Bab 8. Pegunungan Tembok Surga

Lin Tian akhirnya terbangun ketika hari mulai senja. Saat dia mencoba untuk bangkit seluruh badannya dari ujung rambut sampai ujung kaki terasa sakit semua, namun dia tidak mengeluh dan menyerah. Lin Tian kemudian mengambil pedang milik pendekar yang ia bunuh tadi untuk dijadikan senjata karena pedang pemberian Zhang An sudah patah ketika pertarungan terakhir.

Kembali Lin Tian melanjutkan perjalanannya menuju tujuan awal, kearah selatan.

Tak terasa malam pun tiba, namun anak ini tidak pernah berniat untuk menghentikan langkahnya sedikitpun. Lin Tian membuat sebuah obor untuk dijadikan sebagai penerangan malam itu, dia juga mengambil beberapa buah dan dedaunan yang layak untuk dimakan sebagai bekal di perjalanan. Saat makan pun Lin Tian melakukannya sambil terus berjalan.

Keesokan harinya pagi-pagi sekali, Lin Tian kembali pingsan dibawah lereng sebuah pegunungan. Pegunungan ini biasa disebut orang-orang sebagai 'Pegunungan Tembok Surga'.

Mereka menamai pegunungan ini sebagai Pegunungan Tembok Surga adalah karena ketinggian gunung-gunung dalam pegunungan ini sangat tinggi dan sebagian besar puncak gunung tingginya sampai menembus awan.

Alasan lainnya adalah karena pegunungan ini berbentuk seperti sebuah tembok raksasa yang memisahkan kedua wilayah daratan. Pegunungan Tembok Surga membentang dari ujung Tenggara hingga ke ujung Barat Laut, memisahkan wilayah Utara dan Selatan.

Bahkan ada sebuah cerita dongeng yang datangnya dari para penduduk desa sekitar pegunungan tersebut. Mereka berkata bahwasannya setiap malam pergantian tahun, para dewa akan turun ke puncak-puncak Pegunungan Tembok Surga untuk melihat langsung keadaan manusia di bumi.

Ada juga yang mengatakan jika setiap malam bulan purnama, para bidadari surga akan turun ke puncak tertinggi Pegunungan Tembok Surga untuk mandi di sebuah telaga yang berada di sana. Akan tetapi semua itu tak lebih hanyalah sekedar cerita dongeng pengantar tidur dari para penduduk desa yang sampai saat ini sama sekali belum terbukti kebenarannya.

Tujuan Lin Tian dan Zhang Qiaofeng pada perjalanan kali ini adalah untuk pergi ke seberang Pegunungan Tembok Surga yang merupakan wilayah Selatan.

Wilayah Selatan dikuasai oleh kekaisaran besar bernama Kekaisaran Chu yang daerah kekuasaannya mencakup seluruh daerah Selatan sampai ke Barat daratan. Sedangkan untuk wilayah Utara yang menjadi tempat kelahiran Lin Tian sekaligus tempat berdirinya keluarga Zhang, dikuasai oleh Kekaisaran Song yang daerah kekuasaannya mencakup seluruh daerah Utara sampai ke Timur daratan.

Kedua kekaisaran ini selalu menjaga perdamaian dan tidak pernah bentrok, karena itu pula antara wilayah Utara dan Selatan selalu berhubungan baik satu sama lain.

Lalu mengapa Nona dan pengawalnya ini pergi melarikan diri ke wilayah Selatan yang menjadi wilayah Kekaisaran Chu? Jawabannya mudah, karena walaupun hanya keluarga bangsawan biasa, namun keluarga Zhang sudah cukup terkenal di wilayah Utara ini. Dan seandainya jika para musuh itu berencana menghasut keluarga lain atau bahkan memfitnah keluarga Zhang dengan tuduhan yang bukan-bukan, maka akan celakalah Zhang Qiaofeng dan pengawalnya itu.

*******

Ketika sinar matahari mulai terasa menyengat, Lin Tian terbangun dari pingsannya dan langsung pergi ke sungai yang berada tak jauh darinya untuk mandi dan mencuci pakainnya yang kotor.

Selesai mandi dan memebersihkan pakaiannya, Lin Tian lalu memakan buah-buahan yang ia kumpulkan selama di perjalanan sambil duduk termenung di depan api unggun.

Dia menatap jauh kedepan dengan tatapan kosong. Saat ini entah mengapa Lin Tian merasa rindu dengan Nona mudanya, memang sejatinya dari awal dia ingin selalu berada di samping Zhang Qiaofeng sebagai seorang pengawal pribadi yang setia, namun keadaan memaksa dirinya untuk berpisah dari Nonanya demi menyelamatkan nyawa gadis itu yang tentu saja jauh lebih penting dari nyawanya sendiri yang hanya seorang pengawal.

Lin Tian tanpa sadar mengepalkan tangannya hingga buah yang sedang berada dalam genggamannya hancur berantakan. Dia merasa malu kepada dirinya sendiri yang masih sangat lemah sehingga keluarga Zhang menjadi seperti ini, dia berpikir jika seandainya dia sedikit lebih kuat, mungkin saja nyawa kedua orang tua Zhang Qiaofeng masih bisa terselamatkan atau setidaknya keluarga Zhang tidak sampai hancur berantakan seperti sekarang.

