Bab 13. Informasi

"Hah??" Sekarang giliran Lin Tian yang terkejut sekaligus bingung. Pasalnya selama ini dirinya merasa biasa saja ketika memikul kristal itu, bahkan ketika menyentuh langsung pun walau terasa dingin tetapi masih dibatas kewajaran. Akan tetapi ketua penjaga itu yang hanya menyentuh kain pembungkusnya saja sudah tidak kuat dan menampakkan ekspresi pucat.

"Paman, kau kenapa??" Tanya Lin Tian kemudian sambil meletakkan bungkusan kristal itu di atas tanah.

"Apa yang kau bawa itu? D-dingin sekali...." Jawab ketua penjaga tergagap.

"Oh...ini berisi sebuah benda yang nantinya akan aku jadikan pedang. Omong-omong, mengapa kau begitu kaget ketika menyentuh bungkusan ini, apa sebegitu dinginnya kah?"

"Apa-apaan anak ini, mampu melakukan perjalanan sambil memikul benda semengerikan itu???" Batin ketua penjaga bertanya-tanya.

"Hm...Lin Tian, kau bilang baru saja telah keluar dari pengasingan beberapa tahun kan? Boleh aku tahu di mana tempatmu mengasingkan diri dan berapa lama tepatnya?" Ketua penjaga itu tidak menjawab pertanyaan Lin Tian dan malah balik bertanya.

"Aku mengasingkan diri di salah satu puncak Pegunungan Tembok Surga sana selama kurang lebih tujuh tahun." Jawab Lin Tian sambil menudingkan jari telunjuknya ke arah sebuah pegunungan yang berbentuk seperti tembok raksasa itu.

Kembali ketua penjaga itu terkejut, kemudian lanjut bertanya, "L-l-lalu dimana kau mendapatkan benda ini?" Tanyanya sembari menunjuk bungkusan kristal Lin Tian.

Sebenarnya pemuda ini menjadi semakin heran melihat tingkah laku pria di depannya itu, tetapi ia tetap menjawab, "Benda ini kutemukan di puncak tertinggi Pegunungan Tembok Surga, lebih tepatnya di sebuah goa yang berada disana."

"Apa....!!?" Tiba-tiba ketua penjaga itu memekik keras yang membuat Lin Tian dan beberapa orang di sekitar mereka terkejut. Sedetik kemudian, pria ini menarik tangan Lin Tian dan berbisik di telinganya, "Cepat kau masuk dan belilah baju yang bagus! Ini uangnya." Ucapnya sembari menyerahkan sepuluh keping koin perak. "Kita harus bicara setelah ini." Sambungnya yang masih dengan berbisik.

Diberi beberapa koin itu Lin Tian merasa sedikit tidak enak kepada pria di depannya, karena tanpa diberi uangpun dirirnya mampu membeli pakaian sendiri dari uang hasil pemberian Xiao Lian.

Sehingga pemuda ini berinisiatif untuk mengembalikan uang tersebut, "Tidak perlu paman, aku sudah-"

"Sudahlah ambil saja, tak perlu sungkan" Potong pria paruh baya itu cepat sambil sedikit mendorong-dorong tubuh Lin Tian agar segera masuk dan membeli baju.

Lin Tian hanya menghela nafas dan menuruti permintaannya untuk membeli baju dengan uang tersebut.

Setelah beberapa menit, Lin Tian keluar dengan penampilan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Jika tadi pemuda ini berpakaian layaknya orang-orang gunung, sekarang ini Lin Tian sudah terlihat seperti selayaknya seorang pendekar. Pemuda ini menggunakan baju yang berwarna merah gelap senada dengan celananya, sabuk yang melilit pinggangnya berwarna hitam dihias dengan sulaman benang perak serta sepatu yang juga berwarna hitam.

Jika sebelumnya rambut Lin Tian yang sampai kepunggung itu dibiarkan awut-awutan ala kadarnya, sekarang pemuda ini sudah menguncir rambut panjangnya sehingga terlihat jauh lebih tampan dan gagah.

Pria paruh baya ketua penjaga gerbang yang menunggu di luar sedari tadi juga nampak kaget melihat perubahan Lin Tian. Dirinya tidak menyangka bahwa hanya dengan berganti pakaian saja, Lin Tian sudah menjadi seperti dua orang yang berbeda.

"Nah...begitu lebih baik." Pujinya yang diam-diam masih kagum dan merasa sedikit iri akan ketampanan Lin Tian.

"Uangnya masih sisa paman, ini aku kembalikan." Kata Lin Tian sambil menyerahkan lima butir koin perak sisa belanjaannya.

"Hahahah....tidak perlu sungkan, kau ambil saja itu."

"Apa kau yakin paman?"

"Tentu saja ambilah...ambilah...Yang penting sekarang ini kita harus segera bicara, ayo ikut aku!" Jawabnya yang tiba-tiba nada bicaranya berubah menjadi lebih serius di akhir perkataannya.

Lin Tian lalu memasukkan koin itu ke dalam saku bajunya dan mengikuti si ketua penjaga dari belakang sambil membawa bungkusan kristal tersebut.

*******

"Baiklah sekarang coba kau ceritakan soal kehidupanmu di salah satu puncak Pegunungan Tembok Surga." Ucap ketua penjaga itu serius.

Saat ini mereka sudah sampai di penginapan yang direkomendasikan oleh ketua penjaga itu. Dan sekarang mereka sedang berada di lantai satu penginapan yang sekaligus menjadi rumah makan, di hadapan mereka sudah tersedia berbagai macam makanan lengkap dengan sayur dan lauk pauk pesanan mereka.

"Oh ya, maaf jika terlambat, perkenalkan namaku Bao Chu. Kepala penjaga gerbang di kota batu ini."

