Bab 17. Permasalahan Keluarga Xiao

"Tenanglah istriku." Ucap Xiao Li menenangkan istrinya.

"Huf...maafkan aku."

Lin Tian tentu saja terkejut melihat Xiao Mei yang tiba-tiba membentak. Dirinya menjadi merasa tidak enak telah menanyakan hal tersebut. Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, dia tidak bisa menarik ucapannya kembali.

"Maafkan istriku Lin Tian. Tetapi benar kata Mei'er barusan, bagaimana kau bisa tau tentang kabar itu Lin Tian." Tanya Xiao Li dengan menampilkan raut wajah yang sulit diartikan.

"Maafkan aku juga yang telah berlancang mulut Tuan. Saya tidak sengaja mendengar kabar tersebut dari warga sekitar tadi."

Setelah Lin Tian menjawab pertanyaan Xiao Li, keadaan di ruang makan itu menjadi hening. Hal ini tentu saja membuat Lin Tian merasa canggung dan jengah, ia merasa bersalah telah menanyakan hal itu kepada Xiao Li.

Setelah beberapa menit terjebak dalam kecanggungan, akhirnya Xiao Li membuka suaranya, "Hah...Mei'er, sepertinya masalah itu sudah tidak bisa kita sembunyikan lagi."

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Xiao Mei, begitu juga dengan para putrinya. Mereka hanya menundukkan muka sambil memasang ekspresi sedih. Lin Tian tambah bingung melihat semua ini, sebenarnya ada apa dengan keluarga Xiao dan Hu ini? Begitulah pikirnya.

"Lin Tian, jujur saja sebenarnya ini adalah masalah internal keluarga kami dan bersifat rahasia. Tetapi jika kau bisa mengetahuinya dari warga sekitar, itu artinya masalah ini sudah tersebar dan bukan menjadi rahasia lagi." Xiao Li berkata dengan lemah, kemudian ia menghela nafas setelah menyelesaikan ucapannya.

"Mungkin tidak apa-apa jika kau mengetahuinya." Lanjutnya.

"Mohon maaf Tuan, jika memang bersifat rahasia, lebih baik saya tidak tahu-menahu soal permasalahan ini."

"Tak apa Lin Tian, sudah kukatakan tadi jika ini bukan rahasia lagi dan memang sudah tidak bisa disembunyikan lagi."

Tanpa menunggu balasan dari Lin Tian, Xiao Li kemudian menceritakan soal permasalahan keluarganya dan keluarga Hu. Dia berkata jika dirinya akan bergabung dengan keluarga Hu bukanlah tanpa alasan.

"Semua ini adalah salahku..." Xiao Li berkata sambil menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangan.

Dia bilang semenjak dahulu ketujuh keluarga penguasa selalu hidup berdampingan dan saling menghormati satu sama lain. Hingga tiga bulan lalu ketika pemimpin keluarga Hu yang tiba-tiba meninggal secara misterius, kemudian digantikan oleh adiknya yang bernama Hu Kai. Tentu saja hal ini membuat seluruh kekaisaran Chu menjadi gempar, pasalnya pemimpin sebelumnya sudah memiliki seorang anak yang sudah cukup umur untuk menjadi pemimpin, tetapi ternyata yang menggantikan posisinya adalah adik kandungnya.

Akan tetapi keluarga lain bahkan kaisar sendiri tidak mau ikut campur dalam permasalahan tersebut, mereka berpikir bahwa itu merupakan masalah pribadi keluarga Hu dan sudah menjadi hak bagi keluarga Hu untuk memilih pemimpinnya.

"Namun disitulah letak kesalahan kami, andai saja waktu itu kami mampu memberi teguran kepada keluarga Hu, mungkin semuanya tidak jadi berantakan seperti sekarang ini." Ucap Xiao Li dengan nada yang semakin lemah dan sedih.

Kemudian pria itu melanjutkan ceritanya. Tepat ketika tiga bulan sesudah Hu Kai memimpin keluarga Hu, ada kabar yang beredar bahwa anak dari pemimpin sebelumnya bergabung dangan aliansi golongan hitam yang akhir-akhir ini meresahkan warga. Setelah mendengar kabar itu, langsung saja keenam keluarga lain mengirim perwakilannya masing-masing menuju ke keluarga Hu untuk mengonfirmasi kebenaran berita tersebut.

Tetapi tentu saja Hu Kai menyangkal keras berita itu, dia mengatakan bahwa anak kandung pemimpin sebelumnya adalah seorang yang berbudi baik. Namun mereka semua tidak percaya dan diam-diam mengawasi keluarga Hu dari jauh.

Hingga tujuh hari kemudian, keluarga Hu memanggil keenam keluarga lain untuk mengadakan pertemuan. Pertemuan yang membuat keenam keluarga terkejut setengah mati, pasalnya dalam pertemuan itu Hu Kai mengatakan jika dirinya melihat langsung anak pemimpin sebelumnya sedang melakukan hubungan gelap dengan seorang wanita cantik di hutan belakang keluarga Hu.

Dan yang jadi masalah yaitu wanita cantik itu adalah salah satu dari pendekar golongan hitam yang berjuluk 'Si Cantik Setan Kembar'. Mereka merupakan dua orang perempuan kembar yang menjadi anggota Pilar Neraka.

Lalu dalam pertemuan itu Hu Kai mengatakan ketika dirinya memergoki mereka berdua, si wanita itu terkejut dan langsung kabur sedangkan anak dari pemimpin sebelumnya malah mengejarnya dan hendak membunuhnya. Tentu saja untuk membela diri, Hu Kai melakukan perlawanan hingga akhirnya anak pemimpin itu tewas ditangannya.

