[Chapter 15.]
[Permintaan Ning Bersaudari.]
[Silahkan Dibaca.]
Kediaman Xiao, terlihat tiga sosok orang berdiri, satu sosok pemuda menatap ke arah dua sosok perempuan. Sosok pemuda itu adalah Xiao Fan, sementara kedua sosok perempuan itu adalah Ning Que dan Ning Shie.
“Tolong latih kami, Adik Fan?” Xiao Fan mendengar hal itu terkejut, dia menatap ke arah Ning Que. Xiao Fan mengerutkan keningnya dan berfikir bukankah Putri Kerajaan biasanya sudah dilatih?. Hal itu membuat Xiao Fan terheran ketika melihat Ning Que yang memohon untuk berlatih kepadanya.
“Kakak Que, bukankah dalam Kerajaan Ning. Putra maupun Putri keturunan Kerajaan, akan dilatih oleh seorang Guru yang kuat?” Xiao Fan bertanya dengan heran. Ning Que dan Ning Shie saling menatap. Keduanya kembali menatap ke arah Xiao Fan dan mengangguk.
“Lalu, kenapa kalian memintaku untuk melatih kalian?” Xiao Fan kembali bertanya dengan penuh keanehan. Bagaimanapun juga, dia masih pemula di Dunia ini dibandingkan Guru kuat yang melatih kedua saudari Ning. Namun, dia juga penasaran sejauh mana pelatihan Guru kuat asli.
“Kami memang diajari oleh seorang Guru kuat, akan tetapi apakah Guru itu mampu mengubah hal sampah menjadi hal kuat? Selepas kufikirkan kembali, hanya kau saja yang bisa. Maka dari itu, aku ingin kau melatih kami berdua, terutama untuk adikku yang kecil ini.”
Xiao Fan tertegun, dirinya beralih ke arah Ning Shie. Memiringkan kepalanya tanda dirinya bingung, kenapa dengan Putri tersebut? Xiao Fan bingung namun segera menatap ke arah keduanya dan berkata dengan nada ringan, tapi serius. “Apakah kalian yakin dengan pilihan kalian?”
Ning Que dan Ning Shie bingung dengan pertanyaan dari Xiao Fan, walaupun ringan dan tenang namun keduanya merasakan jejak keseriusan dalam pertanyaan tersebut. Ning Shie maju ke depan dan berkata, “Aku siap menerima pelatihan apapun.”
Ning Que tertegun melihat tekad dari adiknya. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa adiknya sekarang benar-benar bertekad untuk mengubah diri. Ning Que maju sambil tersenyum dan berkata sambil menggoda. “Aku juga siap menerima pelatihan apapun, bahkan pelatihan di kamar tidurpun aku siap.”
Xiao Fan sedikit tersipu, memang itulah targetnya nanti. Namun, Xiao Fan tersenyum dengan senang bagaimanapun ada yang sudah memberinya lampu hijau. Xiao Fan menatap ke arah keduanya dan berkata, “Yah, kalau begitu, ikutlah denganku.”
Kedua putri Ning menatap ke arah pemuda berusia 6 tahun yang fisiknya terlihat 12 tahun tersebut. Mereka berdua mengikuti pemuda itu memasuki Kediaman Patriark Xiao. Ketiganya masuk ke dalam dan Xiao Fan berkata, “Bu, kami pergi ke belakang terlebih dahulu.”
Seorang wanita paruh baya keluar dari dapur dan menatap ke arah Xiao Fan dan kedua saudari Ning. Wanita paruh baya tersebut ialah Gu Lin, Ibu dari Xiao Fan. “Hati-hati dan jaga kedua Tuan Putri, Fan’er.”
(Note : Author Pendekar Pengendara Petir mereview milikku kemarin, beliau berkata bahwa istri tidak mengikuti marga suami kalau di Fantim. Awal kukira ngikutin kaya di Jepang, alhasil sekarang marga semua istri akan kuganti nanti, Cuss lanjut.)
Xiao Fan mendengar hal itu mengacungkan jempolnya ke arah ibunya tanpa berbalik. Gu Lin melihat hal itu tersenyum, begitu juga kedua putri Ning. Gu Lin pun melanjutkan kegiatannya yaitu memasak makanan, entah kenapa dirinya paling suka berada di dapur dan mencoba resep baru.
***
Xiao Fan, Ning Que, Ning Shie tiba di belakang rumah. Mereka ber-3 menatap ke arah tebing, lalu Xiao Fan berkata, “Kita akan melatih fondasi terlebih dahulu dengan cara memanjat tebing tanpa Qi dan Energi Roh.”