Lin Tian hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban, kemudian berkata, "Baiklah paman Chu, sesuai keinginanmu, aku akan menceritakan semua pengalamanku selama berada di Pegunungan Tembok Surga."

Lalu berceritalah Lin Tian tentang semua yang dilakukannya selama berada di puncak Pegunungan Tembok Surga, tentang dimana dia tinggal, bagaimana dia hidup, bahkan pemuda ini sampai menceritakan jadwal rutinitas hariannya seperti pembagian waktu berlatih dan istirahat. Semua Lin Tian ceritakan dengan jelas dan detail tanpa menyembunyikan apapun.

Akan tetapi tentu saja dia tidak menceritakan alasan mengapa dirinya bisa sampai di pegunungan itu.

"Lalu benda ini, bagaimana kau bisa sampai di puncak tertinggi itu?" Kembali Bao Chu melontarkan pertanyaan sembari tangan kanannya memasukkan sayur mayur kedalam mulutnya.

"Hm...soal itu, jadi sebenarnya selama berada di puncak tempatku berlatih, aku selalu penasaran dengan salah satu gunung yang puncaknya sampai tak terlihat, dan puncak itu adalah puncak gunung dimana aku mendapatkan ini." Jawabnya sambil menyentuhkan tangannya ke bungkusan kristal tersebut.

"hanya itu?" Tanya Bao Chu menghentikan aktivitas makannya.

"Ya, hanya itu"

"Jadi maksudmu....kau menaiki puncak tertinggi itu hanya karena penasaran??" Kembali pria paruh baya ini bertanya sambil menampakkan ekspresi heran sekaligus terkejut.

"Ya, hanya penasaran." Lin Tian menjawab dengan ekspresi biasa saja. Memang sengaja dia tidak menjelaskan alasan yang sebenarnya ia mendaki puncak itu untuk meningkatkan tenaga dalam. Karena pemuda ini berpikir Bao Chu adalah seorang yang baru dikenalnya sehingga ia tidak bisa asal percaya saja.

Tanpa sadar Bao Chu melepaskan sayur mayur yang sebelumnya berada di genggaman tangannya, pria paruh baya itu kali ini benar-benar merasa heran dan ngeri, bisa-bisanya pemuda di depannya ini berani mendaki puncak itu hanya karena penasaran.

"Paman, sebenarnya ada apa ini, kenapa kau begitu kaget mendengar bahwa aku pergi ke puncak Pegunungan Tembok Surga." Tanya Lin Tian yang sudah merasa penasaran sejak tadi.

"Oh...nampaknya kau belum tahu. Dengar Lin Tian, Pegunungan Tembok Surga adalah pegunungan keramat, banyak orang mengatakan bahwa pegunungan itu adalah tempat turunnya para dewa dari surga yang ingin melihat langsung kehidupan manusia. Yang membuatku terkejut adalah, apa kau tak pernah sekalipun melihat dewa-dewa itu?" Tanya pria paruh baya itu dengan raut wajah yang sangat serius.

"Hah...?" Lin Tian tanpa sadar membuka mulutnya lebar-lebar saking kagetnya. "Oh jadi begitu, ternyata dia ini salah satu dari sekian banyak orang yang percaya cerita dongeng anak-anak itu." Gumam Lin Tian dalam hati yang tidak pernah menyangka bahwa kekagetan Bao Chu barasal dari sebuah dongeng.

"Dan satu lagi Lin Tian, kau bilang bahwa kau juga mendaki puncak tertinggi di pegunungan itu. Aku pernah mendengar cerita yang intinya kalau setiap malam bulan purnama, akan ada para bidadari surga yang turun ke puncak tersebut untuk mandi di sebuah telaga." Bao Chu berhenti sejenak untuk mengambil nafas, "Apakah kau melihat telaga itu?" Lanjutnya betanya

"Ya, disana memang ada sebuah telaga yang lumayan besar." Jawab Lin Tian dengan wajah datar. Sepertinya pemuda ini sudah tau akan kemana arah pembicaraan mereka selanjutnya.

Kemudian, tiba-tiba wajah Bao Chu menjadi merah lalu bertanya dengan semangat, "Lalu, kau pasti juga melihat bidadari-bidadari itu kan?? Tolong ceritakan padaku! bagaimana wajahnya?? apakah cantik? kalau iya, secantik apa mereka? Lalu ketika mandi...bagaimana bentuk-huuukkhh."

Perkataannya terpotong oleh Lin Tian yang sudah menyumpalkan sebuah paha ayam goreng ke dalam mulutnya. Ternyata benar dugaannya, pembicaraan mereka mengarah ke situ.

"Paman dengar...tentang dewa apalagi bidadari itu, aku tak pernah melihatnya sekalipun selama berada disana!" Ucap Lin Tian tegas dengan menekankan setiap kalimatnya.

Tanpa mereka sadari, pertanyaan Bao Chu barusan telah menarik perhatian dari orang-orang yang sedang berada di rumah makan itu, dan mereka hanya tertawa geli mendengar pertanyaan terakhir yang dilontarkan oleh pria paruh baya tersebut. Hal ini membuat Lin Tian merasa jengah sehingga langsung saja dirinya menyumpal mulut Bao Chu dengan sebuah paha ayam.

*******

"Baiklah paman, aku sudah menjawab semua pertanyaanmu, sekarang kau harus mengabulkan permintaanku sebelumnya. Tolong jelaskan padaku tentang keadaan dunia ini paman Bao." Lin Tian berkata sambil memasang ekspresi sungguh-sungguh. Memang benar jika ilmu kepandaian Lin Tian sudah cukup tinggi, akan tetapi pemuda ini hanya punya sedikit pengalaman dan pengetahuan tentang dunia luas yang kelak akan ia jelajahi.