Lin Tian terus saja menyalahkan dirinya sendiri, merasa menjadi seorang pendekar tidak berguna yang hanya berlagak menjadi pengawal pribadi seorang Nona muda. Padahal tanpa sepengetahuan Lin Tian sendiri, tidak ada satupun orang di keluarga Zhang yang menyalahkan dirinya atas semua bencana ini, termasuk Nona mudanya Zhang Qiaofeng.

Hal ini menunjukkan betapa besar rasa setia Lin Tian kepada keluarga Zhang hingga membuat anak yang masih berumur sembilan tahun ini menjadi sangat depresi dan frustasi.

Lin Tian kemudian bangkit berdiri dan berjalan menuju batu besar yang berada tak jauh darinya, lalu ia membenturkan kepalanya berkali-kali kearah batu itu hingga berdarah dan membuat pandang matanya berkunang.

"Tunggu saja Nona, saat pertemuan kita nanti saya akan benar-benar menjadi sosok pelindung yang setia kepada anda, saya akan menjadi pedang sekaligus perisai untuk anda Nona. Maaf Nona, untuk saat ini saya benar-benar tidak mempunyai muka untuk bertemu dengan anda, maka dari itu saya harap anda tetap selamat hingga pertemuan kita kelak." Lin Tian berteriak keras dengan mata berkobar membayangkan semangat yang membara sambil menatap ke langit.

Lalu Lin Tian menendang api unggun itu untuk memadamkannya dan langsung berlari mendaki salah satu puncak gunung. Lin Tian berniat untuk meningkatkan ilmu silatnya terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan perjalanannya mencari Zhang Qiaofeng.

*******

Lin Tian telah sampai di puncak ketika hari sudah gelap. Dia lalu menghampiri sebuah goa yang ada di sana dan melihat kedalamnya. Goa ini sangat bagus, pikirnya, tidak terlalu dalam dan juga hangat, sangat cocok untuk diajdikan sebuah rumah.

Mulai malam hari itu, Lin Tian menjadikan goa itu sebagai tempat istirahat dan keesokan harinya, anak ini memulai latihannya.

Setiap pagi Lin Tian akan berlari mengitari gunung dan berlatih mengangkat batu-batu besar hingga siang hari, kemudian dilanjut dengan memukul batang pohon sampai sore hari. Kemudian ketika sore Lin Tian pergi ke sungai untuk membersihkan diri dan berlatih ilmu silat berdasarkan ajaran dari kitab-kitab yang berada di dalam rak buku kamarnya.

Saat malam hari dia akan bermeditasi untuk meningkatkan tenaga dalamnya di bawah siraman air terjun hingga tengah malam, setelah itu baru Lin Tian akan istirahat.

Semua itu Lin Tian lakukan setiap hari hingga tanpa sadar sudah tujuh tahun lamanya dia tinggal di puncak tersebut.

*******

"Haaa...Haaa...Hiaaa"

Terdengar teriakan-teriakan dari seorang lelaki yang sedang berlatih ilmu silat di puncak gunung tersebut. Lelaki ini memiliki postur tubuh tinggi tegap dan berwajah tampan, matanya tajam bagaikan sebuah bilah pedang, rambutnya menjuntai awut-awutan sampai ke punggungnya, bajunya terbuat daripada bulu tebal seekor beruang liar.

Lelaki ini bukan lain adalah Lin Tian, seorang pengawal setia Nona muda keluarga Zhang. Saat ini dia sudah menjadi seorang pemuda berusia enam belas tahun yang memiliki wajah tampan dan kepandaian silat yang mumpuni.

Karena tinggal di puncak gunung yang dingin, dia membuat baju beruang itu untuk menghangatkan diri dan memang itulah satu-satunya pakaian yang ia miliki, sedangkan pakaian yang Lin Tian gunakan ketika melakukan pelarian bersama Nona mudanya tentu saja sudah tidak muat.

Selama berada di puncak ini, ilmu kepandaian silatnya sudah meningkat drastis, bahkan Lin Tian mampu menciptakan ilmu silat ciptaannya sendiri hasil dari gabungan semua kitab-kitab di rak buku kamarnya. Ilmu ini ia beri nama 'Ilmu Silat Halimun Sakti'.

Karena dengan setiap malam dirinya bermeditasi di bawah air terjun, tanpa sadar membuat tenaga dalamnya mengandung unsur Yin (Unsur dingin). Karena alasan inilah ilmu ciptaannya ia beri nama 'Halimun' atau biasa disebut sebagai kabut yang selalu berhawa dingin.

Kemudian Lin Tian juga mampu menciptakan ilmu pedangnya sendiri dengan penggabungan ajaran ilmu pedang gurunya dan ajaran ilmu silat mendiang ayahnya, maka lahirlah ilmu pedang yang ia beri nama sebagai 'Ilmu Pedang Pelukis Langit'.

Lin Tian memberi nama 'Pelukis Langit' karena ia menciptakan ilmu ini di atas puncak gunung tempat tinggalnya yang memang tingginya hingga menembus awan.