Jadi intinya, dalam pertemuan itu Hu Kai ingin menyampaikan permohonan maaf kepada keenam keluarga lain, dan sebagai kompensasi, keluarga Hu memberikan sejumlah emas dan perhiasan yang cukup banyak untuk mereka.

"Bukankah keluarga Hu sudah melakukan tindakan yang benar? Mereka mengakui kesalahan dan memberikan kompensasi atas kesalahan tersebut. Kupikir tidak ada masalah dengan itu?"

"Memang benar, tapi semua itu baru saja dimulai."

Xiao Li melanjutkan ceritanya. Setelah keenam keluarga kembali dari pertemuan itu, secara aneh semua perwakilan keluarga diserang oleh bandit gunung, tak terkecuali keluarga Xiao.

Perjalanan dari keluarga Xiao ke keluarga Hu membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari perjalanan, dan ketika pertemuan itu mereka semua menginap di sana selama satu hari satu malam. Sehingga perwakilan keluarga Xiao yang waktu itu adalah Xiao Mei dan kedua putrinya pergi dari Kota Batu selama satu minggu.

Pada hari ketujuh, Xiao Li mendapat sebuah surat yang dikirimkan oleh seekor burung merpati dari kelima keluarga lain, isinya menyatakan bahwa dua hari lalu perwakilan mereka sudah dibunuh oleh seseorang yang diduga adalah gerombolan bandit, mereka juga bertanya apakah perwakilan keluarga Xiao baik-baik saja.

Mengetahui kabar ini, Xiao Li menjadi sangat takut dan khawatir tetapi dirinya merasa lega saat siang hari itu istri dan anak-anaknya baik-baik saja.

Akan tetapi tidak berhenti sampai disitu, malam harinya keluarga Xiao didatangi oleh seseorang yang mengaku menjadi utusan keluarga Hu, dia berkata jika dirinya ingin bertemu dengan pemimpin keluarga dan akan berunding.

"Lalu, setelah itu....?" Tanya Lin Tian penasaran yang melihat Xiao Li menghentikan nafasnya dan menghela nafas panjang.

"Kami memang berunding akan tetapi...utusan keluarga Hu itu lebih condong ke sikap mengancam daripada berunding." Jawab Xiao Li yang tanpa sadar mengepalkan tangannya.

"Maksud anda?"

"Sulit untuk menjelaskan detailnya, intinya semua pernyataan yang dikemukaan olehnya selalu memojokkanku dan memaksaku untuk menyetujui usulan darinya."

"Dan usulan itu adalah untuk menggabungkan keluarga Xiao dan keluarga Hu?"

"Tepat sekali, hah...andai saja aku tidak mengijinkan orang itu masuk, mengapa malam itu aku tidak sedikitpun merasa curiga atas kedatangannya...?" Ucap Xiao Li dengan wajah kesal menyesali kebodohannya sendiri.

Sekarang Lin Tian sudah mengerti akar permasalahannya, dia juga paham akan perasaan Xiao Li yang tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri. Memang benar, jika tepat pada malam hari setelah kepulangan Xiao Mei dan putrinya lalu utusan itu datang, sungguh tidak masuk akal padahal perjalanan dari keluarga Xiao menuju keluarga Hu memakan waktu tiga hari perjalanan.

Yang paling masuk akal adalah, utusan ini sudah mengikuti rombongan keluarga Xiao semenjak pertama kali mereka meninggalkan wilayah keluarga Hu. Seharusnya Xiao Li sudah curiga akan hal ini, tapi inilah letak kesalahan fatalnya.

"Hah...kenapa anda tidak mengusirnya saja Tuan?" Tanya Lin Tian yang menyesalkan tindakan pemimpin keluarga Xiao itu.

"Itulah kebodohanku Lin Tian, karena aku terlalu senang dengan kembalinya keluargaku, sehingga membuat aku menjadi lengah dan ceroboh." Jawabnya lesu.

"Juga karena aku berpikir kalau keluarga Hu itu sudah memberikan harta yang demikian banyaknya kepada kami, membuatku menjadi asal percaya saja padanya. Inilah kebiasaanku, dari kecil dahulu aku memang sangat ceroboh, akan tetapi kecerobohanku kali ini benar-benar membawa malapetaka." Lanjutnya, tanpa sadar pemimpin keluarga ini meneteskan air mata.

"Suamiku!" Ucap Xiao Mei yang langsung memeluk Xiao Li. Tindakannya ini malah membuat tangis Xiao Li semakin pecah.

"Mei'er, Lian'er, Niu'er, kalian maafkanlah aku..."

"Ayah...." Xiao Lian dan Xiao Niu berkata bersamaan, tak terasa air mata pun turun menghiasi wajah cantik mereka.

Lin Tian mengelus dagunya, keningnya berkerut dalam tanda bahwa dirinya sedang berpikir keras. Jika keluarga Hu itu ingin menggabungkan keluarga Xiao dengan keluarga mereka hanya untuk tujuan bekerja sama, itu masih tak mengapa. Akan tetapi agaknya hal itu sangat tidak mungkin, mereka ingin menggabungkan keluarga Xiao adalah untuk menguasainya!!

Hal ini dibuktikan dengan rencana diangkatnya Tuan muda dari keluarga Hu untuk menggantikan posisi pemimpin keluarga Xiao. Jika hanya ingin menggabungkan, untuk apa berganti pemimpin? Jelas sekali disini bahwa keluarga Hu ingin mengendalikan keluarga Xiao sesuka hatinya.

"Sebenarnya aku sudah merasa sangat curiga kepada Hu Kai dalam pertemuan itu." Kali ini Xiao Mei berkata di tengah isak tangisnya.