Ditambah selama tujuh tahun terakhir ini dirinya sama sekali tidak pernah berhubungan dengan dunia luar. Jadi, sama sekali tidak berlebihan jika menyebut Lin Tian sebagai seorang balita di dunia ini khususnya dunia persilatan.

"Oh...soal itu, baiklah dengarkan baik-baik." Bao Chu menjawab setelah menghabiskan paha sumpalan itu.

Bao Chu memulai ceritanya, yang pertama kali pria paruh baya ini ceritakan adalah tentang dua kekaisaran besar yang menguasai dua sisi daratan. Mereka ini adalah kekaisaran Song di Utara dan kekaisaran Chu di Selatan. Tentu saja Lin Tian sudah mengetahui pengetahuan umum ini ketika ia masih berada di keluarga Zhang, sehingga dirinya langsung memotong percakapan pria itu.

"Maaf paman, untuk itu aku sudah mengetahuinya. Begini saja coba kau ceritakan padaku tentang seluk beluk dunia persilatan?"

"Oh...baiklah...baiklah."

Kembali Bao Chu bercerita. Menurut penjelasannya, dunia persilatan dibagi menjadi dua golongan, yaitu hitam dan putih. Golongan putih berisi orang-orang gagah berjiwa kesatria yang senjata dan ilmunya hanya digunakan untuk kebaikan dan kebenaran. Sedangkan golongan hitam adalah sebaliknya, yang dimana hanya berisi orang-orang pengumbar nafsu dan kemaksiatan. Ketika dalam pertarungan pun, golongan ini tidak pernah memikirkan soal kegagahan dan keadllan, yang ada hanyalah bagaimana cara untuk menang.

Akan tetapi sudah menjadi sifat manusia yang serba kekuarangan, setiap ada kebaikan pasti ada keburukan, bagitu pula dengan diri seseorang, pasti ada sisi buruk dan sisi baik. Walaupun mengaku berasal dari golongan putih, akan tetapi masih banyak orang-orang yang menjadi hamba nafsu berkedok pakaian pendeta, ada pula orang-orang yang menggunakan ilmunya hanya untuk mendapat pujian dan hormat orang lain. Sungguh, orang seperti mereka ini bahkan lebih busuk daripada orang-orang yang dengan bangga mengaku berasal dari golongan hitam.

Pria ini juga menjelaskan bahwa di dunia persilatan, baik golongan hitam maupun putih, terdapat orang-orang sakti yang mendapat sebutan sebagai 'Datuk Persilatan'. Dari golongan hitam ada delapan orang yang menjuluki dirinya sendiri sebagai 'Pilar Neraka', mereka ini adalah pendekar-pendekar golongan hitam yang paling ditakuti di seluruh dunia. Dari kedelapan anggota Pilar Neraka, dua diantaranya berada di wilayah Utara, sedangkan sisanya berada di Selatan. Karena itulah di daerah Utara, hanya tokoh-tokoh kosen sajalah yang mengenal kedelapan iblis ini.

Di lain pihak, golongan putih juga mempunyai tokoh-tokoh sakti yang kebanyakan orang menyebut mereka sebagai 'Empat Dewa Mata Angin'. Seperti namanya, mereka terdiri dari empat orang yang masing-masing berada di ke empat penjuru daratan. Diceritakan, kesaktian mereka ini sudah sangat tinggi bahkan ada yang mengatakan jika keempat orang ini adalah manusia setengah dewa. Hanya mereka sajalah yang mampu bertanding seimbang melawan Pilar Neraka.

Bao Chu juga menjelaskan beberapa perguruan dan perkumpulan yang berada di dunia persilatan. Ketika menjelaskan hal ini, ada satu hal yang menarik perhatian Lin Tian, maka segera pemuda ini bertanya untuk menuntaskan penasaran hatinya.

"Paman, tolong jelaskan lebih detail lagi soal perkumpulan golongan netral yang bernama...apa tadi...? Asosiasi Gagak Surgawi??"

"Ya, Asosiasi Gagak Surgawi. Mereka adalah sebuah perkumpulan paling misterius di dunia persilatan yang hanya bersedia untuk menyediakan berbagai informasi seputar dunia ini."

"Lalu apa maksudnya tentang golongan netral? Bukankah dunia persilatan hanya terdiri dari golongan hitam dan putih??" Lin Tian bertanya dengan bingung.

"Kau benar, akan tetapi, perkumpulan ini tidak mau untuk disebut sebagai golongan hitam maupun putih, mereka juga tidak mau untuk mencampuri setiap permasalahan yang terjadi antara golongan hitam dan putih. Karena hal inilah, maka para pendekar menyebut mereka sebagai golongan netral." Ucap Bao Chu yang disusul dengan tangan kanannya bergerak mengambil botol arak dan menenggaknya, pria ini merasa haus karena sedaritadi lidahnya tak pernah berhenti bergerak untuk memberi penjelasan kepada Lin Tian.

"Hm...jadi begitu." Jawab Lin Tian sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Tapi...! Jangan pernah kau remehkan mereka!! Karena pernah suatu hari, ada sepasukan pendekar dari golongan hitam menyerbu salah satu markas besar mereka dengan tujuan hendak menguasai Asosiasi ini dan hasilnya, pasukan pendekar itu mampu diratakan oleh Asosiasi Gagak Surgawi tanpa bantuan dari perguruan atau perkumpulan manapun. Maka sejak hari itu, tidak ada lagi yang berani untuk meremehkan Asosiasi ini."

"Oh...sepertinya Asosiasi Gagak Surgawi memiliki banyak pendekar sakti."