Ning Que dan Ning Shie terkejut dengan hal itu, mereka menatap tebing dan melihat bahwa puncak tebing terlihat jauh. Ning Shie menatap Xiao Fan dan berkata, “Apakah kau yakin? Ini tebing sangat tinggi, juga memanjat tanpa Qi dan Energi Roh. Bukankah itu sangat mustahil?”
Xiao Fan menatap Ning Shie dengan tatapan datar. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata, “Sesuatu hal belum bisa dikatakan mustahil jika belum mencoba. Apa yang kau bilang mustahil, itu hanya alasan untuk mengendur. Apakah kau mengeluh dengan pelatihanku?”
Ning Shie tertegun, selama dia di Kerajaan, dirinya tidak pernah melihat laki-laki seperti Xiao Fan. Tekad, Kekuatan, dan Ambisi sangat kuat. Ning Shie bingung harus menjawab apa, sekarang dirinya yang bersalah karena berkata mustahil terkait pelatihan Xiao Fan.
“Jika kau mundur, silahkan. Ingat satu hal, mengubah diri perlu usaha dan pengorbanan. Aku menyarankan untuk memperbaiki fisik kalian karena di balik pelatihan fisik ada hal yanh yang bagus.”
Ning Que dan Ning Shie terkejut, ada hal bagus dibalik pelatihan fisik? Keduanya saling memandang dan bingung satu sama lain. Xiao Fan menaikkan sudut mulutnya, lalu dia berbalik dan mulai memanjat tebing tersebut.
“Jika kalian tidak ingin manjat, lewatlah tangga itu. Jangan sampai menggunakan Qi dan Energi Roh.” Xiao Fan memanjat dengan cepat. Kedua putri Ning tertegun dan segera sadar. Mereka berdua memilih naik melewati tangga.
Xiao Fan terus naik bahkan keringat terus mengucur deras. Fisiknya benar-benar batas miliknya sekarang. Ning Que dan Ning Shie juga mengeluarkan keringat tapi tidak sederas Xiao Fan. Mereka berdua berlari dengan normal agar mengimbangi kecepatan Xiao Fan naik tebing.
***
Xiao Fan melompat dan tiba di atas tebing. Ning Que dan Ning Shie terengah-engah, mereka benar-benar kelelahan sekarang walaupun naik anak tangga saja. Ketika tiba di puncak, keduanya terduduk dengan lemas. Xiao Fan juga duduk namun dirinya menatap ke arah pemandangan di depannya.
Ning Que dan Ning Shie yang lelah menatap ke arah Xiao Fan, tatapan mereka bingung dengan apa yang dilihat dari Xiao Fan. Kedua putri Ning mengikuti arah pandangan Xiao Fan. Hal pertama yang keluar dari kedua mulut putri Ning ialah. “Indah.”
Kedua putri Ning tidak menyangka dapat melihat sebuah pemandangan yang asri. Kota yang luas dengan berbagai hutan yang menempati sisi Kota. Kemudian, naik sedikit dan lurus dari pandangan, terlihat dua gunung yang sangat hijau. Matahari sudah naik, jadi pemandangan paling indah belum keluar.
“Kalian berdua, waktunya serap Qi dan Energi Roh kalian.” Xiao Fan berkata dengan lembut. Dirinya dengan cepat duduk dengan posisi lotus dan memejamkan matanya. Sejumlah energi masuk ke dalam tubuhnya. Xiao Fan mengatur nafasnya agar dapat menyerap dengan cepat.
Ning Que dan Ning Shie melihat hal itu, dengan cepat mereka duduk lotus dan memejamkan matanya. Mereka berdua mulai menyerap Qi dan Energi Roh. Hal pertama yang mereka rasakan adalah penyerapan menjadi lebih banyak. Keduanya bingung akan hal itu, akan tetapi mereka akan bertanya selepas terisi penuh energinya.
Beberapa menit kemudian, Xiao Fan membuka matanya. Energi miliknya sudah penuh, dirinya menatap ke arah Ning Que dan Ning Shie yang sedang melakukan penyerapan. Xiao Fan menunggu sambil memikirkan apakah masalah akan datang atau tidak, dia berharap bahwa masalah datang.
Di saat Xiao Fan masih berfikir, Ning Que dan Ning Shie selesai dalam melakukan penyerapan. Keduanya membuka matanya dan menatap ke arah Xiao Fan yang sedang berfikir. Xiao Fan sendiri menyadari kalau kedua Putri Ning sudah selesai melakukan penyerapan.
