Bab 15. Membuat Pedang

Malam hari itu, Lin Tian sedang duduk berdiam diri di kamarnya sambil membaca sebuah buku. Dia duduk di bangku sudut kamar yang lengkap dengan meja dan sebuah lilin untuk penerangan, jendela kamarnya sengaja ia buka agar udara luar bisa masuk sekaligus dirinya bisa melihat pemandangan langit malam yang sangat indah.

Sudah dua jam lamanya pemuda ini duduk disana, tidak bergerak sedikitpun seperti sebuah arca. Ia hanya bergerak ketika tangannya membalik-balikkan halaman buku itu.

Buku apa sebenarnya yang bisa membuat Lin Tian menjadi sebuah arca seperti itu? Ya, buku itu adalah buku Ketenangan Batin. Sebuah buku yang tak jelas apa isinya dan tak jelas pula termasuk jenis buku apakah itu. Dibilang buku sajak bukan, dibilang buku silat juga bukan, sungguh buku yang tidak jelas.

Buku itu tidak telalu tebal, tapi tidak juga terlalu tipis sehingga saat ini Lin Tian sudah membaca buku itu berulang-ulang entah untuk keberapa kalinya. Mengapa Lin Tian bisa betah terus-menerus membaca buku tak jelas itu selama dua jam penuh? Karena memang saat ini dirinya tidak mempunyai hiburan lain selain membaca buku itu.

"Haaahh..." Terdengar helaan nafas panjang keluar dari mulit Lin Tian.

"Entah sudah berapa kali kubaca buku ini tapi hasilnya tetap sama saja, sampai sekarang aku masih belum bisa memetik satupun inti sari dari buku ini. Sebenarnya kau ini buku apa sih!!?" Guman Lin Tian kesal.

Sebenarnya sudah ratusan kali terbesit di dalam pikiran Lin Tian untuk membuang buku itu, akan tetapi entah mengapa setiap kali dia ingin membuangnya, timbul perasaan enggan di hatinya yang membuatnya tidak jadi membuang buku tersebut. Sama halnya dengan sekarang ini, ingin sekali dirinya merobek-robek buku itu tetapi ia urungkan niatnya dan memilih untuk tidur.

*******

Pagi hari Lin Tian bangun dari mimpi indahnya, ia lalu bangkit dan membuka jendela kamar. Terasa olehnya hembusan udara sejuk dipagi hari yang menenangkan tepat ketika ia membuka jendela, terlihat pula di ujung Timur matahari yang masih nampak kemerahan perlahan-lahan bergerak naik menyinari jagad raya.

Indra pendengarannya juga menangkap suara-suara burung yang saling bersahutan di sana-sini seakan-akan mereka sedang berlomba untuk membuktikan suara kicauan siapa yang paling bagus. Pemuda ini juga mendengar suara kokok ayam jantan yang entah ayam dari mana yang mulai duluan.

Lin Tian menutup matanya sambil menarik nafas panjang untuk menikmati suasana pagi ini. Tak lama setelah itu, ia pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.

Beberapa menit kemudian, pemuda ini sudah keluar dengan setelan baju yang sama seperti kemarin, baju berwarna merah gelap. Karena tak ada pakaian lain yang ia miliki, sehingga mau tidak mau dirinya harus memakai kembali baju itu.

Tak berselang lama, Lin Tian kembali memikul bungkusan kristalnya dan pergi turun ke lantai bawah.

Ketika pemuda ini sampai di lantai bawah, dia mendengar sebuah percakapan dari dua orang pengunjung yang cukup menarik perhatiannya. Ia kemudian menghentikan langkahnya sejenak untuk ikut mendengarkan.

"Apa katamu?? Kau bilang keluarga Xiao akan bergabung dengan keluarga Hu bulan depan?? Jangan bercanda!!?" Tanya seorang pria berumur tiga puluh tahunan kepada temannya.

"Aku tidak bercanda! Apa kau belum mengetahui kabar itu, ada kabar burung yang mengatakan jika pemimpin keluarga Xiao akan memberikan jabatannya kepada seorang Tuan muda dari keluarga Hu. Karena hal itulah maka keluaga Xiao akan bergabung dengan keluarga Hu." Jawab temannya itu.

"Tak mungkin...jika hal itu terjadi, keseimbangan dari ketujuh keluarga penguasa akan goyah, dan kita rakyat biasalah yang akan menjadi korban." Ucap pria pertama dengan raut wajah serius.

"Memang benar, aku juga setuju denganmu. Cih!! dari dulu aku sangat membenci dengan keluarga Hu itu, andai saja tidak ada keluarga Xiao, mungkin kota kita ini sudah jatuh ketangan mereka. Dan sekarang, pemimpin keluarga Xiao ingin memberikan jabatannya kepada tuan muda keluarga Hu, apa orang itu sudah gila!??" Ujar pria kedua dengan berapi-api dan penuh amarah.

Lin Tian merasa tertarik dengan percakapan tersebut. Keluarga Xiao akan begabung dengan keluarga Hu? Bukankah keluarga Xiao adalah keluarga milik tiga wanita itu? Demikianlah pikir Lin Tian yang kaget sekaligus heran.