Lin Tian merasa sedikit senang menadapat informasi ini, karena Lin Tian berpikir jika dia mendatangi mereka, kemungkinan Asosiasi itu akan tahu dimana letak keberadaan Nona mudanya. Tetapi masalahnya, ia tidak tau bagaimana caranya agar dirinya bisa berhubungan dengan Asosiasi tersebut.

"Paman, bagaimana caraku untuk menemui mereka." Akhirnya Lin Tian bertanya.

"Soal itu...maaf aku juga tidak mengetahuinya." Balas Bao Chu sambil menampilkan raut wajah menyesal.

"Haaahhhhh....." Hanya helaan nafasnya sajalah yang terdengar dari mulut Lin Tian, pemuda ini sedikit kecewa mendengar pernyataan pria paruh baya itu.

Tiba-tiba dari arah luar restoran terdengar suara hiruk pikuk dari orang-orang sekitar. Kemudian telinga Lin Tian tak sengaja mendengar sebuah teriakan yang menarik hatinya. Teriakan itu berasal dari warga sekitar yang berbunyi...

"Itu keluarga Xiao, mereka sudah dataaaangg!!"

|•BERSAMBUNG•|

Terpopuler

Comments

kang baca

kang baca

atau lingkaran tenaga dalam gitu... agar membedakan tingkatan2 nya

2025-01-30

0

Raysonic Lans™

Raysonic Lans™

novel tanpa tingkat kultivasi terasa hambar...

2025-01-16

1

kang baca

kang baca

g punya tingkatan2 kependekaran ya thor..

