 Miliar. 61 Juta ) " - Suara mesin EDC
Resepisonis mendengar Nominal Yang sangat Banyak
'Apakah dia berasal dari generasi pertama?' Resepsionis itu terkejut
"Jaga Dia. Dia Adalah Sektetaris saya dan kamu Ava katakan kepada saya jika kamu memerlukan sesuatu. Ini nomor telepon saya. Kamu bisa hubungi" kata Rizky kepada Resepsionis lalu kepada Ava
Keduanya hanya bisa menunduk patuh.
...----------------...
...BYE...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
Ulil Nuha
tengah malam lari seolah olah ga ada taxi tinggal fi hutan, ribut dengan anak preskom rebutan kamar ga taunya bapaknya masih sibuk do kantor... kantor pa kamar pengendor kolor . preskom ngapain di kantor .. ini keliatan banget plagiatnya. sampai ga faham waktu...
2024-12-10
0
Ulil Nuha
yg baca anehnya ga ada yg protes... kok pada goblok ya ga ngeh cacad alurnya
2024-12-10
0
amore💞💞
emang klo 1 kmar hrus melakukan hubngan intim gtu ... klot
2023-09-09
0