Setelah itu ia pergi ke meja kasir untuk menanyakan sesuatu.

"Maaf Nona, bisakah kau memberitahuku dimana letak pandai besi terbaik di kota ini?" Tanya Lin Tian kepada penjaga kasir tersebut.

"Oh...jika anda mencari seorang pandai besi, di ujung selatan kota ini terdapat sebuah pandai besi terbaik di seluruh kota bahkan mungkin di seluruh wilayah Selatan ini, anda bisa datang sendiri kesana Tuan." Jawab penjaga kasir ramah.

"Baiklah, terimakasih atas informasinya."

"Sama-sama dan terimakasih atas kunjungannya Tuan." Penjaga kasir itu berkata sambil menundukkan badannya.

Kemudian, Lin Tian bergegas untuk pergi ke selatan kota mencari keberadaan pandai besi tersebut.

*******

Lima belas menit berlalu, akhirnya Lin Tian telah sampai di depan sebuah bangunan yang di atas pintu masuknya terdapat tulisan 'Pandai Besi Selatan'. Langsung saja pemuda ini melangkahkan kakinya memasuki tempat tersebut.

Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah banyak sekali senjata dan pusaka yang tergantung di dinding ruangan depan, ada juga beberapa armor perang yang terbuat daripada baja tersusun rapih disetiap sudut ruangan.

Tempat itu tidak terlalu besar, tetapi cukup banyak orang yang datang untuk melihat-lihat pajangan senjata disana. Kemudian terlihat seorang pria setengah tua mendatangi Lin Tian. "Selamat datang di panda besi kami Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya orang itu ramah.

"Apa disini aku bisa memesan sebuah pedang?"

"Tentu saja! Tuan ini agaknya seorang pendekar ya!? Jika ingin memesan senjata, mohon tunggu terlebih dahulu di sebelah sana, saya akan meamanggilkan salah satu penempa pedang kami." Ucap pria itu ramah sambil mempersilahkan Lin Tian untuk duduk disebuah kursi yang sudah disiapkan di sana.

"Baiklah."

Tak berselang lama, datanglah pria tadi bersama seorang pria berotot dari ruangan dalam. Agaknya pria berotot itulah yang dimaksud orang tadi sebagai penempa pedang.

"Selamat datang Tuan, saya dengar anda ingin membuat pedang? Jika memang begitu, saya mungkin bisa membantu untuk membuatkan pedang keinginan Tuan." Walau pria berotot itu terkesan mengerikan, tapi tutur katanya sangat sopan dan halus.

"Ya, aku memang ingin membuat pedang, ini aku sudah membawa bahan utamanya. Aku ingin agar bilah pedangku nanti terbuat dari benda ini tanpa campuran apa pun. Apa kau bisa?" Tanya Lin Tian sambil menunjukkan bungkusan kristalnya.

"Tentu saja saya bisa Tuan. Tapi sebelum itu, saya akan melihat benda bawaan anda ini."

"Silahkan."

Setelah mendapat persetujuan dari Lin Tian, pria itu langsung menggerakkan tangan dengan tujuan membuka bungkusan itu. Akan tetapi baru saja jari telunjuknya menyentuh bungkusan kristal, pria berotot itu langsung berteriak dan terlonjak kaget.

"Hwaaaa!!"

Hal ini sontak membuat para pengunjung lain terkejut dan secara refleks menolehkan kepalanya kearah pria berotot itu. Pria setengah tua yang berada di sampinya juga terkejut melihat rakannya tiba-tiba berteriak seperti itu.

"Ada apa? apa yang terjadi." Ucapnya panik.

"Hah...hah...T-tuan, jika saya boleh tau, a-a-apa isi bungkusan itu?" Tanyanya dengan gugup, tanpa sadar dahi pria ini sudah mengeluarkan keringat dingin karena saking kaget dan ngeri mengingat kejadian barusan.

"Hm...kita sudah menjadi perhatian banyak orang, bisakah aku menunjukkan ini di sebuah ruangan yang lebih tertutup." Tanya Lin Tian santai yang sudah bisa menebak hal ini akan terjadi.

"T-tentu saja Tuan, mari ikut saya." Kali ini si pria setengah tua yang menjawab.

Kemudian Lin Tian diajak menuju ke sebuah ruangan yang berukuran kurang lebih dua kali empat meter. Di tengah ruangan itu terdapat dua buah kursi yang dipisahkan oleh meja kayu.

"Ruangan yang bagus, baiklah akan kutunjukkan isi dari bungkusan ini." Sedetik kemudian, Lin Tian sudah membuka bungkusan itu yang membuat kedua orang di hadapannya berdiri bengong sekaligus kagum melihat isi bungkusan tersebut.

Ternyata isi bungkusan itu adalah sebuah kristal yang tingginya sejajar dengan leher Lin Tian. Kristal itu berwarna putih kebiruan dengan diameter kurang lebih sebesar paha orang dewasa. Kristal itu juga mengeluarkan sedikit cahaya yang membuat ruang tersebut menjadi lebih terang.