Siang hari itu, Lin Tian sedang berada di depan goa tempat tinggalnya untuk melatih dan mematangkan setiap gerakan dari ilmu ciptaannya.

"Hiaaatt!!" Lin Tian membentak keras sambil menghentakkan kedua tangannya kearah depan. Tangannya mengeluarkan cahaya putih berhawa dingin dan ia arahkan kearah batu besar yang berjarak kurang lebih lima meter di depannya.

"Brruukk!!!"

Batu besar itu pecah berhamburan ke atas tanah. Hebat sekali pukulannya ini, mampu menghancurkan batu besar setinggi manusia dewasa itu hanya dalam satu pukulan.

"Huuuuhhhh....." Lin Tian menghela nafas panjang untuk mengakhiri latihannya.

Dia lalu memandang ke salah satu puncak gunung yang tingginya bukan main, puncak yang ia tempati saat ini saja sudah sangat tinggi namun puncak yang sedang ia pandang kali ini jauh lebih tinggi lagi.

Dari tempatnya berdiri, Lin Tian bisa melihat puncak gunung tersebut. Jauh disana terlihat puncak itu tertutup oleh salju yang sangat tebal membayangkan hawa dingin yang sangat luar biasa.

Lin Tian memang berniat untuk pergi ke puncak itu untuk bermeditasi dan meningkatkan hawa dingin tenaga dalamnya. Lin Tian berpikir, jika dirinya bermeditasi di sana pasti ilmu ciptaannya akan selangkah lagi mendekati sempurna.

Pemuda ini kemudian duduk di sebuah batu rata yang ada di depan goa, kemudian mulai termenung memikirkan masa lalunya.

Jika keluarga Zhang hancur, ada tiga orang yang kemungkinan masih hidup hingga hari ini. Yang pertama adalah Nona muda Zhang Qiaofeng, yang kedua adalah kakek Zhang Qiaofeng yang bernama Zhang Hongli, kakek ini diceritakan sebagai orang paling sakti di keluarga Zhang bahkan termasuk seorang tokoh yang dihormati oleh kaum pendekar golongan putih, tetapi tiba-tiba dia menghilang entah kemana sehari pasca pengangkatan Zhang Anming sebagai pemimpin keluarga.

Dan yang ketiga...Zhang Heng!! Dia pergi dari keluarga Zhang tiga hari sebelum tragedi keluarga Zhang terjadi, dia inilah yang paling dicurigai Lin Tian selama ini. Mengingat hal ini Lin Tian menggertakkan giginya menahan amarah yang sudah menuncak.

Kemudian dia menggelengkan kepalanya cepat untuk menghilangkan segala pikiran buruk yang mengganggu.

Setelah itu Lin Tian mengeluarkan sebuah buku kecil dari balik bajunya, buku yang selama ini menjadi sosok teman bagi Lin Tian ketika berada di puncak ini untuk menghilangkan rasa kesepian dihatinya.

Ya, buku itu berjudul 'Ketenangan Batin', buku yang selain menjadi sosok teman juga yang selalu membuat Lin Tian merasa stres karena sampai hari ini pemuda itu masih belum bisa memahami maknanya.

|•BERSAMBUNG•|

Terpopuler

Comments

king Rud

king Rud

🤔kira kira so di tingkat ap ko in Tian💪

2025-02-04

0

Al^Grizzly🐨

Al^Grizzly🐨

saya merasa cerita ini agak aneh dan tidak masuk akal...7 tahun berlalu Mc umur 16 tahun...berarti waktu kejadian Mc masih berumur 9 tahun...ada ya anak umur 9 tahun sudah bisa membunuh dan pikirannya sudah dewasa...walaupun anak itu seorang jenius...tidak ada anak kecil yg sudah bisa membunuh tanpa takut..apa ini film Shiva???