2025-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lin Tian
2 Bab 2. Keluarga Zhang
3 Bab 3. Tragedi Keluarga Zhang
4 Bab 4. Tragedi Keluarga Zhang 2
5 Bab 5. Tragedi Keluarga Zhang 3
6 Bab 6. Pelarian
7 Bab 7. Pelarian 2
8 Bab 8. Pegunungan Tembok Surga
9 Bab 9. Menjadi Lebih Kuat
10 Bab 10. Goa
11 Bab 11. Turun Gunung
12 Bab 12. Kota Batu
13 INFORMASI
14 Bab 13. Informasi
15 Bab 14. Keluarga Xiao
16 Bab 15. Membuat Pedang
17 Bab 16. Keluarga Xiao 2
18 Bab 17. Permasalahan Keluarga Xiao
19 Bab 18. Berlatih Bersama
20 Bab 19. Berlatih Bersama 2
21 Bab 20. Hao Yu
22 Bab 21. Dendam dan Kebencian
23 Bab 22. Pedang Dewi Salju
24 Bab 23. Pertemuan
25 Bab 24. Meninggalkan Kota Batu
26 Bab 25. Kota Sungai Putih
27 Bab 26. Pengacau
28 Bab 27. Pria Misterius
29 Bab 28. Penderitaan Sang Tuan Muda
30 Bab 29. Penderitaan Sang Tuan Muda 2
31 Bab 30. Berkunjung
32 Bab 31. Kebulatan Tekad
33 Bab 32. Pembebasan Para Tahanan
34 Bab 33. Pembebasan Para Tahanan 2
35 Bab 34. Bebas!!
36 Bab 35. Hal Yang Tak Terduga
37 Tolong Dibaca!!
38 Bab 36. Awal dari Perubahan
39 Bab 37. Lin Tian yang Sesungguhnya?
40 Bab 38. Perang Saudara
41 Bab 39. Keganasan Pedang Dewi Salju
42 Bab 40. Bantuan
43 Bab 41. Akhir Pertempuran
44 Bab 42. Pengangkatan Pemimpin Baru
45 Bab 43. Ayah dan Anak
46 Bab 44. Ayah dan Anak 2
47 Bab 45. Wajah Lin Tian
48 Bab 46. Saudara
49 Bab 47. Bajak Sungai
50 Bab 48. Pendekar Hantu Kabut
51 Bab 49. Ramalan
52 Bab 50. Musuh Lama
53 Bab 51. Penyelamat
54 Bab 52. Zhang Hongli
55 Bab 53. Mengangkat Seorang Murid
56 Bab 54. Pemimpin Keluarga Hu
57 Bab 55. Pemimpin Keluarga Hu 2
58 Bab 56. Murid
59 Bab 57. Buku Ketenangan Batin
60 Bab 58. Asosiasi Gagak Surgawi
61 Bab 59. Masalah
62 Bab 60. Masalah 2
63 Bab 61. Masalah 3
64 Bab 62. Pertandingan Perguruan Tongkat Bambu Kuning
65 Bab 63. Guru Murid Pengacau
66 Bab 64. Kekacauan
67 Bab 65. Dua Hantu dari Utara
68 Bab 66. Tokoh Tua
69 Bab 67. Masalah Baru
70 Bab 68. Asal Bicara
71 Bab 69. Kedai Makan Pelancong
72 Bab 70. Sastrawan Sakti
73 Bab 71. Desa Daun Semanggi
74 Bab 72. Kabar Yang Mengejutkan
75 Bab 73. Pertemuan Pahit
76 Bab 74. Hidup dan Mati
77 Bab 75. Berkumpul
78 Bab 76. Petualangan Baru
79 Bab 77. Rumah Baru
80 Bab 78. Kunjungan Kaisar
81 Bab 79. Tepukan Maut
82 Bab 80. Seorang Utusan
83 Bab 81. Penyerangan Orang Gunung
84 Bab 82. Kesepakatan
85 Bab 83. Tujuh Gadis Pelayan
86 Bab 84. Latih Tanding
87 Bab 85. Rahasia Ilmu Ketenangan Batin
88 Bab 86. Pria Murah Senyum
89 Bab 87. Pilar Neraka
90 Bab 88. Ujian
91 Bab 89. Perasaan Zhang Qiaofeng
92 Bab 90. Malam Kelam
93 Bab 91. Kehidupan Baru Putri Lu
94 Bab 92. Malapetaka
95 Bab 93. Firasat yang Tidak Nyaman
96 Bab 94. Salah Paham
97 Bab 95. Salah Paham 2
98 Bab 96. Kelembutan Hati
99 Bab 97. Hal di Luar Dugaan
100 Bab 98. Tujuh Pasukan Besar
101 Bab 99. Kejanggalan
102 Bab 100. Penyamaran
103 Bab 101. Kekacauan
104 Bab 102. Elang Salju
105 Bab 103. Kurang Enam Lagi
106 Bab 104. Batu Misterius
107 Bab 105. Penolong
108 Bab 106. Zhi Yang
109 Bab 107. Keputusan Nona Zhang
110 Bab 108. Musuh Lama
111 Bab 109. Kota Emas Dalam Bahaya
112 Bab 110. Dua Orang Gagah Perkasa
113 Bab 111. Sian Yang
114 Bab 112. Lolos Lagi!
115 Bab 113. Semoga Mimpi Indah Kawan
116 Bab 114. Topeng Baru
117 Bab 115. Teror
118 Bab 116. Bukit Pedang
119 Bab 117. Jebakan
120 Info
121 Bab 118. Jebakan 2
122 Bab 119. Penderitaan Zhi Yang
123 Bab 120. Pengusiran Racun
124 Bab 121. Gudang Kitab
125 Bab 122. Kemajuan
126 Bab 123. Akhir Yang Tak Begitu Buruk
127 Bab 124. Iblis Tiada Banding
128 Bab 125. Bubar!
129 Bab 126. Kelompok Baru
130 Bab 127. Penyelidikan
131 Bab 128. Sergapan Malam Hari
132 Bab 129. Orang-Orang Sakti
133 Bab 130. Orang-Orang Sakti 2
134 Bab 131. Orang-Orang Sakti 3
135 Bab 132. Kesombongan
136 Bab 133. Kakek Pengemis
137 Bab 134. Kim Chao
138 Bab 135. Tujuh Cakar Harimau
139 Bab 136. Nona Zhang Diculik
140 Bab 137. Kemarahan Lin Tian
141 Bab 138. Kemarahan Lin Tian 2
142 Bab 139. Kedatangan Golok Penghancur Gunung
143 Bab 140. Pertempuran di Gerbang Kota
144 Bab 141. Pertempuran di Gerbang Kota 2
145 Bab 142. Api Pelahap Mega dan Naga Salju Menari
146 Bab 143. Menjadi Nonaku!!
147 Bab 144. Song Qian dan Fen Lian