"Woahhh....indah sekali..." Ucap pria berotot tanpa sadar.

"Inilah bahan utama dari pedangku. Kuulangi lagi, aku ingin bilah pedangku nanti murni menggunakan kristal ini." Kembali Lin Tian mengajukan permintaannya.

"B-b-baiklah Tuan, tunggu sebentar akan saya panggilkan ketua terlebih dahulu. Agaknya hanya beliaulah yang mampu membuatkan pedang dari bahan ini untuk anda." Kata pria berotot yang langsung berlari keluar ruangan.

Tak berselang lama, datanglah seorang pria tua yang kira-kira sudah berumur enam puluh tahun. Tetapi ada yang sedikit berbeda dari kakek satu ini, yaitu bagian tubuhnya sudah tidak utuh lagi. Ya, kaki kiri kakek itu buntung selutut yang membuatnya harus menggunkan sebuah tongkat bambu untuk membantunya berjalan.

"Ketua, inilah Tuan yang ingin membuat pedang." Ucap pria berotot tersebut kepada kakek buntung yang ia panggil ketua itu.

"Hm...hm...jadi begitu, Tuan apa kau benar ingin membuat pedang dari kristal itu." Kakek itu berkata sambil menudingkan salah satu jarinya kearah kristal tersebut.

"Ya, benar. Aku ingin minta tolong untuk dibuatkan pedang dari kristal ini, apa anda bisa?"

Kakek itu tidak menjawab pertanyaan Lin Tian melainkan mendekati kristal itu dan menyentuhnya. Ekspresinya langsung berubah tatkala telapak tangannya menyentuh badan kristal.

Dingin sekali, batinnya. Tetapi kakek ini tidak seperti Bao Chu atau pria berotot itu, ternyata dia masih bisa bertahan setelah menyentuh kristal tersebut.

"Kakek ini bukan orang biasa." Batin Lin Tian sambil melirik kearah kakek tersebut.

Tak lama kemudian, kakek itu melepaskan tangannya dan berkata, "Baiklah, aku bisa membuatnya. Untuk biayanya, aku belum bisa mengatakannya sekarang, karena aku sendiripun tidak tau akan sesulit apa membuat pedang dari kristal ini. Apa kau tak masalah?"

"Tentu saja, asalkan hasilnya nanti tidak mengecewakanku."

"Baiklah kalau begitu, datanglah lagi kemari satu minggu dari sekarang untuk mengambil pedangmu." Ucapnya seraya mengambil kristal itu dan membawanya pergi.

Setelah itu Lin Tian langsung pamit untuk undur diri.

"Hah....sekarang waktunya untuk memenuhi janji." Batin Lin Tian yang kini sudah berjalan menuju kearah Timur kota.

|•BERSAMBUNG•|

Terpopuler

Comments

Wan Trado

Wan Trado

dijaman saat itu belum dikenal hitungan waktu dalam menit dan jam, tapi biasanya ukuran waktunya sepeminuman teh, sepenanak nasi dsbnya