2023-04-17

2

anggita

anggita

ok thor,, trus brkarya semoga novelnya.. 👏

2022-10-10

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lin Tian
2 Bab 2. Keluarga Zhang
3 Bab 3. Tragedi Keluarga Zhang
4 Bab 4. Tragedi Keluarga Zhang 2
5 Bab 5. Tragedi Keluarga Zhang 3
6 Bab 6. Pelarian
7 Bab 7. Pelarian 2
8 Bab 8. Pegunungan Tembok Surga
9 Bab 9. Menjadi Lebih Kuat
10 Bab 10. Goa
11 Bab 11. Turun Gunung
12 Bab 12. Kota Batu
13 INFORMASI
14 Bab 13. Informasi
15 Bab 14. Keluarga Xiao
16 Bab 15. Membuat Pedang
17 Bab 16. Keluarga Xiao 2
18 Bab 17. Permasalahan Keluarga Xiao
19 Bab 18. Berlatih Bersama
20 Bab 19. Berlatih Bersama 2
21 Bab 20. Hao Yu
22 Bab 21. Dendam dan Kebencian
23 Bab 22. Pedang Dewi Salju
24 Bab 23. Pertemuan
25 Bab 24. Meninggalkan Kota Batu
26 Bab 25. Kota Sungai Putih
27 Bab 26. Pengacau
28 Bab 27. Pria Misterius
29 Bab 28. Penderitaan Sang Tuan Muda
30 Bab 29. Penderitaan Sang Tuan Muda 2
31 Bab 30. Berkunjung
32 Bab 31. Kebulatan Tekad
33 Bab 32. Pembebasan Para Tahanan
34 Bab 33. Pembebasan Para Tahanan 2
35 Bab 34. Bebas!!
36 Bab 35. Hal Yang Tak Terduga
37 Tolong Dibaca!!
38 Bab 36. Awal dari Perubahan
39 Bab 37. Lin Tian yang Sesungguhnya?
40 Bab 38. Perang Saudara
41 Bab 39. Keganasan Pedang Dewi Salju
42 Bab 40. Bantuan
43 Bab 41. Akhir Pertempuran
44 Bab 42. Pengangkatan Pemimpin Baru
45 Bab 43. Ayah dan Anak
46 Bab 44. Ayah dan Anak 2
47 Bab 45. Wajah Lin Tian
48 Bab 46. Saudara
49 Bab 47. Bajak Sungai
50 Bab 48. Pendekar Hantu Kabut
51 Bab 49. Ramalan
52 Bab 50. Musuh Lama
53 Bab 51. Penyelamat
54 Bab 52. Zhang Hongli
55 Bab 53. Mengangkat Seorang Murid
56 Bab 54. Pemimpin Keluarga Hu
57 Bab 55. Pemimpin Keluarga Hu 2
58 Bab 56. Murid
59 Bab 57. Buku Ketenangan Batin
60 Bab 58. Asosiasi Gagak Surgawi
61 Bab 59. Masalah
62 Bab 60. Masalah 2
63 Bab 61. Masalah 3
64 Bab 62. Pertandingan Perguruan Tongkat Bambu Kuning
65 Bab 63. Guru Murid Pengacau
66 Bab 64. Kekacauan
67 Bab 65. Dua Hantu dari Utara
68 Bab 66. Tokoh Tua
69 Bab 67. Masalah Baru
70 Bab 68. Asal Bicara
71 Bab 69. Kedai Makan Pelancong
72 Bab 70. Sastrawan Sakti
73 Bab 71. Desa Daun Semanggi
74 Bab 72. Kabar Yang Mengejutkan
75 Bab 73. Pertemuan Pahit
76 Bab 74. Hidup dan Mati
77 Bab 75. Berkumpul
78 Bab 76. Petualangan Baru
79 Bab 77. Rumah Baru
80 Bab 78. Kunjungan Kaisar
81 Bab 79. Tepukan Maut
82 Bab 80. Seorang Utusan
83 Bab 81. Penyerangan Orang Gunung
84 Bab 82. Kesepakatan
85 Bab 83. Tujuh Gadis Pelayan
86 Bab 84. Latih Tanding
87 Bab 85. Rahasia Ilmu Ketenangan Batin
88 Bab 86. Pria Murah Senyum
89 Bab 87. Pilar Neraka
90 Bab 88. Ujian
91 Bab 89. Perasaan Zhang Qiaofeng
92 Bab 90. Malam Kelam
93 Bab 91. Kehidupan Baru Putri Lu
94 Bab 92. Malapetaka
95 Bab 93. Firasat yang Tidak Nyaman
96 Bab 94. Salah Paham
97 Bab 95. Salah Paham 2
98 Bab 96. Kelembutan Hati