148 Bab 145. Perubahan Xiao Li
149 Bab 146. Markas Perkumpulan Bunga Teratai
150 Bab 147. Sebuah Rahasia
151 Bab 148. Adu Silat
152 Bab 149. Jadilah Saksi
153 Bab 150. Aku Telah Berkhianat
154 Bab 151. Kegelisahan
155 Bab 152. Keadaan Genting
156 Bab 153. Dua Orang Sahabat
157 Bab 154. Bunuh Diri
158 Bab 155. Dua Orang Pengawal
159 Bab 156. Terima Kami Nona
160 Bab 157. Neraka
161 Bab 158. Kedatangan Pasukan Musuh
162 Bab 159. Markas Iblis Tiada Banding
163 Bab 160. Pria Bercaping
164 Bab 161. Surat
165 Bab 162. Kakek Aneh
166 Bab 163. Kakek Aneh 2
167 Bab 164. Pembebasan dan Fitnah
168 Bab 165. Kesaksian
169 Bab 166. Kematian Hu Tao
170 Bab 167. Topeng Hitam
171 Bab 168. Lautan Darah
172 Bab 169. Naga Raksasa
173 Bab 170. Sepasang Naga Putih Kalah?
174 Bab 171. Sejarah
175 Bab 172. Pembalasan Song Qian dan Fen Lian
176 Bab 173. Jatuh
177 Bab 174. Keterpurukan
178 Bab 175. Gejolak Utara
179 Bab 176. Berpamit
180 Bab 177. Selamat
181 Bab 178. Berlatih Ilmu Pedang
182 Bab 179. Ilmu Pedang Teratai Putih
183 Bab 180. Pendekar Sejati
184 Bab 181. Ular dan Tanah Licin
185 Bab 182. Peti
186 Bab 183. Keluarga Ling
187 Bab 184. Nasib Xiao Niu
188 Bab 185. Orang Yang Ditunggu
189 Bab 186. Wang Ling Xue
190 Bab 187. Latihan Menghimpun Hawa Sakti
191 Bab 188. Hambatan
192 Bab 189. Kemajuan
193 Bab 190. Naga Salju Menari
194 Bab 191. Kesedihan Tak Berujung
195 Bab 192. Nona Kita Gila
196 Bab 193. Gadis Setengah Gila
197 Bab 194. Hawa Sakti Panas
198 Bab 195. Distrik Merah
199 Bab 196. Dewi Yan Cu
200 Bab 197. Rumah Mungil
201 Bab 198. Pertolongan yang Tak Terduga
202 Bab 199. Kakek Kang Lim
203 Bab 200. Apakah Itu Dirimu?
204 Bab 201. Pengintaian
205 Bab 202. Pembersihan
206 Bab 203. Bayangan Hitam
207 Bab 204. Kekuatan Asli Pendekar Sejati
208 Bab 205. Keluh Kesah
209 Bab 206. Hantu dan Kabut
210 Bab 207. Adu Tenaga
211 Bab 208. Teman Baru
212 Bab 209. Konflik Kecil
213 Bab 210. Mengunjungi Markas Para Pejuang
214 Bab 211. Kamar
215 Bab 212. Pengemis
216 Bab 213. Pertolongan Kecil
217 Bab 214. Pengemis Pembuat Onar
218 Bab 215. Adu Cepat
219 Bab 216. Meminta Bantuan
220 Ban 217. Racun Pukulan Tapak Api
221 Bab 218. Kepulangan
222 Bab 219. Pedang Lin Tian
223 Bab 220. Pemuda Aneh
224 Bab 221. Kakakku Yang Pemalu
225 Bab 222. Dua Kakakku Tersayang
226 Bab 223. Kembalinya Pendekar Hantu Kabut
227 Bab 224. Pengintai
228 Bab 225. Menyerahkan Diri
229 Bab 226. Anak Menteri
230 Bab 227. Siluman Rase
231 Bab 228. Salah Mangsa
232 Bab 229. Kebenaran Yang Disembunyikan
233 Bab 230. Lalat Pengganggu
234 Bab 231. Pendapat Zhang Qiaofeng
235 Bab 232. Rencana Zhang Qiaofeng
236 Bab 233. Nasib Sial Nona Zhang
237 Bab 234. Kepulangan Nona Zhang
238 Bab 235. Xin Kiu
239 Bab 236. Desa Nelayan
240 Bab 237. Berkunjung ke Pulau Tulang Naga
241 Bab 238. Pertemuan Setelah Sekian Lama
242 Bab 239. Awal Fitnah
243 Bab 240. Nasib Sepasang Naga
244 Bab 241. Setan Tak Berbayang
245 Bab 242. Topeng A Xin
246 Bab 243. Domba Cantik
247 Bab 244. Geger
248 Bab 245. Boneka-Boneka Lin Tian
249 Bab 246. Siasat
250 Bab 247. Tanda Pengenal Zhang
251 Bab 248. Kerja Sama
252 Bab 249. Ledakan
253 Bab 250. Sosok Bersenjata Rantai
254 Bab 251. Matinya Chan Fan
255 Bab 252. Mengambil Keuntungan Dalam Kesempatan
256 Bab 253. Surat Untuk Fu Hong
257 Bab 254. Surat Untuk Sung Hwa
258 Bab 255. Perjumpaan Dua Bidadari
259 Bab 256. Pukulan Nafas Salju
260 Bab 257. Bentroknya Dua Perkumpulan
261 Bab 258. Bentroknya Dua Perkumpulan 2
262 Bab 259. Satu Dibunuh Satunya
263 Bab 260. Matinya dua Pemimpin
264 Bab 261. Tugas Lin Tian
265 Bab 262. A Yin
266 Bab 263. Pertarungan Lin Tian
267 Bab 264. Aku Membunuhnya!
268 Bab 265. Kedok A Xin
269 Bab 266. Percakapan
270 Bab 267. Kegagalan
271 Bab 268. Ketegangan di Atas Perahu
272 Bab 269. Awal Mula dari Perang
273 Bab 270. Kepulangan Xin Kiu
274 Bab 271. Kucing-Kucingan
275 Bab 272. Rutinitas
276 Bab 273. Rindu? Benci?
277 Bab 274. Delapan Pendekar Sejati
278 Bab 275. Lima Lawan Lima
279 Bab 276. Kombinasi Serangan
280 Bab 277. Babak Terakhir
281 Bab 278. Penentuan
282 Bab 279. Saya Sudah Bangun
283 Bab 280. Lamaran
284 Bab 281. Hari Ketujuh
285 Bab 282. Murid Baru [TAMAT]
286 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 286 Episodes