2024-12-12

1

Darus Sutriatno

Darus Sutriatno

mau bayar pakai apa?, punya uang juga nggak

2025-02-11

0

kang baca

kang baca

gini klo g da cincin ruang 🤣🤣

2025-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Lin Tian
2 Bab 2. Keluarga Zhang
3 Bab 3. Tragedi Keluarga Zhang
4 Bab 4. Tragedi Keluarga Zhang 2
5 Bab 5. Tragedi Keluarga Zhang 3
6 Bab 6. Pelarian
7 Bab 7. Pelarian 2
8 Bab 8. Pegunungan Tembok Surga
9 Bab 9. Menjadi Lebih Kuat
10 Bab 10. Goa
11 Bab 11. Turun Gunung
12 Bab 12. Kota Batu
13 INFORMASI
14 Bab 13. Informasi
15 Bab 14. Keluarga Xiao
16 Bab 15. Membuat Pedang
17 Bab 16. Keluarga Xiao 2
18 Bab 17. Permasalahan Keluarga Xiao
19 Bab 18. Berlatih Bersama
20 Bab 19. Berlatih Bersama 2
21 Bab 20. Hao Yu
22 Bab 21. Dendam dan Kebencian
23 Bab 22. Pedang Dewi Salju
24 Bab 23. Pertemuan
25 Bab 24. Meninggalkan Kota Batu
26 Bab 25. Kota Sungai Putih
27 Bab 26. Pengacau
28 Bab 27. Pria Misterius
29 Bab 28. Penderitaan Sang Tuan Muda
30 Bab 29. Penderitaan Sang Tuan Muda 2
31 Bab 30. Berkunjung
32 Bab 31. Kebulatan Tekad
33 Bab 32. Pembebasan Para Tahanan
34 Bab 33. Pembebasan Para Tahanan 2
35 Bab 34. Bebas!!
36 Bab 35. Hal Yang Tak Terduga
37 Tolong Dibaca!!
38 Bab 36. Awal dari Perubahan
39 Bab 37. Lin Tian yang Sesungguhnya?
40 Bab 38. Perang Saudara
41 Bab 39. Keganasan Pedang Dewi Salju
42 Bab 40. Bantuan
43 Bab 41. Akhir Pertempuran
44 Bab 42. Pengangkatan Pemimpin Baru
45 Bab 43. Ayah dan Anak
46 Bab 44. Ayah dan Anak 2
47 Bab 45. Wajah Lin Tian
48 Bab 46. Saudara
49 Bab 47. Bajak Sungai
50 Bab 48. Pendekar Hantu Kabut
51 Bab 49. Ramalan
52 Bab 50. Musuh Lama
53 Bab 51. Penyelamat
54 Bab 52. Zhang Hongli
55 Bab 53. Mengangkat Seorang Murid
56 Bab 54. Pemimpin Keluarga Hu
57 Bab 55. Pemimpin Keluarga Hu 2
58 Bab 56. Murid
59 Bab 57. Buku Ketenangan Batin
60 Bab 58. Asosiasi Gagak Surgawi
61 Bab 59. Masalah
62 Bab 60. Masalah 2
63 Bab 61. Masalah 3
64 Bab 62. Pertandingan Perguruan Tongkat Bambu Kuning
65 Bab 63. Guru Murid Pengacau
66 Bab 64. Kekacauan
67 Bab 65. Dua Hantu dari Utara
68 Bab 66. Tokoh Tua
69 Bab 67. Masalah Baru
70 Bab 68. Asal Bicara
71 Bab 69. Kedai Makan Pelancong
72 Bab 70. Sastrawan Sakti
73 Bab 71. Desa Daun Semanggi
74 Bab 72. Kabar Yang Mengejutkan
75 Bab 73. Pertemuan Pahit
76 Bab 74. Hidup dan Mati
77 Bab 75. Berkumpul
78 Bab 76. Petualangan Baru
79 Bab 77. Rumah Baru
80 Bab 78. Kunjungan Kaisar
81 Bab 79. Tepukan Maut
82 Bab 80. Seorang Utusan
83 Bab 81. Penyerangan Orang Gunung
84 Bab 82. Kesepakatan
85 Bab 83. Tujuh Gadis Pelayan
86 Bab 84. Latih Tanding
87 Bab 85. Rahasia Ilmu Ketenangan Batin
88 Bab 86. Pria Murah Senyum
89 Bab 87. Pilar Neraka
90 Bab 88. Ujian
91 Bab 89. Perasaan Zhang Qiaofeng
92 Bab 90. Malam Kelam
93 Bab 91. Kehidupan Baru Putri Lu
94 Bab 92. Malapetaka
95 Bab 93. Firasat yang Tidak Nyaman
96 Bab 94. Salah Paham
