>1 Minggu Kemudian.
"Kau mau ke ruang pasien yang itu lagi?"
"Tentu saja, dia adalah pasien favoritku di rumah sakit ini, aku sangat bahagia bisa merawatnya!" Salah seorang perawat berkata dengan riang gembira dan membuat rekan-rekannya kebingungan.
"Ada apa dengannya akhir-akhir ini? Dia terlihat aneh..." kata salah satu perawat melihat kepergian rekannya yang sangat riang gembira itu.
"Kau tahu? Katanya pasien yang dia rawat akhir-akhir sangat tampan dan gagah, jadi dia sangat senang merawatnya."
"Benarkah? Aku juga mau melihatnya nanti."
"Aku juga."
Sementara itu perawat yang mereka bicarakan tengah berjalan menuju ruangan pasien favoritnya itu dengan antusiasme yang tinggi.
"Sudah saatnya untuk mengganti perbanmu, Aldo." ucap perawat itu sambil membuka pintu ruangan.
Seketika dirinya mematung melihat apa yang Aldo lakukan di dalam sana.
Pria itu sedang melakukan push up hanya dengan satu tangan dan satu tangan lagi yang di naikan ke atas punggungnya, gerakannya sangat lincah dan teratur bagaikan atlet profesional.
Aldo telah selesai push up dan bangkit sambil mengambil handuk untuk mengelap keringatnya, terlebih lagi ia tidak mengenakan atasan sama sekali yang memperlihatkan tubuh indahnya dan dada bidangnya yang jauh lebih berkembang daripada minggu lalu.
"R- roti sobek..." gumam perawat wanita itu dengan hidung yang mimisan.
"Seharusnya kau mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan orang lain." kata Aldo risih lalu kembali mengenakan pakaiannya.
"S- sudah saatnya untuk mengganti perbanmu hari ini."
Dengan gugup si perawat wanita itu kembali mengulang kata-katanya dan mengambil perban dari laci ruangan sebelum Aldo menghentikannya.
"Sepertinya itu sudah tidak berguna lagi untukku."
"Eh? Kenapa begitu?"
"Tentu karena aku sudah sembuh." kata Aldo serius lalu membuka perbannya sendirian, dan benar saja tangannya sudah sembuh dan hanya menyisakan sedikit luka bakar.
Selama ini Aldo tidak hanya mengandalkan obat obatan untuk menyembuhkan lukanya tapi juga dengan olahraga sembari menyelesaikan misi hariannya.
Walaupun terasa menyakitkan ketika ia memaksakan push up dengan kondisi tangannya yang seperti itu, tapi Aldo tetap berusaha keras agar bisa menyelesaikan misi harian pemberian system.
Uniknya lagi misi harian yang diberikan oleh system akan semakin bertambah banyak seiring meningkatnya kekuatan fisik Aldo.
Untuk misi joging sendiri system berbaik hati mengizinkan Aldo untuk berlari di tempat sehingga dia tidak harus keluar rumah sakit hanya untuk joging.
"Jadi karena aku sudah sembuh bisakah kau mengurus surat izin untuk keluar dari rumah sakit ini untukku?" tanya Aldo dibalas dengan anggukan patuh dari suster itu.
Walaupun ia tidak tega untuk berpisah dengan Aldo, namun dia harus merelakan kepergiannya karena merawat pasien sampai sembuh dan keluar rumah sakit adalah tugas utamanya.
Singkat cerita Aldo sudah diizinkan keluar dari rumah sakit setelah menjalani beberapa prosedur pemeriksaan yang memastikan jika dia memang benar-benar sudah sembuh.
Dokter yang menangani prosedur pemeriksaan itu sangat terkejut dengan kondisi Aldo yang sudah benar-benar sembuh dan bahkan sudah jauh lebih sehat daripada sebelumnya.
Padahal waktu yang diperkirakan untuk kesembuhan Aldo itu bisa mencapai sekitar 3 minggu sampai 1 bulan.
Walau sudah mendapatkan izin keluar rumah sakit, tapi Aldo tidak langsung keluar melainkan mengunjungi seseorang yang juga dirawat disana.
Di ruangan yang Aldo tuju sudah ada Myra dan Pak Suman duduk di sebelah seorang wanita yang terbaring lemas di ranjang. Wanita itu adalah istri Pak Suman atau Ibu Myra yang baru saja selesai di operasi.