"Yang anda maksud dengan kaburnya salah satu Si Cantik Setan Kembar itu setelah dipergoki oleh Hu Kai?" Tanya Lin Tian yang sudah bisa menebak maksud perkataan Xiao Mei. Pemuda ini juga merasa aneh ketika mendengar ada anggota Pilar Neraka yang kabur setelah dopergoki melakukan hubungan gelap.

Memang dirinya belum pernah bertemu dan baru mengetahui sedikit informasi tentang mereka, akan tetapi Lin Tian percaya jika kedelapan anggota Pilar Neraka adalah orang-orang yang sangat sakti. Sehingga ketika wanita itu kepergok oleh Hu Kai, mengapa tidak menggunakan kesaktiannya saja untuk membunuh Hu Kai agar tutup mulut?

"Ya kau benar Lin Tian...Mengapa pula anggota Pilar Neraka yang begitu kuat dan saktinya bisa ketakutan dan kabur. Aku percaya dia sedang berbohong, akan tetapi karena waktu itu sedang berada di wilayah keluarga Hu, membuatku tidak berani menyangkal perkataannya." Jelasnya.

"Disana aku juga membawa anak-anakku, aku takut jika terjadi sesuatu kepada mereka sehingga aku hanya diam saja." Sambungnya yang masih menangis sedih.

"Tapi sangat tidak mungkan jika hanya anda yang menyadari hal tersebut, aku yakin semua yang hadir di sana juga merasa aneh dan curiga. Mengapa pula tidak ada satupun yang berani mengatakannya?" Tanya Lin Tian yang sedikit kesal kepada para perwakilan itu.

"Mungkin mereka berpikiran sama sepertiku. Andai kau tau Lin Tian, waktu itu jika keluarga Hu mengingkan untuk membunuh kami semua, hal itu sangat mudah untuk dilakukan seperti membalikkan telapak tangan. Kami di sana hanya sebagai perwakilan sehingga kami datang tanpa membawa banyak kekuatan, sedangkan mereka yang sebagai tuan rumah masih memiliki banyak pendekar sakti yang cukup untuk membinasakan kami semua."

"Hal ini dibuktikan dengan tewasnya seluruh perwakilan dari kelima keluarga lainnya. Andai saja dirimu tidak menolong kami di hutan itu, aku yakin aku dan kedua anakku sudah mati dan kebohongan ini tidak akan pernah terungkap. Aku yakin, para bandit itu adalah orang-orang suruhan keluarga Hu yang ingin menutup mulut kami agar cerita dongeng Hu Kai tidak menyebar." Jelas Xiao Mei yang masih menenangkan suaminya.

Lin Tian membolatkan kedua matanya, dia sudah benar-benar paham sekarang. Jadi kemungkinan besar seorang utusan itu memang sudah disiapkan oleh keluarga Hu untuk mengikuti masing-masing rombongan keluarga. Dan jika ada keluarga yang selamat, utusan itu akan datang dan mengajak 'berunding' dengan keluarga tersebut.

Berpikir sampai disini, Lin Tian mengepalkan tangannya menahan amarah yang memuncak. Mungkin jika dirinya tidak ingat sedang berada di rumah orang, meja di depannya ini pasti sudah hancur menjadi pelampiasan kemarahannya.

Sudah jelas semua ini adalah rekayasa keluarga Hu. Mereka mengundang keenam keluarga bukan untuk mengadakan pertemuan, akan tetapi untuk melakukan semacam seleksi tentang keluarga mana yang akan dikuasai terlebih dahulu. Dan tentang emas dan perhiasan pemberian mereka, mungkin itu hanya sekedar 'Cari muka' kepada keluarga yang selamat dari pengeroyokan bandit agar keluarga tersebut merasa sungkan dan mengijinkan sang utusan untuk masuk.

Namun jika seandainya seluruh perwakilan keluarga habis dibantai oleh bandit, apa yang terjadi?? Hal inilah yang tidak mampu Lin Tian pecahkan, yang jelas dirinya yakin jika seandaninya hal itu terjadi, pasti keluarga Hu memiliki rencana yang lebih mengerikan lagi.

"Maaf Tuan, apakah anda sudah membalas surat dari kelima keluarga lainnya."

"B-belum Lin Tian." Jawab Xiao Li yang masih menucurkan air mata.

"Kalau begitu jika aku boleh memberi saran, lebih baik balas surat mereka sekaligus undang mereka kemari untuk menyelesaikan permasalahan ini."

"Ya kau benar, aku memang sudah berencana untuk melakukan hal itu. Hah...aku ingin istirahat dulu." Setelah itu Xiao Li langsung bangkit dan hendak pergi meninggalkan ruang makan.

Tetapi tiba-tiba pria ini berhenti dan berkata, "Lin Tian, tinggalah di sini selama beberapa hari. Kau sudah menyelamatkan keluargaku, aku harus mengucapkan banyak terimakasih padamu."

"Sekalian untuk menemani Niu'er." Lanjutnya sambil berusaha tersenyum.

"Maaf Tuan, sepertinya aku tidak bisa." Tolak Lin Tian halus yang merasa sungkan kepada tuan rumah.

Kemudian Lin Tian merasa betapa tangan kirinya digenggam seseorang, ketika menoleh ternyata orang itu adalah Xiao Niu yang duduk di sebelahnya. Gadis kecil ini memandang kearah Lin Tian dengan menampakkan ekspresi memelasnya. Sangat menggemaskan, pikir Lin Tian.

"Hah...baiklah, aku akan disini selama tiga hari kedepan." Akhirnya Lin Tian mengalah.

"Satu minggu." Xiao Niu menjawab cepat.

"Hah...."