97 Bab 95. Salah Paham 2
98 Bab 96. Kelembutan Hati
99 Bab 97. Hal di Luar Dugaan
100 Bab 98. Tujuh Pasukan Besar
101 Bab 99. Kejanggalan
102 Bab 100. Penyamaran
103 Bab 101. Kekacauan
104 Bab 102. Elang Salju
105 Bab 103. Kurang Enam Lagi
106 Bab 104. Batu Misterius
107 Bab 105. Penolong
108 Bab 106. Zhi Yang
109 Bab 107. Keputusan Nona Zhang
110 Bab 108. Musuh Lama
111 Bab 109. Kota Emas Dalam Bahaya
112 Bab 110. Dua Orang Gagah Perkasa
113 Bab 111. Sian Yang
114 Bab 112. Lolos Lagi!
115 Bab 113. Semoga Mimpi Indah Kawan
116 Bab 114. Topeng Baru
117 Bab 115. Teror
118 Bab 116. Bukit Pedang
119 Bab 117. Jebakan
120 Info
121 Bab 118. Jebakan 2
122 Bab 119. Penderitaan Zhi Yang
123 Bab 120. Pengusiran Racun
124 Bab 121. Gudang Kitab
125 Bab 122. Kemajuan
126 Bab 123. Akhir Yang Tak Begitu Buruk
127 Bab 124. Iblis Tiada Banding
128 Bab 125. Bubar!
129 Bab 126. Kelompok Baru
130 Bab 127. Penyelidikan
131 Bab 128. Sergapan Malam Hari
132 Bab 129. Orang-Orang Sakti
133 Bab 130. Orang-Orang Sakti 2
134 Bab 131. Orang-Orang Sakti 3
135 Bab 132. Kesombongan
136 Bab 133. Kakek Pengemis
137 Bab 134. Kim Chao
138 Bab 135. Tujuh Cakar Harimau
139 Bab 136. Nona Zhang Diculik
140 Bab 137. Kemarahan Lin Tian
141 Bab 138. Kemarahan Lin Tian 2
142 Bab 139. Kedatangan Golok Penghancur Gunung
143 Bab 140. Pertempuran di Gerbang Kota
144 Bab 141. Pertempuran di Gerbang Kota 2
145 Bab 142. Api Pelahap Mega dan Naga Salju Menari
146 Bab 143. Menjadi Nonaku!!
147 Bab 144. Song Qian dan Fen Lian
148 Bab 145. Perubahan Xiao Li
149 Bab 146. Markas Perkumpulan Bunga Teratai
150 Bab 147. Sebuah Rahasia
151 Bab 148. Adu Silat
152 Bab 149. Jadilah Saksi
153 Bab 150. Aku Telah Berkhianat
154 Bab 151. Kegelisahan
155 Bab 152. Keadaan Genting
156 Bab 153. Dua Orang Sahabat
157 Bab 154. Bunuh Diri
158 Bab 155. Dua Orang Pengawal
159 Bab 156. Terima Kami Nona
160 Bab 157. Neraka
161 Bab 158. Kedatangan Pasukan Musuh
162 Bab 159. Markas Iblis Tiada Banding
163 Bab 160. Pria Bercaping
164 Bab 161. Surat
165 Bab 162. Kakek Aneh
166 Bab 163. Kakek Aneh 2
167 Bab 164. Pembebasan dan Fitnah
168 Bab 165. Kesaksian
169 Bab 166. Kematian Hu Tao
170 Bab 167. Topeng Hitam
171 Bab 168. Lautan Darah
172 Bab 169. Naga Raksasa
173 Bab 170. Sepasang Naga Putih Kalah?
174 Bab 171. Sejarah
175 Bab 172. Pembalasan Song Qian dan Fen Lian
176 Bab 173. Jatuh
177 Bab 174. Keterpurukan
178 Bab 175. Gejolak Utara
179 Bab 176. Berpamit
180 Bab 177. Selamat
181 Bab 178. Berlatih Ilmu Pedang
182 Bab 179. Ilmu Pedang Teratai Putih
183 Bab 180. Pendekar Sejati
184 Bab 181. Ular dan Tanah Licin
185 Bab 182. Peti
186 Bab 183. Keluarga Ling
187 Bab 184. Nasib Xiao Niu
188 Bab 185. Orang Yang Ditunggu
189 Bab 186. Wang Ling Xue
190 Bab 187. Latihan Menghimpun Hawa Sakti
191 Bab 188. Hambatan
192 Bab 189. Kemajuan
193 Bab 190. Naga Salju Menari
194 Bab 191. Kesedihan Tak Berujung