Xiao Fan berbalik dan menatap kedua putri Ning tersebut. Dirinya menatap dengan senyum tercetak di wajahnya, membuat Ning Que dan Ning Shie tersipu ketika melihat senyuman itu. Xiao Fan tidak peduli dan bertanya, “Beritahu aku tentang Roh Elemen kalian?”
Ning Que dan Ning Shie memandang ke arah Xiao Fan, kemudian mereka mengangguk dan mulai mengeluarkan Roh Elemen mereka. Xiao Fan melihat keduanya dengan penasaran sekarang dan bertanya-tanya apakah kedua Roh Elemen mereka akan menarik?
Terlihat di tangan kanannya terdapat sosok Rubah berwarna merah. Tubuh Ning Que seketika keluar bulu merah, jari-jari miliknya menjadi hitam dan panjang. Tubuhnya menjadi lebih menggoda dan api keluar dari setiap sisi tubuhnya. Wajah Ning Que terlihat memakai tudung rubah. Kemudian, ekor dengan ujung api besar muncul. Ekor berbulu merah tersebut terlihat sangat lembut dan indah.
Xiao Fan benar-benar terkejut melihat hal itu, dirinya mengingat Roh Elemen apa itu. Roh Elemen Tingkat 8, Flaming Fox. Xiao Fan mengangguk mengerti sekarang, dirinya paham kenapa ketahanan Ning Que saat di Hutan Wujing begitu kuat, ternyata Roh Elemen Binatang.
Xiao Fan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Ning Shie, dirinya melihat sebuah benda berbentuk persegi panjang. Namun benda itu memiliki corak biru air di setiap sisi benda. Permukaan benda tersebut berwarna putih, Xiao Fan mengerutkan keningnya dan yakin bahwa Roh Elemen itu adalah Roh Elemen tingkat 1.
“Kartu dengan sisi sudut memiliki lambang air.” Xiao Fan mengangguk paham, dia menatap ke arah Ning Shie yang menunduk. Ning Shie menundukkan kepalanya karena dia sedih bahwa Roh Elemennya buruk dan itu hanya Tingkat 1. Dirinya yakin bahwa Xiao Fan pasti tidak akan melatihnya.
‘Apakah semua sama, hanya karena Tingkat 1 tidak ada yang mengajariku sama sekali?’ Ning Shie dalam hati sedih. Ning Que melihat hal itu juga sedih, bagaimanapun juga Ning Shie adalah adiknya, dia tidak akan membiarkan adiknya sedih, akan tetapi jika urusan Roh Elemen dirinya tidak bisa apa-apa.
Xiao Fan menatap hal itu, dirinya berjalan ke arah Ning Shie. Ning Que menatap dengan penasaran apa yang akan dilakukan Xiao Fan. Ning Shie sendiri tidak melihat hal itu karena dirinya menundukkan kepala karena sedih.
Ning Shie ingin lari, akan tetapi dirinya merasakan telapak tangan yang begitu hangat mengusap kepalanya. Dia terkejut dan mendongak ke atas, dia lebih terkejut melihat Xiao Fan tersenyum ke arahnya.
“Tenang saja, jangan bersedih. Roh Elemen bukanlah penentu kamu sukses di Dunia ini, ingat setinggi atau serendah Roh Elemen tidak bisa menjadi pacuan kekuatan seseorang.” Xiao Fan menenangkan Ning Shie, bagaimanapun juga dirinya tidak ingin seseorang sedih dan putus asa hanya karena Roh Elemen sampah.
Ning Shie tertegun dan terkejut dengan ucapan dari Xiao Fan. Dia tidak menyangka bahwa Xiao Fan mau mengajari dirinya. Dalam hatinya benar-benar senang dengan Xiao Fan. Ning Que menatap itu juga tersenyum dan rasa suka dirinya terhadap Xiao Fan naik.
Xiao Fan sendiri berhenti mengelus rambut Ning Shie, hal itu membuat Ning Shie sedikit sedih. Xiao Fan berbalik berjalan menuju ke arah Hutan Xiji. Tepat akan masuk, Xiao Fan menatap ke arah dua putri Ning tersebut sambil tersenyum.
“Baiklah, mari kita berlatih di dalam hutan.”
[To be Continued.]
Note : Maaf jika ada salah kata, Author masih pemula dalam menulis Fantasi Timur.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 271 Episodes
Comments
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
putri yg pinter 😆😆😆
2025-01-09
0
Note 2
xiao lin po gu lin
2024-12-12
1
Harman LokeST
Xiao Fan melatih ke dua putri kerajaan
2023-07-31
2