Hanya helaan nafas dan anggukan kepala saja yang menjadi jawaban Lin Tian.

|•BERSAMBUNG•|

Terpopuler

Comments

Megi Mariska

Megi Mariska

Hiiiiiiiiiiiiissssshhhhh... Anak cewe yg gede lebay amat... Ga punya otak... Jatuh cinta ke MC hanya karena wajah tampan ... Heran juga sich... Napa novel2 gini kebanyakan cewe2 nya jatuh cinta ke MC hanya karena ketampanan lah, karena kuat lah, karena udah nolongin lah... Segitu gampang nya jatuh cinta ...??? Menjijikkan... Lagian author nya juga apa ga punya ide yg beda ttg hal ini...?? Apa emang harus begitu ...?? Apalagi tuh cewe lemah ga bisa apa2, ga punya kekuatan, tapi ngarepin MC nya , apa ga malu jadi beban buat MC...?? Apa author nya ga tau yah, dibelakang sosok pria hebat itu karena ada wanita yg hebat pula mendampingi nya .... Hadeh 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

2025-02-18

2

Shaiya_Eet

Shaiya_Eet

Lin Tian kenapa musti marah? di sini kan kamu hanya tamu dan tidak terdampak baik secara langsung atau tidak langsung akibat ulah keluarga Hu, toh itu intrik politik antara keluarga bangsawan, kecuali keluarga Hu membantai rakyat tak bersalah. tapi apapun itu ceritanya sangat menarik.

2025-01-25

0

Wan Trado

Wan Trado

terlalu berpikiran bijak dalam menyelesaikan masalah padahal usianya masih remaja dan besar digunung, jadi agak aneh