"Bagaimana dengan kondisi Bibi? Tidak ada yang salah kan?" tanya Aldo dengan hangat.
Selama seminggu ini Aldo sering mengunjungi ibu Myra karena memang mereka berada di rumah sakit yang sama.
"Bibi baik-baik saja Nak Aldo."
Ibu Myra, Bu Siska menjawab pertanyaan Aldo dengan lembut. Dia tidak ragu memanggil Aldo dengan sebutan 'Nak' karena di matanya Aldo itu seumuran dengan putri pertamanya.
mungkin jika orang lain yang memanggilnya begitu Aldo akan marah tapi ia sama sekali tidak marah diperlakukan seperti anak kecil oleh Bu Siska karena dari Bu Siska sudah seperti ibunya bagi Aldo.
"Om sudah diizinkan keluar rumah sakit? Memangnya Om sudah sembuh?" tanya Myra melihat perban di tangan Aldo yang sudah dilepas.
"Iya, Om sudah sembuh jadi Om bisa kembali bekerja." balas Aldo ramah walaupun dalam hatinya dia begitu kesal karena gadis itu terus memanggilnya Om, setidaknya Aldo ingin dipanggil kakak atau abang olehnya.
Bu Siska mengalami penyakit jantung koroner, walaupun dia bilang jika dirinya baik-baik saja tapi Aldo tahu jika dia tidaklah sehat dari wajahnya yang pucat.
Pak Suman juga terlihat sangat sedih melihat kondisi istrinya.
Bu Siska sudah pernah melakukan operasi, tapi dokter tidak akan bisa menyembuhkan kankernya hanya dengan satu dua kali operasi.
Setidaknya Bu Siska memerlukan serangkaian operasi terlebih lagi dia harus dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar dengan alat operasi yang memadai.
Tapi masalahnya Pak Suman tidak memiliki cukup uang untuk memindahkan istrinya ke rumah sakit besar, uang yang dia kumpulkan dengan susah payah sudah habis untuk operasi tadi.
Aku bersumpah akan mengumpulkan banyak uang untuk biaya medis Bu Siska! - pikir Aldo bertekad kuat.
Bersamaan dengan itu suara system kembali terdengar dalam benaknya.
[Misi baru terpicu]
----------𝔐𝔦𝔰𝔰𝔦𝔬𝔫----------
[Misi penyelamatan]
-Menyelamatkan nyawa Bu Siska
[Hadiah]
500 Poin System
500 Poin Kemampuan
Uang Rp 10 juta
----------𝔐𝔦𝔰𝔰𝔦𝔬𝔫----------
*Tanpa diberi misipun aku akan tetap membantu Bu Siska* - pikir Aldo.
Semakin banyak hadiah yang diberikan maka akan semakin sulit pula misinya, jelas jika misi kali ini akan menjadi misi yang sangat sulit setelah misi menikah dan membuat 10 anak sebelumnya.
...
...
...
Aldo berangkat kembali ke tempat kerjanya setelah menjenguk Bu Siska, kali ini lokasinya bukan di tempat syuting seperti sebelumnya tapi di studionya langsung yang terletak di tengah kota.
Setelah menaiki taksi sekitar 1 jam, Aldo akhirnya sampai di sebuah gedung besar yang bertuliskan Fortune Grup Cinematic atau disingkat FGC.
Seperti namanya ini adalah sebuah perusahaan produksi film yang namanya sudah terkenal sampai luar negeri karena banyaknya film-film populer yang dibuat oleh studio itu.
Dan Aldo adalah salah satu orang yang beruntung bekerja di perusahaan besar itu walaupun pekerjannya tidaklah terlalu besar.
Aldo melangkahkan kakinya memasuki perusahaan besar yang sangat megah itu, sebenarnya ini adalah pertama kalinya Aldo datang ke perusahaan pusat karena selama ini dia hanya mengikuti perintah Pak Sutradara pemarah itu.
Alasan Aldo datang langsung ke tempat itu adalah karena dia mendapatkan panggilan langsung dari petinggi perusahaan.
*Sepertinya tindakanku menyelamatkan Laura telah menarik perhatian para petinggi perusahaan* - pikir Aldo.
*************
[Ilustrasi Bu Siska]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Muhammad Arsyad
wooww...cantik kali
2025-01-10
0
Heru Dwiyantono
Bu Siska cantik juga
2022-11-25
0
dsnbl
roti sobek
2022-11-07
1