1
Bab 1. Lin Tian
2
Bab 2. Keluarga Zhang
3
Bab 3. Tragedi Keluarga Zhang
4
Bab 4. Tragedi Keluarga Zhang 2
5
Bab 5. Tragedi Keluarga Zhang 3
6
Bab 6. Pelarian
7
Bab 7. Pelarian 2
8
Bab 8. Pegunungan Tembok Surga
9
Bab 9. Menjadi Lebih Kuat
10
Bab 10. Goa
11
Bab 11. Turun Gunung
12
Bab 12. Kota Batu
13
INFORMASI
14
Bab 13. Informasi
15
Bab 14. Keluarga Xiao
16
Bab 15. Membuat Pedang
17
Bab 16. Keluarga Xiao 2
18
Bab 17. Permasalahan Keluarga Xiao
19
Bab 18. Berlatih Bersama
20
Bab 19. Berlatih Bersama 2
21
Bab 20. Hao Yu
22
Bab 21. Dendam dan Kebencian
23
Bab 22. Pedang Dewi Salju
24
Bab 23. Pertemuan
25
Bab 24. Meninggalkan Kota Batu
26
Bab 25. Kota Sungai Putih
27
Bab 26. Pengacau
28
Bab 27. Pria Misterius
29
Bab 28. Penderitaan Sang Tuan Muda
30
Bab 29. Penderitaan Sang Tuan Muda 2
31
Bab 30. Berkunjung
32
Bab 31. Kebulatan Tekad
33
Bab 32. Pembebasan Para Tahanan
34
Bab 33. Pembebasan Para Tahanan 2
35
Bab 34. Bebas!!
36
Bab 35. Hal Yang Tak Terduga
37
Tolong Dibaca!!
38
Bab 36. Awal dari Perubahan
39
Bab 37. Lin Tian yang Sesungguhnya?
40
Bab 38. Perang Saudara
41
Bab 39. Keganasan Pedang Dewi Salju
42
Bab 40. Bantuan
43
Bab 41. Akhir Pertempuran
44
Bab 42. Pengangkatan Pemimpin Baru
45
Bab 43. Ayah dan Anak
46
Bab 44. Ayah dan Anak 2
47
Bab 45. Wajah Lin Tian
48
Bab 46. Saudara
49
Bab 47. Bajak Sungai
50
Bab 48. Pendekar Hantu Kabut
51
Bab 49. Ramalan
52
Bab 50. Musuh Lama
53
Bab 51. Penyelamat
54
Bab 52. Zhang Hongli
55
Bab 53. Mengangkat Seorang Murid
56
Bab 54. Pemimpin Keluarga Hu
57
Bab 55. Pemimpin Keluarga Hu 2
58
Bab 56. Murid
59
Bab 57. Buku Ketenangan Batin
60
Bab 58. Asosiasi Gagak Surgawi
61
Bab 59. Masalah
62
Bab 60. Masalah 2
63
Bab 61. Masalah 3
64
Bab 62. Pertandingan Perguruan Tongkat Bambu Kuning
65
Bab 63. Guru Murid Pengacau
66
Bab 64. Kekacauan
67
Bab 65. Dua Hantu dari Utara
68
Bab 66. Tokoh Tua
69
Bab 67. Masalah Baru
70
Bab 68. Asal Bicara
71
Bab 69. Kedai Makan Pelancong
72
Bab 70. Sastrawan Sakti
73
Bab 71. Desa Daun Semanggi
74
Bab 72. Kabar Yang Mengejutkan
75
Bab 73. Pertemuan Pahit
76
Bab 74. Hidup dan Mati
77
Bab 75. Berkumpul
78
Bab 76. Petualangan Baru
79
Bab 77. Rumah Baru
80
Bab 78. Kunjungan Kaisar
81
Bab 79. Tepukan Maut
82
Bab 80. Seorang Utusan
83
Bab 81. Penyerangan Orang Gunung
84
Bab 82. Kesepakatan
85
Bab 83. Tujuh Gadis Pelayan
86
Bab 84. Latih Tanding
87
Bab 85. Rahasia Ilmu Ketenangan Batin
88
Bab 86. Pria Murah Senyum
89
Bab 87. Pilar Neraka
90
Bab 88. Ujian
91
Bab 89. Perasaan Zhang Qiaofeng
92
Bab 90. Malam Kelam
93
Bab 91. Kehidupan Baru Putri Lu
94
Bab 92. Malapetaka
95
Bab 93. Firasat yang Tidak Nyaman
96
Bab 94. Salah Paham
97
Bab 95. Salah Paham 2
98
Bab 96. Kelembutan Hati
99
Bab 97. Hal di Luar Dugaan
100
Bab 98. Tujuh Pasukan Besar
101
Bab 99. Kejanggalan
102
Bab 100. Penyamaran
103
Bab 101. Kekacauan
104
Bab 102. Elang Salju
105
Bab 103. Kurang Enam Lagi
106
Bab 104. Batu Misterius
107
Bab 105. Penolong
108
Bab 106. Zhi Yang
109
Bab 107. Keputusan Nona Zhang
110
Bab 108. Musuh Lama
111
Bab 109. Kota Emas Dalam Bahaya
112
Bab 110. Dua Orang Gagah Perkasa
113
Bab 111. Sian Yang
114
Bab 112. Lolos Lagi!
115
Bab 113. Semoga Mimpi Indah Kawan
116
Bab 114. Topeng Baru
117
Bab 115. Teror
118
Bab 116. Bukit Pedang
119
Bab 117. Jebakan
120
Info
121
Bab 118. Jebakan 2
122
Bab 119. Penderitaan Zhi Yang
123
Bab 120. Pengusiran Racun
124
Bab 121. Gudang Kitab
125
Bab 122. Kemajuan
126
Bab 123. Akhir Yang Tak Begitu Buruk
127
Bab 124. Iblis Tiada Banding
128
Bab 125. Bubar!
129
Bab 126. Kelompok Baru
130
Bab 127. Penyelidikan
131
Bab 128. Sergapan Malam Hari
132
Bab 129. Orang-Orang Sakti
133
Bab 130. Orang-Orang Sakti 2
134
Bab 131. Orang-Orang Sakti 3
135
Bab 132. Kesombongan
136
Bab 133. Kakek Pengemis
137
Bab 134. Kim Chao
138
Bab 135. Tujuh Cakar Harimau
139
Bab 136. Nona Zhang Diculik
140
Bab 137. Kemarahan Lin Tian
141
Bab 138. Kemarahan Lin Tian 2
142
Bab 139. Kedatangan Golok Penghancur Gunung
143
Bab 140. Pertempuran di Gerbang Kota
144
Bab 141. Pertempuran di Gerbang Kota 2
145
Bab 142. Api Pelahap Mega dan Naga Salju Menari
146
Bab 143. Menjadi Nonaku!!
147
Bab 144. Song Qian dan Fen Lian
148
Bab 145. Perubahan Xiao Li