2024-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lin Tian
2 Bab 2. Keluarga Zhang
3 Bab 3. Tragedi Keluarga Zhang
4 Bab 4. Tragedi Keluarga Zhang 2
5 Bab 5. Tragedi Keluarga Zhang 3
6 Bab 6. Pelarian
7 Bab 7. Pelarian 2
8 Bab 8. Pegunungan Tembok Surga
9 Bab 9. Menjadi Lebih Kuat
10 Bab 10. Goa
11 Bab 11. Turun Gunung
12 Bab 12. Kota Batu
13 INFORMASI
14 Bab 13. Informasi
15 Bab 14. Keluarga Xiao
16 Bab 15. Membuat Pedang
17 Bab 16. Keluarga Xiao 2
18 Bab 17. Permasalahan Keluarga Xiao
19 Bab 18. Berlatih Bersama
20 Bab 19. Berlatih Bersama 2
21 Bab 20. Hao Yu
22 Bab 21. Dendam dan Kebencian
23 Bab 22. Pedang Dewi Salju
24 Bab 23. Pertemuan
25 Bab 24. Meninggalkan Kota Batu
26 Bab 25. Kota Sungai Putih
27 Bab 26. Pengacau
28 Bab 27. Pria Misterius
29 Bab 28. Penderitaan Sang Tuan Muda
30 Bab 29. Penderitaan Sang Tuan Muda 2
31 Bab 30. Berkunjung
32 Bab 31. Kebulatan Tekad
33 Bab 32. Pembebasan Para Tahanan
34 Bab 33. Pembebasan Para Tahanan 2
35 Bab 34. Bebas!!
36 Bab 35. Hal Yang Tak Terduga
37 Tolong Dibaca!!
38 Bab 36. Awal dari Perubahan
39 Bab 37. Lin Tian yang Sesungguhnya?
40 Bab 38. Perang Saudara
41 Bab 39. Keganasan Pedang Dewi Salju
42 Bab 40. Bantuan
43 Bab 41. Akhir Pertempuran
44 Bab 42. Pengangkatan Pemimpin Baru
45 Bab 43. Ayah dan Anak
46 Bab 44. Ayah dan Anak 2
47 Bab 45. Wajah Lin Tian
48 Bab 46. Saudara
49 Bab 47. Bajak Sungai
50 Bab 48. Pendekar Hantu Kabut
51 Bab 49. Ramalan
52 Bab 50. Musuh Lama
53 Bab 51. Penyelamat
54 Bab 52. Zhang Hongli
55 Bab 53. Mengangkat Seorang Murid
56 Bab 54. Pemimpin Keluarga Hu
57 Bab 55. Pemimpin Keluarga Hu 2
58 Bab 56. Murid
59 Bab 57. Buku Ketenangan Batin
60 Bab 58. Asosiasi Gagak Surgawi
61 Bab 59. Masalah
62 Bab 60. Masalah 2
63 Bab 61. Masalah 3
64 Bab 62. Pertandingan Perguruan Tongkat Bambu Kuning
65 Bab 63. Guru Murid Pengacau
66 Bab 64. Kekacauan
67 Bab 65. Dua Hantu dari Utara
68 Bab 66. Tokoh Tua
69 Bab 67. Masalah Baru
70 Bab 68. Asal Bicara
71 Bab 69. Kedai Makan Pelancong
72 Bab 70. Sastrawan Sakti
73 Bab 71. Desa Daun Semanggi
74 Bab 72. Kabar Yang Mengejutkan
75 Bab 73. Pertemuan Pahit
76 Bab 74. Hidup dan Mati
77 Bab 75. Berkumpul
78 Bab 76. Petualangan Baru
79 Bab 77. Rumah Baru
80 Bab 78. Kunjungan Kaisar
81 Bab 79. Tepukan Maut
82 Bab 80. Seorang Utusan
83 Bab 81. Penyerangan Orang Gunung
84 Bab 82. Kesepakatan
85 Bab 83. Tujuh Gadis Pelayan
86 Bab 84. Latih Tanding
87 Bab 85. Rahasia Ilmu Ketenangan Batin
88 Bab 86. Pria Murah Senyum
89 Bab 87. Pilar Neraka
90 Bab 88. Ujian
91 Bab 89. Perasaan Zhang Qiaofeng
92 Bab 90. Malam Kelam
93 Bab 91. Kehidupan Baru Putri Lu
94 Bab 92. Malapetaka
95 Bab 93. Firasat yang Tidak Nyaman
96 Bab 94. Salah Paham
97 Bab 95. Salah Paham 2
98 Bab 96. Kelembutan Hati
99 Bab 97. Hal di Luar Dugaan
100 Bab 98. Tujuh Pasukan Besar
101 Bab 99. Kejanggalan
102 Bab 100. Penyamaran
103 Bab 101. Kekacauan
104 Bab 102. Elang Salju
105 Bab 103. Kurang Enam Lagi
106 Bab 104. Batu Misterius
107 Bab 105. Penolong
108 Bab 106. Zhi Yang
109 Bab 107. Keputusan Nona Zhang
110 Bab 108. Musuh Lama
111 Bab 109. Kota Emas Dalam Bahaya
112 Bab 110. Dua Orang Gagah Perkasa
113 Bab 111. Sian Yang
114 Bab 112. Lolos Lagi!
115 Bab 113. Semoga Mimpi Indah Kawan
116 Bab 114. Topeng Baru
117 Bab 115. Teror
118 Bab 116. Bukit Pedang
119 Bab 117. Jebakan
120 Info
121 Bab 118. Jebakan 2
122 Bab 119. Penderitaan Zhi Yang
123 Bab 120. Pengusiran Racun
124 Bab 121. Gudang Kitab
125 Bab 122. Kemajuan
126 Bab 123. Akhir Yang Tak Begitu Buruk
127 Bab 124. Iblis Tiada Banding
128 Bab 125. Bubar!
129 Bab 126. Kelompok Baru
130 Bab 127. Penyelidikan
131 Bab 128. Sergapan Malam Hari
132 Bab 129. Orang-Orang Sakti
133 Bab 130. Orang-Orang Sakti 2
134 Bab 131. Orang-Orang Sakti 3
135 Bab 132. Kesombongan
136 Bab 133. Kakek Pengemis
137 Bab 134. Kim Chao
138 Bab 135. Tujuh Cakar Harimau
139 Bab 136. Nona Zhang Diculik
140 Bab 137. Kemarahan Lin Tian
141 Bab 138. Kemarahan Lin Tian 2
142 Bab 139. Kedatangan Golok Penghancur Gunung
143 Bab 140. Pertempuran di Gerbang Kota
144 Bab 141. Pertempuran di Gerbang Kota 2
145 Bab 142. Api Pelahap Mega dan Naga Salju Menari
146 Bab 143. Menjadi Nonaku!!
147 Bab 144. Song Qian dan Fen Lian