99 Bab 97. Hal di Luar Dugaan
100 Bab 98. Tujuh Pasukan Besar
101 Bab 99. Kejanggalan
102 Bab 100. Penyamaran
103 Bab 101. Kekacauan
104 Bab 102. Elang Salju
105 Bab 103. Kurang Enam Lagi
106 Bab 104. Batu Misterius
107 Bab 105. Penolong
108 Bab 106. Zhi Yang
109 Bab 107. Keputusan Nona Zhang
110 Bab 108. Musuh Lama
111 Bab 109. Kota Emas Dalam Bahaya
112 Bab 110. Dua Orang Gagah Perkasa
113 Bab 111. Sian Yang
114 Bab 112. Lolos Lagi!
115 Bab 113. Semoga Mimpi Indah Kawan
116 Bab 114. Topeng Baru
117 Bab 115. Teror
118 Bab 116. Bukit Pedang
119 Bab 117. Jebakan
120 Info
121 Bab 118. Jebakan 2
122 Bab 119. Penderitaan Zhi Yang
123 Bab 120. Pengusiran Racun
124 Bab 121. Gudang Kitab
125 Bab 122. Kemajuan
126 Bab 123. Akhir Yang Tak Begitu Buruk
127 Bab 124. Iblis Tiada Banding
128 Bab 125. Bubar!
129 Bab 126. Kelompok Baru
130 Bab 127. Penyelidikan
131 Bab 128. Sergapan Malam Hari
132 Bab 129. Orang-Orang Sakti
133 Bab 130. Orang-Orang Sakti 2
134 Bab 131. Orang-Orang Sakti 3
135 Bab 132. Kesombongan
136 Bab 133. Kakek Pengemis
137 Bab 134. Kim Chao
138 Bab 135. Tujuh Cakar Harimau
139 Bab 136. Nona Zhang Diculik
140 Bab 137. Kemarahan Lin Tian
141 Bab 138. Kemarahan Lin Tian 2
142 Bab 139. Kedatangan Golok Penghancur Gunung
143 Bab 140. Pertempuran di Gerbang Kota
144 Bab 141. Pertempuran di Gerbang Kota 2
145 Bab 142. Api Pelahap Mega dan Naga Salju Menari
146 Bab 143. Menjadi Nonaku!!
147 Bab 144. Song Qian dan Fen Lian
148 Bab 145. Perubahan Xiao Li
149 Bab 146. Markas Perkumpulan Bunga Teratai
150 Bab 147. Sebuah Rahasia
151 Bab 148. Adu Silat
152 Bab 149. Jadilah Saksi
153 Bab 150. Aku Telah Berkhianat
154 Bab 151. Kegelisahan
155 Bab 152. Keadaan Genting
156 Bab 153. Dua Orang Sahabat
157 Bab 154. Bunuh Diri
158 Bab 155. Dua Orang Pengawal
159 Bab 156. Terima Kami Nona
160 Bab 157. Neraka
161 Bab 158. Kedatangan Pasukan Musuh
162 Bab 159. Markas Iblis Tiada Banding
163 Bab 160. Pria Bercaping
164 Bab 161. Surat
165 Bab 162. Kakek Aneh
166 Bab 163. Kakek Aneh 2
167 Bab 164. Pembebasan dan Fitnah
168 Bab 165. Kesaksian
169 Bab 166. Kematian Hu Tao
170 Bab 167. Topeng Hitam
171 Bab 168. Lautan Darah
172 Bab 169. Naga Raksasa
173 Bab 170. Sepasang Naga Putih Kalah?
174 Bab 171. Sejarah
175 Bab 172. Pembalasan Song Qian dan Fen Lian
176 Bab 173. Jatuh
177 Bab 174. Keterpurukan
178 Bab 175. Gejolak Utara
179 Bab 176. Berpamit
180 Bab 177. Selamat
181 Bab 178. Berlatih Ilmu Pedang
182 Bab 179. Ilmu Pedang Teratai Putih
183 Bab 180. Pendekar Sejati
184 Bab 181. Ular dan Tanah Licin
185 Bab 182. Peti
186 Bab 183. Keluarga Ling
187 Bab 184. Nasib Xiao Niu
188 Bab 185. Orang Yang Ditunggu
189 Bab 186. Wang Ling Xue
190 Bab 187. Latihan Menghimpun Hawa Sakti
191 Bab 188. Hambatan
192 Bab 189. Kemajuan
193 Bab 190. Naga Salju Menari
194 Bab 191. Kesedihan Tak Berujung
195 Bab 192. Nona Kita Gila