195 Bab 192. Nona Kita Gila
196 Bab 193. Gadis Setengah Gila
197 Bab 194. Hawa Sakti Panas
198 Bab 195. Distrik Merah
199 Bab 196. Dewi Yan Cu
200 Bab 197. Rumah Mungil
201 Bab 198. Pertolongan yang Tak Terduga
202 Bab 199. Kakek Kang Lim
203 Bab 200. Apakah Itu Dirimu?
204 Bab 201. Pengintaian
205 Bab 202. Pembersihan
206 Bab 203. Bayangan Hitam
207 Bab 204. Kekuatan Asli Pendekar Sejati
208 Bab 205. Keluh Kesah
209 Bab 206. Hantu dan Kabut
210 Bab 207. Adu Tenaga
211 Bab 208. Teman Baru
212 Bab 209. Konflik Kecil
213 Bab 210. Mengunjungi Markas Para Pejuang
214 Bab 211. Kamar
215 Bab 212. Pengemis
216 Bab 213. Pertolongan Kecil
217 Bab 214. Pengemis Pembuat Onar
218 Bab 215. Adu Cepat
219 Bab 216. Meminta Bantuan
220 Ban 217. Racun Pukulan Tapak Api
221 Bab 218. Kepulangan
222 Bab 219. Pedang Lin Tian
223 Bab 220. Pemuda Aneh
224 Bab 221. Kakakku Yang Pemalu
225 Bab 222. Dua Kakakku Tersayang
226 Bab 223. Kembalinya Pendekar Hantu Kabut
227 Bab 224. Pengintai
228 Bab 225. Menyerahkan Diri
229 Bab 226. Anak Menteri
230 Bab 227. Siluman Rase
231 Bab 228. Salah Mangsa
232 Bab 229. Kebenaran Yang Disembunyikan
233 Bab 230. Lalat Pengganggu
234 Bab 231. Pendapat Zhang Qiaofeng
235 Bab 232. Rencana Zhang Qiaofeng
236 Bab 233. Nasib Sial Nona Zhang
237 Bab 234. Kepulangan Nona Zhang
238 Bab 235. Xin Kiu
239 Bab 236. Desa Nelayan
240 Bab 237. Berkunjung ke Pulau Tulang Naga
241 Bab 238. Pertemuan Setelah Sekian Lama
242 Bab 239. Awal Fitnah
243 Bab 240. Nasib Sepasang Naga
244 Bab 241. Setan Tak Berbayang
245 Bab 242. Topeng A Xin
246 Bab 243. Domba Cantik
247 Bab 244. Geger
248 Bab 245. Boneka-Boneka Lin Tian
249 Bab 246. Siasat
250 Bab 247. Tanda Pengenal Zhang
251 Bab 248. Kerja Sama
252 Bab 249. Ledakan
253 Bab 250. Sosok Bersenjata Rantai
254 Bab 251. Matinya Chan Fan
255 Bab 252. Mengambil Keuntungan Dalam Kesempatan
256 Bab 253. Surat Untuk Fu Hong
257 Bab 254. Surat Untuk Sung Hwa
258 Bab 255. Perjumpaan Dua Bidadari
259 Bab 256. Pukulan Nafas Salju
260 Bab 257. Bentroknya Dua Perkumpulan
261 Bab 258. Bentroknya Dua Perkumpulan 2
262 Bab 259. Satu Dibunuh Satunya
263 Bab 260. Matinya dua Pemimpin
264 Bab 261. Tugas Lin Tian
265 Bab 262. A Yin
266 Bab 263. Pertarungan Lin Tian
267 Bab 264. Aku Membunuhnya!
268 Bab 265. Kedok A Xin
269 Bab 266. Percakapan
270 Bab 267. Kegagalan
271 Bab 268. Ketegangan di Atas Perahu
272 Bab 269. Awal Mula dari Perang
273 Bab 270. Kepulangan Xin Kiu
274 Bab 271. Kucing-Kucingan
275 Bab 272. Rutinitas
276 Bab 273. Rindu? Benci?
277 Bab 274. Delapan Pendekar Sejati
278 Bab 275. Lima Lawan Lima
279 Bab 276. Kombinasi Serangan
280 Bab 277. Babak Terakhir
281 Bab 278. Penentuan
282 Bab 279. Saya Sudah Bangun
283 Bab 280. Lamaran
284 Bab 281. Hari Ketujuh
285 Bab 282. Murid Baru [TAMAT]
286 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 286 Episodes