148 Bab 145. Perubahan Xiao Li
149 Bab 146. Markas Perkumpulan Bunga Teratai
150 Bab 147. Sebuah Rahasia
151 Bab 148. Adu Silat
152 Bab 149. Jadilah Saksi
153 Bab 150. Aku Telah Berkhianat
154 Bab 151. Kegelisahan
155 Bab 152. Keadaan Genting
156 Bab 153. Dua Orang Sahabat
157 Bab 154. Bunuh Diri
158 Bab 155. Dua Orang Pengawal
159 Bab 156. Terima Kami Nona
160 Bab 157. Neraka
161 Bab 158. Kedatangan Pasukan Musuh
162 Bab 159. Markas Iblis Tiada Banding
163 Bab 160. Pria Bercaping
164 Bab 161. Surat
165 Bab 162. Kakek Aneh
166 Bab 163. Kakek Aneh 2
167 Bab 164. Pembebasan dan Fitnah
168 Bab 165. Kesaksian
169 Bab 166. Kematian Hu Tao
170 Bab 167. Topeng Hitam
171 Bab 168. Lautan Darah
172 Bab 169. Naga Raksasa
173 Bab 170. Sepasang Naga Putih Kalah?
174 Bab 171. Sejarah
175 Bab 172. Pembalasan Song Qian dan Fen Lian
176 Bab 173. Jatuh
177 Bab 174. Keterpurukan
178 Bab 175. Gejolak Utara
179 Bab 176. Berpamit
180 Bab 177. Selamat
181 Bab 178. Berlatih Ilmu Pedang
182 Bab 179. Ilmu Pedang Teratai Putih
183 Bab 180. Pendekar Sejati
184 Bab 181. Ular dan Tanah Licin
185 Bab 182. Peti
186 Bab 183. Keluarga Ling
187 Bab 184. Nasib Xiao Niu
188 Bab 185. Orang Yang Ditunggu
189 Bab 186. Wang Ling Xue
190 Bab 187. Latihan Menghimpun Hawa Sakti
191 Bab 188. Hambatan
192 Bab 189. Kemajuan
193 Bab 190. Naga Salju Menari
194 Bab 191. Kesedihan Tak Berujung
195 Bab 192. Nona Kita Gila
196 Bab 193. Gadis Setengah Gila
197 Bab 194. Hawa Sakti Panas
198 Bab 195. Distrik Merah
199 Bab 196. Dewi Yan Cu
200 Bab 197. Rumah Mungil
201 Bab 198. Pertolongan yang Tak Terduga
202 Bab 199. Kakek Kang Lim
203 Bab 200. Apakah Itu Dirimu?
204 Bab 201. Pengintaian
205 Bab 202. Pembersihan
206 Bab 203. Bayangan Hitam
207 Bab 204. Kekuatan Asli Pendekar Sejati
208 Bab 205. Keluh Kesah
209 Bab 206. Hantu dan Kabut
210 Bab 207. Adu Tenaga
211 Bab 208. Teman Baru
212 Bab 209. Konflik Kecil
213 Bab 210. Mengunjungi Markas Para Pejuang
214 Bab 211. Kamar
215 Bab 212. Pengemis
216 Bab 213. Pertolongan Kecil
217 Bab 214. Pengemis Pembuat Onar
218 Bab 215. Adu Cepat
219 Bab 216. Meminta Bantuan
220 Ban 217. Racun Pukulan Tapak Api
221 Bab 218. Kepulangan
222 Bab 219. Pedang Lin Tian
223 Bab 220. Pemuda Aneh
224 Bab 221. Kakakku Yang Pemalu
225 Bab 222. Dua Kakakku Tersayang
226 Bab 223. Kembalinya Pendekar Hantu Kabut
227 Bab 224. Pengintai
228 Bab 225. Menyerahkan Diri
229 Bab 226. Anak Menteri
230 Bab 227. Siluman Rase
231 Bab 228. Salah Mangsa
232 Bab 229. Kebenaran Yang Disembunyikan
233 Bab 230. Lalat Pengganggu
234 Bab 231. Pendapat Zhang Qiaofeng
235 Bab 232. Rencana Zhang Qiaofeng
236 Bab 233. Nasib Sial Nona Zhang
237 Bab 234. Kepulangan Nona Zhang
238 Bab 235. Xin Kiu
239 Bab 236. Desa Nelayan
240 Bab 237. Berkunjung ke Pulau Tulang Naga
241 Bab 238. Pertemuan Setelah Sekian Lama
242 Bab 239. Awal Fitnah
243 Bab 240. Nasib Sepasang Naga
244 Bab 241. Setan Tak Berbayang
245 Bab 242. Topeng A Xin
246 Bab 243. Domba Cantik
247 Bab 244. Geger
248 Bab 245. Boneka-Boneka Lin Tian
249 Bab 246. Siasat
250 Bab 247. Tanda Pengenal Zhang
251 Bab 248. Kerja Sama
252 Bab 249. Ledakan
253 Bab 250. Sosok Bersenjata Rantai
254 Bab 251. Matinya Chan Fan
255 Bab 252. Mengambil Keuntungan Dalam Kesempatan
256 Bab 253. Surat Untuk Fu Hong
257 Bab 254. Surat Untuk Sung Hwa
258 Bab 255. Perjumpaan Dua Bidadari
259 Bab 256. Pukulan Nafas Salju
260 Bab 257. Bentroknya Dua Perkumpulan
261 Bab 258. Bentroknya Dua Perkumpulan 2
262 Bab 259. Satu Dibunuh Satunya
263 Bab 260. Matinya dua Pemimpin
264 Bab 261. Tugas Lin Tian
265 Bab 262. A Yin
266 Bab 263. Pertarungan Lin Tian
267 Bab 264. Aku Membunuhnya!
268 Bab 265. Kedok A Xin
269 Bab 266. Percakapan
270 Bab 267. Kegagalan
271 Bab 268. Ketegangan di Atas Perahu
272 Bab 269. Awal Mula dari Perang
273 Bab 270. Kepulangan Xin Kiu
274 Bab 271. Kucing-Kucingan
275 Bab 272. Rutinitas
276 Bab 273. Rindu? Benci?
277 Bab 274. Delapan Pendekar Sejati
278 Bab 275. Lima Lawan Lima
279 Bab 276. Kombinasi Serangan
280 Bab 277. Babak Terakhir
281 Bab 278. Penentuan
282 Bab 279. Saya Sudah Bangun
283 Bab 280. Lamaran
284 Bab 281. Hari Ketujuh
285 Bab 282. Murid Baru [TAMAT]
286 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 286 Episodes