196 Bab 193. Gadis Setengah Gila
197 Bab 194. Hawa Sakti Panas
198 Bab 195. Distrik Merah
199 Bab 196. Dewi Yan Cu
200 Bab 197. Rumah Mungil
201 Bab 198. Pertolongan yang Tak Terduga
202 Bab 199. Kakek Kang Lim
203 Bab 200. Apakah Itu Dirimu?
204 Bab 201. Pengintaian
205 Bab 202. Pembersihan
206 Bab 203. Bayangan Hitam
207 Bab 204. Kekuatan Asli Pendekar Sejati
208 Bab 205. Keluh Kesah
209 Bab 206. Hantu dan Kabut
210 Bab 207. Adu Tenaga
211 Bab 208. Teman Baru
212 Bab 209. Konflik Kecil
213 Bab 210. Mengunjungi Markas Para Pejuang
214 Bab 211. Kamar
215 Bab 212. Pengemis
216 Bab 213. Pertolongan Kecil
217 Bab 214. Pengemis Pembuat Onar
218 Bab 215. Adu Cepat
219 Bab 216. Meminta Bantuan
220 Ban 217. Racun Pukulan Tapak Api
221 Bab 218. Kepulangan
222 Bab 219. Pedang Lin Tian
223 Bab 220. Pemuda Aneh
224 Bab 221. Kakakku Yang Pemalu
225 Bab 222. Dua Kakakku Tersayang
226 Bab 223. Kembalinya Pendekar Hantu Kabut
227 Bab 224. Pengintai
228 Bab 225. Menyerahkan Diri
229 Bab 226. Anak Menteri
230 Bab 227. Siluman Rase
231 Bab 228. Salah Mangsa
232 Bab 229. Kebenaran Yang Disembunyikan
233 Bab 230. Lalat Pengganggu
234 Bab 231. Pendapat Zhang Qiaofeng
235 Bab 232. Rencana Zhang Qiaofeng
236 Bab 233. Nasib Sial Nona Zhang
237 Bab 234. Kepulangan Nona Zhang
238 Bab 235. Xin Kiu
239 Bab 236. Desa Nelayan
240 Bab 237. Berkunjung ke Pulau Tulang Naga
241 Bab 238. Pertemuan Setelah Sekian Lama
242 Bab 239. Awal Fitnah
243 Bab 240. Nasib Sepasang Naga
244 Bab 241. Setan Tak Berbayang
245 Bab 242. Topeng A Xin
246 Bab 243. Domba Cantik
247 Bab 244. Geger
248 Bab 245. Boneka-Boneka Lin Tian
249 Bab 246. Siasat
250 Bab 247. Tanda Pengenal Zhang
251 Bab 248. Kerja Sama
252 Bab 249. Ledakan
253 Bab 250. Sosok Bersenjata Rantai
254 Bab 251. Matinya Chan Fan
255 Bab 252. Mengambil Keuntungan Dalam Kesempatan
256 Bab 253. Surat Untuk Fu Hong
257 Bab 254. Surat Untuk Sung Hwa
258 Bab 255. Perjumpaan Dua Bidadari
259 Bab 256. Pukulan Nafas Salju
260 Bab 257. Bentroknya Dua Perkumpulan
261 Bab 258. Bentroknya Dua Perkumpulan 2
262 Bab 259. Satu Dibunuh Satunya
263 Bab 260. Matinya dua Pemimpin
264 Bab 261. Tugas Lin Tian
265 Bab 262. A Yin
266 Bab 263. Pertarungan Lin Tian
267 Bab 264. Aku Membunuhnya!
268 Bab 265. Kedok A Xin
269 Bab 266. Percakapan
270 Bab 267. Kegagalan
271 Bab 268. Ketegangan di Atas Perahu
272 Bab 269. Awal Mula dari Perang
273 Bab 270. Kepulangan Xin Kiu
274 Bab 271. Kucing-Kucingan
275 Bab 272. Rutinitas
276 Bab 273. Rindu? Benci?
277 Bab 274. Delapan Pendekar Sejati
278 Bab 275. Lima Lawan Lima
279 Bab 276. Kombinasi Serangan
280 Bab 277. Babak Terakhir
281 Bab 278. Penentuan
282 Bab 279. Saya Sudah Bangun
283 Bab 280. Lamaran
284 Bab 281. Hari Ketujuh
285 Bab 282. Murid Baru [TAMAT]
286 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 286 Episodes