1
Bab 1. Lin Tian
2
Bab 2. Keluarga Zhang
3
Bab 3. Tragedi Keluarga Zhang
4
Bab 4. Tragedi Keluarga Zhang 2
5
Bab 5. Tragedi Keluarga Zhang 3
6
Bab 6. Pelarian
7
Bab 7. Pelarian 2
8
Bab 8. Pegunungan Tembok Surga
9
Bab 9. Menjadi Lebih Kuat
10
Bab 10. Goa
11
Bab 11. Turun Gunung
12
Bab 12. Kota Batu
13
INFORMASI
14
Bab 13. Informasi
15
Bab 14. Keluarga Xiao
16
Bab 15. Membuat Pedang
17
Bab 16. Keluarga Xiao 2
18
Bab 17. Permasalahan Keluarga Xiao
19
Bab 18. Berlatih Bersama
20
Bab 19. Berlatih Bersama 2
21
Bab 20. Hao Yu
22
Bab 21. Dendam dan Kebencian
23
Bab 22. Pedang Dewi Salju
24
Bab 23. Pertemuan
25
Bab 24. Meninggalkan Kota Batu
26
Bab 25. Kota Sungai Putih
27
Bab 26. Pengacau
28
Bab 27. Pria Misterius
29
Bab 28. Penderitaan Sang Tuan Muda
30
Bab 29. Penderitaan Sang Tuan Muda 2
31
Bab 30. Berkunjung
32
Bab 31. Kebulatan Tekad
33
Bab 32. Pembebasan Para Tahanan
34
Bab 33. Pembebasan Para Tahanan 2
35
Bab 34. Bebas!!
36
Bab 35. Hal Yang Tak Terduga
37
Tolong Dibaca!!
38
Bab 36. Awal dari Perubahan
39
Bab 37. Lin Tian yang Sesungguhnya?
40
Bab 38. Perang Saudara
41
Bab 39. Keganasan Pedang Dewi Salju
42
Bab 40. Bantuan
43
Bab 41. Akhir Pertempuran
44
Bab 42. Pengangkatan Pemimpin Baru
45
Bab 43. Ayah dan Anak
46
Bab 44. Ayah dan Anak 2
47
Bab 45. Wajah Lin Tian
48
Bab 46. Saudara
49
Bab 47. Bajak Sungai
50
Bab 48. Pendekar Hantu Kabut
51
Bab 49. Ramalan
52
Bab 50. Musuh Lama
53
Bab 51. Penyelamat
54
Bab 52. Zhang Hongli
55
Bab 53. Mengangkat Seorang Murid
56
Bab 54. Pemimpin Keluarga Hu
57
Bab 55. Pemimpin Keluarga Hu 2
58
Bab 56. Murid
59
Bab 57. Buku Ketenangan Batin
60
Bab 58. Asosiasi Gagak Surgawi
61
Bab 59. Masalah
62
Bab 60. Masalah 2
63
Bab 61. Masalah 3
64
Bab 62. Pertandingan Perguruan Tongkat Bambu Kuning
65
Bab 63. Guru Murid Pengacau
66
Bab 64. Kekacauan
67
Bab 65. Dua Hantu dari Utara
68
Bab 66. Tokoh Tua
69
Bab 67. Masalah Baru
70
Bab 68. Asal Bicara
71
Bab 69. Kedai Makan Pelancong
72
Bab 70. Sastrawan Sakti
73
Bab 71. Desa Daun Semanggi
74
Bab 72. Kabar Yang Mengejutkan
75
Bab 73. Pertemuan Pahit
76
Bab 74. Hidup dan Mati
77
Bab 75. Berkumpul
78
Bab 76. Petualangan Baru
79
Bab 77. Rumah Baru
80
Bab 78. Kunjungan Kaisar
81
Bab 79. Tepukan Maut
82
Bab 80. Seorang Utusan
83
Bab 81. Penyerangan Orang Gunung
84
Bab 82. Kesepakatan
85
Bab 83. Tujuh Gadis Pelayan
86
Bab 84. Latih Tanding
87
Bab 85. Rahasia Ilmu Ketenangan Batin
88
Bab 86. Pria Murah Senyum
89
Bab 87. Pilar Neraka
90
Bab 88. Ujian
91
Bab 89. Perasaan Zhang Qiaofeng
92
Bab 90. Malam Kelam
93
Bab 91. Kehidupan Baru Putri Lu
94
Bab 92. Malapetaka
95
Bab 93. Firasat yang Tidak Nyaman
96
Bab 94. Salah Paham
97
Bab 95. Salah Paham 2
98
Bab 96. Kelembutan Hati
99
Bab 97. Hal di Luar Dugaan
100
Bab 98. Tujuh Pasukan Besar
101
Bab 99. Kejanggalan
102
Bab 100. Penyamaran
103
Bab 101. Kekacauan
104
Bab 102. Elang Salju
105
Bab 103. Kurang Enam Lagi
106
Bab 104. Batu Misterius
107
Bab 105. Penolong
108
Bab 106. Zhi Yang
109
Bab 107. Keputusan Nona Zhang
110
Bab 108. Musuh Lama
111
Bab 109. Kota Emas Dalam Bahaya
112
Bab 110. Dua Orang Gagah Perkasa
113
Bab 111. Sian Yang
114
Bab 112. Lolos Lagi!
115
Bab 113. Semoga Mimpi Indah Kawan
116
Bab 114. Topeng Baru
117
Bab 115. Teror
118
Bab 116. Bukit Pedang
119
Bab 117. Jebakan
120
Info
121
Bab 118. Jebakan 2
122
Bab 119. Penderitaan Zhi Yang
123
Bab 120. Pengusiran Racun
124
Bab 121. Gudang Kitab
125
Bab 122. Kemajuan
126
Bab 123. Akhir Yang Tak Begitu Buruk
127
Bab 124. Iblis Tiada Banding
128
Bab 125. Bubar!
129
Bab 126. Kelompok Baru
130
Bab 127. Penyelidikan
131
Bab 128. Sergapan Malam Hari
132
Bab 129. Orang-Orang Sakti
133
Bab 130. Orang-Orang Sakti 2
134
Bab 131. Orang-Orang Sakti 3
135
Bab 132. Kesombongan
136
Bab 133. Kakek Pengemis
137
Bab 134. Kim Chao
138
Bab 135. Tujuh Cakar Harimau
139
Bab 136. Nona Zhang Diculik
140
Bab 137. Kemarahan Lin Tian
141
Bab 138. Kemarahan Lin Tian 2
142
Bab 139. Kedatangan Golok Penghancur Gunung
143
Bab 140. Pertempuran di Gerbang Kota
144
Bab 141. Pertempuran di Gerbang Kota 2
145
Bab 142. Api Pelahap Mega dan Naga Salju Menari
146
Bab 143. Menjadi Nonaku!!
147
Bab 144. Song Qian dan Fen Lian
148
Bab 145. Perubahan Xiao Li