1
Bab 1. Lin Tian
2
Bab 2. Keluarga Zhang
3
Bab 3. Tragedi Keluarga Zhang
4
Bab 4. Tragedi Keluarga Zhang 2
5
Bab 5. Tragedi Keluarga Zhang 3
6
Bab 6. Pelarian
7
Bab 7. Pelarian 2
8
Bab 8. Pegunungan Tembok Surga
9
Bab 9. Menjadi Lebih Kuat
10
Bab 10. Goa
11
Bab 11. Turun Gunung
12
Bab 12. Kota Batu
13
INFORMASI
14
Bab 13. Informasi
15
Bab 14. Keluarga Xiao
16
Bab 15. Membuat Pedang
17
Bab 16. Keluarga Xiao 2
18
Bab 17. Permasalahan Keluarga Xiao
19
Bab 18. Berlatih Bersama
20
Bab 19. Berlatih Bersama 2
21
Bab 20. Hao Yu
22
Bab 21. Dendam dan Kebencian
23
Bab 22. Pedang Dewi Salju
24
Bab 23. Pertemuan
25
Bab 24. Meninggalkan Kota Batu
26
Bab 25. Kota Sungai Putih
27
Bab 26. Pengacau
28
Bab 27. Pria Misterius
29
Bab 28. Penderitaan Sang Tuan Muda
30
Bab 29. Penderitaan Sang Tuan Muda 2
31
Bab 30. Berkunjung
32
Bab 31. Kebulatan Tekad
33
Bab 32. Pembebasan Para Tahanan
34
Bab 33. Pembebasan Para Tahanan 2
35
Bab 34. Bebas!!
36
Bab 35. Hal Yang Tak Terduga
37
Tolong Dibaca!!
38
Bab 36. Awal dari Perubahan
39
Bab 37. Lin Tian yang Sesungguhnya?
40
Bab 38. Perang Saudara
41
Bab 39. Keganasan Pedang Dewi Salju
42
Bab 40. Bantuan
43
Bab 41. Akhir Pertempuran
44
Bab 42. Pengangkatan Pemimpin Baru
45
Bab 43. Ayah dan Anak
46
Bab 44. Ayah dan Anak 2
47
Bab 45. Wajah Lin Tian
48
Bab 46. Saudara
49
Bab 47. Bajak Sungai
50
Bab 48. Pendekar Hantu Kabut
51
Bab 49. Ramalan
52
Bab 50. Musuh Lama
53
Bab 51. Penyelamat
54
Bab 52. Zhang Hongli
55
Bab 53. Mengangkat Seorang Murid
56
Bab 54. Pemimpin Keluarga Hu
57
Bab 55. Pemimpin Keluarga Hu 2
58
Bab 56. Murid
59
Bab 57. Buku Ketenangan Batin
60
Bab 58. Asosiasi Gagak Surgawi
61
Bab 59. Masalah
62
Bab 60. Masalah 2
63
Bab 61. Masalah 3
64
Bab 62. Pertandingan Perguruan Tongkat Bambu Kuning
65
Bab 63. Guru Murid Pengacau
66
Bab 64. Kekacauan
67
Bab 65. Dua Hantu dari Utara
68
Bab 66. Tokoh Tua
69
Bab 67. Masalah Baru
70
Bab 68. Asal Bicara
71
Bab 69. Kedai Makan Pelancong
72
Bab 70. Sastrawan Sakti
73
Bab 71. Desa Daun Semanggi
74
Bab 72. Kabar Yang Mengejutkan
75
Bab 73. Pertemuan Pahit
76
Bab 74. Hidup dan Mati
77
Bab 75. Berkumpul
78
Bab 76. Petualangan Baru
79
Bab 77. Rumah Baru
80
Bab 78. Kunjungan Kaisar
81
Bab 79. Tepukan Maut
82
Bab 80. Seorang Utusan
83
Bab 81. Penyerangan Orang Gunung
84
Bab 82. Kesepakatan
85
Bab 83. Tujuh Gadis Pelayan
86
Bab 84. Latih Tanding
87
Bab 85. Rahasia Ilmu Ketenangan Batin
88
Bab 86. Pria Murah Senyum
89
Bab 87. Pilar Neraka
90
Bab 88. Ujian
91
Bab 89. Perasaan Zhang Qiaofeng
92
Bab 90. Malam Kelam
93
Bab 91. Kehidupan Baru Putri Lu
94
Bab 92. Malapetaka
95
Bab 93. Firasat yang Tidak Nyaman
96
Bab 94. Salah Paham
97
Bab 95. Salah Paham 2
98
Bab 96. Kelembutan Hati
99
Bab 97. Hal di Luar Dugaan
100
Bab 98. Tujuh Pasukan Besar
101
Bab 99. Kejanggalan
102
Bab 100. Penyamaran
103
Bab 101. Kekacauan
104
Bab 102. Elang Salju
105
Bab 103. Kurang Enam Lagi
106
Bab 104. Batu Misterius
107
Bab 105. Penolong
108
Bab 106. Zhi Yang
109
Bab 107. Keputusan Nona Zhang
110
Bab 108. Musuh Lama
111
Bab 109. Kota Emas Dalam Bahaya
112
Bab 110. Dua Orang Gagah Perkasa
113
Bab 111. Sian Yang
114
Bab 112. Lolos Lagi!
115
Bab 113. Semoga Mimpi Indah Kawan
116
Bab 114. Topeng Baru
117
Bab 115. Teror
118
Bab 116. Bukit Pedang
119
Bab 117. Jebakan
120
Info
121
Bab 118. Jebakan 2
122
Bab 119. Penderitaan Zhi Yang
123
Bab 120. Pengusiran Racun
124
Bab 121. Gudang Kitab
125
Bab 122. Kemajuan
126
Bab 123. Akhir Yang Tak Begitu Buruk
127
Bab 124. Iblis Tiada Banding
128
Bab 125. Bubar!
129
Bab 126. Kelompok Baru
130
Bab 127. Penyelidikan
131
Bab 128. Sergapan Malam Hari
132
Bab 129. Orang-Orang Sakti
133
Bab 130. Orang-Orang Sakti 2
134
Bab 131. Orang-Orang Sakti 3
135
Bab 132. Kesombongan
136
Bab 133. Kakek Pengemis
137
Bab 134. Kim Chao
138
Bab 135. Tujuh Cakar Harimau
139
Bab 136. Nona Zhang Diculik
140
Bab 137. Kemarahan Lin Tian
141
Bab 138. Kemarahan Lin Tian 2
142
Bab 139. Kedatangan Golok Penghancur Gunung
143
Bab 140. Pertempuran di Gerbang Kota
144
Bab 141. Pertempuran di Gerbang Kota 2
145
Bab 142. Api Pelahap Mega dan Naga Salju Menari
146
Bab 143. Menjadi Nonaku!!
147
Bab 144. Song Qian dan Fen Lian
148
Bab 145. Perubahan Xiao Li