1
Bab 1. Lin Tian
2
Bab 2. Keluarga Zhang
3
Bab 3. Tragedi Keluarga Zhang
4
Bab 4. Tragedi Keluarga Zhang 2
5
Bab 5. Tragedi Keluarga Zhang 3
6
Bab 6. Pelarian
7
Bab 7. Pelarian 2
8
Bab 8. Pegunungan Tembok Surga
9
Bab 9. Menjadi Lebih Kuat
10
Bab 10. Goa
11
Bab 11. Turun Gunung
12
Bab 12. Kota Batu
13
INFORMASI
14
Bab 13. Informasi
15
Bab 14. Keluarga Xiao
16
Bab 15. Membuat Pedang
17
Bab 16. Keluarga Xiao 2
18
Bab 17. Permasalahan Keluarga Xiao
19
Bab 18. Berlatih Bersama
20
Bab 19. Berlatih Bersama 2
21
Bab 20. Hao Yu
22
Bab 21. Dendam dan Kebencian
23
Bab 22. Pedang Dewi Salju
24
Bab 23. Pertemuan
25
Bab 24. Meninggalkan Kota Batu
26
Bab 25. Kota Sungai Putih
27
Bab 26. Pengacau
28
Bab 27. Pria Misterius
29
Bab 28. Penderitaan Sang Tuan Muda
30
Bab 29. Penderitaan Sang Tuan Muda 2
31
Bab 30. Berkunjung
32
Bab 31. Kebulatan Tekad
33
Bab 32. Pembebasan Para Tahanan
34
Bab 33. Pembebasan Para Tahanan 2
35
Bab 34. Bebas!!
36
Bab 35. Hal Yang Tak Terduga
37
Tolong Dibaca!!
38
Bab 36. Awal dari Perubahan
39
Bab 37. Lin Tian yang Sesungguhnya?
40
Bab 38. Perang Saudara
41
Bab 39. Keganasan Pedang Dewi Salju
42
Bab 40. Bantuan
43
Bab 41. Akhir Pertempuran
44
Bab 42. Pengangkatan Pemimpin Baru
45
Bab 43. Ayah dan Anak
46
Bab 44. Ayah dan Anak 2
47
Bab 45. Wajah Lin Tian
48
Bab 46. Saudara
49
Bab 47. Bajak Sungai
50
Bab 48. Pendekar Hantu Kabut
51
Bab 49. Ramalan
52
Bab 50. Musuh Lama
53
Bab 51. Penyelamat
54
Bab 52. Zhang Hongli
55
Bab 53. Mengangkat Seorang Murid
56
Bab 54. Pemimpin Keluarga Hu
57
Bab 55. Pemimpin Keluarga Hu 2
58
Bab 56. Murid
59
Bab 57. Buku Ketenangan Batin
60
Bab 58. Asosiasi Gagak Surgawi
61
Bab 59. Masalah
62
Bab 60. Masalah 2
63
Bab 61. Masalah 3
64
Bab 62. Pertandingan Perguruan Tongkat Bambu Kuning
65
Bab 63. Guru Murid Pengacau
66
Bab 64. Kekacauan
67
Bab 65. Dua Hantu dari Utara
68
Bab 66. Tokoh Tua
69
Bab 67. Masalah Baru
70
Bab 68. Asal Bicara
71
Bab 69. Kedai Makan Pelancong
72
Bab 70. Sastrawan Sakti
73
Bab 71. Desa Daun Semanggi
74
Bab 72. Kabar Yang Mengejutkan
75
Bab 73. Pertemuan Pahit
76
Bab 74. Hidup dan Mati
77
Bab 75. Berkumpul
78
Bab 76. Petualangan Baru
79
Bab 77. Rumah Baru
80
Bab 78. Kunjungan Kaisar
81
Bab 79. Tepukan Maut
82
Bab 80. Seorang Utusan
83
Bab 81. Penyerangan Orang Gunung
84
Bab 82. Kesepakatan
85
Bab 83. Tujuh Gadis Pelayan
86
Bab 84. Latih Tanding
87
Bab 85. Rahasia Ilmu Ketenangan Batin
88
Bab 86. Pria Murah Senyum
89
Bab 87. Pilar Neraka
90
Bab 88. Ujian
91
Bab 89. Perasaan Zhang Qiaofeng
92
Bab 90. Malam Kelam
93
Bab 91. Kehidupan Baru Putri Lu
94
Bab 92. Malapetaka
95
Bab 93. Firasat yang Tidak Nyaman
96
Bab 94. Salah Paham
97
Bab 95. Salah Paham 2
98
Bab 96. Kelembutan Hati
99
Bab 97. Hal di Luar Dugaan
100
Bab 98. Tujuh Pasukan Besar
101
Bab 99. Kejanggalan
102
Bab 100. Penyamaran
103
Bab 101. Kekacauan
104
Bab 102. Elang Salju
105
Bab 103. Kurang Enam Lagi
106
Bab 104. Batu Misterius
107
Bab 105. Penolong
108
Bab 106. Zhi Yang
109
Bab 107. Keputusan Nona Zhang
110
Bab 108. Musuh Lama
111
Bab 109. Kota Emas Dalam Bahaya
112
Bab 110. Dua Orang Gagah Perkasa
113
Bab 111. Sian Yang
114
Bab 112. Lolos Lagi!
115
Bab 113. Semoga Mimpi Indah Kawan
116
Bab 114. Topeng Baru
117
Bab 115. Teror
118
Bab 116. Bukit Pedang
119
Bab 117. Jebakan
120
Info
121
Bab 118. Jebakan 2
122
Bab 119. Penderitaan Zhi Yang
123
Bab 120. Pengusiran Racun
124
Bab 121. Gudang Kitab
125
Bab 122. Kemajuan
126
Bab 123. Akhir Yang Tak Begitu Buruk
127
Bab 124. Iblis Tiada Banding
128
Bab 125. Bubar!
129
Bab 126. Kelompok Baru
130
Bab 127. Penyelidikan
131
Bab 128. Sergapan Malam Hari
132
Bab 129. Orang-Orang Sakti
133
Bab 130. Orang-Orang Sakti 2
134
Bab 131. Orang-Orang Sakti 3
135
Bab 132. Kesombongan
136
Bab 133. Kakek Pengemis
137
Bab 134. Kim Chao
138
Bab 135. Tujuh Cakar Harimau
139
Bab 136. Nona Zhang Diculik
140
Bab 137. Kemarahan Lin Tian
141
Bab 138. Kemarahan Lin Tian 2
142
Bab 139. Kedatangan Golok Penghancur Gunung
143
Bab 140. Pertempuran di Gerbang Kota
144
Bab 141. Pertempuran di Gerbang Kota 2
145
Bab 142. Api Pelahap Mega dan Naga Salju Menari
146
Bab 143. Menjadi Nonaku!!
147
Bab 144. Song Qian dan Fen Lian
148
Bab 145. Perubahan Xiao Li