149
Bab 146. Markas Perkumpulan Bunga Teratai
150
Bab 147. Sebuah Rahasia
151
Bab 148. Adu Silat
152
Bab 149. Jadilah Saksi
153
Bab 150. Aku Telah Berkhianat
154
Bab 151. Kegelisahan
155
Bab 152. Keadaan Genting
156
Bab 153. Dua Orang Sahabat
157
Bab 154. Bunuh Diri
158
Bab 155. Dua Orang Pengawal
159
Bab 156. Terima Kami Nona
160
Bab 157. Neraka
161
Bab 158. Kedatangan Pasukan Musuh
162
Bab 159. Markas Iblis Tiada Banding
163
Bab 160. Pria Bercaping
164
Bab 161. Surat
165
Bab 162. Kakek Aneh
166
Bab 163. Kakek Aneh 2
167
Bab 164. Pembebasan dan Fitnah
168
Bab 165. Kesaksian
169
Bab 166. Kematian Hu Tao
170
Bab 167. Topeng Hitam
171
Bab 168. Lautan Darah
172
Bab 169. Naga Raksasa
173
Bab 170. Sepasang Naga Putih Kalah?
174
Bab 171. Sejarah
175
Bab 172. Pembalasan Song Qian dan Fen Lian
176
Bab 173. Jatuh
177
Bab 174. Keterpurukan
178
Bab 175. Gejolak Utara
179
Bab 176. Berpamit
180
Bab 177. Selamat
181
Bab 178. Berlatih Ilmu Pedang
182
Bab 179. Ilmu Pedang Teratai Putih
183
Bab 180. Pendekar Sejati
184
Bab 181. Ular dan Tanah Licin
185
Bab 182. Peti
186
Bab 183. Keluarga Ling
187
Bab 184. Nasib Xiao Niu
188
Bab 185. Orang Yang Ditunggu
189
Bab 186. Wang Ling Xue
190
Bab 187. Latihan Menghimpun Hawa Sakti
191
Bab 188. Hambatan
192
Bab 189. Kemajuan
193
Bab 190. Naga Salju Menari
194
Bab 191. Kesedihan Tak Berujung
195
Bab 192. Nona Kita Gila
196
Bab 193. Gadis Setengah Gila
197
Bab 194. Hawa Sakti Panas
198
Bab 195. Distrik Merah
199
Bab 196. Dewi Yan Cu
200
Bab 197. Rumah Mungil
201
Bab 198. Pertolongan yang Tak Terduga
202
Bab 199. Kakek Kang Lim
203
Bab 200. Apakah Itu Dirimu?
204
Bab 201. Pengintaian
205
Bab 202. Pembersihan
206
Bab 203. Bayangan Hitam
207
Bab 204. Kekuatan Asli Pendekar Sejati
208
Bab 205. Keluh Kesah
209
Bab 206. Hantu dan Kabut
210
Bab 207. Adu Tenaga
211
Bab 208. Teman Baru
212
Bab 209. Konflik Kecil
213
Bab 210. Mengunjungi Markas Para Pejuang
214
Bab 211. Kamar
215
Bab 212. Pengemis
216
Bab 213. Pertolongan Kecil
217
Bab 214. Pengemis Pembuat Onar
218
Bab 215. Adu Cepat
219
Bab 216. Meminta Bantuan
220
Ban 217. Racun Pukulan Tapak Api
221
Bab 218. Kepulangan
222
Bab 219. Pedang Lin Tian
223
Bab 220. Pemuda Aneh
224
Bab 221. Kakakku Yang Pemalu
225
Bab 222. Dua Kakakku Tersayang
226
Bab 223. Kembalinya Pendekar Hantu Kabut
227
Bab 224. Pengintai
228
Bab 225. Menyerahkan Diri
229
Bab 226. Anak Menteri
230
Bab 227. Siluman Rase
231
Bab 228. Salah Mangsa
232
Bab 229. Kebenaran Yang Disembunyikan
233
Bab 230. Lalat Pengganggu
234
Bab 231. Pendapat Zhang Qiaofeng
235
Bab 232. Rencana Zhang Qiaofeng
236
Bab 233. Nasib Sial Nona Zhang
237
Bab 234. Kepulangan Nona Zhang
238
Bab 235. Xin Kiu
239
Bab 236. Desa Nelayan
240
Bab 237. Berkunjung ke Pulau Tulang Naga
241
Bab 238. Pertemuan Setelah Sekian Lama
242
Bab 239. Awal Fitnah
243
Bab 240. Nasib Sepasang Naga
244
Bab 241. Setan Tak Berbayang
245
Bab 242. Topeng A Xin
246
Bab 243. Domba Cantik
247
Bab 244. Geger
248
Bab 245. Boneka-Boneka Lin Tian
249
Bab 246. Siasat
250
Bab 247. Tanda Pengenal Zhang
251
Bab 248. Kerja Sama
252
Bab 249. Ledakan
253
Bab 250. Sosok Bersenjata Rantai
254
Bab 251. Matinya Chan Fan
255
Bab 252. Mengambil Keuntungan Dalam Kesempatan
256
Bab 253. Surat Untuk Fu Hong
257
Bab 254. Surat Untuk Sung Hwa
258
Bab 255. Perjumpaan Dua Bidadari
259
Bab 256. Pukulan Nafas Salju
260
Bab 257. Bentroknya Dua Perkumpulan
261
Bab 258. Bentroknya Dua Perkumpulan 2
262
Bab 259. Satu Dibunuh Satunya
263
Bab 260. Matinya dua Pemimpin
264
Bab 261. Tugas Lin Tian
265
Bab 262. A Yin
266
Bab 263. Pertarungan Lin Tian
267
Bab 264. Aku Membunuhnya!
268
Bab 265. Kedok A Xin
269
Bab 266. Percakapan
270
Bab 267. Kegagalan
271
Bab 268. Ketegangan di Atas Perahu
272
Bab 269. Awal Mula dari Perang
273
Bab 270. Kepulangan Xin Kiu
274
Bab 271. Kucing-Kucingan
275
Bab 272. Rutinitas
276
Bab 273. Rindu? Benci?
277
Bab 274. Delapan Pendekar Sejati
278
Bab 275. Lima Lawan Lima
279
Bab 276. Kombinasi Serangan
280
Bab 277. Babak Terakhir
281
Bab 278. Penentuan
282
Bab 279. Saya Sudah Bangun
283
Bab 280. Lamaran
284
Bab 281. Hari Ketujuh
285
Bab 282. Murid Baru [TAMAT]
286
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!