149
Bab 146. Markas Perkumpulan Bunga Teratai
150
Bab 147. Sebuah Rahasia
151
Bab 148. Adu Silat
152
Bab 149. Jadilah Saksi
153
Bab 150. Aku Telah Berkhianat
154
Bab 151. Kegelisahan
155
Bab 152. Keadaan Genting
156
Bab 153. Dua Orang Sahabat
157
Bab 154. Bunuh Diri
158
Bab 155. Dua Orang Pengawal
159
Bab 156. Terima Kami Nona
160
Bab 157. Neraka
161
Bab 158. Kedatangan Pasukan Musuh
162
Bab 159. Markas Iblis Tiada Banding
163
Bab 160. Pria Bercaping
164
Bab 161. Surat
165
Bab 162. Kakek Aneh
166
Bab 163. Kakek Aneh 2
167
Bab 164. Pembebasan dan Fitnah
168
Bab 165. Kesaksian
169
Bab 166. Kematian Hu Tao
170
Bab 167. Topeng Hitam
171
Bab 168. Lautan Darah
172
Bab 169. Naga Raksasa
173
Bab 170. Sepasang Naga Putih Kalah?
174
Bab 171. Sejarah
175
Bab 172. Pembalasan Song Qian dan Fen Lian
176
Bab 173. Jatuh
177
Bab 174. Keterpurukan
178
Bab 175. Gejolak Utara
179
Bab 176. Berpamit
180
Bab 177. Selamat
181
Bab 178. Berlatih Ilmu Pedang
182
Bab 179. Ilmu Pedang Teratai Putih
183
Bab 180. Pendekar Sejati
184
Bab 181. Ular dan Tanah Licin
185
Bab 182. Peti
186
Bab 183. Keluarga Ling
187
Bab 184. Nasib Xiao Niu
188
Bab 185. Orang Yang Ditunggu
189
Bab 186. Wang Ling Xue
190
Bab 187. Latihan Menghimpun Hawa Sakti
191
Bab 188. Hambatan
192
Bab 189. Kemajuan
193
Bab 190. Naga Salju Menari
194
Bab 191. Kesedihan Tak Berujung
195
Bab 192. Nona Kita Gila
196
Bab 193. Gadis Setengah Gila
197
Bab 194. Hawa Sakti Panas
198
Bab 195. Distrik Merah
199
Bab 196. Dewi Yan Cu
200
Bab 197. Rumah Mungil
201
Bab 198. Pertolongan yang Tak Terduga
202
Bab 199. Kakek Kang Lim
203
Bab 200. Apakah Itu Dirimu?
204
Bab 201. Pengintaian
205
Bab 202. Pembersihan
206
Bab 203. Bayangan Hitam
207
Bab 204. Kekuatan Asli Pendekar Sejati
208
Bab 205. Keluh Kesah
209
Bab 206. Hantu dan Kabut
210
Bab 207. Adu Tenaga
211
Bab 208. Teman Baru
212
Bab 209. Konflik Kecil
213
Bab 210. Mengunjungi Markas Para Pejuang
214
Bab 211. Kamar
215
Bab 212. Pengemis
216
Bab 213. Pertolongan Kecil
217
Bab 214. Pengemis Pembuat Onar
218
Bab 215. Adu Cepat
219
Bab 216. Meminta Bantuan
220
Ban 217. Racun Pukulan Tapak Api
221
Bab 218. Kepulangan
222
Bab 219. Pedang Lin Tian
223
Bab 220. Pemuda Aneh
224
Bab 221. Kakakku Yang Pemalu
225
Bab 222. Dua Kakakku Tersayang
226
Bab 223. Kembalinya Pendekar Hantu Kabut
227
Bab 224. Pengintai
228
Bab 225. Menyerahkan Diri
229
Bab 226. Anak Menteri
230
Bab 227. Siluman Rase
231
Bab 228. Salah Mangsa
232
Bab 229. Kebenaran Yang Disembunyikan
233
Bab 230. Lalat Pengganggu
234
Bab 231. Pendapat Zhang Qiaofeng
235
Bab 232. Rencana Zhang Qiaofeng
236
Bab 233. Nasib Sial Nona Zhang
237
Bab 234. Kepulangan Nona Zhang
238
Bab 235. Xin Kiu
239
Bab 236. Desa Nelayan
240
Bab 237. Berkunjung ke Pulau Tulang Naga
241
Bab 238. Pertemuan Setelah Sekian Lama
242
Bab 239. Awal Fitnah
243
Bab 240. Nasib Sepasang Naga
244
Bab 241. Setan Tak Berbayang
245
Bab 242. Topeng A Xin
246
Bab 243. Domba Cantik
247
Bab 244. Geger
248
Bab 245. Boneka-Boneka Lin Tian
249
Bab 246. Siasat
250
Bab 247. Tanda Pengenal Zhang
251
Bab 248. Kerja Sama
252
Bab 249. Ledakan
253
Bab 250. Sosok Bersenjata Rantai
254
Bab 251. Matinya Chan Fan
255
Bab 252. Mengambil Keuntungan Dalam Kesempatan
256
Bab 253. Surat Untuk Fu Hong
257
Bab 254. Surat Untuk Sung Hwa
258
Bab 255. Perjumpaan Dua Bidadari
259
Bab 256. Pukulan Nafas Salju
260
Bab 257. Bentroknya Dua Perkumpulan
261
Bab 258. Bentroknya Dua Perkumpulan 2
262
Bab 259. Satu Dibunuh Satunya
263
Bab 260. Matinya dua Pemimpin
264
Bab 261. Tugas Lin Tian
265
Bab 262. A Yin
266
Bab 263. Pertarungan Lin Tian
267
Bab 264. Aku Membunuhnya!
268
Bab 265. Kedok A Xin
269
Bab 266. Percakapan
270
Bab 267. Kegagalan
271
Bab 268. Ketegangan di Atas Perahu
272
Bab 269. Awal Mula dari Perang
273
Bab 270. Kepulangan Xin Kiu
274
Bab 271. Kucing-Kucingan
275
Bab 272. Rutinitas
276
Bab 273. Rindu? Benci?
277
Bab 274. Delapan Pendekar Sejati
278
Bab 275. Lima Lawan Lima
279
Bab 276. Kombinasi Serangan
280
Bab 277. Babak Terakhir
281
Bab 278. Penentuan
282
Bab 279. Saya Sudah Bangun
283
Bab 280. Lamaran
284
Bab 281. Hari Ketujuh
285
Bab 282. Murid Baru [TAMAT]
286
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!