149
Bab 146. Markas Perkumpulan Bunga Teratai
150
Bab 147. Sebuah Rahasia
151
Bab 148. Adu Silat
152
Bab 149. Jadilah Saksi
153
Bab 150. Aku Telah Berkhianat
154
Bab 151. Kegelisahan
155
Bab 152. Keadaan Genting
156
Bab 153. Dua Orang Sahabat
157
Bab 154. Bunuh Diri
158
Bab 155. Dua Orang Pengawal
159
Bab 156. Terima Kami Nona
160
Bab 157. Neraka
161
Bab 158. Kedatangan Pasukan Musuh
162
Bab 159. Markas Iblis Tiada Banding
163
Bab 160. Pria Bercaping
164
Bab 161. Surat
165
Bab 162. Kakek Aneh
166
Bab 163. Kakek Aneh 2
167
Bab 164. Pembebasan dan Fitnah
168
Bab 165. Kesaksian
169
Bab 166. Kematian Hu Tao
170
Bab 167. Topeng Hitam
171
Bab 168. Lautan Darah
172
Bab 169. Naga Raksasa
173
Bab 170. Sepasang Naga Putih Kalah?
174
Bab 171. Sejarah
175
Bab 172. Pembalasan Song Qian dan Fen Lian
176
Bab 173. Jatuh
177
Bab 174. Keterpurukan
178
Bab 175. Gejolak Utara
179
Bab 176. Berpamit
180
Bab 177. Selamat
181
Bab 178. Berlatih Ilmu Pedang
182
Bab 179. Ilmu Pedang Teratai Putih
183
Bab 180. Pendekar Sejati
184
Bab 181. Ular dan Tanah Licin
185
Bab 182. Peti
186
Bab 183. Keluarga Ling
187
Bab 184. Nasib Xiao Niu
188
Bab 185. Orang Yang Ditunggu
189
Bab 186. Wang Ling Xue
190
Bab 187. Latihan Menghimpun Hawa Sakti
191
Bab 188. Hambatan
192
Bab 189. Kemajuan
193
Bab 190. Naga Salju Menari
194
Bab 191. Kesedihan Tak Berujung
195
Bab 192. Nona Kita Gila
196
Bab 193. Gadis Setengah Gila
197
Bab 194. Hawa Sakti Panas
198
Bab 195. Distrik Merah
199
Bab 196. Dewi Yan Cu
200
Bab 197. Rumah Mungil
201
Bab 198. Pertolongan yang Tak Terduga
202
Bab 199. Kakek Kang Lim
203
Bab 200. Apakah Itu Dirimu?
204
Bab 201. Pengintaian
205
Bab 202. Pembersihan
206
Bab 203. Bayangan Hitam
207
Bab 204. Kekuatan Asli Pendekar Sejati
208
Bab 205. Keluh Kesah
209
Bab 206. Hantu dan Kabut
210
Bab 207. Adu Tenaga
211
Bab 208. Teman Baru
212
Bab 209. Konflik Kecil
213
Bab 210. Mengunjungi Markas Para Pejuang
214
Bab 211. Kamar
215
Bab 212. Pengemis
216
Bab 213. Pertolongan Kecil
217
Bab 214. Pengemis Pembuat Onar
218
Bab 215. Adu Cepat
219
Bab 216. Meminta Bantuan
220
Ban 217. Racun Pukulan Tapak Api
221
Bab 218. Kepulangan
222
Bab 219. Pedang Lin Tian
223
Bab 220. Pemuda Aneh
224
Bab 221. Kakakku Yang Pemalu
225
Bab 222. Dua Kakakku Tersayang
226
Bab 223. Kembalinya Pendekar Hantu Kabut
227
Bab 224. Pengintai
228
Bab 225. Menyerahkan Diri
229
Bab 226. Anak Menteri
230
Bab 227. Siluman Rase
231
Bab 228. Salah Mangsa
232
Bab 229. Kebenaran Yang Disembunyikan
233
Bab 230. Lalat Pengganggu
234
Bab 231. Pendapat Zhang Qiaofeng
235
Bab 232. Rencana Zhang Qiaofeng
236
Bab 233. Nasib Sial Nona Zhang
237
Bab 234. Kepulangan Nona Zhang
238
Bab 235. Xin Kiu
239
Bab 236. Desa Nelayan
240
Bab 237. Berkunjung ke Pulau Tulang Naga
241
Bab 238. Pertemuan Setelah Sekian Lama
242
Bab 239. Awal Fitnah
243
Bab 240. Nasib Sepasang Naga
244
Bab 241. Setan Tak Berbayang
245
Bab 242. Topeng A Xin
246
Bab 243. Domba Cantik
247
Bab 244. Geger
248
Bab 245. Boneka-Boneka Lin Tian
249
Bab 246. Siasat
250
Bab 247. Tanda Pengenal Zhang
251
Bab 248. Kerja Sama
252
Bab 249. Ledakan
253
Bab 250. Sosok Bersenjata Rantai
254
Bab 251. Matinya Chan Fan
255
Bab 252. Mengambil Keuntungan Dalam Kesempatan
256
Bab 253. Surat Untuk Fu Hong
257
Bab 254. Surat Untuk Sung Hwa
258
Bab 255. Perjumpaan Dua Bidadari
259
Bab 256. Pukulan Nafas Salju
260
Bab 257. Bentroknya Dua Perkumpulan
261
Bab 258. Bentroknya Dua Perkumpulan 2
262
Bab 259. Satu Dibunuh Satunya
263
Bab 260. Matinya dua Pemimpin
264
Bab 261. Tugas Lin Tian
265
Bab 262. A Yin
266
Bab 263. Pertarungan Lin Tian
267
Bab 264. Aku Membunuhnya!
268
Bab 265. Kedok A Xin
269
Bab 266. Percakapan
270
Bab 267. Kegagalan
271
Bab 268. Ketegangan di Atas Perahu
272
Bab 269. Awal Mula dari Perang
273
Bab 270. Kepulangan Xin Kiu
274
Bab 271. Kucing-Kucingan
275
Bab 272. Rutinitas
276
Bab 273. Rindu? Benci?
277
Bab 274. Delapan Pendekar Sejati
278
Bab 275. Lima Lawan Lima
279
Bab 276. Kombinasi Serangan
280
Bab 277. Babak Terakhir
281
Bab 278. Penentuan
282
Bab 279. Saya Sudah Bangun
283
Bab 280. Lamaran
284
Bab 281. Hari Ketujuh
285
Bab 282. Murid Baru [TAMAT]
286
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!