149
Bab 146. Markas Perkumpulan Bunga Teratai
150
Bab 147. Sebuah Rahasia
151
Bab 148. Adu Silat
152
Bab 149. Jadilah Saksi
153
Bab 150. Aku Telah Berkhianat
154
Bab 151. Kegelisahan
155
Bab 152. Keadaan Genting
156
Bab 153. Dua Orang Sahabat
157
Bab 154. Bunuh Diri
158
Bab 155. Dua Orang Pengawal
159
Bab 156. Terima Kami Nona
160
Bab 157. Neraka
161
Bab 158. Kedatangan Pasukan Musuh
162
Bab 159. Markas Iblis Tiada Banding
163
Bab 160. Pria Bercaping
164
Bab 161. Surat
165
Bab 162. Kakek Aneh
166
Bab 163. Kakek Aneh 2
167
Bab 164. Pembebasan dan Fitnah
168
Bab 165. Kesaksian
169
Bab 166. Kematian Hu Tao
170
Bab 167. Topeng Hitam
171
Bab 168. Lautan Darah
172
Bab 169. Naga Raksasa
173
Bab 170. Sepasang Naga Putih Kalah?
174
Bab 171. Sejarah
175
Bab 172. Pembalasan Song Qian dan Fen Lian
176
Bab 173. Jatuh
177
Bab 174. Keterpurukan
178
Bab 175. Gejolak Utara
179
Bab 176. Berpamit
180
Bab 177. Selamat
181
Bab 178. Berlatih Ilmu Pedang
182
Bab 179. Ilmu Pedang Teratai Putih
183
Bab 180. Pendekar Sejati
184
Bab 181. Ular dan Tanah Licin
185
Bab 182. Peti
186
Bab 183. Keluarga Ling
187
Bab 184. Nasib Xiao Niu
188
Bab 185. Orang Yang Ditunggu
189
Bab 186. Wang Ling Xue
190
Bab 187. Latihan Menghimpun Hawa Sakti
191
Bab 188. Hambatan
192
Bab 189. Kemajuan
193
Bab 190. Naga Salju Menari
194
Bab 191. Kesedihan Tak Berujung
195
Bab 192. Nona Kita Gila
196
Bab 193. Gadis Setengah Gila
197
Bab 194. Hawa Sakti Panas
198
Bab 195. Distrik Merah
199
Bab 196. Dewi Yan Cu
200
Bab 197. Rumah Mungil
201
Bab 198. Pertolongan yang Tak Terduga
202
Bab 199. Kakek Kang Lim
203
Bab 200. Apakah Itu Dirimu?
204
Bab 201. Pengintaian
205
Bab 202. Pembersihan
206
Bab 203. Bayangan Hitam
207
Bab 204. Kekuatan Asli Pendekar Sejati
208
Bab 205. Keluh Kesah
209
Bab 206. Hantu dan Kabut
210
Bab 207. Adu Tenaga
211
Bab 208. Teman Baru
212
Bab 209. Konflik Kecil
213
Bab 210. Mengunjungi Markas Para Pejuang
214
Bab 211. Kamar
215
Bab 212. Pengemis
216
Bab 213. Pertolongan Kecil
217
Bab 214. Pengemis Pembuat Onar
218
Bab 215. Adu Cepat
219
Bab 216. Meminta Bantuan
220
Ban 217. Racun Pukulan Tapak Api
221
Bab 218. Kepulangan
222
Bab 219. Pedang Lin Tian
223
Bab 220. Pemuda Aneh
224
Bab 221. Kakakku Yang Pemalu
225
Bab 222. Dua Kakakku Tersayang
226
Bab 223. Kembalinya Pendekar Hantu Kabut
227
Bab 224. Pengintai
228
Bab 225. Menyerahkan Diri
229
Bab 226. Anak Menteri
230
Bab 227. Siluman Rase
231
Bab 228. Salah Mangsa
232
Bab 229. Kebenaran Yang Disembunyikan
233
Bab 230. Lalat Pengganggu
234
Bab 231. Pendapat Zhang Qiaofeng
235
Bab 232. Rencana Zhang Qiaofeng
236
Bab 233. Nasib Sial Nona Zhang
237
Bab 234. Kepulangan Nona Zhang
238
Bab 235. Xin Kiu
239
Bab 236. Desa Nelayan
240
Bab 237. Berkunjung ke Pulau Tulang Naga
241
Bab 238. Pertemuan Setelah Sekian Lama
242
Bab 239. Awal Fitnah
243
Bab 240. Nasib Sepasang Naga
244
Bab 241. Setan Tak Berbayang
245
Bab 242. Topeng A Xin
246
Bab 243. Domba Cantik
247
Bab 244. Geger
248
Bab 245. Boneka-Boneka Lin Tian
249
Bab 246. Siasat
250
Bab 247. Tanda Pengenal Zhang
251
Bab 248. Kerja Sama
252
Bab 249. Ledakan
253
Bab 250. Sosok Bersenjata Rantai
254
Bab 251. Matinya Chan Fan
255
Bab 252. Mengambil Keuntungan Dalam Kesempatan
256
Bab 253. Surat Untuk Fu Hong
257
Bab 254. Surat Untuk Sung Hwa
258
Bab 255. Perjumpaan Dua Bidadari
259
Bab 256. Pukulan Nafas Salju
260
Bab 257. Bentroknya Dua Perkumpulan
261
Bab 258. Bentroknya Dua Perkumpulan 2
262
Bab 259. Satu Dibunuh Satunya
263
Bab 260. Matinya dua Pemimpin
264
Bab 261. Tugas Lin Tian
265
Bab 262. A Yin
266
Bab 263. Pertarungan Lin Tian
267
Bab 264. Aku Membunuhnya!
268
Bab 265. Kedok A Xin
269
Bab 266. Percakapan
270
Bab 267. Kegagalan
271
Bab 268. Ketegangan di Atas Perahu
272
Bab 269. Awal Mula dari Perang
273
Bab 270. Kepulangan Xin Kiu
274
Bab 271. Kucing-Kucingan
275
Bab 272. Rutinitas
276
Bab 273. Rindu? Benci?
277
Bab 274. Delapan Pendekar Sejati
278
Bab 275. Lima Lawan Lima
279
Bab 276. Kombinasi Serangan
280
Bab 277. Babak Terakhir
281
Bab 278. Penentuan
282
Bab 279. Saya Sudah Bangun
283
Bab 280. Lamaran
284
Bab 281. Hari Ketujuh
285
Bab 282. Murid Baru [TAMAT]
286
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!